<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Ketorolak</id>
	<title>Ketorolak - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Ketorolak"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ketorolak&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T23:52:24Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ketorolak&amp;diff=35500&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28980445; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Ketorolak&amp;diff=35500&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T08:41:26Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28980445; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ketorolak&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[Obat antiinflamasi nonsteroid|obat anti inflamasi nonsteroid]] (OAINS). Obat ini digunakan untuk mengatasi [[nyeri]]. Obat ini digunakan, dan direkomendasikan untuk pasien yang mengalami nyeri sedang hingga berat.  Penggunaan ketorolac untuk pengobatan yang direkomendasikan selama enam hari.  Ketorolac bisa digunakan melalui oral, [[Infus|melalui pembuluh darah]] atau [[Penyuntikan intraotot|otot]], dan juga ada sediaan tetes mata.   Obat ketorolac akan berefek dalam waktu satu jam pertama kemudian bisa bertahan hingga selama delapan jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek samping yang umum terjadi dalam penggunaan obat ini pasien akan mengalami kantuk, pusing, sakit perut, bengkak, dan mual.  Efek samping obat yang serius mungkin termasuk pendarahan lambung, gagal ginjal, [[serangan jantung]], bronkospasme, [[gagal jantung]], dan [[anafilaksis]] .  Penggunaan obat ini tidak direkomendasikan untuk pasien [[Kehamilan|hamila]] dan ibu [[menyusui]] .  Mekanisme kerja dari ketorolac yakni dengan cara memblokir [[siklooksigenase]] 1 dan 2 (COX1 dan COX2), sehingga menurunkan produksi [[prostaglandin]] .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sejarah==&lt;br /&gt;
Ketorolak dipatenkan pada tahun 1976 dan disetujui untuk penggunaan medis pada tahun 1989. Obat ini tersedia sebagai [[obat generik]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Acular, suatu formulasi oftalmik (tetes mata), dikembangkan oleh perusahaan Syntex, [[Palo Alto, California]] sekitar tahun 2006, yang saat ini dilisensikan oleh Allergan. Formulasi ini disetujui oleh FDA pada tahun 1992.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sprix, suatu formulasi intranasal ([[semprot hidung]]), disetujui oleh FDA pada tahun 2010 untuk penanganan jangka pendek nyeri sedang hingga cukup parah yang memerlukan analgesia pada tingkat [[opioid]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 2007, ada kekhawatiran tentang tingginya insiden efek samping yang dilaporkan. Hal ini menyebabkan pembatasan dosis dan durasi maksimum penggunaannya. Di Britania Raya, pengobatan hanya dimulai di rumah sakit, meskipun ini tidak dirancang untuk mengecualikan penggunaannya dalam perawatan pra-rumah sakit dan pengaturan penyelamatan gunung. Pedoman dosis diterbitkan pada saat itu. Kekhawatiran atas tingginya insiden efek samping yang dilaporkan dengan ketorolak menyebabkan penarikannya (selain dari formulasi mata) di beberapa negara, sementara di negara lain dosis yang diizinkan dan durasi maksimum pengobatan telah dikurangi. Dari tahun 1990 hingga 1993, 97 reaksi dengan hasil fatal dilaporkan di seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketorolak juga telah digunakan dalam olahraga perguruan tinggi dan profesional dan dilaporkan secara rutin digunakan di &amp;#039;&amp;#039;[[National Football League]]&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;[[National Hockey League]]&amp;#039;&amp;#039;. Atlet kompetitif, khususnya dalam olahraga kontak, sering diharapkan oleh pelatih dan/atau rekan setimnya untuk bermain meskipun cedera, umumnya dengan bantuan obat penghilang nyeri. Namun, penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa mendorong pemain untuk bermain saat cedera cenderung mengakibatkan cedera yang lebih parah. Gugatan hukum yang menuduh penyalahgunaan obat penghilang nyeri yang disetujui liga diajukan oleh mantan pemain terhadap &amp;#039;&amp;#039;National Football League&amp;#039;&amp;#039; pada tahun 2017.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kegunaan medis==&lt;br /&gt;
Ketorolak digunakan untuk penanganan jangka pendek [[nyeri]] sedang hingga berat. Obat ini biasanya tidak diresepkan lebih dari lima hari,  karena potensinya menyebabkan kerusakan ginjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketorolak efektif bila diberikan bersama [[parasetamol]] (asetaminofen) untuk mengendalikan nyeri pada bayi baru lahir karena obat ini tidak menekan [[pernapasan]] seperti [[opioid]]. Ketorolak juga merupakan adjuvan obat opioid dan meningkatkan pereda nyeri. Obat ini juga digunakan untuk mengobati [[dismenorea]]. Ketorolak digunakan untuk mengobati perikarditis idiopatik, yang mengurangi pe[[radang]]an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketorolak juga memiliki sifat [[antipiretik]] (penurun [[demam]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk penggunaan sistemik, ketorolak dapat diberikan secara oral, [[pemberian sublingual|di bawah lidah]], melalui suntikan intramuskular, intravena, dan semprotan hidung. Biasanya, obat ini awalnya diberikan melalui suntikan intramuskular atau intravena, dengan terapi oral yang digunakan sebagai kelanjutan setelah dosis awal IM atau IV.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketorolak juga digunakan sebagai obat tetes mata. Obat ini dapat diberikan selama bedah mata untuk membantu meredakan nyeri, dan efektif dalam mengobati gatal pada mata. Tidak ada cukup bukti untuk memutuskan bahwa obat antiinflamasi nonsteroid membantu mencegah edema makula kistik. Obat tetes mata ketorolak juga telah digunakan untuk mengelola nyeri akibat [[abrasi kornea]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama pengobatan dengan ketorolak, dokter memantau manifestasi efek samping. Tes laboratorium seperti tes fungsi hati, waktu perdarahan, [[nitrogen urea darah|BUN]], [[kreatinina]] serum, dan kadar elektrolit sering digunakan dan membantu mengidentifikasi potensi komplikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kontraindikasi==&lt;br /&gt;
Ketorolac di[[kontraindikasi]]kan pada pasien dengan [[hipersensitivitas]], [[alergi]] terhadap obat, sensitivitas silang terhadap OAINS lain, sebelum pem[[bedah]]an, riwayat penyakit [[tukak lambung]], perdarahan gastrointestinal, intoleransi alkohol, gangguan ginjal, perdarahan serebrovaskular, [[polip hidung]], [[edema angioneurotik|angioedema]], dan [[asma]]. Ada rekomendasi untuk penggunaan ketorolak secara hati-hati pada mereka yang pernah mengalami penyakit kardiovaskular, [[serangan jantung]], [[strok]], [[gagal jantung]], gangguan [[penggumpalan darah|koagulasi]], gangguan ginjal, dan gangguan hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Efek samping==&lt;br /&gt;
Efek samping yang umum (&amp;gt;10%) adalah [[kantuk]]. Efek samping yang jarang terjadi (&amp;lt;1%) antara lain [[parestesia]], waktu perdarahan berkepanjangan, nyeri di tempat suntikan, purpura, ber[[keringat]], pikiran tidak normal, peningkatan produksi [[air mata]], [[sembap|edema]], pucat, mulut kering, [[pengecapan]] tidak normal, frekuensi buang air kecil, peningkatan enzim hati, [[gatal]]-gatal dan lain-lain. Fungsi [[trombosit]] dapat diturunkan dengan penggunaan ketorolak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun jarang terjadi, efek samping yang berpotensi fatal termasuk strok, serangan jantung, [[pendarahan gastrointestinal]], [[sindrom Stevens-Johnson]], nekrolisis epidermal toksik, dan [[anafilaksis]]. Dari segi keamanan, ketorolak dinilai sebagai OAINS dengan risiko relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan [[aseklofenak]], [[selekoksib]], dan [[ibuprofen]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti semua OAINS, ketorolak dapat menyebabkan penyempitan dini [[duktus arteriosus]] pada bayi jika dikonsumsi oleh ibu selama trimester ketiga [[kehamilan]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bulan Oktober 2020, [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA) mewajibkan label obat diperbarui untuk semua obat antiinflamasi nonsteroid guna menggambarkan risiko masalah ginjal pada bayi belum lahir yang mengakibatkan rendahnya cairan ketuban. Mereka merekomendasikan menghindari OAINS pada wanita hamil pada usia kehamilan 20 minggu atau lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Interaksi==&lt;br /&gt;
Ketorolak dapat berinteraksi dengan obat lain. [[Probenesid]] dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya reaksi merugikan bila dikonsumsi dengan ketorolak. Pentoksifilin dapat meningkatkan risiko pendarahan. Jika [[aspirin]] diminum bersamaan dengan ketorolak, efektivitasnya menurun. Efek gastrointestinal yang bermasalah bersifat aditif dan menjadi lebih mungkin terjadi jika suplemen [[kalium]], aspirin, OAINS lain, [[kortikosteroid]], atau alkohol dikonsumsi pada waktu yang bersamaan. Efektivitas obat [[antihipertensi]] dan [[diuretik]] dapat diturunkan. Penggunaan ketorolak dapat meningkatkan kadar litium serum hingga mencapai titik toksisitas. Toksisitas terhadap [[metotreksat]] lebih mungkin terjadi jika ketorolak dikonsumsi pada waktu yang bersamaan. Risiko perdarahan meningkat dengan penggunaan obat [[klopidogrel]], [[sefoperazon]], [[asam valproat]], [[sefotetan]], [[eptifibatida]], [[tirofiban]], dan [[tiklopidin]] secara bersamaan. [[Antikoagulan]] dan obat trombolitik juga meningkatkan kemungkinan perdarahan. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati [[kanker]] dapat berinteraksi dengan ketorolak bersamaan dengan terapi radiasi. Risiko toksisitas pada ginjal meningkat ketika ketorolak dikonsumsi dengan [[siklosporin]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Interaksi dengan ketorolak juga terjadi dengan beberapa suplemen [[herbalisme|herbal]]. Penggunaan [[ginseng korea]], [[cengkih]], [[jahe]], &amp;#039;&amp;#039;[[Arnica]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[Tanacetum parthenium]]&amp;#039;&amp;#039;, [[dong quai]], kamomil, dan [[Ginkgo biloba]] meningkatkan risiko pendarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Mekanisme kerja==&lt;br /&gt;
Secara kimia ketorolak berfungsi sebagai turunan [[asam karboksilat]] yang berfungsi secara non-selektif menghambat sintesis [[prostaglandin]] dengan cara menghambat sintesis prostaglandin G/H 1 dan 2. Prostaglandin dalam tubuh berfungsi sebagai pembawa pesan kontraksi/relaksasi otot polos dan modulasi [[radang|inflamasi]]. Hasilnya, penghambatan sintesis prostaglandin mencegah peradangan. Mekanisme kerja utama yang bertanggung jawab atas efek [[antiinflamasi]], [[antipiretik]], dan [[analgesik]] ketorolak adalah penghambatan sintesis prostaglandin dengan memblokir enzim siklooksigenase (COX) secara kompetitif. Ketorolak adalah penghambat COX non-selektif. Obat ini dianggap sebagai OAINS generasi pertama,  sekelompok obat yang secara non-selektif menghambat enzim COX-1 dan COX-2, yang dapat menyebabkan efek samping gastrointestinal. Sebaliknya, OAINS generasi selanjutnya dirancang untuk menghambat COX-2 secara selektif, yang bertujuan untuk mengurangi peradangan dengan lebih sedikit masalah gastrointestinal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bacaan lebih lanjut ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketorolak&amp;amp;oldid=28980445 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28980445 (2026-02-21T08:47:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>