<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Keanekaragaman_hayati_pertanian</id>
	<title>Keanekaragaman hayati pertanian - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Keanekaragaman_hayati_pertanian"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Keanekaragaman_hayati_pertanian&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T12:44:17Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Keanekaragaman_hayati_pertanian&amp;diff=30518&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29397945; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Keanekaragaman_hayati_pertanian&amp;diff=30518&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T22:18:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29397945; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Keanekaragaman hayati pertanian&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah subbidang [[keanekaragaman hayati]] yang mencakup semua bentuk kehidupan yang secara langsung terkait dengan aktivitas pertanian; berbagai varietas benih dan ras hewan, juga fauna tanah, gulma, hama, dan organisme asli daerah yang tumbuh di atas lahan pertanian. Namun bidang ini menaruh lebih banyak perhatian terhadap varietas tanaman yang dibudidayakan dan varietas tanaman asli yang ada di alam liar. Kultivar dapat diklasifikasikan menjadi &amp;#039;&amp;#039;varietas modern&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;varietas petani&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;varietas tradisional&amp;#039;&amp;#039;. Varietas modern merupakan hasil dari pembiakan selektif formal dan dicirikan dengan hasil yang tinggi. Contohnya adalah varietas [[gandum]] dan [[beras]] yang sempat memicu [[Revolusi Hijau]]. Varietas petani atau varietas tradisional merupakan seleksi yang dilakukan oleh petani tradisional berdasarkan pengalaman mereka di lahan. Setiap kawasan pertanian tradisional dapat memiliki varietas tradisional yang berbeda-beda. Semua varietas ini bersama-sama membentuk keanekaragaman hayati yang menjadi fokus utama aktivitas konservasi genetika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keanekaragaman hayati pertanian merupakan dasar dari [[rantai makanan]] pertanian, yang dikembangkan dan dilindungi bersama-sama oleh petani, peternak, penjaga hutan, nelayan, dan masyarakat pribumi. Keanekaragaman hayati pertanian dapat berkontribusi dalam menghadapi tantangan [[ketahanan pangan]], terutama pada masa terjadinya perubahan iklim yang dapat memicu stres bagi kultivar yang banyak dipakai saat ini. Karena kekayaan genetika pertanian dapat menjadikan usaha pertanian lebih resilien terhadap perubahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ruang lingkup ==&lt;br /&gt;
Meski istilah &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;keanekaragaman hayati pertanian&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; terbilang baru dan mencapai pemanfaatan yang luas baru-baru ini, namun konsepnya telah digunakan sejak lama. Keanekaragaman hayati pertanian merupakan hasil dari [[seleksi]] yang hati-hati yang dilakukan oleh petani, peternak, dan nelayan selama ribuan tahun. Keanekaragaman hayati pertanian merupakan subbagian yang vital dari [[keanekaragaman hayati]] yang memberi makan dan kehidupan manusia sehingga menjaga dan mengelola keanekaragaman sumber daya hayati yang digunakan dalam aktivitas pertanian sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Keanekaragaman hayati pertanian dapat mencakup:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Tumbuhan domestikasi]] dan [[tumbuhan]] liar [[kerabat liar tanaman pertanian|yang berhubungan dengan tanaman pertanian]], termasuk [[tumbuhan menahun]] berkayu ([[sumber daya genetika hutan]]) dan [[tumbuhan air]] (yang dimanfaatkan oleh manusia)&lt;br /&gt;
* [[Hewan domestikasi]] dan [[hewan liar|liar]] yang dimanfaatkan untuk menghasilkan [[produk hewan]], ikan dan hewan air, organisme yang hidup di ladang, hutan, padang rumput, dan ekosistem air.&lt;br /&gt;
* Spesies yang dipelihara secara tidak sengaja, yang tidak dipanen dan hidup dalam [[ekosistem pertanian]] yang mendukung pertumbuhan tanaman dan hewan yang dipelihara, seperti [[mikrobiologi tanah|mikroorganisme tanah]], [[polinator]], dan sebagainya&lt;br /&gt;
* Spesies yang dipelihara secara tidak sengaja, yang tidak dipanen dan hidup dalam cakupan yang lebih luas yang terkait dengan rantai produksi pangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keanekaragaman spesies serangga yang tidak menjadi polinator namun hidup dalam ruang lingkup ekosistem pertanian dapat menjadi indikator kesehatan ekosistem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
FAO (&amp;#039;&amp;#039;Food and Agriculture Organization&amp;#039;&amp;#039;) juga memasukan cakupan keanekaragaman hayati pertanian sebagai &amp;quot;varietas dan variabilitas [[tumbuhan]], [[hewan]], dan [[mikroorganisme]] yang mendukung fungsi, struktur, dan proses ekosistem pertanian demi mendukung [[industri pangan|produksi]] dan [[ketahanan pangan]]&amp;quot;. Termasuk juga [[genetika]], [[populasi]], [[spesies]], [[komunitas]], [[ekosistem]], dan komponen lanskap serta interaksinya dengan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keanekaragaman perairan juga penting bagi keanekaragaman hayati pertanian. [[biologi konservasi|Konservasi]] dan keberlanjutan penggunaan [[ekosistem perairan]] lokal seperti kolam, sungai, dan pantai oleh nelayan dan petani tradisional juga mampu mendukung produksi pangan di tingkat lokal dan membantu mempertahankan varietas tradisional. Praktik pertanian petani dan nelayan tradisional memiliki kekayaan genetika yang tidak dimiliki industri pertanian sehingga penting untuk menjaga dan melestarikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Erosi genetik pada keanekaragaman hayati pertanian ==&lt;br /&gt;
Erosi genetik pada keanekaragaman hayati pertanian adalah hilangnya keanekaragaman genetika, termasuk gen individu dan hilangnya kombinasi gen tertentu seperti ras atau kultivar tradisional yang sudah beradaptasi dengan kondisi lokal. Istilah erosi genetik dapat digunakan pada ruang lingkup yang sempit seperti hilangnya alel atau gen tertentu, dan dalam ruang lingkup yang lebih luas seperti hilangnya [[subspesies]] dan spesies. Penggerak utama terjadinya erosi genetik adalah: penetapan varietas, penebangan habis, [[eksploitasi berlebih]], tekanan populasi, [[degradasi lingkungan]], [[penggembalaan berlebih]], dan perubahan kebijakan pertanian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktor utama adalah penetapan varietas yang mengganti varietas lokal yang sudah beradaptasi dengan varietas baru (varietas komersial atau varietas industri) yang lebih menghasilkan. Seperti penggantian tanaman varietas lokal dengan [[tanaman transgenik]] dan [[pertanian monokultur]]. Beberapa peneliti percaya bahwa masalah utama yang terkait dengan pengelolaan [[ekosistem pertanian]] adalah kecenderungan menuju keseragaman genetika dan ekologi akibat perkembangan dunia pertanian modern. Tekanan dari keseragaman ekologi tersebut terhadap petani dan peternak diakibatkan oleh tingginya permintaan dari industri pangan yang menginginkan konsistensi bahan dari produk mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kebergantungan manusia ==&lt;br /&gt;
Keanekaragaman hayati pertanian tidak hanya merupakan hasil dari aktivitas manusia. Kehidupan manusia pun bergantung pada makanan dan [[sumber daya alam]] yang dihasilkan dari keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati pertanian bermanfaat dalam memproduksi pangan dan produk pertanian lainnya secara berkelanjutan. Hal ini didukung penelitian yang dilakukan di komunitas pertanian multifungsional Eropa, pekarangan di seluruh dunia, petani kecil di wilayah tropika, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Perbandingan antara sistem ==&lt;br /&gt;
Sebuah kecenderungan umum yang ditunjukan oleh analisis keanekaragaman hayati pada berbagai sistem pertanaman (misal perbandingan antara [[pertanian industri]] dan [[pertanian organik]]) ditemukan bahwa keanekaragaman tanaman pertanian yang lebih tinggi menghasilkan keanekaragaman hayati yang lebih tinggi pada [[ekosistem pertanian]], meski ini tidak selalu terjadi. Sebuah analisis dari studi yang membandingkan keanekaragaman hayati didapatkan bahwa ketika dibandingkan dengan sistem pertanaman organik, sistem konvensional memiliki kekayaan spesies yang lebih rendah dibandingkan sistem organik. Hanya 16% dari survei tersebut yang menemukan kondisi sebaliknya. Penelitian lainnya menunjukan bahwa penggunaan [[bahan kimia pertanian]] ([[pestisida]] dan [[pupuk]] kimia) yang biasa dilakukan pada sistem pertanian konvensional menyebabkan berkurangnya [[polinator]] secara drastis. Pada sistem pertanian organik yang mendayagunakan spesies tanaman yang sama, tidak ditemukan penyusutan populasi polinator.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Agroklimatologi]]&lt;br /&gt;
* [[Tanaman kurang termanfaatkan]] &amp;#039;&amp;#039;(Underutilized crops)&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
* [[International Centre for Underutilised Crops]]&lt;br /&gt;
* [[SAVE Foundation]] (Safeguard for Agricultural Varieties in Europe)&lt;br /&gt;
* [[Keanekaragaman hayati pertanian fungsional]]&lt;br /&gt;
* [[Keanekaragaman hayati]]&lt;br /&gt;
* [[Lanskap alami]]&lt;br /&gt;
* [[Sistem Warisan Pertanian Penting Global]] (GIAHS)&lt;br /&gt;
* [[Manajemen hama terpadu]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*  106 p.&lt;br /&gt;
*  20 p.&lt;br /&gt;
*  5 p.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* [http://www.cwrdiversity.org/ Adapting Agriculture to Climate Change]&lt;br /&gt;
* [http://www.ars.usda.gov/Research/Research.htm Agricultural Research Service]&lt;br /&gt;
* [http://www.fao.org/AG/cgrfa/default.htm Commission on Genetic Resources for Food and Agriculture]&lt;br /&gt;
* [http://www.fao.org/sd/links LinKS, a FAO project on biodiversity, gender and knowledge]&lt;br /&gt;
* [http://www.fao.org/docrep/007/y5609e/y5609e00.htm#Contents FAO Corporate Document Repository: What is agrobiodiversity?]&lt;br /&gt;
* [http://www.globalplanofaction.org Facilitating Mechanism for the Implementation of the Global Plan of Action for the Conservation and Sustainable Utilization of Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (GPA)]&lt;br /&gt;
* [http://www.ecpgr.cgiar.org/ European Cooperative Programme for Crop Genetic Resources Network]&lt;br /&gt;
* [http://www.bioversityinternational.org/ Bioversity International]&lt;br /&gt;
* [http://www.cropsforthefuture.org/ Crops for the Future (CFF)]&lt;br /&gt;
* [http://www.planttreaty.org/ International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture]&lt;br /&gt;
* [http://www.pgrforum.org/ European Crop Wild Relative Diversity Assessment and Conservation Forum]&lt;br /&gt;
* [http://www.diverseeds.eu DIVERSEEDS]  - Networking on conservation and sustainable use of plant genetic resources in Europe and Asia&lt;br /&gt;
* [http://www.gmo-safety.eu/archive/324.efficient-weed-leads-decline-biodiversity.html Herbicide-resistant plants and agro-biodiversity: Efficient weed control leads to decline in biodiversity]&lt;br /&gt;
* [http://www.cohabnet.org COHAB Initiative: Cooperation on Health and Biodiversity]  - Information about health aspects of agricultural biodiversity&lt;br /&gt;
* [http://www.agrobiodiversityplatform.org/ Platform for Agrobiodiversity Research (PAR)]&lt;br /&gt;
* [http://agro.biodiver.se/ Agricultural Biodiversity weblog]&lt;br /&gt;
* [http://www.eln-fab.eu/ European Learning Network on Functional AgroBiodiversity]&lt;br /&gt;
* [http://www.agrobiodiversity-diversitas.org agroBIODIVERSITY, a cross-cutting research network of DIVERSITAS]&lt;br /&gt;
* [http://www.agriculture-biodiversite-oi.org The Web Portal for Indian Ocean Agriculture and Biodiversity]&lt;br /&gt;
* [http://www.cbd.int/decisions/?m=COP-10 Convention on Biological Diversity CBD/COP 10 - Agricultural Biodiversity decision X/34]&lt;br /&gt;
* [http://www.ukabc.org/sbstta15.htm Civil Society lobby at CBD/SBSTTA 15 including links to ECOs, the CSO newsletter and CBD meetings.]&lt;br /&gt;
* [http://www.diverseeds.eu/DVD/Film_Clips.html Diverseeds Videos on agricultural biodiversity]&lt;br /&gt;
* [http://www.diverseeds.eu/DVD Diverseeds documentary film on the global importance of agricultural biodiversity for food security]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keanekaragaman+hayati+pertanian&amp;amp;oldid=29397945 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29397945 (2026-06-29T01:49:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>