<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Ketokonazol</id>
	<title>Ketokonazol - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Ketokonazol"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ketokonazol&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T13:17:55Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ketokonazol&amp;diff=24959&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ketokonazol&amp;diff=24959&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T04:02:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ketokonazol&amp;amp;diff=24959&amp;amp;oldid=24560&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ketokonazol&amp;diff=24560&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29011896; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ketokonazol&amp;diff=24560&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T03:22:02Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29011896; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ketokonazol&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[obat]] untuk mengatasi berbagai infeksi [[fungi|jamur]] di kulit, seperti [[panu|panau]], [[kurap]], [[tinea pedis|kutu air]], dan infeksi jamur di bagian tubuh lain, seperti [[kandidiasis vaginalis|kandidiasis pada vagina]]. Ketokonazola adalah [[imidazola]] spektrum luas pertama yang cocok untuk pengobatan [[mikosis]] sistemik secara oral. Ketokonazola bekerja dengan mencegah sintesis [[ergosterol]], serupa dengan kolesterol pada jamur, sehingga meningkatkan fluiditas membran dan mencegah pertumbuhan jamur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Formulasi ketokonazola tersedia dalam bentuk [[rute pemberian obat oral|oral]] dan [[pengobatan topikal|topikal]]. Ketokonazola oral tersedia dalam bentuk tablet 200&amp;amp;nbsp;mg sementara untuk ketokonazola topikal tersedia dalam bentuk [[krim (farmasi)|krim]], sampo, gel, dan losion dengan konsentrasi 1-2%, serta [[larutan]] 2%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Sintesis dan sifat [[antijamur]] dari ketokonazola pertama kali dideskripsikan oleh [[Janssen Pharmaceutica]] dan dilaporkan dalam &amp;#039;&amp;#039;[[Journal of Medicinal Chemistry]]&amp;#039;&amp;#039; yang diterbitkan oleh [[American Chemical Society]] pada tahun 1979.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1981, [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA) menyetujui penggunaan ketokonazola secara sistemik yang telah disintesis dan dikembangkan oleh [[Janssen Pharmaceutica]] tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada Juli 2013, FDA mengeluarkan peringatan bahwa ketokonazola [[tablet]] dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius dan masalah [[kelenjar adrenal]], sehingga obat ini sebaiknya tidak digunakan sebagai pengobatan lini pertama untuk infeksi jamur apa pun. Obat ini sebaiknya hanya digunakan jika obat antijamur alternatif tidak tersedia atau tidak memberikan hasil yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinonim dan nama dagang ==&lt;br /&gt;
Ketokonazol bisa ditemukan dalam beberapa sinonim seperti &amp;#039;&amp;#039;ketokonazola&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;ketoconazol&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;ketoconazole&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;ketoconazolum&amp;#039;&amp;#039;, dan &amp;#039;&amp;#039;ketozole&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa merek dagang ketokonazol di antaranya adalah Formyco, Ketomed, Mycoral, Nizoral, Solinfec, Zoralin, A-Be, Anfuhex, Lamycos, Cidaral, Lusanoc, Dandrufin, Dericazole, Murazid, Dexazol, Muzoral, Mycoderm, Dysfungal, Erazol, Nizol, Etafungal, Nofung, Picamic, Wizol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara merek dagang ketokonazol yang beredar di [[Indonesia]] antara lain Anfuhex, Dermaral, Erazol, Funet, Fungoral, Fungasol, Formyco, Formyco Cream, Grazol, Interzol, Mycoral, Nizol, Nizoral Cream, Nizoral-SS, Solinfec, Solinfec Cream, Tokasid, Tokasid Cream, Zoralin, Zoloral Cream, Zoloral-SS, dan Ketomed.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Mekanisme kerja ==&lt;br /&gt;
Mekanisme kerja ketokonazola sebagai antijamur adalah dengan melemahkan struktur dan fungsi [[membran sel]] fungi melalui mekanisme blokade sintesis [[ergosterol]], salah satu komponen dari membran sel fungi, melalui penghambatan [[sitokrom P-450]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketokonazola bekerja dengan memblok sintesis dari ergosterol melalaui penghambatan pada [[lanosterol 14 alfa-demetilase]], suatu enzim [[sitokrom P-450]] yang diperlukan untuk konversi [[lanosterol]] menjadi [[ergosterol]], sehingga lanosterol tidak dapat melakukan konversi menjadi ergosterol pada membran sel fungi. Hal ini mengakibatkan penghambatan sintesis ergosterol dan peningkatan permeabilitas sel fungi karena berkurangnya jumlah ergosterol yang terdapat dalam membran sel fungi. Penghambatan metabolisme ini juga menghasilkan akumulasi &amp;#039;&amp;#039;14α-metil-3,6-diol&amp;#039;&amp;#039;, suatu metabolit toksik. Ergosterol yang tidak dapat terbentuk dan semakin tipis pada dinding membran sel akan melemahkan struktur dan fungsi pada membran sel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penggunaan medis ==&lt;br /&gt;
=== Rute pemberian obat oral ===&lt;br /&gt;
Ketokonazola dalam bentuk [[tablet]] digunakan untuk mengobati infeksi jamur yang memengaruhi beberapa organ (sistemik). Obat ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter, digunakan untuk mengobati infeksi jamur dan [[khamir]] yang serius, seperti [[kandidiasis]], [[blastomikosis]] (penyakit Gilchrist), [[koksidioidomikosis]], [[histoplasmosis]] (penyakit Darling), [[kromoblastomikosis]] (kromomikosis) [[parakoksidioidomikosis]] (blastomikosis Amerika Selatan, penyakit Lutz-Splendore-Almeida).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat ini bekerja dengan cara membunuh jamur atau ragi, atau mencegah pertumbuhannya. Ketokonazola juga digunakan untuk mengobati infeksi jamur parasit pada kulit (seperti [[tinea pedis]] (kutu air) atau [[kurap]]) yang tidak dapat diobati dengan obat topikal atau [[griseofulvin]], atau untuk pasien yang tidak dapat menggunakan griseofulvin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Rute pemberian obat topikal ===&lt;br /&gt;
==== Krim ====&lt;br /&gt;
Ketokonazola krim 2% digunakan untuk mengatasi infeksi jamur kulit seperti infeksi jamur &amp;#039;&amp;#039;[[Candida (genus)|Candida]]&amp;#039;&amp;#039; di kulit (&amp;#039;&amp;#039;cutaneous candidiasis&amp;#039;&amp;#039;), [[tinea korporis]], [[tinea kruris]] (infeksi jamur di selangkangan), [[tinea manum]] (infeksi jamur tangan), dan [[tinea pedis]] (kutu air). Selain itu juga dapat digunakan untuk mengobati [[panau]] dan [[dermatitis seboroik]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Sampo ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketokonazola sampo 2% bisa digunakan untuk mengobati panau dan [[dermatitis seboroik]], selain juga bisa digunakan untuk pencegahan panau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Larutan kulit kepala ====&lt;br /&gt;
Ketokonazola larutan kulit kepala 2% digunakan untuk pengobatan infeksi kulit kepala yang disebabkan oleh jamur &amp;#039;&amp;#039;[[Malassezia furfur|Pityrosporum ovale]]&amp;#039;&amp;#039; seperti gangguan kulit yang menyebabkan kulit bersisik, berketombe, dan dermatitis seboroik ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Efek samping ==&lt;br /&gt;
Efek samping penggunaan ketokonazola tablet yang umum terjadi adalah mual ringan, muntah, atau nyeri perut, gatal atau ruam ringan, [[sakit kepala]], pusing, pembengkakan atau pembesaran payudara pada pria, [[impotensi]] atau kehilangan gairah seks, diare, [[urtikaria]], [[gatal|pruritus]], [[alopesi]]a, dan kerusakan hati. Efek samping ketokonazola tablet lainnya juga bisa berupa demam, reaksi alergi, gatal-gatal, sulit bernapas, nyeri dada, dan bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek samping penggunaan ketokonazola dalam bentuk sediaan krim di antaranya adalah sedikit rasa panas, eritema, gatal, iritasi lokal, dan reaksi hipersensitif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketokonazol&amp;amp;oldid=29011896 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29011896 (2026-03-05T15:05:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>