<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Keputihan</id>
	<title>Keputihan - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Keputihan"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Keputihan&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T13:44:01Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Keputihan&amp;diff=35471&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29437927; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Keputihan&amp;diff=35471&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T08:38:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29437927; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Keputihan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah campuran cairan, sel, dan bakteri yang melumasi dan melindungi [[vagina]]. Campuran ini terus-menerus diproduksi oleh sel-sel vagina dan [[serviks]], serta keluar dari tubuh melalui lubang vagina. Komposisi, kualitas, dan jumlah keputihan bervariasi antarindividu, dan dapat berubah di sepanjang [[siklus menstruasi]] serta di seluruh tahap perkembangan seksual dan reproduksi. Keputihan yang normal dapat memiliki konsistensi encer dan berair atau kental dan lengket, serta dapat berwarna bening atau putih. Keputihan yang normal bisa saja berjumlah banyak, tetapi biasanya tidak berbau menyengat, dan umumnya tidak disertai dengan rasa gatal atau nyeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun sebagian besar keputihan dianggap fisiologis (mewakili fungsi tubuh yang normal), beberapa perubahan pada keputihan ini dapat mengindikasikan [[infeksi]] atau proses patologis lainnya. Infeksi yang dapat menyebabkan perubahan pada keputihan antara lain [[Kandidiasis vagina|infeksi jamur vagina]], [[vaginosis bakterialis]], dan [[infeksi menular seksual]]. Karakteristik keputihan yang tidak normal bervariasi bergantung pada penyebabnya, tetapi ciri-ciri umumnya meliputi perubahan warna, bau busuk, dan gejala penyerta seperti gatal, rasa terbakar, nyeri panggul, atau nyeri saat melakukan [[hubungan seksual]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Keputihan normal==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputihan yang normal terdiri dari lendir serviks, cairan vagina, sel-sel vagina dan serviks yang luruh, serta bakteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian besar cairan dalam keputihan adalah [[lendir]] yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar pada [[serviks]]. Sisanya terdiri dari [[transudat]] dari dinding vagina dan sekresi dari kelenjar-kelenjar ([[kelenjar Skene]] dan [[Kelenjar Bartholin|Bartholin]]). Komponen atau unsur padatnya adalah sel-sel epitel yang terkelupas dari dinding vagina dan serviks, serta beberapa bakteri yang menghuni vagina. Bakteri yang hidup di vagina ini umumnya tidak menyebabkan penyakit. Faktanya, bakteri tersebut dapat melindungi tubuh dari bakteri infeksius dan invasif lainnya dengan memproduksi zat-zat seperti asam laktat dan hidrogen peroksida yang menghambat pertumbuhan bakteri lain. Komposisi bakteri yang normal di dalam vagina ([[flora vagina]]) dapat bervariasi, tetapi paling sering didominasi oleh [[Lactobacillus|lactobacilli]]. Rata-rata, terdapat sekitar 10&amp;lt;sup&amp;gt;8&amp;lt;/sup&amp;gt; hingga 10&amp;lt;sup&amp;gt;9&amp;lt;/sup&amp;gt; bakteri per mililiter keputihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputihan yang normal berwarna bening, putih, atau putih pucat. Konsistensinya dapat berkisar dari seperti susu hingga menggumpal, dan umumnya berbau ringan atau tidak berbau sama sekali. Sebagian besar keputihan terkumpul di bagian terdalam vagina ([[Forniks vagina|forniks posterior]]) dan keluar dari tubuh sepanjang hari dengan bantuan gaya gravitasi. Wanita pada usia reproduksi pada umumnya memproduksi 1,5 gram (setengah hingga satu sendok teh) keputihan setiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama gairah seksual dan hubungan seksual, jumlah cairan di vagina [[Pelumasan vagina|meningkat akibat pembengkakan]] pembuluh darah yang mengelilingi vagina. Pembengkakan pembuluh darah ini meningkatkan volume transudat dari dinding vagina. Transudat memiliki pH netral, sehingga peningkatan produksinya dapat sementara waktu mengubah pH vagina menjadi lebih netral. Air mani memiliki pH basa dan dapat menetralkan keasaman vagina hingga delapan jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komposisi dan jumlah keputihan berubah seiring dengan berlalunya berbagai tahap perkembangan seksual dan reproduksi pada seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, beberapa orang mungkin mengalami perubahan keputihan akibat kondisi yang mendasarinya, seperti stres, diabetes, gangguan inflamasi, laktasi, obat-obatan tertentu, atau penyakit autoimun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Neonatal ===&lt;br /&gt;
Pada [[Bayi|neonatus]] (bayi baru lahir), keputihan terkadang muncul pada beberapa hari pertama setelah kelahiran. Hal ini disebabkan oleh paparan [[estrogen]] selama di dalam rahim. Keputihan pada neonatus dapat berwarna putih atau bening dengan tekstur berlendir, atau bisa juga bercampur darah yang berasal dari peluruhan [[endometrium]] sementara yang tergolong normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pediatrik ===&lt;br /&gt;
Vagina anak perempuan sebelum masa pubertas lebih tipis dan memiliki flora bakteri yang berbeda. Keputihan pada anak perempuan prapubertas jumlahnya sedikit dengan pH netral hingga basa yang berkisar antara 6 hingga 8. Komposisi populasi bakteri pada anak perempuan prapubertas didominasi oleh spesies [[staphylococcus]], di samping berbagai bakteri anaerob, enterococci, &amp;#039;&amp;#039;E. coli&amp;#039;&amp;#039;, dan lactobacillus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pubertas ===&lt;br /&gt;
Selama masa [[pubertas]], hormon estrogen mulai diproduksi oleh ovarium. Bahkan sebelum dimulainya menstruasi (hingga 12 bulan sebelum [[menarke]], umumnya bersamaan dengan pertumbuhan [[Telarke|tunas payudara]]), jumlah keputihan meningkat dan komposisinya berubah. Estrogen mematangkan jaringan vagina dan menyebabkan peningkatan produksi [[glikogen]] oleh sel-sel epitel vagina. Tingkat glikogen yang lebih tinggi di dalam saluran vagina ini mendukung pertumbuhan lactobacilli dibandingkan spesies bakteri lainnya. Ketika lactobacilli menggunakan glikogen sebagai sumber makanan, bakteri ini mengubahnya menjadi asam laktat. Oleh karena itu, dominasi lactobacilli di dalam saluran vagina menciptakan lingkungan yang lebih asam. Faktanya, pH vagina dan keputihan setelah pubertas berkisar antara 3,5 hingga 4,7.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Siklus menstruasi ===&lt;br /&gt;
Jumlah dan konsistensi keputihan berubah seiring dengan [[siklus menstruasi]]. Pada hari-hari tepat setelah menstruasi, keputihan terjadi dalam jumlah minimal, dan konsistensinya kental serta lengket. Saat mendekati masa [[ovulasi]], peningkatan kadar [[estrogen]] menyebabkan peningkatan jumlah keputihan yang menyertainya. Jumlah keputihan yang diproduksi saat ovulasi adalah 30 kali lebih banyak daripada jumlah yang diproduksi tepat setelah menstruasi. Keputihan juga mengalami perubahan warna dan konsistensi selama masa ini, menjadi bening dengan konsistensi yang elastis, yang sering disamakan dengan warna dan tekstur putih telur. Setelah ovulasi, kadar [[progesteron]] tubuh meningkat, yang menyebabkan penurunan jumlah keputihan. Konsistensi keputihan kembali menjadi kental dan lengket, serta berwarna keruh. Keputihan terus berkurang dari akhir masa ovulasi hingga akhir menstruasi, lalu setelah menstruasi, jumlahnya mulai meningkat kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kehamilan ===&lt;br /&gt;
Selama kehamilan, volume keputihan meningkat sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh. Keputihan biasanya berwarna putih atau sedikit abu-abu, dan mungkin berbau apak. Keputihan yang normal pada masa kehamilan tidak mengandung darah atau menyebabkan rasa gatal. pH keputihan pada masa kehamilan cenderung lebih asam dari biasanya karena peningkatan produksi asam laktat. Lingkungan asam ini membantu memberikan perlindungan dari berbagai infeksi, meskipun sebaliknya hal ini juga membuat wanita lebih rentan terhadap infeksi jamur vagina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Pascapersalinan ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cairan pascapersalinan, yang disebut lokia, dapat berwarna merah dan keluar dalam jumlah banyak selama beberapa hari pertama karena terdiri dari darah dan membran mukosa superfisial yang melapisi rahim selama kehamilan. Cairan ini biasanya mulai berkurang dan perlahan menjadi lebih encer, serta berubah warna dari cokelat kemerahan menjadi putih kekuningan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Menopause ===&lt;br /&gt;
Dengan turunnya kadar estrogen yang menyertai [[menopause]], vagina kembali ke keadaan yang mirip dengan masa prapubertas. Secara spesifik, jaringan vagina menipis dan menjadi kurang elastis; aliran darah ke vagina berkurang; serta sel-sel epitel permukaan mengandung lebih sedikit glikogen. Dengan menurunnya kadar glikogen, flora vagina bergeser sehingga mengandung lebih sedikit lactobacilli, dan pH pun meningkat hingga kisaran 6,0-7,5.&amp;amp;nbsp;Jumlah keputihan secara keseluruhan menurun saat menopause. Meskipun hal ini normal, kondisi tersebut dapat memicu gejala kekeringan dan nyeri saat melakukan hubungan seksual penetratif. Gejala-gejala ini sering kali dapat ditangani menggunakan [[Pelumasan vagina|pelembap/pelumas vagina]] atau [[Estrogen vagina|krim hormon vagina]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Keputihan abnormal ==&lt;br /&gt;
Keputihan yang abnormal dapat terjadi pada sejumlah kondisi, termasuk infeksi dan ketidakseimbangan [[flora vagina]] atau [[pH]]. Terkadang, keputihan yang tidak normal mungkin tidak diketahui penyebabnya. Dalam sebuah penelitian yang mengamati wanita yang datang ke klinik dengan keluhan seputar keputihan atau bau busuk pada vagina mereka, ditemukan bahwa 34% di antaranya mengalami [[vaginosis bakterialis]] dan 23% mengalami [[kandidiasis vagina]] (infeksi jamur). 32% pasien ditemukan mengidap infeksi menular seksual termasuk [[klamidia]], [[Kencing nanah|gonore]], [[Trikomoniasis|trikomonas]], atau [[herpes genital]]. Mendiagnosis penyebab keputihan tidak normal bisa jadi sulit, meskipun tes [[kalium hidroksida]] atau analisis pH vagina dapat digunakan. Jika keputihan tidak normal terjadi bersamaan dengan rasa terbakar, iritasi, atau gatal pada [[vulva]], kondisi ini disebut [[vaginitis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat penting untuk mencari perawatan medis saat menyadari adanya keputihan tidak normal atau perubahan pada keputihan. Gejala yang menyertai penyebab patologis dari keputihan antara lain: gatal pada alat kelamin luar, iritasi atau peradangan pada alat kelamin luar, keputihan berwarna hijau atau seperti busa, keputihan berdarah yang tidak berhubungan dengan menstruasi, bau yang berbeda dari biasanya, nyeri baru atau nyeri yang memburuk sehubungan dengan keputihan, atau nyeri saat berhubungan seks maupun buang air kecil. Pengobatan mandiri tidak direkomendasikan dan justru dapat memperburuk gejala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diagnosis vaginitis ditegakkan, pemeriksaan spekulum dilakukan untuk mengevaluasi vagina, keputihan, dan serviks. Dokter akan memasukkan spekulum ke dalam vagina saat pasien berbaring telentang untuk memeriksa adanya benda asing, kutil vagina, peradangan, serta ruam/memar. Sampel keputihan kemudian diambil menggunakan kapas usap (&amp;#039;&amp;#039;cotton swab&amp;#039;&amp;#039;) dan diuji pH-nya serta diamati di bawah mikroskop. Penyebab paling umum dari keputihan patologis pada remaja dan orang dewasa dijelaskan di bawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Vaginosis bakterialis ===&lt;br /&gt;
[[Vaginosis bakterialis]] (VB) adalah infeksi yang disebabkan oleh perubahan flora vagina, yaitu kumpulan organisme yang hidup di dalam vagina. Ini adalah penyebab paling umum dari keputihan patologis pada wanita usia subur dan mencakup 40–50% dari total kasus. Pada VB, vagina mengalami penurunan bakteri yang disebut lactobacilli, dan peningkatan relatif pada berbagai bakteri anaerob dengan yang paling dominan adalah &amp;#039;&amp;#039;Gardnerella vaginalis&amp;#039;&amp;#039;. Ketidakseimbangan ini menghasilkan keputihan khas yang dialami oleh pasien penderita VB. Keputihan pada VB memiliki bau amis menyengat yang khas, yang disebabkan oleh peningkatan relatif bakteri anaerob. Keputihan biasanya encer dan berwarna abu-abu, atau sesekali hijau. Kondisi ini terkadang disertai dengan rasa terbakar saat buang air kecil. Rasa gatal jarang terjadi. Alasan pasti dari gangguan flora vagina yang mengarah pada VB belum diketahui sepenuhnya. Akan tetapi, faktor-faktor yang terkait dengan VB antara lain penggunaan antibiotik, seks tanpa kondom, &amp;#039;&amp;#039;douching&amp;#039;&amp;#039; (mencuci vagina), dan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Peran seks dalam VB tidak diketahui, dan VB tidak dianggap sebagai IMS (Infeksi Menular Seksual). Diagnosis VB dibuat oleh penyedia layanan kesehatan berdasarkan tampilan keputihan, pH keputihan &amp;gt; 4,5, adanya sel-sel petunjuk (&amp;#039;&amp;#039;clue cells&amp;#039;&amp;#039;) saat melihat sampel keputihan yang dikumpulkan dari pemeriksaan spekulum di bawah mikroskop, dan bau amis yang khas ketika keputihan diletakkan pada kaca objek lalu dicampur dengan kalium hidroksida (&amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;whiff test&amp;#039;&amp;#039;&amp;quot;). Standar emas untuk diagnosis adalah [[pewarnaan Gram]] yang menunjukkan kekurangan lactobacilli secara relatif dan susunan polimikrobial dari bakteri batang Gram-negatif, batang Gram-variabel, dan kokus. VB dapat diobati dengan antibiotik oral atau intravagina, seperti [[metronidazol]], atau lactobacillus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Infeksi jamur vagina ===&lt;br /&gt;
[[Kandidiasis vagina|Infeksi jamur vagina]] atau kandidiasis vagina diakibatkan oleh pertumbuhan berlebih &amp;#039;&amp;#039;Candida albicans&amp;#039;&amp;#039;, atau jamur, di dalam vagina. Ini adalah infeksi yang relatif umum, dengan lebih dari 75% wanita pernah mengalami setidaknya satu kali infeksi jamur pada suatu saat dalam hidup mereka. Faktor risiko infeksi jamur antara lain penggunaan antibiotik baru-baru ini, [[diabetes melitus]], imunosupresi, peningkatan kadar estrogen, dan penggunaan alat kontrasepsi tertentu termasuk alat kontrasepsi dalam rahim, diafragma, atau spons. Ini bukanlah infeksi menular seksual. Keputihan tidak selalu muncul pada infeksi jamur, tetapi ketika terjadi, biasanya tidak berbau, [[:Berkas:Speculum exam in candidal vulvovaginitis.jpg|kental, putih, dan menggumpal.]] Gatal pada vagina merupakan gejala kandidiasis vulvovaginal yang paling umum. Wanita juga dapat mengalami rasa terbakar, perih, iritasi, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri saat berhubungan seks. Diagnosis kandidiasis vulvovaginal dilakukan dengan melihat sampel yang diambil selama pemeriksaan spekulum di bawah mikroskop yang menunjukkan keberadaan hifa (jamur), atau dari kultur. Gejala-gejala yang dijelaskan di atas dapat muncul pada infeksi vagina lainnya, sehingga diagnosis mikroskopis atau kultur diperlukan untuk memastikan diagnosis. Perawatan dilakukan dengan menggunakan obat antijamur oral atau intravagina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Vaginitis trikomonas ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Trikomoniasis|Vaginitis trikomonas]] adalah infeksi yang didapat melalui hubungan seks dan berkaitan dengan keputihan. Infeksi ini dapat ditularkan dari penis ke vagina, vagina ke penis, atau dari vagina ke vagina. Keputihan pada trikomonas biasanya berwarna hijau kekuningan.  Terkadang berbusa dan dapat menimbulkan bau busuk.  Gejala lain yang mungkin muncul termasuk rasa terbakar atau gatal pada vagina, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri saat berhubungan seksual. Trikomonas didiagnosis dengan melihat sampel keputihan di bawah mikroskop yang menunjukkan adanya trikomonad yang bergerak pada kaca objek.  Akan tetapi, pada wanita penderita trikomonas, organisme ini biasanya hanya terdeteksi pada 60-80% kasus. Pengujian lain, termasuk kultur keputihan atau uji PCR, lebih mungkin untuk mendeteksi organisme tersebut. Perawatannya berupa dosis tunggal [[antibiotik]] oral, yang paling umum adalah metronidazol atau tinidazol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Klamidia dan gonore ===&lt;br /&gt;
[[Klamidia]] dan [[Kencing nanah|gonore]] juga dapat menyebabkan keputihan, meskipun pada sebagian besar kasus, infeksi ini tidak menimbulkan gejala. Keputihan pada penderita klamidia biasanya berisi nanah, tetapi pada sekitar 80% kasus, klamidia tidak menyebabkan keputihan sama sekali.  Gonore juga dapat menyebabkan keputihan berisi nanah, tetapi serupa dengan klamidia, gonore tidak menunjukkan gejala pada hingga 50% kasus.  Jika keputihan disertai dengan nyeri panggul, hal ini mengindikasikan [[penyakit radang panggul]] (PID), suatu kondisi ketika bakteri telah bergerak naik ke saluran reproduksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyebab lainnya ===&lt;br /&gt;
Benda asing dapat menyebabkan keputihan kronis dengan bau busuk.  Benda asing yang umum ditemukan pada remaja dan orang dewasa adalah tampon, tisu toilet, dan benda-benda yang digunakan untuk gairah seksual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Sebelum pubertas ===&lt;br /&gt;
Alasan paling umum perempuan prapubertas mengunjungi dokter kandungan adalah kekhawatiran mengenai keputihan dan bau vagina.  Penyebab keputihan tidak normal pada anak perempuan prapubertas berbeda dengan pada orang dewasa dan biasanya berkaitan dengan faktor gaya hidup seperti iritasi akibat sabun berbahan keras atau pakaian ketat.  Vagina anak perempuan prapubertas (karena kurangnya estrogen) berdinding tipis dan memiliki mikrobiota yang berbeda; di samping itu, vulva pada anak perempuan prapubertas tidak memiliki rambut kemaluan. Ciri-ciri ini membuat vagina lebih rentan terhadap infeksi bakteri.  Bakteri yang lebih umum menyebabkan keputihan pada anak perempuan prapubertas berbeda dari kelompok usia lainnya, dan termasuk [[Bacteroides]], [[Peptostreptococcus]], serta [[Candida albicans|Candida]] (jamur). Bakteri ini dapat berasal dari kolonisasi vagina oleh bakteri oral atau feses.  Penyebab lain keputihan pada anak perempuan prapubertas adalah adanya benda asing seperti mainan atau sobekan tisu toilet. Dalam kasus benda asing, keputihan sering kali bercampur darah atau berwarna cokelat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Kelenjar Bartholin]]&lt;br /&gt;
* [[Mukore serviks]]&lt;br /&gt;
* [[Flora vagina]]&lt;br /&gt;
* [[Pelumasan vagina]]&lt;br /&gt;
* [[Mikrobiota vagina pada kehamilan]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keputihan&amp;amp;oldid=29437927 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29437927 (2026-07-10T02:38:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>