<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Kebinasaan_ikan</id>
	<title>Kebinasaan ikan - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Kebinasaan_ikan"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kebinasaan_ikan&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T23:13:03Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kebinasaan_ikan&amp;diff=24924&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kebinasaan_ikan&amp;diff=24924&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T04:00:10Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kebinasaan_ikan&amp;amp;diff=24924&amp;amp;oldid=24524&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kebinasaan_ikan&amp;diff=24524&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28589995; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kebinasaan_ikan&amp;diff=24524&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T03:17:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28589995; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Kebinasaan ikan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;kematian ikan massal&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah gejala kematian populasi ikan dan hewan laut pada umumnya secara lokal. Penyebab utama adalah berkurangnya oksigen di dalam air, yang dapat terjadi karena berbagai hal seperti kekeringan, [[Ledakan populasi alga|ledakan alga]], populasi berlebih, atau peningkatan temperatur air. Penyakit dan parasit ikan juga mampu menyebabkan kebinasaan ikan. Keracunan akibat [[pencemaran air]] juga dapat menjadi penyebab tetapi jarang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebinasaan ikan dapat menjadi gejala awal dari tekanan terhadap kualitas lingkungan. Berbagai spesies ikan memiliki toleransi yang begitu rendah terhadap perubahan kondisi lingkungan dan kematian ikan-ikan tersebut dapat menjadi indikator masalah lingkungan di habitat mereka. Lingkungan tempat mereka tinggal juga memiliki hubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sumber daya alam yang terkait dengan manusia, seperti air minum; dan juga terkait dengan kehidupan hewan dan tumbuhan lainnya. Pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat berpengaruh pada organisme pada jenjang usia tertentu, dengan larva ikan lebih rentan. Gejala kekurangan [[oksigen terlarut]] cenderung lebih memengaruhi ikan besar dibandingkan ikan kecil dikarenakan rasio luas permukaan insang berbanding massa tubuh ikan. Sedangkan gejala pencemaran zat berbahaya dapat memengaruhi banyak spesies, dengan penumpukan zat terbanyak terdapat pada hewan penyaring.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penyebab ==&lt;br /&gt;
Kebinasaan ikan dapat terjadi oleh beberapa sebab. Penyebab alami yang paling sering terjadi adalah [[hipoksia (lingkungan)|hipoksia]] yang terjadi karena berbagai sebab seperti [[ledakan populasi alga]], [[kekeringan]], dan perubahan [[temperatur]]. [[Pencemaran air]] akibat [[limbah]] yang dibuang oleh manusia menjadi penyebab utama secara [[antroposentrik]], termasuk [[limpasan pertanian]], [[limpasan permukaan]] air perkotaan, [[tumpahan minyak]], praktik [[penangkapan ikan]] yang buruk (misal [[penangkapan ikan dengan bom|penggunaan bom]] dan racun [[sianida]]), dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bencana alam (gempa bumi bawah laut) kejadian alami lainnya juga dapat menyebabkan kebinasaan ikan, termasuk jika kejadian alami tersebut menyebabkan penumpukan pada satu tingkatan trofik pada rantai makanan dan mengganggu kestabilan ekosistem. Namun standar dan protokol penyelidikan kebinasaan ikan sering kali lemah sehingga berbagai jenis kasus kebinasaan ikan sering kali disimpulkan sebagai &amp;quot;kasus dengan sebab yang tidak diketahui&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Berkurangnya oksigen ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Oksigen]] masuk ke air melalui [[difusi]]. Jumlah oksigen yang dapat terlarut oleh air amat ditentukan oleh [[tekanan atmosfer]], temperatur air, dan kadar garam. Secara kimiawi, peningkatan kadar garam dan temperatur mengurangi tingkat kelarutan oksigen, sehingga kadar oksigen di dalam air dapat berfluktuasi sepanjang hari karena keberadaan dan sudut datang [[cahaya matahari]] serta [[cuaca]]. Keberadaan oksigen juga ditentukan oleh keberadaan tumbuhan dan hewan yang matu dan membusuk. Di lingkungan beriklim sedang, fluktuasi kadar oksigen dapat terjadi secara ekstrem dari kondisi jenuh sampai hampir hilang. Keterkaitan cahaya matahari dan kadar oksigen secara biologis dikarenakan jumlah mikroorganisme fotosintetik di air dan pH air. [[Peningkatan keasaman air laut|Temperatur juga memengaruhi pH air]] dan berbagai mikroorganisme fotosintetik memiliki persyaratan kondisi lingkungan yang ideal untuk tumbuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Ledakan populasi alga ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Ledakan populasi alga]] adalah keberadaan sejumlah besar alga yang mengapung di permukaan air. Ledakan populasi alga terjadi secara alami pada perairan yang mengandung nutrisi tinggi, meski keberadaan nutrisi tinggi tersebut dapat terjadi dari sumber yang tidak alami, misal dari limpasan nutrisi tanah pertanian dan limbah peternakan. Beberapa spesies alga memproduksi toksin, tetapi sebagian besar kasus kebinasaan ikan yang melibatkan ledakan populasi alga terjadi akibat turunnya kadar oksigen terlarut. Ketika alga mati, proses [[dekomposisi]] akan memakan banyak oksigen. Di Estonia, kombinasi ledakan alga dan peningkatan temperatur menyebabkan kebinasaan ikan. Penanganan tumpukan alga di perairan harus diperhatikan dengan cermat agar tidak menyebabkan kematian alga dalam jumlah besar sekaligus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa penyakit juga disebabkan oleh alga dan menyebabkan kebinasaan ikan, seperti [[dinoflagellata]] &amp;#039;&amp;#039;[[Pfiesteria piscicida]]&amp;#039;&amp;#039;. Alga ini pada awalnya tidaklah beracun, tetapi [[zoospora]] yang dihasilkan dari alga ini memakan ekskresi dari ikan. Zoospora ini mengeluarkan [[neurotoksin]] yang menyebabkan pendarahan pada ikan. Dinoflagellata dewasa lalu memakan darah dan kulit dari ikan yang mengalami penyakit tersebut. Kasus seperti ini dapat dianggap alami untuk mengendalikan populasi ikan yang berlebih di suatu tempat, tetapi laju kebinasaan ikan yang tidak wajar dapat disebabkan oleh pencemaran bahan organik dari daratan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Pasang merah]] yang dihasilkan dari ledakan populasi alga berwarna merah, khususnya &amp;#039;&amp;#039;[[Karenia brevis]]&amp;#039;&amp;#039; diketahui umum terjadi di [[Teluk Meksiko]]. Pada konsentrasi tinggi, alga ini menyebabkan perairan menjadi berwarna merah kecoklatan. Alga ini memproduksi toksin yang mematikan sistem saraf pusat dari ikan sehingga ikan tidak mampu bernafas dan mati. Toksin ini juga beracun bagi manusia dan dapat terakumulasi pada kerang. Spesies alga penyebab pasang merah lainnya yaitu &amp;#039;&amp;#039;[[Alexandrium fundyense]]&amp;#039;&amp;#039; di [[Teluk Maine]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyakit dan parasit ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Penyakit dan parasit ikan|Ikan dapat terjangkit]] berbagai [[virus]], [[bakteri]], dan [[jamur]] parasit penyebab penyakit. Semua itu terdapat secara alami di air. Ikan yang stress karena berbagai hal seperti peningkatan temperatur dan kondisi air yang kurang optimal lebih rentan terhadap parasit. Pada tahun 2004, kebinasaan ikan terjadi di [[Sungai Shenandoah]] di musim semi. Ketika itu air mencapai temperatur sekitar 50 derajat Fahrenheit lalu meningkat hingga 70an Fahrenheit. Turunnya imunitas tubuh ikan disebabkan oleh kondisi lingkungan dan pencemaran yang menyebabkan rentannya ikan terhadap serangan bakteri. Pada [[budi daya ikan]], di mana kepadatan populasi ikan dioptimisasi, parasit dan penyakit dapat menyebar secara cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa gejala awal ikan mengalami infeksi penyakit diantaranya:&lt;br /&gt;
# Perubahan warna, pendarahan, muncul bintik pada kulit&lt;br /&gt;
# Bentuk yang tidak normal&lt;br /&gt;
# Perilaku ikan yang tidak wajar, seperti berkumpul pada satu titik, tidak bisa mengapung, berputar-putar, dan sebagainya&lt;br /&gt;
# Minimnya aktivitas atau respon&lt;br /&gt;
# Tidak memiliki selera makan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Temperatur air ===&lt;br /&gt;
Seperti dijelaskan di atas, temperatur air memengaruhi tingkat kelarutan oksigen. Secara umum, air yang lebih dingin melarutkan oksigen lebih banyak. Kasus berkurangnya kadar oksigen akibat temperatur tinggi yang menyebabkan kebinasaan ikan pernah terjadi di [[Teluk Delaware]]. Di bulan September 2010 kebinasaan ikan terjadi di [[Sungai Mississippi]] di Louisiana yang merupakan kombinasi dari temperatur tinggi dan surutnya air. Umumnya kebinasaan ikan memang terjadi setiap tahun di akhir musim panas, tetapi dalam jumlah yang jauh lebih sedikit dibandingkan pada kejadian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Periode cuaca yang panas meningkatkan temperatur di permukaan air. Air yang hangat akan terus berada di atas sehingga air yang dingin akan tetap berada di bawah, menyebabkan [[Stratifikasi (air)|pembentukan lapisan]]. Meski air yang dingin mengandung banyak oksigen, tetapi difusi dari atmosfer melalui permukaan diperlukan untuk menjaga kadar oksigen di bawah permukaan air mencukupi. Dengan konveksi air yang minimum, maka akses ikan terhadap oksigen akan lebih sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temperatur yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan kebinasaan ikan, terutama spesies yang tidak toleran terhadap cuaca dingin. Kasus seperti ini pernah terjadi ketika [[ikan nila]] diintroduksi ke Florida. Ketika di musim dingin, ikan nila berhenti makan di temperatur 16 derajat Celcius, dan mulai mati di temperatur 7 derajat Celcius. Pada bulan Januari 2011 kasus kebinasaan ikan selektif terkait temperatur dingin juga terjadi di Maryland dan membunuh ikan yang muda saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Toksin ===&lt;br /&gt;
[[Limpasan pertanian]], [[comberan|air pembuangan]], [[limpasan permukaan]], dan [[tumpahan bahan kimia]] berbahaya dapat menyebabkan air menjadi beracun dan mematikan bagi hewan air. Beberapa spesies alga juga dapat memproduksi [[toksin]] yang dalam jumlah besar dapat menyebabkan kebinasaan ikan. Spesies alga tersebut yaitu &amp;#039;&amp;#039;[[Aphanizomenon]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[Anabaena]]&amp;#039;&amp;#039;, dan &amp;#039;&amp;#039;[[Microcystis]]&amp;#039;&amp;#039;. Di Louisiana pada tahun 1950an, kebinasaan ikan terjadi akibat keberadaan [[pestisida]] [[endrin]] di perairan. Air yang tidak memiliki sifat &amp;#039;&amp;#039;[[larutan buffer|buffer]]&amp;#039;&amp;#039; yang baik akan mudah mengalami perubahan sifat akibat keberadaan bahan kimia tertentu yang dapat memicu kebinasaan ikan. Senyawa [[aluminium]] diketahui dapat menyebabkan kebinasaan ikan dengan kombinasi kondisi [[pH]], ion [[kalsium]], dan [[ion kompleks]] lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1997, pabrik [[fosfat]] di Florida tanpa sengaja menumpahkan 60 juta galon cairan asam ke sungai dan menyebabkan turunnya pH air menjadi 4 sepanjang 36 mil aliran sungai, mengakibatkan kematian sekitar 1.3 juta ikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tumpahan [[wiski]] secara tidak sengaja pernah terjadi di [[Sungai Kentucky]]. Wiski merupakan senyawa non toksik tetapi telah menyebabkan kebinasaan ikan akibat [[Mikroorganisme|mikroba]] air mengkonsumsi [[wiski]] tersebut dan menyebabkan hilangnya oksigen di perairan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Ledakan populasi alga]]&lt;br /&gt;
* [[Peningkatan keasaman air laut]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Herring, and Scott (2002) [http://earthobservatory.nasa.gov/Features/oman/ &amp;#039;&amp;#039;Fish Kill in the Gulf of Oman: A space-based diagnosis&amp;#039;&amp;#039;] [[NASA]]: Earth Observatory, featured article.&lt;br /&gt;
* La, V. and S.J. Cooke (2011). [http://vantla.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/12/RFS-La-Cooke-2011.pdf &amp;#039;&amp;#039;Advancing the Science and Practice of Fish Kill Investigations&amp;#039;&amp;#039;]  Reviews in Fisheries Science 19(1): 21–33.&lt;br /&gt;
* [http://www.engineeringtoolbox.com/oxygen-solubility-water-d_841.html Oxygen Depletion in Ponds, University of Georgia Cooperative Extension Service, Publication L233, 1993]&lt;br /&gt;
* [http://pubs.ext.vt.edu/420/420-252/420-252.pdf Fish Kills – Their Causes and Prevention, Virginia Tech, Virginia Cooperative Extension Publication 420-252, 2009]&lt;br /&gt;
* [http://crd.dnr.state.ga.us/assets/documents/PondTurnoverBrochure.pdf Fish Kills in Coastal Georgia Ponds and Lagoons, Georgia Department of Natural Resources]&lt;br /&gt;
* [http://www.sciencecases.org/fishkill/fishkill.asp &amp;quot;The Fish Kill Mystery&amp;quot;]  – Erica F. Kosal, North Carolina Wesleyan College (2003)&lt;br /&gt;
* [http://www.dnr.state.md.us/bay/cblife/algae/dino/pfiesteria/facts.html#contact Maryland DNR page on Pfiesteria (sometimes toxic dinoflagellate)]&lt;br /&gt;
* [http://research.myfwc.com/features/view_article.asp?id=13920 Fish kill hotline in Florida to report observed fish kills]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kebinasaan+ikan&amp;amp;oldid=28589995 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28589995 (2025-11-21T15:28:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>