<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Karbohidrat</id>
	<title>Karbohidrat - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Karbohidrat"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Karbohidrat&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T14:07:35Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Karbohidrat&amp;diff=27388&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Karbohidrat&amp;diff=27388&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T18:02:33Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Karbohidrat&amp;amp;diff=27388&amp;amp;oldid=26988&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Karbohidrat&amp;diff=26988&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28882132; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Karbohidrat&amp;diff=26988&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T17:25:03Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28882132; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Karbohidrat&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah salah satu kelompok [[nutrisi]] yang terdiri dari [[gula]], [[serat]] dan [[pati]]. Karbohidrat merupakan salah satu sumber utama [[energi]] bagi [[tubuh]] (&amp;#039;[[hidrat]] dari [[karbon]]&amp;#039;), &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;hidrat arang&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, terdiri dari atom [[karbon]] (C), [[hidrogen]] (H), dan [[oksigen]] (O), biasanya dengan perbandingan atom hidrogen–oksigen 2:1 (seperti pada molekul air) dan [[rumus empiris]]  (dengan &amp;#039;&amp;#039;m&amp;#039;&amp;#039; bisa saja sama atau berbeda dengan &amp;#039;&amp;#039;n&amp;#039;&amp;#039;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak semua karbohidrat sesuai dengan definisi [[stoikiometri]] ini (misalnya [[asam uronat]] dan [[gula deoksi]] seperti [[fukosa]]) dan ada pula yang mengandung [[nitrogen]], [[fosforus]], atau [[belerang]]. Selain itu, tidak semua bahan kimia yang sesuai dengan definisi ini secara otomatis diklasifikasikan sebagai karbohidrat (misalnya [[formaldehida]]). Secara [[biokimia]], karbohidrat mengandung [[gugus fungsi]] [[karbonil]] (sebagai [[aldehida]] atau [[keton]]) dan banyak gugus [[hidroksil]] (–OH), atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk [[molekul]] karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana yang disebut [[monosakarida]], misalnya [[glukosa]], [[galaktosa]], dan [[fruktosa]]. Dua monosakarida yang bergabung disebut [[disakarida]], contohnya [[sukrosa]] yang terbuat dari glukosa dan fruktosa. Terdapat pula [[oligosakarida]] yang merupakan rangkaian beberapa monosakarida. Banyak karbohidrat merupakan [[polimer]] (rantai berulang yang panjang), yang tersusun dari banyak rangkaian molekul gula,yang disebut [[polisakarida]], misalnya [[Amilum|pati]], [[kitin]], dan [[selulosa]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karbohidrat merupakan [[senyawa organik]] yang paling melimpah di Bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh [[makhluk hidup]], terutama sebagai [[bahan bakar]] (misalnya [[glukosa]]), cadangan makanan (misalnya [[Pati (polisakarida)|pati]] pada tumbuhan dan [[glikogen]] pada hewan), dan materi pembangun (misalnya [[selulosa]] pada tumbuhan, serta [[kitin]] pada [[hewan]] dan [[jamur]]). Pada proses [[fotosintesis]], tumbuhan ber[[klorofil]] dan beberapa organisme lain mengubah [[karbon dioksida]] menjadi karbohidrat. Ahli nutrisi membagi karbohidrat menjadi dua, yaitu karbohidrat sederhana (misalnya gula pasir dan permen) dan karbohidrat kompleks (misalnya gandum utuh dan makanan yang mengandung serat seperti buah-buahan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir seluruh manusia saat ini menggantungkan hidupnya dengan mengonsumsi karbohidrat sebagai energi utama. Sumbernya berasal dari [[nasi]], [[gandum]], [[kentang]] hingga [[sagu]]. Menurut penelitian dari tim [[Arkeologi|arkelog]] internasional manusia modern pertama memakan dan memanggang tepung tumbuhan yang mengandung karbohidrat, seperti yang berasal dari umbi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terminologi ==&lt;br /&gt;
Dalam literatur ilmiah, istilah &amp;quot;karbohidrat&amp;quot; memiliki banyak sinonim, seperti &amp;quot;gula&amp;quot; (dalam arti luas), &amp;quot;sakarida&amp;quot;, &amp;quot;osa&amp;quot;, &amp;quot;glusida&amp;quot;, &amp;quot;hidrat karbon&amp;quot;, atau &amp;quot;senyawa [[Hidroksil|polihidroksi]] dengan [[Alkanal|aldehida]] atau [[keton]]&amp;quot;. Beberapa istilah ini, khususnya &amp;quot;karbohidrat&amp;quot; dan &amp;quot;gula&amp;quot;, juga digunakan dengan arti lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam [[ilmu pangan]] dan dalam banyak konteks informal, istilah &amp;quot;karbohidrat&amp;quot; sering kali berarti makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks berupa [[Amilum|pati]] (seperti sereal, roti, dan pasta) atau karbohidrat sederhana, seperti gula (terdapat dalam permen, [[selai]], dan makanan penutup). Sering kali dalam daftar [[Label nutrisi|informasi nutrisi]], seperti Basis Data Nutrisi Nasional [[Kementerian Pertanian Amerika Serikat|USDA]], istilah &amp;quot;karbohidrat&amp;quot; digunakan untuk semua hal selain air, protein, lemak, abu, dan etanol. Terkadang pula termasuk senyawa kimia seperti [[asam asetat]] atau [[asam laktat]], yang biasanya tidak dianggap sebagai karbohidrat. Dalam label nutrisi, karbohidrat juga termasuk [[Serat pangan|serat makanan]] yang memang merupakan karbohidrat tetapi tidak menyumbang banyak [[energi makanan]] ([[Kalori|kilokalori]]), meskipun sering dimasukkan dalam penghitungan total energi makanan seolah-olah serat ini adalah gula. Dalam arti sempit, &amp;quot;gula&amp;quot; diterapkan untuk karbohidrat manis dan larut, yang banyak di antaranya digunakan dalam makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Struktur ==&lt;br /&gt;
Sebelumnya, nama &amp;quot;karbohidrat&amp;quot; digunakan dalam [[kimia]] untuk senyawa apa pun dengan rumus C&amp;lt;sub&amp;gt;&amp;#039;&amp;#039;m&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;/sub&amp;gt;(H&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O)&amp;lt;sub&amp;gt;&amp;#039;&amp;#039;n&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;/sub&amp;gt;. Menurut definisi ini, beberapa ahli kimia menganggap [[formaldehida]] (CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O) sebagai karbohidrat paling sederhana, sementara ahli yang lain mengklaim sebutan karbohidrat paling sederhana untuk [[glikolaldehida]]. Saat ini, istilah karbohidrat umumnya dipahami dalam pengertian biokimia, dengan mengecualikan senyawa yang hanya memiliki satu atau dua karbon dan turut mencakup banyak karbohidrat biologis yang menyimpang dari rumus ini. Meskipun rumus di atas tampaknya telah meliputi karbohidrat yang umum dikenal, karbohidrat yang berlimpah dan ada di mana-mana sering kali menyimpang dari rumus tersebut. Misalnya, karbohidrat bisa mengandung gugus kimia seperti &amp;#039;&amp;#039;N-&amp;#039;&amp;#039; asetil (misalnya kitin), sulfat (misalnya glikosaminoglikan), asam karboksilat (misalnya asam sialat), dan modifikasi deoksi (misalnya fukosa dan asam sialat).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakarida alami umumnya tersusun dari karbohidrat sederhana yang disebut [[monosakarida]] dengan rumus umum (CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O)&amp;lt;sub&amp;gt;&amp;#039;&amp;#039;n&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;/sub&amp;gt; dengan angka &amp;#039;&amp;#039;n&amp;#039;&amp;#039; adalah tiga atau lebih. Monosakarida umumnya memiliki struktur H–(CHOH)&amp;lt;sub&amp;gt;&amp;#039;&amp;#039;x&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;/sub&amp;gt;(C=O)–(CHOH)&amp;lt;sub&amp;gt;&amp;#039;&amp;#039;y&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;/sub&amp;gt;–H, yaitu [[Alkanal|aldehida]] atau [[keton]] dengan tambahan banyak [[Hidroksil|gugus hidroksil]], biasanya satu pada setiap [[atom]] [[karbon]] yang bukan bagian dari  [[gugus fungsi]] aldehida atau keton. Contoh monosakarida adalah [[glukosa]], [[fruktosa]], dan [[gliseraldehida]]. Namun, beberapa zat biologis yang digolongkan &amp;quot;monosakarida&amp;quot; tidak sesuai dengan rumus ini (misalnya [[Asam urat|asam uronat]] dan gula deoksi seperti [[Fucose|fukosa]]) dan ada banyak bahan kimia yang sesuai dengan rumus ini tetapi tidak dianggap sebagai monosakarida (misalnya formaldehida CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O dan [[inositol]] (CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O)&amp;lt;sub&amp;gt;6&amp;lt;/sub&amp;gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk [[rantai terbuka]] dari monosakarida sering berdampingan dengan [[Senyawa heterosiklik|bentuk cincin tertutup]], berupa [[Alkanal|gugus]] [[karbonil]] [[Alkanal|aldehida]]/[[keton]] (C=O) dan gugus hidroksil (–OH) yang bereaksi membentuk [[hemiasetal]] dengan jembatan C–O–C baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejumlah monosakarida dapat saling dihubungkan bersama-sama menjadi molekul yang disebut [[polisakarida]] (atau [[oligosakarida]]) dengan berbagai cara. Banyak karbohidrat mengandung satu unit (atau lebih) monosakarida termodifikasi yang yang salah satu gugusnya (atau lebih) telah diganti atau dihilangkan. Misalnya [[deoksiribosa]], suatu komponen [[Asam deoksiribonukleat|DNA]], adalah versi modifikasi dari [[ribosa]]; [[kitin]] terdiri dari unit [[N-asetil glukosamin]] yang berulang, suatu bentuk glukosa yang mengandung [[nitrogen]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Klasifikasi ==&lt;br /&gt;
Karbohidrat dapat diklasifikasikan menurut [[Derajat Polimerisasi|derajat polimerisasinya]], dan awalnya dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu gula, oligosakarida, dan polisakarida.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Monosakarida ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Monosakarida]] merupakan karbohidrat paling sederhana karena molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon dan tidak dapat diuraikan dengan cara [[hidrolisis]] menjadi karbohidrat yang lebih kecil. Secara kimiawi, monosakarida merupakan [[aldosa]] atau [[ketosa]] dengan dua gugus [[hidroksil]] atau lebih. [[Rumus kimia]] dari monosakarida yang tidak termodifikasi adalah (C•H&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O)&amp;lt;sub&amp;gt;n&amp;lt;/sub&amp;gt;, yang secara harfiah adalah &amp;quot;karbon hidrat&amp;quot;. Monosakarida merupakan molekul bahan bakar penting serta bahan penyusun [[asam nukleat]]. Monosakarida terkecil, dengan n=3, adalah dihidroksiaseton serta D- dan L-gliseraldehida.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Klasifikasi monosakarida ====&lt;br /&gt;
Monosakarida diklasifikasikan menurut tiga karakteristik: penempatan [[Karbonil|gugus karbonilnya]], jumlah atom [[karbon]] yang dikandungnya, dan sifat [[kiralitas (kimia)|kiral]] yang dimilikinya. Jika gugus karbonilnya berupa [[Alkanal|aldehida]], monosakarida tersebut digolongkan sebagai [[aldosa]]; jika gugus karbonilnya berupa [[keton]], monosakarida tersebut digolongkan sebagai [[ketosa]]. Monosakarida dengan tiga atom karbon disebut [[triosa]], yang memiliki empat atom karbon disebut [[tetrosa]], lima disebut [[pentosa]], enam disebut [[heksosa]], dan seterusnya. Kedua sistem klasifikasi ini sering digabungkan. Misalnya, [[glukosa]] merupakan [[Heksosa|aldoheksosa]] (aldehida enam karbon), [[ribosa]] merupakan [[Pentosa|aldopentosa]] (aldehida lima karbon), dan [[fruktosa]] merupakan [[Heksosa|ketoheksosa]] (keton enam karbon).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap atom karbon membawa [[Hidroksil|gugus hidroksil]] (–OH) dan bersifat [[Kiralitas (kimia)|asimetris]], dengan pengecualian karbon pertama dan terakhir, yang menjadikannya [[Stereogenik|pusat stereo]] dengan dua kemungkinan konfigurasi (R atau S). Karena asimetri ini, mungkin ada sejumlah [[isomer]] untuk rumus monosakarida tertentu. Dengan [[aturan Le Bel-van&amp;#039;t Hoff]], aldoheksosa D-glukosa, misalnya, memiliki rumus (C·H&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O)&amp;lt;sub&amp;gt;6&amp;lt;/sub&amp;gt;, dengan empat dari enam atom karbonnya bersifat stereogenik, yang menjadikan D-glukosa salah satu dari 2&amp;lt;sup&amp;gt;4&amp;lt;/sup&amp;gt;=16 kemungkinan [[stereoisomer]]. Dalam kasus [[gliseraldehida]] (sebuah aldotriosa), ada sepasang stereoisomer yang mungkin, yaitu [[Enantiomer|enansiomer]] dan [[epimer]]. Molekul [[Dihidroksiaseton|1, 3-dihidroksiaseton]], yaitu ketosa yang sesuai dengan gliseraldehida aldosa, adalah molekul simetris tanpa pusat stereo. Penetapan D atau L dibuat sesuai dengan orientasi karbon asimetris terjauh dari gugus karbonil: dalam [[proyeksi Fischer]] standar, jika gugus hidroksil ada di sebelah kanan, molekulnya disebut gula D, jika tidak, ia disebut gula L. Awalan &amp;quot;D-&amp;quot; dan &amp;quot;L-&amp;quot; tidak boleh disamakan dengan &amp;quot;d-&amp;quot; atau &amp;quot;l-&amp;quot;, yang menunjukkan arah gula dalam memutari bidang [[Polarisasi (gelombang)|cahaya terpolarisasi]]. Penggunaan &amp;quot;d-&amp;quot; dan &amp;quot;l-&amp;quot; tidak lagi dipakai dalam kimia karbohidrat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Isomerisme rantai ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gugus aldehida atau keton dari monosakarida rantai lurus akan bereaksi secara reversibel dengan gugus hidroksil pada atom karbon yang berbeda untuk membentuk [[hemiasetal]] atau [[hemiketal]] sehingga membentuk cincin [[Senyawa heterosiklik|heterosiklik]] dengan jembatan oksigen di antara dua atom karbon. Cincin dengan lima dan enam atom masing-masing disebut bentuk [[furanosa]] dan [[piranosa]], dan berada dalam kesetimbangan dengan bentuk rantai lurus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama konversi dari bentuk rantai lurus ke bentuk siklik, atom karbon yang mengandung oksigen karbonil (disebut [[karbon anomerik]]) menjadi pusat stereogenik dengan dua kemungkinan konfigurasi: atom oksigen dapat mengambil posisi di atas atau di bawah cincin sehingga pasangan stereoisomer yang mungkin dihasilkan disebut [[anomer]]. Pada &amp;#039;&amp;#039;anomer α&amp;#039;&amp;#039;, substituen –OH pada karbon anomerik terletak pada sisi berlawanan ([[Isomerisme cis-trans|trans]]) dari cincin pada cabang samping CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;OH. Bentuk alternatifnya, yaitu ketika substituen CH&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;OH dan hidroksil anomerik berada pada sisi yang sama (cis) dari bidang cincin, disebut &amp;#039;&amp;#039;anomer β&amp;#039;&amp;#039; .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Penggunaan dalam organisme hidup ====&lt;br /&gt;
Monosakarida merupakan sumber bahan bakar utama dalam [[metabolisme]], yang digunakan baik sebagai sumber energi ([[glukosa]] merupakan sumber alami yang paling penting) dan dalam [[biosintesis]]. Ketika monosakarida tidak segera dibutuhkan oleh banyak sel, mereka diubah menjadi bentuk yang lebih hemat ruang, biasanya berupa [[polisakarida]]. Pada banyak hewan, termasuk manusia, bentuk penyimpanan ini adalah [[glikogen]], yang banyak ditemukan pada sel hati dan otot. Pada tumbuhan, [[Amilum|pati]] digunakan untuk tujuan yang sama. Karbohidrat yang paling melimpah, [[selulosa]], merupakan komponen struktural [[dinding sel]] tumbuhan dan berbagai bentuk alga. [[Ribosa]] merupakan komponen [[RNA (molekul)|RNA]], sedangkan [[deoksiribosa]] merupakan salah satu komponen [[Asam deoksiribonukleat|DNA]]. [[Liksosa]] adalah komponen liksoflavin yang ditemukan di jantung manusia. [[Ribulosa]] dan [[xilulosa]] ditemukan dalam [[lintasan pentosa fosfat]]. [[Galaktosa]], salah satu komponen [[laktosa]] gula susu, ditemukan di [[galaktolipid]] di [[Membran sel|membran sel tumbuhan]] dan di [[glikoprotein]] di banyak [[jaringan]]. [[Mannosa|Manosa]] ditemukan dalam metabolisme manusia, terutama dalam [[glikosilasi]] protein tertentu. [[Fruktosa]], atau gula buah, ditemukan di banyak tumbuhan dan manusia, dimetabolisme di hati, diserap langsung ke usus selama [[pencernaan]], dan ditemukan di [[Semen (reproduksi)|air mani]]. [[Trehalose|Trehalosa]], gula utama serangga, dengan cepat dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa untuk mendukung serangga tersebut agar tetap terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Disakarida, oligosakarida, dan polisakarida ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua monosakarida yang bergabung disebut [[disakarida]] dan kelompok ini merupakan polisakarida yang paling sederhana. Contoh disakarida yaitu [[sukrosa]] dan [[laktosa]]. Mereka terdiri dari dua unit monosakarida yang diikat bersama oleh [[ikatan kovalen]] yang dikenal sebagai [[ikatan glikosidik]] yang terbentuk melalui [[reaksi dehidrasi]]. Reaksi ini mengakibatkan hilangnya atom hidrogen (H) dari satu monosakarida dan gugus hidroksil (–OH) dari monosararida lainnya sehingga membentuk dan melepaskan molekul air. Rumus disakarida yang tidak termodifikasi adalah C&amp;lt;sub&amp;gt;12&amp;lt;/sub&amp;gt;H&amp;lt;sub&amp;gt;22&amp;lt;/sub&amp;gt;O&amp;lt;sub&amp;gt;11&amp;lt;/sub&amp;gt;. Meskipun ada banyak jenis disakarida, hanya sedikit disakarida yang dikenal secara umum. Contoh dari disakarida adalah [[sukrosa]] (gabungan glukosa dan fruktosa) , [[laktosa]] (gabungan glukosa dan galaktosa), serta [[maltosa]] (gabungan dua molekul glukosa).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Sukrosa]] adalah disakarida yang paling melimpah dan paling banyak ditemukan dalam tumbuhan. Disakarida ni terdiri dari satu molekul [[Glukosa|D-glukosa]] dan satu molekul [[Fruktosa|D-fruktosa]]. Nama [[Nama sistematis|sistematis]] untuk sukrosa, &amp;#039;&amp;#039;O&amp;#039;&amp;#039;-α-D-glukopiranosil-(1→2)-D-fruktofuranosida, menunjukkan empat hal: (1) monosakaridanya: glukosa dan fruktosa; (2) jenis cincinnya: glukosa berupa [[piranosa]] dan fruktosa berupa [[furanosa]]; (3) cara mereka terhubung bersama: oksigen pada karbon nomor 1 (C1) dari α-D-glukosa terkait dengan C2 dari D-fruktosa; dan (4) akhiran &amp;#039;&amp;#039;-osida&amp;#039;&amp;#039; menunjukkan bahwa [[karbon anomerik]] dari kedua monosakarida berpartisipasi dalam ikatan glikosidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Laktosa]], disakarida yang terdiri dari satu molekul [[Galaktosa|D-galaktosa]] dan satu molekul [[Glukosa|D-glukosa]], terbentuk secara alami dalam susu mamalia. Nama sistematis untuk laktosa adalah &amp;#039;&amp;#039;O&amp;#039;&amp;#039;-β-D-galaktopiranosil-(1→4)-D-glukopiranosa. Disakarida penting lainnya yaitu [[maltosa]] (dua D-glukosa yang terhubung pada α-1,4) dan [[selulobiosa]] (dua D-glukosa yang terhubung pada β-1,4). Disakarida dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis: disakarida pereduksi dan nonpereduksi. Jika gugus fungsinya berikatan dengan unit gula lain, disakarida ini disebut disakarida pereduksi atau biosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oligosakarida adalah sebutan bagi polimer monosakarida dengan derajat polimerisasi 3 sampai 10 dan biasanya bersifat larut dalam air. Oligosakarida adalah jenis gula yang tidak bisa sepenuhnya dicerna [[usus halus]]. Hal tersebut menyebabkan jenis gula ini langsung menuju ke usus besar dan diproses oleh bakteri. Sementara itu, polisakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari banyak sakarida sebagai monomernya. Rumus umum polisakarida yaitu C&amp;lt;sub&amp;gt;6&amp;lt;/sub&amp;gt;(H&amp;lt;sub&amp;gt;10&amp;lt;/sub&amp;gt;O&amp;lt;sub&amp;gt;5&amp;lt;/sub&amp;gt;)&amp;lt;sub&amp;gt;n&amp;lt;/sub&amp;gt;. Contoh polisakarida adalah [[selulosa]], [[glikogen]], dan [[amilum]]. Polisakarida banyak ditemukan pada jenis-jenis makanan seperti kentang, nasi dan gandum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Metode analisis ==&lt;br /&gt;
Jumlah karbohidrat di dalam suatu bahan dapat ditentukan melalui metode secara kimia, fisika, serta [[biokimia]]. Metode analisis dilakukan dengan menggunakan enzim. Karbohidrat dianalisis secara kimia untuk menentukan komposisinya. Analisis fisika terhadap karbohidrat digunakan untuk menentukan karakteristik fisik, seperti [[kekentalan]], stabilitas, tekstur, dan daya lengket. Sedangkan karbohidrat dianalisis secara biokimiawi untuk menentukan daya cerna dalam [[Saluran pencernaan|saluran percernaan]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Peran biologis ==&lt;br /&gt;
=== Dalam nutrisi: sumber energi ===&lt;br /&gt;
Fungsi karbohidrat yang utama adalah sebagai sumber energi. Karbohidrat dapat dibentuk melalui proses [[fotosintesis]]. Proses ini menyediakan makanan bagi hampir seluruh kehidupan di Bumi, baik secara langsung atau tidak langsung. Organisme [[autotrof]] seperti tumbuhan hijau, [[bakteri]], dan [[alga]] mampu melakukan fotosintesis sehingga dapat memanfaatkan hasil fotosintesis secara langsung. Sementara itu, hampir semua organisme [[heterotrof]], termasuk [[manusia]], benar-benar bergantung pada organisme autotrof untuk mendapatkan makanan, karena mereka tidak memiliki [[klorofil]].&lt;br /&gt;
Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk hidup. Monosakarida, khususnya [[glukosa]], merupakan [[nutrien]] utama [[sel]]. Misalnya, pada [[vertebrata]], glukosa mengalir dalam aliran [[darah]] sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengambil [[energi]] yang tersimpan di dalamnya melalui proses [[respirasi seluler]]. Selain itu, kerangka karbon monosakarida juga berfungsi sebagai bahan baku untuk menyintesis jenis molekul organik kecil lainnya, seperti [[asam amino]] dan [[asam lemak]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai [[nutrisi]] untuk [[manusia]], 1 [[gram]] karbohidrat memiliki nilai energi sekitar 4 kilokalori. Dalam menu makanan orang [[Asia Tenggara]] termasuk [[Indonesia]], umumnya kandungan karbohidrat cukup tinggi, yaitu antara 70–80%. Bahan makanan sumber karbohidrat ini misalnya padi-padian atau [[serealia]] ([[gandum]] dan [[beras]]), [[umbi-umbian]] ([[kentang]], [[singkong]], [[ubi jalar]]), dan [[gula]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, daya cerna tubuh manusia terhadap karbohidrat bermacam-macam bergantung pada sumbernya, yaitu bervariasi antara 90%–98%. [[Serat pangan|Serat]] menurunkan daya cerna karbohidrat menjadi 85%. Manusia tidak dapat mencerna selulosa sehingga serat selulosa yang dikonsumsi manusia hanya lewat melalui [[saluran pencernaan]] dan keluar bersama [[feses]]. Serat-serat selulosa mengikis dinding saluran pencernaan dan merangsangnya mengeluarkan lendir yang membantu makanan melewati saluran pencernaan dengan lancar sehingga selulosa disebut sebagai bagian penting dalam menu makanan yang sehat. Contoh makanan yang sangat kaya akan serat selulosa ialah [[buah-buahan]] segar, [[sayur-sayuran]], dan [[biji-bijian]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa jenis polisakarida berfungsi sebagai materi simpanan atau cadangan, yang nantinya akan di[[hidrolisis]] untuk menyediakan gula bagi sel ketika diperlukan. [[Pati]] merupakan suatu polisakarida simpanan pada tumbuhan. Tumbuhan menumpuk pati sebagai granul atau butiran di dalam [[organel]] [[plastid]], termasuk [[kloroplas]]. Dengan menyintesis pati, tumbuhan dapat menimbun kelebihan glukosa. Glukosa merupakan bahan bakar sel yang utama, sehingga pati merupakan energi cadangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, hewan menyimpan polisakarida yang disebut [[glikogen]]. Manusia dan vertebrata lainnya menyimpan glikogen terutama dalam sel [[hati]] dan [[otot]]. Penguraian glikogen pada sel-sel ini akan melepaskan glukosa ketika kebutuhan gula meningkat. Namun, glikogen tidak dapat diandalkan sebagai sumber energi hewan untuk jangka waktu lama. Glikogen simpanan akan terkuras habis hanya dalam waktu sehari kecuali kalau dipulihkan kembali dengan mengonsumsi makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Dalam struktur tubuh: materi pembangun ===&lt;br /&gt;
Organisme membangun materi-materi kuat dari polisakarida struktural. Misalnya, [[selulosa]] ialah komponen utama [[dinding sel]] tumbuhan. Selulosa bersifat seperti serabut, liat, tidak larut di dalam air, dan ditemukan terutama pada tangkai, batang, dahan, dan semua bagian berkayu dari jaringan tumbuhan. [[Kayu]] terutama terbuat dari selulosa dan polisakarida lain, misalnya [[hemiselulosa]] dan [[pektin]]. Sementara itu, [[kapas]] terbuat hampir seluruhnya dari selulosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Polisakarida struktural penting lainnya ialah [[kitin]], karbohidrat yang menyusun kerangka luar (eksoskeleton) [[artropoda]] ([[serangga]], [[laba-laba]], [[krustasea]], dan hewan-hewan sejenisnya). Kitin murni mirip seperti kulit, tetapi akan mengeras ketika dilapisi [[kalsium karbonat]]. Kitin juga ditemukan pada dinding sel berbagai jenis [[fungi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, dinding sel [[bakteri]] terbuat dari struktur gabungan karbohidrat polisakarida dengan [[peptida]], disebut [[peptidoglikan]]. Dinding sel ini membentuk suatu kulit kaku dan berpori membungkus sel yang memberi perlindungan fisik bagi [[membran sel]] yang lunak dan [[sitoplasma]] di dalam sel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karbohidrat struktural lainnya yang juga merupakan molekul gabungan karbohidrat dengan molekul lain ialah [[proteoglikan]], [[glikoprotein]], dan [[glikolipid]]. Proteoglikan maupun glikoprotein terdiri atas karbohidrat dan [[protein]], tetapi proteoglikan terdiri terutama atas karbohidrat, sedangkan glikoprotein terdiri terutama atas protein. Proteoglikan ditemukan misalnya pada perekat antarsel pada jaringan, [[tulang rawan]], dan [[cairan sinovial]] yang melicinkan [[sendi]] otot. Sementara itu, glikoprotein dan glikolipid (gabungan karbohidrat dan [[lipid]]) banyak ditemukan pada permukaan sel hewan. Karbohidrat pada glikoprotein umumnya berupa oligosakarida dan dapat berfungsi sebagai penanda sel. Misalnya, empat [[golongan darah]] manusia pada sistem ABO (A, B, AB, dan O) mencerminkan keragaman oligosakarida pada permukaan sel darah merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penentu tingkat kegemukan ===&lt;br /&gt;
[[Kegemukan]] disebabkan oleh jenis makanan yang dikonsumsi oleh tubuh. Kelebihan asupan makanan akan mengakibatkan tubuh mengalami kelebihan asupan energi. Kelebihan ini lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan energi yang diperlukan tubuh untuk pengeluaran energi. Zat gizi di dalam berbagai makanan yang masuk ke dalam tubuh diubah menjadi [[sumber energi]] bagi tubuh. Salah satu zat gizi yang akan diubah menjadi energi ialah karbohidrat. Dalam jumlah yang normal, asupan karbohidrat akan disimpan oleh tubuh sebagai glikogen dalam jumlah terbatas. Sedangkan asupan karbohidrat yang berlebihan akan menyebabkan kegemukan karena diubah menjadi lemak yang menumpuk di tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Mempertahankan kesehatan manusia ===&lt;br /&gt;
Jenis karbohidrat khususnya [[inulin]], dapat mempertahankan kesehatan manusia dan mencegah beberapa jenis penyakit. Inulin merupakan jenis karbohidrat yang tidak dapat diserap sehingga dapat mencegah [[kanker usus besar]] dan penurunan [[gula darah]]. Selain itu, inulin juga digunakan untuk stimulasi [[sistem imun]] serta peningkatan [[Sintesis protein|sintesis]] [[vitamin]] di dalam tubuh manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Metabolisme ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Metabolisme]] karbohidrat menguraikan berbagai proses [[biokimia]] yang bertanggung jawab dalam [[Anabolisme|pembentukan]], [[Katabolisme|pemecahan]], dan interkonversi karbohidrat dalam [[Makhluk hidup|organisme]] [[Kehidupan|hidup]]. Karbohidrat terpenting adalah [[glukosa]], gula sederhana ([[monosakarida]]) yang dimetabolisme oleh hampir semua organisme. Glukosa dan karbohidrat lainnya merupakan bagian dari berbagai jalur metabolisme lintas spesies: [[tumbuhan]] menyintesis karbohidrat dari karbon dioksida dan air melalui [[fotosintesis]] dan menyimpan energi tersebut secara internal, sering kali dalam bentuk [[Amilum|pati]] atau [[lipid]]. Komponen tumbuhan dikonsumsi oleh hewan dan [[fungi]], dan digunakan sebagai bahan bakar untuk [[Respirasi seluler|respirasi sel]]. Oksidasi satu gram karbohidrat menghasilkan kira-kira 16&amp;amp;nbsp;kJ (4&amp;amp;nbsp;kkal) [[Energi kimia|energi]], sedangkan oksidasi satu gram lipid menghasilkan sekitar 38&amp;amp;nbsp;kJ (9&amp;amp;nbsp;kkal) energi. Tubuh manusia menyimpan antara 300 dan 500&amp;amp;nbsp;g karbohidrat tergantung pada berat badan, dan sebagian besar karbohidrat tersebut disimpan di [[otot rangka]]. Energi yang diperoleh dari metabolisme (misalnya oksidasi glukosa) biasanya disimpan sementara di dalam sel dalam bentuk [[Adenosina trifosfat|ATP]]. Organisme yang mampu melakukan [[Respirasi seluler|respirasi]], baik secara aerob maupun anaerob, memetabolisme glukosa dan [[oksigen]] (aerobik) untuk melepaskan energi, dengan menghasilkan [[karbon dioksida]] dan [[air]] sebagai produk sampingan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Katabolisme ===&lt;br /&gt;
[[Katabolisme]] adalah reaksi metabolik yang dialami sel untuk memecah molekul yang lebih besar untuk mengekstraksi energi. Ada dua [[lintasan metabolisme]] utama katabolisme monosakarida, yaitu [[glikolisis]] dan [[siklus asam sitrat]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam glikolisis, oligosakarida dan polisakarida pertama-tama dipecah menjadi monosakarida yang lebih kecil oleh enzim yang disebut [[hidrolase glikosida]]. Unit-unit monosakarida yang dihasilkan kemudian dapat masuk ke dalam proses katabolisme monosakarida. Sebanyak dua&amp;amp;nbsp;molekul ATP diperlukan pada langkah awal glikolisis untuk memfosforilasi glukosa menjadi [[glukosa 6-fosfat]] (G6P) serta [[fruktosa 6-fosfat]] (F6P) menjadi [[fruktosa 1,6-bifosfat]] (FBP) untuk mendorong reaksi ke depan secara ireversibel. Dalam beberapa kasus, seperti pada manusia, tidak semua jenis karbohidrat dapat dicerna atau dipecah karena enzim pencernaan dan metabolisme yang diperlukan untuk hal ini tidak ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Peran praktis ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pakan ternak rumansia ===&lt;br /&gt;
Karbohidrat memiliki komposisi sebanyak 60-70%  dalam [[Pakan|pakan ternak]] [[Hewan pemamah biak|ruminansia]]. Jenis karbohidrat yang dipakai yaitu selulosa, hemiselulosa, dan pati. Enzim yang dihasilkan ternak ruminansia  tidak dapat mencerna selulosa dan hemiselulosa, tetapi dicerna oleh enzim yang dihasilkan oleh mikroba [[rumen]]. Mikroba rumen mengubah sejumlah besar komponen karbohidrat menjadi [[asam lemak]] yang bersifat [[Volatilitas (kimia)|volatil]] melalui fermentasi. Asam lemak volatil menghasilkan energi dalam bentuk [[adenosina trifosfat]] mengandung 40-60% protein yang diperlukan untuk sintesis protein. Adenosina trifosfat juga digunakan untuk mempertahankan kelestarian kegiatan mikroba di dalam tubuh ruminansia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Daftar pustaka ===&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [https://web.archive.org/web/20130629185521/http://www2.ufp.pt/~pedros/bq/carb_en.htm Karbohidrat, termasuk model interaktif dan animasi] (Membutuhkan [https://web.archive.org/web/20060320002451/http://www.mdl.com/products/framework/chime/ MDL Chime])&lt;br /&gt;
* [https://web.archive.org/web/20050124032405/http://www.chem.qmw.ac.uk/iupac/2carb/ Komisi Gabungan IUPAC-IUBMB tentang Nomenklatur Biokimia (JCBN): Nomenklatur Karbohidrat]&lt;br /&gt;
* [http://arquivo.pt/wayback/20160516074319/http://www.cem.msu.edu/~reusch/VirtualText/carbhyd.htm Karbohidrat secara detail]&lt;br /&gt;
* [http://biochemweb.fenteany.com/carbohydrates.shtml Karbohidrat dan Glikosilasi – Perpustakaan Virtual Biokimia, Biologi Molekuler, dan Biologi Sel]&lt;br /&gt;
* [http://www.functionalglycomics.org/ Gerbang Glikomik Fungsional], sebuah kolaborasi antara [[Consortium for Functional Glycomics]] dan [[Nature Publishing Group]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karbohidrat&amp;amp;oldid=28882132 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28882132 (2026-01-22T23:24:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>