<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Keanekaragaman_hayati_Kalimantan</id>
	<title>Keanekaragaman hayati Kalimantan - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Keanekaragaman_hayati_Kalimantan"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Keanekaragaman_hayati_Kalimantan&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T16:10:25Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Keanekaragaman_hayati_Kalimantan&amp;diff=30569&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29205607; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Keanekaragaman_hayati_Kalimantan&amp;diff=30569&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T22:23:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29205607; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Keanekaragaman Hayati Kalimantan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah salah satu yang terkaya di dunia dan terletak di Asia Tenggara. Sebagai bagian dari Paparan Sunda yang luas, pulau ini telah lama menjadi pusat perhatian para peneliti dunia, termasuk [[Alfred Russel Wallace]], karena kekayaan [[filogeni]] dan keunikan [[flora]] dan [[fauna]]&amp;lt;nowiki/&amp;gt;nya yang sulit ditemukan di tempat lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hutan merupakan penjaga kehidupan organisme di [[Bumi]] karena kemampuannya memproduksi dan melepaskan oksigen yang esensial bagi kehidupan. Pergeseran iklim dan perubahan permukaan air laut sepanjang sejarah telah menyebabkan hutan hujan tropis menyusut dan meluas. Hal ini menyebabkan kepunahan dan diversifikasi genetik spesies di wilayah tersebut. Taman Nasional [[Gua Niah]] telah menjadi lokasi permukiman manusia sejak lama, dengan bukti paling awal adanya hunian tidak tetap yang berasal dari sekitar 49.000 tahun yang lalu, sebuah penemuan yang pertama kali dibuat oleh Harrison pada tahun 1958. Kemudian, pada tahun 2007, Baker dan rekan-rekannya menjelaskan sejarah rumit pendudukan manusia di Gua Niah dari akhir zaman [[Pleistosen]] hingga [[Holosen]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Faktor Keanekaragaman Hayati ==&lt;br /&gt;
[[Kalimantan|Pulau Kalimantan]] (Borneo), yang merupakan pulau terbesar ketiga di dunia, dibagi menjadi tiga wilayah administratif: sebagian besar dimiliki oleh Indonesia (Kalimantan), sebagian oleh [[Malaysia]] (Sabah dan Sarawak), sebagian lainnya [[Brunei Darussalam]]. Pulau ini terkenal karena keanekaragaman hayatinya yang luar biasa, dengan populasi lebih dari pesies tumbuhan dan 1.400 spesies hewan, termasuk [[amfibi]], [[burung]], ikan, mamalia, reptil, dan serangga. Kalimantan meru15.000 spakan pulau besar dengan luas sekitar 743.330 kilometer persegi, serta memiliki beragam jenis bioma atau komunitas ekologis utama. Lingkungan yang beragam ini, yang ditandai dengan jenis vegetasi dan adaptasi organisme yang khas, menyediakan habitat yang ideal untuk berbagai spesies. Salah satu keajaiban alam di Kalimantan (Borneo) adalah [[Rafflesia|Raflesia]], yang dikenal sebagai bunga terbesar di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimantan memiliki berbagai jenis hutan, di antaranya [[Hutan hujan tropika|hutan hujan tropis]], [[Hutan mangrove|hutan bakau]], [[Hutan rawa gambut Kalimantan|hutan rawa gambut]], hutan pegunungan, hutan kerangas, dan hutan dipterokarpa. Keragaman fisik habitat ini menciptakan kondisi yang berbeda untuk kelangsungan hidup berbagai [[Makhluk hidup|organisme]]. Akibatnya, keanekaragaman hayati di Kalimantan meningkat karena setiap organisme dapat menemukan habitat yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Sebagai contoh, [[orang utan]] hanya ditemukan di pulau Kalimantan dan [[Sumatra]] karena mereka sangat bergantung pada hutan sebagai sumber makanan (buah-buahan) dan tempat tinggal. Faktor lain yang berkontribusi terhadap tingginya keanekaragaman hayati di Kalimantan adalah evolusi spesies di sana. [[Evolusi]], yang diartikan sebagai semua perubahan pada makhluk hidup sejak awal kehidupan, memungkinkan spesies untuk beradaptasi lebih baik dengan lingkungannya. Hal ini masih berlanjut, terbukti dari banyaknya spesies baru yang belum ditemukan. Salah satu penemuan terbaru adalah [[katak tanpa paru-paru]] yang bisa terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keanekaragaman hayati yang tinggi dapat terbentuk ketika variasi kondisi lingkungan kecil dan gangguan dalam jumlah sedang. Spesies lebih menyukasi kondisi yang stabil dibandingkan dengan yang tidak stabil, karena kondisi yang menguntungkan memungkinkan mereka untuk berkembang dan bereproduksi. Meskipun bencana besar, seperti banjir di [[Thailand]] pada tahun 2011, dapat menyebabkan kepunahan total di suatu area, gangguan kecil atau sedang justru dapat meningkatkan keanekaragaman hayati. Contohnya adalah ketika petani membakar sebagian kecil hutan untuk lahan pertanian mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keanekaragaman+hayati+Kalimantan&amp;amp;oldid=29205607 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29205607 (2026-05-09T06:04:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>