<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Kanagliflozin</id>
	<title>Kanagliflozin - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Kanagliflozin"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kanagliflozin&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T03:28:14Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kanagliflozin&amp;diff=35451&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28478922; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kanagliflozin&amp;diff=35451&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T08:35:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28478922; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Kanagliflozin&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah obat yang digunakan untuk mengobati [[diabetes melitus tipe 2]]. Obat ini digunakan bersamaan dengan olahraga dan diet. Obat ini tidak direkomendasikan untuk [[diabetes melitus tipe 1]]. Obat ini diminum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Efek samping]] yang umum termasuk [[vulvovaginal candiasis|infeksi jamur vagina]], [[mual]], [[sembelit]], dan [[infeksi saluran kemih]]. Efek samping yang serius mungkin termasuk [[hipoglikemia|gula darah rendah]], gangren Fournier, [[amputasi]] kaki, masalah ginjal, [[hiperkalemia|kalium darah tinggi]], dan [[hipotensi|tekanan darah rendah]]. [[Ketoasidosis diabetik]] dapat terjadi meskipun kadar gula darah hampir normal. Penggunaan pada [[kehamilan]] dan [[menyusui]] tidak dianjurkan. Kanagliflozin adalah [[Penghambat transpor natrium-glukosa 2]]. Obat ini bekerja dengan meningkatkan jumlah [[glukosa]] yang hilang dalam [[urine]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanagliflozin disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Australia pada tahun 2013. Obat ini ada dalam [[Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sejarah==&lt;br /&gt;
Obat ini dikembangkan oleh Mitsubishi Tanabe Pharma dan dipasarkan di bawah lisensi oleh [[Janssen Pharmaceuticals]], sebuah divisi dari [[Johnson &amp;amp; Johnson]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 4 Juli 2011, [[Badan Pengawas Obat Eropa]] (EMA) menyetujui rencana investigasi pediatrik dan memberikan penangguhan dan keringanan untuk kanagliflozin (EMEA-001030-PIP01-10) sesuai dengan Peraturan EC No.1901/2006 dari Parlemen Eropa dan dewan. Obat ini disetujui untuk penggunaan medis di Uni Eropa pada bulan November 2013.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanagliflozin disetujui oleh FDA pada tanggal 29 Maret 2013, dan menjadi penghambat SGLT2 pertama di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanagliflozin disetujui untuk penggunaan medis di Australia pada bulan September 2013.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kegunaan medis==&lt;br /&gt;
Kanagliflozin di[[indikasi (kedokteran)|indikasi]]kan untuk digunakan dengan diet dan olahraga guna menurunkan gula darah pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2; untuk mengurangi risiko kejadian utama yang berhubungan dengan jantung seperti serangan jantung, strok, atau kematian pada orang dengan diabetes tipe 2 yang diketahui memiliki penyakit jantung; dan untuk mengurangi risiko penyakit ginjal stadium akhir, memburuknya fungsi ginjal, kematian yang berhubungan dengan jantung, dan dirawat di rumah sakit karena gagal jantung pada orang-orang tertentu dengan diabetes tipe 2 dan penyakit ginjal diabetik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanagliflozin adalah [[obat diabetes|obat antidiabetik]] yang digunakan untuk meningkatkan kontrol gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2. Obat ini merupakan obat lini ketiga setelah metformin. Menurut &amp;#039;&amp;#039;British National Formulary&amp;#039;&amp;#039;, obat ini juga kurang disukai dibandingkan sulfonilurea pada tahun 2019, sementara &amp;#039;&amp;#039;American Diabetes Association&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;European Association for the Study of Diabetes&amp;#039;&amp;#039; menganggap penghambat SGLT2 atau agonis reseptor GLP-1 sebagai obat lini kedua yang masuk akal bagi mereka yang memiliki penyakit jantung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanagliflozin menurunkan kadar HbA&amp;lt;sub&amp;gt;1c&amp;lt;/sub&amp;gt; sebesar 0,77% hingga 1,16% jika diberikan sendiri, dalam kombinasi dengan [[metformin]], dalam kombinasi dengan metformin dan [[sulfonilurea]], dalam kombinasi dengan metformin dan [[pioglitazon]], atau dalam kombinasi dengan [[insulin]], dari kadar HbA&amp;lt;sub&amp;gt;1c&amp;lt;/sub&amp;gt; awal sebesar 7,8% hingga 8,1%. Jika ditambahkan dengan metformin, kanagliflozin tidak tampak lebih buruk daripada [[sitagliptin]] atau [[glimepirid]] dalam menurunkan kadar HbA&amp;lt;sub&amp;gt;1c&amp;lt;/sub&amp;gt;, sementara kanagliflozin mungkin lebih baik daripada sitagliptin dan glimiperid dalam menurunkan HbA&amp;lt;sub&amp;gt;1c&amp;lt;/sub&amp;gt;. Tidak jelas apakah obat ini memiliki manfaat kardiovaskular yang unik selain menurunkan gula darah. Meskipun kanagliflozin menghasilkan efek menguntungkan pada [[kolesterol]] [[lipoprotein densitas tinggi|HDL]], obat ini juga terbukti meningkatkan kolesterol [[lipoprotein densitas rendah|LDL]] tanpa menghasilkan perubahan pada kolesterol total.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukti menunjukkan bahwa selain efek positif pada kadar glikemik, kanagliflozin juga mengurangi risiko [[serangan jantung]] dan [[gagal jantung]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penghambat SGLT2 termasuk kanagliflozin mengurangi kemungkinan rawat inap karena gagal jantung kongestif atau perkembangan penyakit ginjal pada penderita [[diabetes melitus]] tipe 2 dan mengurangi kemungkinan [[strok]] dan serangan jantung pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang diketahui memiliki penyakit pembuluh darah aterosklerotik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kontraindikasi==&lt;br /&gt;
Canaglifozin dikontraindikasikan pada:&lt;br /&gt;
*Diabetes tipe 1&lt;br /&gt;
*Ketoasidosis diabetik&lt;br /&gt;
*[[Gagal ginjal|Gangguan ginjal]] berat (perkiraan [[laju filtrasi glomerulus]] &amp;lt;30 mL/menit/1,73 m&amp;lt;sup&amp;gt;2&amp;lt;/sup&amp;gt;), penyakit ginjal stadium akhir&lt;br /&gt;
*Pasien yang menjalani [[dialisis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Efek samping==&lt;br /&gt;
Seperti halnya penghambat SGLT2 lainnya, kanagliflozin dikaitkan dengan peningkatan kejadian infeksi saluran kemih, [[mikosis|infeksi jamur]] pada area genital, rasa haus, peningkatan kolesterol LDL, peningkatan buang air kecil, dan episode tekanan darah rendah. Jarang terjadi, penggunaan kanagliflozin dikaitkan dengan [[fasciitis nekrotikan]] pada perineum, yang juga disebut gangren Fournier. Ada kekhawatiran bahwa kanagliflozin juga dapat meningkatkan risiko ketoasidosis diabetik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan masalah kardiovaskular merupakan masalah yang terus berlanjut dengan obat &amp;quot;gliflozin&amp;quot;. Titik akhir yang telah ditentukan sebelumnya untuk keamanan kardiovaskular dalam program pengembangan klinis kanagliflozin adalah &amp;#039;&amp;#039;Major Cardiovascular Events Plus&amp;#039;&amp;#039;, yang didefinisikan sebagai terjadinya kematian kardiovaskular, [[serangan jantung]] yang tidak fatal, strok yang tidak fatal, atau angina tidak stabil yang menyebabkan rawat inap. Titik akhir ini terjadi pada lebih banyak orang dalam kelompok plasebo (20,5%) dibandingkan pada kelompok yang diobati dengan kanagliflozin (18,9%).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, komite penasihat [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA) menyatakan kekhawatiran mengenai keamanan kardiovaskular kanagliflozin. Jumlah kejadian kardiovaskular yang lebih besar diamati selama 30 hari pertama pada subjek studi yang menerima kanagliflozin (0,45%) dibandingkan dengan mereka yang menerima plasebo (0,07%), yang menunjukkan periode awal peningkatan risiko kardiovaskular. Selain itu, terdapat peningkatan risiko [[strok]] pada subjek yang menerima kanagliflozin. Akan tetapi, tidak satu pun dari efek ini yang signifikan secara statistik. Data keamanan kardiovaskular tambahan dari studi lain yang sedang berlangsung diharapkan pada tahun 2015.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 15 Mei 2015, FDA mengeluarkan peringatan bahwa obat diabetes SGLT2 tertentu termasuk kanagliflozin dapat menyebabkan ketoasidosis, suatu kondisi di mana tubuh memproduksi badan keton dalam kadar yang lebih tinggi. FDA terus menyelidiki masalah ini, dan memperingatkan bahwa pasien tidak boleh berhenti mengonsumsi kanagliflozin tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 10 September 2015, FDA mengeluarkan komunikasi keamanan obat untuk kanagliflozin guna mengatasi risiko patah tulang dan penurunan kepadatan tulang. Label peringatan untuk patah tulang sudah disertakan di bagian Reaksi yang Tidak Diinginkan; tetapi, FDA menambahkan bagian Peringatan dan Tindakan Pencegahan untuk mencerminkan informasi baru dari studi [[plasebo]]. Mereka menyarankan agar profesional perawatan kesehatan mempertimbangkan faktor risiko patah tulang sebelum meresepkan kanagliflozin, dan pasien harus mengungkapkan faktor risiko patah tulang kepada dokter mereka, tetapi pasien tidak boleh berhenti minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 4 Desember 2015, FDA mengeluarkan komunikasi keamanan lain untuk penghambat SGLT2, yang menunjukkan bahwa peringatan baru harus ditambahkan ke label kanagliflozin tentang peningkatan kadar asam darah dan [[infeksi saluran kemih]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bulan Juni 2016, FDA memperkuat peringatan tentang risiko cedera ginjal akut untuk kanagliflozin dan dapagliflozin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laporan pada tanggal 29 Juni 2016 tentang uji coba hasil kardiovaskular yang sedang berlangsung untuk kanagliflozin (CANVAS) mengungkapkan temuan sementara tentang masalah keamanan baru termasuk peningkatan risiko patah tulang yang ditemukan meningkat seiring dengan durasi pengobatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bulan Mei 2016, FDA mengumumkan bahwa mereka akan menyelidiki masalah keamanan yang terkait dengan uji klinis yang menemukan peningkatan amputasi tungkai dan kaki, sebagian besar memengaruhi jari kaki, pada orang yang diobati dengan kanagliflozin. Pada bulan Mei 2017, FDA menyimpulkan bahwa kanagliflozin menyebabkan peningkatan risiko amputasi tungkai dan kaki. FDA mulai mewajibkan peringatan kotak untuk ditambahkan pada label obat kanagliflozin guna menjelaskan risiko ini. Pada bulan Agustus 2020, FDA menghapus persyaratan peringatan kotak tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengurangi risiko terjadinya ketoasidosis (kondisi serius di mana tubuh memproduksi asam darah tingkat tinggi yang disebut keton) setelah pem[[bedah]]an, FDA menyetujui perubahan pada informasi peresepan obat diabetes penghambat SGLT2 untuk merekomendasikan penghentian sementara obat tersebut sebelum operasi yang dijadwalkan. Kanagliflozin, [[dapagliflozin]], dan [[empagliflozin]] masing-masing harus dihentikan setidaknya tiga hari sebelumnya, dan [[ertugliflozin]] harus dihentikan setidaknya empat hari sebelum pembedahan yang dijadwalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala ketoasidosis meliputi [[mual]], [[muntah]], nyeri perut, [[kelelahan]], dan kesulitan bernapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Interaksi==&lt;br /&gt;
Obat ini dapat meningkatkan risiko [[dehidrasi]] jika dikombinasikan dengan obat [[diuretik]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena obat ini meningkatkan ekskresi glukosa oleh ginjal, pengobatan dengan kanagliflozin mencegah penyerapan kembali 1,5-anhidroglusitol oleh ginjal, yang menyebabkan penurunan artifisial dalam serum 1,5-anhidroglusitol. Oleh karena itu, kanagliflozin dapat mengganggu penggunaan serum 1,5-anhidroglusitol sebagai ukuran kadar [[glukosa]] pasca makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyesuaian dosis juga diperlukan untuk terapi bersamaan dengan penginduksi UDP-glukuronosiltransferase (UGT) seperti [[rifampisin]], [[fenitoin]], [[fenobarbital]], atau [[ritonavir]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Farmakologi==&lt;br /&gt;
===Mekanisme kerja===&lt;br /&gt;
Kanagliflozin adalah [[penghambat enzim|penghambat]] protein pengangkut glukosa-natrium subtipe 2 (SGLT2), yang bertanggung jawab atas sedikitnya 90% reabsorpsi glukosa ginjal (10% sisanya dilakukan oleh penghambatan SGLT1). Pemblokiran pengangkut ini menyebabkan hingga 119 gram glukosa darah per hari dikeluarkan melalui urin, yang setara dengan 476 kilo[[kalori]]. Air tambahan dikeluarkan melalui diuresis osmotik, yang mengakibatkan penurunan tekanan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mekanisme ini dikaitkan dengan risiko [[hipoglikemia]] (glukosa darah terlalu rendah) yang rendah dibandingkan dengan jenis obat antidiabetik lain seperti turunan sulfonilurea dan insulin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Farmakokinetik===&lt;br /&gt;
Ketika diminum, kanagliflozin mencapai konsentrasi [[plasma darah]] tertinggi setelah satu hingga dua jam dan memiliki [[bioavailabilitas]] absolut sebesar 65%, terlepas dari asupan makanan. Ketika berada di aliran darah, 99% zat terikat pada protein plasma, terutama [[albumin]]. Zat ini di[[metabolisme]] terutama oleh O-glukuronidasi melalui enzim UGT1A9 dan UGT2B4, dan oleh [[hidroksilasi]] pada tingkat yang lebih rendah. Waktu paruh terminal adalah 10,6 jam untuk dosis 100&amp;amp;nbsp;mg dan 13,1 jam untuk dosis 300&amp;amp;nbsp;mg, dengan 43% diekskresikan dalam feses (kebanyakan dalam bentuk tidak berubah) dan 33% dalam urin (kebanyakan sebagai glukuronida).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kanagliflozin&amp;amp;oldid=28478922 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28478922 (2025-11-14T06:23:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>