<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Kafeina</id>
	<title>Kafeina - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Kafeina"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kafeina&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T18:49:04Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kafeina&amp;diff=27456&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kafeina&amp;diff=27456&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T18:05:45Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kafeina&amp;amp;diff=27456&amp;amp;oldid=27057&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kafeina&amp;diff=27057&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29508151; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kafeina&amp;diff=27057&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T17:32:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29508151; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Kafeina&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, dalam beberapa sumber lama disebut &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;kofein&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, atau lebih populernya disebut &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;kafein&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, ialah senyawa [[alkaloid]] [[xantina]] berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai [[obat]] [[perangsang]] [[psikoaktif]] dan [[diuretik]] ringan. Kafeina ditemukan oleh seorang kimiawan Jerman, [[Friedrich Ferdinand Runge]], pada tahun 1819. Ia menciptakan istilah &amp;quot;kaffein&amp;quot; untuk merujuk pada senyawa kimia pada [[kopi]]. Kafeina juga disebut &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;guaranina&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ketika ditemukan pada [[guarana]], &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;mateina&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ketika ditemukan pada [[yerba mate]], dan &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;teina&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ketika ditemukan pada [[teh]]. Semua istilah tersebut sama-sama merujuk pada senyawa kimia yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kafeina dijumpai secara alami pada bahan [[pangan]] seperti [[biji]] [[kopi]], [[daun]] [[teh]], [[buah]] [[kola]], [[guarana]], dan &amp;#039;&amp;#039;[[yerba mate]]&amp;#039;&amp;#039;. Pada tumbuhan, ia berperan sebagai [[pestisida]] alami yang melumpuhkan dan mematikan [[serangga]]-serangga tertentu yang memakan tanaman tersebut. Ia umumnya dikonsumsi oleh manusia dengan mengekstraksinya dari biji [[kopi]] dan [[Camellia sinensis|daun teh]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kafeina merupakan obat [[perangsang]] [[sistem pusat saraf]] pada [[manusia]] dan dapat mengusir rasa [[kantuk]] secara sementara. Minuman yang mengandung kafeina, seperti [[kopi]], [[teh]], dan [[minuman ringan]], sangat digemari. Kafeina merupakan [[zat psikoaktif]] yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Tidak seperti zat psikoaktif lainnya, kafeina legal dan tidak diatur oleh hukum di hampir seluruh yuridiksi dunia. Di Amerika Utara, 90% orang dewasa mengonsumsi kafeina setiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Keberadaan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kafeina dijumpai pada banyak spesies [[tumbuhan]], di mana ia berperan sebagai [[pestisida]] alami. Dilaporkan bahwa kadar kafeina yang tinggi dijumpai pada semaian yang baru tumbuh. Kafeina [[paralisis|melumpuhkan]] dan mematikan [[serangga|serangga-serangga]] tertentu yang memakan tanaman tersebut. Kadar kafeina yang tinggi juga ditemukan pada tanah disekitar semai biji kopi. Diketahui bahwa ia berperan sebagai penghambat perkecambahan semai kopi lain di sekitarnya, sehingga meningkatkan tingkat keberlangsungan hidup kecambah kopi itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber kafeina yang umumnya sering digunakan adalah [[kopi]], [[teh]], dan [[kakao]]. Selain itu, tanaman [[maté]] dan [[guarana]] juga kadang-kadang digunakan dalam pembuatan minuman energi dan teh. Dua nama alternatif kafeina, &amp;#039;&amp;#039;mateina&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;guaranina&amp;#039;&amp;#039;, berasal dari nama dua tanaman tersebut. Beberapa penggemar mate mengklaim bahwa mateina adalah [[stereoisomer]] dari kafeina. Hal ini tidaklah benar, karena kafeina merupakan [[molekul]] [[kiralitas|akiral]], sehingga ia tidak mempunyai [[enantiomer]] ataupun [[stereoisomer]]. Kesan dan efek berbeda yang dijumpai pada berbagai sumber kafeina alami disebabkan oleh sumber-sumber kafeina tersebut juga mengandung campuran [[alkaloid]] [[xantina]] lainnya, meliputi [[teofilina]] yang merangsang detak jantung, [[teobromina]], dan zat-zat lainnya seperti [[polifenol]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber utama kafeina dunia adalah biji kopi. Kandungan kafeina pada kopi bervariasi, tergantung pada jenis biji kopi dan metode pembuatan yang digunakan. Secara umum, satu sajian kopi mengandung sekitar 40&amp;amp;nbsp;mg (30 mL [[espresso]] varietas &amp;#039;&amp;#039;arabica&amp;#039;&amp;#039;) kafeina, sampai dengan 100&amp;amp;nbsp;mg kafeina untuk satu cangkir (120 mL) kopi. Umumnya, kopi &amp;#039;&amp;#039;dark-roast&amp;#039;&amp;#039; memiliki kadar kafeina yang lebih rendah karena proses pemanggangan akan mengurangi kandungan kafeina pada biji tersebut. Kopi varietas [[Coffea arabica|&amp;#039;&amp;#039;arabica&amp;#039;&amp;#039;]] umumnya mengandung kadar kafeina yang lebih sedikit daripada kopi varietas [[Coffea canephora|&amp;#039;&amp;#039;robusta&amp;#039;&amp;#039;]]. Kopi juga mengandung sejumlah kecil [[teofilina]], tetapi tidak mengandung [[teobromina]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Teh]] merupakan sumber kafeina lainnya. Walaupun teh mengandung kadar kafeina yang lebih tinggi daripada kopi, umumnya teh disajikan dalam kadar sajian yang jauh lebih rendah. Kandungan kafeina juga bervariasi pada jenis-jenis daun teh yang berbeda. Teh mengandung sejumlah kecil [[teobromina]] dan kadar [[teofilina]] yang sedikit lebih tinggi daripada kopi. Warna air teh bukanlah indikator yang baik untuk menentukan kandungan kafeina. Sebagai contoh, teh seperti [[teh hijau]] Jepang [[gyokuro]] yang berwarna lebih pucat mengandung jauh lebih banyak kafeina daripada teh [[lapsang souchong]] yang berwarna lebih gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kafeina juga terkandung dalam sejumlah [[minuman ringan]] seperti [[kola]]. Minuman ringan biasanya mengandung sekitar 10 sampai 50&amp;amp;nbsp;miligram kafeina per sajian. Kafeina pada minuman jenis ini berasal dapat berasal dari bahan ramuan minuman itu sendiri ataunya dari bahan aditif yang didapatkan dari proses [[dekafeinasi]]. [[Guarana]], bahan utama pembuatan minuman energi, mengandung sejumlah besar kafeina dengan jumlah [[teobromina]] dan [[teofilina]] yang kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Coklat]] yang didapatkan dari [[biji kakao]] mengandung sejumlah kecil kafeina. Efek rangsangan yang dihasilkan oleh coklat berasal dari efek kombinasi [[teobromina]], [[teofilina]], dan kafeina. Coklat mengandung jumlah kafeina yang sangat sedikit untuk mengakibatkan rangsangan yang setara dengan [[kopi]]. 28 g sajian coklat susu batangan mengandung kadar kafeina yang setara dengan secangkir kopi yang di&amp;#039;&amp;#039;dekafeinasi&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir-akhir ini&amp;lt;sup&amp;gt;&amp;lt;/sup&amp;gt;, berbagai pengusaha pabrik mulai menambahkan kafeina ke dalam produk-produk mandi mereka ([[sampo]] dan [[sabun]]), mengklaim bahwa kafeina dapat diserap melalui kulit. Namun, efektivitas produk-produk seperti itu belumlah dibuktikan, karena kafeina tidak akan dengan mudah terserap melalui kulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia telah mengonsumsi kafeina sejak [[Zaman Batu]]. Manusia zaman dahulu menemukan bahwa penguyahan biji, ranting, dan daun tumbuh-tumbuhan tertentu memiliki efek meringankan rasa lelah, merangsang kesadaran, dan memperbaiki suasana hati. Efek kafeina ini kemudian ditemukan dapat ditingkatkan dengan menyeduhkan bagian tumbuhan tersebut dengan air panas. Banyak kebudayaan yang mempunyai legenda mengenai asal-usul tumbuhan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut salah satu legenda populer Tiongkok, [[Kaisar Tiongkok]] [[Shénnóng]], yang dimitoskan telah berkuasa sekitar tahun 3000 SM, tanpa sengaja menemukan bahwa ketika beberapa dedaunan jatuh ke dalam air mendidih, minuman yang wangi dan dapat memulihkan tenaga dihasilkan. Shennong juga disebut-sebut dalam karya Lu Yu, &amp;#039;&amp;#039;[[Cha Jing]]&amp;#039;&amp;#039;, mengenai teh. Sejarah kopi pun telah tercatat sejak abad ke-9. Pada saat itu, biji kopi hanya tersedia dari habitat aslinya saja, [[Etiopia]]. Legenda populer menceritakan penemuan kopi oleh seorang penggembala kambing bernama Kaldi yang memantau bahwa kambing-kambingnya menjadi lebih aktif dan tidak tidur pada malam hari setelah merumputi semak-semak kopi. Setelah ia mencoba buah kopi yang dimakan oleh kambingnya, ia juga mendapatkan khasiat yang sama. Literatur paling awal yang menyebutkan adanya kopi kemungkinan adalah sebuah referensi mengenai Bunchum dalam karya seorang Persia [[al-Razi]]. Pada tahun 1587, [[Malaye Jaziri]] menyusun suatu karya yang menilik sejarah dan kontroversi hukum kopi berjudul &amp;quot;Undat al safwa fi hill al-qahwa&amp;quot;. Dalam karyanya ini, Jaziri mencatat bahwa seorang [[Sheikh]], Jamal-al-Din al-Dhabhani, [[mufti]] [[Aden]], adalah yang pertama menggunakan kopi pada tahun 1454, dan pada abad ke-15, para Sufi [[Yaman]] secara rutin menggunakan kopi untuk terus terbangun selama berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sintesis dan ciri-ciri kafeina ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1819, kimiawan [[Jerman]] [[Friedlieb Ferdinand Runge]] berhasil mengisolasi kafeinan yang relatif murni untuk pertama kalinya. Menurut Runge, ia melakukannya atas perintah [[Johann Wolfgang von Goethe]]. Pada tahun 1827, Oudry mengisolasi &amp;quot;teina&amp;quot; dari teh, tetapi kemudian dibuktikan oleh [[Gerardus Johannes Mulder|Mulder]] dan Jobst bahwa teina tersebut merupakan senyawa yang sama dengan kafeina. Struktur kafeina berhasil dipecahkan pada akhir abad ke-19 oleh [[Hermann Emil Fischer]], yang juga merupakan orang yang pertama kali berhasil men[[sintesis total]] senyawa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua atom nitrogen kafeina pada dasarnya planar ([[hibridisasi orbital]] sp&amp;lt;sup&amp;gt;2&amp;lt;/sup&amp;gt;), menyebabkan molekul kafeina bersifat [[aromatik]]. Karena kafeina dengan mudah didapatkan sebagai produk samping proses dekafeinasi, kafeina biasanya tidak disentesis secara kimiawi. Apabila diperlukan, kafeina dapat disintesis dari [[dimetilurea]] dan [[asam malonat]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Metabolisme dan toksisitas ==&lt;br /&gt;
Kafeina memiliki [[molekul]] [[metabolit]] yaitu 1-3-7-[[asam trimetilurat]], [[paraksantina]], [[teofillina]] dan [[teobromina]] dengan masing-masing lintasan metabolismenya. Kafeina mengikat [[reseptor (biokimia)|reseptor]] [[adenosina]] di [[otak]]. Adenosina ialah [[nukleotida]] yang mengurangi aktivitas [[sel saraf]] saat tertambat pada sel tersebut. Seperti adenosina, [[molekul]] kafeina juga tertambat pada reseptor yang sama, tetapi akibatnya berbeda. Kafeina tidak akan memperlambat aktivitas sel saraf/otak, sebaliknya menghalangi adenosina untuk berfungsi. Dampaknya aktivitas otak meningkat dan mengakibatkan [[hormon]] [[epinefrin]] terlepas. Hormon tersebut akan menaikkan detak jantung, meninggikan [[tekanan darah]], menambah penyaluran [[darah]] ke otot-[[otot]], mengurangi penyaluran darah ke [[kulit]] dan [[organ dalam]], dan mengeluarkan [[glukosa]] dari hati. Lebih jauh, kafeina juga menaikkan permukaan [[neurotransmiter]] [[dopamin]] di [[otak]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kafeina dapat dikeluarkan dari otak dengan cepat, tidak seperti [[alkohol]] atau perangsang sistem saraf pusat yang lain sehingga tidak mengganggu fungsi mental tinggi dan tumpuan otak. Konsumsi kafeina secara berkelanjutan akan menyebabkan tubuh menjadi [[toleransi|toleran]] terhadap kehadiran kafeina. Oleh sebab itu, jika produksi internal kafeina diberhentikan (dinamakan &amp;quot;pelepasan ketergantungan&amp;quot;), tubuh menjadi terlalu sensitif terhadap adenosina dan menyebabkan tekanan darah turun secara mendadak yang seterusnya mengakibatkan [[sakit kepala]] dan gejala-gejala lainnya. Kajian terbaru menyebutkan kafeina dapat mengurangi risiko penyakit [[Parkinson]], tetapi hal itu masih memerlukan kajian mendalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlalu banyak kafeina dapat menyebabkan [[peracunan]] (intoksikasi) kafeina (yaitu mabuk akibat kafeina). Antara [[gejala penyakit]] ini ialah keresahan, kerisauan, [[insomnia]], keriangan, muka merah, kerap kencing (&amp;#039;&amp;#039;diuresis&amp;#039;&amp;#039;), dan masalah &amp;#039;&amp;#039;gastrointestial&amp;#039;&amp;#039;. Gejala-gejala ini bisa terjadi walaupun hanya 250&amp;amp;nbsp;mg kafeina yang diambil. Jika lebih dari 1g kafeina dikonsumsi dalam satu hari, gejala seperti kejang otot (&amp;#039;&amp;#039;muscle twitching&amp;#039;&amp;#039;), kekusutan pikiran dan perkataan, [[aritmia kardium]] (gangguan pada denyutan jantung)m dan gejolak [[psikomotor]] (&amp;#039;&amp;#039;psychomotor agitation&amp;#039;&amp;#039;) bisa terjadi. Intoksikasi kafeina juga bisa mengakibatkan kepanikan dan penyakit kerisauan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun masih aman bagi manusia, kafeina, [[teofilina]], dan [[teobromina]] (pada [[kakao]]) lebih meracun bagi sebagian [[hewan]], seperti [[kucing]] dan [[anjing]] karena perbedaan dari segi [[metabolisme]] [[hati]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kafeina&amp;amp;oldid=29508151 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29508151 (2026-07-31T02:58:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>