<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Klasifikasi_bintang</id>
	<title>Klasifikasi bintang - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Klasifikasi_bintang"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Klasifikasi_bintang&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T04:35:21Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Klasifikasi_bintang&amp;diff=14613&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Klasifikasi_bintang&amp;diff=14613&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T14:02:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Klasifikasi_bintang&amp;amp;diff=14613&amp;amp;oldid=14212&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Klasifikasi_bintang&amp;diff=14212&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28469562; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Klasifikasi_bintang&amp;diff=14212&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T13:24:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28469562; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Dalam [[astronomi]], &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;klasifikasi bintang&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah peng-klasifikasian [[bintang|bintang-bintang]] berdasarkan kuat beberapa [[garis serapan]] pada pola [[spektrum]], dan besarnya [[luminositas]]. Kuat garis serapan, khususnya garis-garis serapan [[atom]] [[hidrogen]], diperoleh dari analisis pola spektrum bintang yang didapatkan dari pengamatan [[spektroskopi]]. Garis-garis serapan tertentu hanya dapat diamati pada satu rentang [[temperatur]] tertentu karena hanya pada rentang temperatur tersebut terdapat [[populasi]] signifikan dari tingkat energi atom yang terkait. Pemeriksaan kuat garis-garis serapan ini pada akhirnya dapat memberikan informasi mengenai temperatur permukaan. Informasi luminositas dapat diperoleh dari pengamatan [[fotometri]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah awal ==&lt;br /&gt;
[[Joseph von Fraunhofer|Fraunhofer]] pada [[1814]], mencatat dan memetakan sejumlah garis-garis gelap dalam spektrum [[Matahari]] jika [[cahaya]]nya dilewatkan pada suatu [[prisma]]. Garis-garis ini kemudian disebut sebagai [[garis-garis Fraunhofer]]. [[Gustav Robert Kirchhoff|Kirchhoff]] dan [[Robert Bunsen|Bunsen]] kemudian manemukan bahwa seperangkat garis-garis tersebut berhubungan dengan suatu [[elemen kimia]] yang berada di lapisan atas matahari. Fraunhofer juga menemukan bahwa bintang-bintang lain juga memiliki spektrum seperti Matahari, tetapi dengan pola garis-garis gelap yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada [[1867]], [[Angelo Secchi]], seorang [[astronom]] [[Yesuit]], melakukan penyelidikan terhadap sekitar 4000 spektrum bintang hasil pengamatan yang dilakukannya menggunakan prisma objektif. Hanya dengan menggunakan mata, Secchi menggolongkan bintang-bintang tersebut ke dalam tiga kelas. Bintang dengan garis-garis serapan sangat kuat dari atom hidrogen digolongkan sebagai tipe I berwarna putih, bintang dengan garis-garis serapan sangat kuat dari [[ion]] [[logam]] digolongkan sebagai tipe II berwarna kuning, dan bintang dengan pita-pita serapan lebar digolongkan sebagai tipe III berwarna merah. Setahun kemudian Secchi memasukkan beberapa bintang yang memiliki garis-garis serapan dengan pola yang aneh, jarang ada, mirip tetapi tidak terlalu sama dengan pola tipe III, dan menggolongkannya sebagai tipe IV.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemakaian [[fotografi]] dalam astronomi membuka kesempatan lebih luas dalam mempelajari spektrum bintang. Pada tahun [[1885]], [[Edward Charles Pickering]] memulai penyelidikan spektrum bintang secara fotografi dengan prisma objektif di [[Observatorium Harvard]], [[Amerika Serikat]]. Berdasarkan pekerjaan awal Secchi, para astronom di [[Harvard]] meng-klasifikasikan bintang berdasarkan kuat garis-garis serapan pada [[deret Balmer]] dari hidrogen netral (H I), memperluas penggolongan dan menamakan kembali penggolongan dengan huruf A, B, C dan seterusnya hingga P, di mana bintang kelas A memiliki garis serapan atom hidrogen paling kuat, B terkuat berikutnya dan seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Klasifikasi Harvard (kelas spektrum) ==&lt;br /&gt;
Asisten-asisten Pickering, [[Williamina Fleming]], [[Annie Jump Cannon]], [[Antonia Maury]], dan [[Henrietta Swan Leavitt]] kemudian memulai sebuah proyek skala besar pengklasifikasian spektrum bintang. Antara [[1911]] dan [[1949]], 400.000 bintang didaftarkan ke dalam [[katalog Henry Draper]] (dinamai menurut sang penyandang dana dan perintis penelitian spektroskopi fotografi Amerika, [[Henry Draper]]). Pada 1924, Cannon memperluas katalog menjadi sembilan volume dan lebih dari seperempat juta bintang, mengembangkan [[#Klasifikasi Harvard (kelas spektrum)|Skema Klasifikasi Harvard]] yang digunakan di seluruh dunia pada tahun 1922. Para ‘gadis’ Harvard ini, khususnya Cannon dan Maury, kemudian menyadari adanya sebuah keteraturan dalam semua garis-garis spektral (tidak hanya hidrogen) jika penggolongan bintang-bintang tersebut diurutkan menjadi O, B, A, F, G, K, M. Kelas lainnya dihilangkan karena ditemukan bahwa beberapa di antaranya sebenarnya merupakan kelas yang sama. Untuk mengingat urutan penggolongan ini biasanya digunakan [[jembatan keledai|kalimat]] &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;O&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;h &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;B&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;e &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;A&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;F&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;ine &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;G&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;irl &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;K&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;iss &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;M&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;e&amp;quot; atau yang lain. Dengan kualitas [[spektrogram]] yang lebih baik memungkinkan penggolongan ke dalam 10 sub-kelas yang diindikasikan oleh sebuah angka arab (0 hingga 9) yang mengikuti huruf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada mulanya urutan pola spektrum ini diduga karena perbedaan susunan [[kimia]] [[atmosfer]] bintang. Namun, kemudian disadari bahwa urutan tersebut sebenarnya merupakan urutan temperatur permukaan bintang, setelah pada tahun [[1925]], [[Cecilia Payne-Gaposchkin]] berhasil membuktikan hubungan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bintang-bintang kelas O, B, dan A sering kali disebut sebagai kelas awal, sementara K dan M disebut sebagai kelas akhir. Sebutan ini muncul di awal-awal abad 20, karena A dan B terletak di awal urutan [[alfabet]], sementara K dan M di akhir, tetapi kemudian berkembang teori bahwa bintang mengawali hidup mereka sebagai bintang “kelas awal” yang sangat panas dan secara gradual mendingin menjadi bintang “kelas akhir”. Teori ini sama sekali salah (lihat: [[Bintang#Evolusi|evolusi bintang]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah daftar kelas bintang dari yang paling panas hingga yang paling dingin (dengan [[massa]], [[radius]] dan [[luminositas]] dalam satuan Matahari):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bawah ini disajikan ciri-ciri dari tiap kelas. Harap diingat bahwa ciri-ciri ini terutama mendasarkan diri pada penampakan garis-garis serapan pola spektrumnya (bukan pada warna atau temperatur-efektifnya). Akan sangat membantu jika dapat memahami [[diagram Hertzsprung-Russel]] atau diagram HR terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kelas O ===&lt;br /&gt;
Bintang kelas &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;O&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah bintang yang paling panas, temperatur permukaannya lebih dari 25.000 [[Kelvin]]. Bintang [[deret utama]] kelas O merupakan bintang yang tampak paling biru, walaupun sebenarnya kebanyakan energinya dipancarkan pada [[panjang gelombang]] ungu dan [[ultraungu]]. Dalam pola spektrumnya garis-garis serapan terkuat berasal dari atom [[Helium]] yang ter[[ionisasi]] 1 kali (He II) dan [[karbon]] yang terionisasi dua kali (C III). Garis-garis serapan dari ion lain juga terlihat, di antaranya yang berasal dari ion-ion [[oksigen]], [[nitrogen]], dan [[silikon]]. Garis-garis Balmer Hidrogen (hidrogen netral) tidak tampak karena hampir seluruh atom hidrogen berada dalam keadaan terionisasi. Bintang deret utama kelas O sebenarnya adalah bintang paling jarang di antara bintang deret utama lainnya (perbandingannya kira-kira 1 bintang kelas O di antara 32.000 bintang deret utama). Namun karena paling terang, maka tidak terlalu sulit untuk menemukannya. Bintang kelas O bersinar dengan energi 1 juta kali energi yang dihasilkan Matahari. Karena begitu masif, bintang kelas O membakar bahan bakar hidrogennya dengan sangat cepat, sehingga merupakan jenis bintang yang pertama kali meninggalkan deret utama (lihat [[Diagram Hertzsprung-Russell]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Contoh&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;: [[Zeta Puppis]] , Alnitak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kelas B ===&lt;br /&gt;
Bintang kelas &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;B&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah bintang yang cukup panas dengan temperatur permukaan antara 11.000 hingga 25.000 Kelvin dan berwarna putih-biru. Dalam pola spektrumnya garis-garis serapan terkuat berasal dari atom Helium yang netral. Garis-garis Balmer untuk Hidrogen (hidrogen netral) tampak lebih kuat dibandingkan bintang kelas O. Bintang kelas O dan B memiliki umur yang sangat pendek, sehingga tidak sempat bergerak jauh dari daerah di mana mereka dibentuk, dan karena itu cenderung berkumpul bersama dalam sebuah [[asosiasi OB]]. Dari seluruh populasi bintang deret utama terdapat sekitar 0,13 % bintang kelas B.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Contoh&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;: [[Rigel]], [[Spica]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kelas A ===&lt;br /&gt;
Bintang kelas &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;A&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; memiliki temperatur permukaan antara 7.500 hingga 11.000 Kelvin dan berwarna putih. Karena tidak terlalu panas maka atom-atom hidrogen di dalam atmosfernya berada dalam keadaan netral sehingga garis-garis Balmer akan terlihat paling kuat pada kelas ini. Beberapa garis serapan logam terionisasi, seperti magnesium, silikon, besi dan kalsium yang terionisasi satu kali (Mg II, Si II, Fe II dan Ca II) juga tampak dalam pola spektrumnya. Bintang kelas A kira-kira hanya 0.63% dari seluruh populasi bintang deret utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Contoh&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;: [[Vega]], [[Sirius]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kelas F ===&lt;br /&gt;
Bintang kelas &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;F&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; memiliki temperatur permukaan 6000 hingga 7500 Kelvin, berwarna putih-kuning. Spektrumnya memiliki pola garis-garis Balmer yang lebih lemah daripada bintang kelas A. Beberapa garis serapan logam terionisasi, seperti Fe II dan Ca II dan logam netral seperti besi netral (Fe I) mulai tampak. Bintang kelas F kira-kira 3,1% dari seluruh populasi bintang deret utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Contoh&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;: [[Canopus]], [[Procyon]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kelas G ===&lt;br /&gt;
Bintang kelas &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;G&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; mungkin adalah yang paling banyak dipelajari karena Matahari adalah bintang kelas ini. Bintang kelas G memiliki temperatur permukaan antara 5000 hingga 6000 Kelvin dan berwarna kuning. Garis-garis Balmer pada bintang kelas ini lebih lemah daripada bintang kelas F, tetapi garis-garis ion logam dan logam netral semakin menguat. Profil spektrum paling terkenal dari kelas ini adalah profil [[garis-garis Fraunhofer]]. Bintang kelas G adalah sekitar 8% dari seluruh populasi bintang deret utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Contoh&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;: [[Matahari]], [[Capella]], [[Alpha Centauri|Alpha Centauri A]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kelas K ===&lt;br /&gt;
Bintang kelas &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;K&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; berwarna jingga memiliki temperatur sedikit lebih dingin daripada bintang sekelas Matahari, yaitu antara 3500 hingga 5000 Kelvin. Alpha Centauri B adalah bintang deret utama kelas ini. Beberapa bintang kelas K adalah raksasa dan maharaksasa, seperti misalnya Arcturus. Bintang kelas K memiliki garis-garis Balmer yang sangat lemah. Garis-garis logam netral tampak lebih kuat daripada bintang kelas G. Garis-garis molekul Titanium Oksida (TiO) mulai tampak. Bintang kelas K adalah sekitar 13% dari seluruh populasi bintang deret utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Contoh&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;: [[Alpha Centauri|Alpha Centauri B]], [[Arcturus]], [[Aldebaran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kelas M ===&lt;br /&gt;
Bintang kelas &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;M&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah bintang dengan populasi paling banyak. Bintang ini berwarna merah dengan temperatur permukaan lebih rendah daripada 3500 Kelvin. Semua [[katai merah]] adalah bintang kelas ini. Proxima Centauri adalah salah satu contoh bintang deret utama kelas M. Kebanyakan bintang yang berada dalam fase raksasa dan maharaksasa, seperti Antares dan Betelgeuse merupakan kelas ini. Garis-garis serapan di dalam spektrum bintang kelas M terutama berasal dari logam netral. Garis-garis Balmer hampir tidak tampak. Garis-garis molekul Titanium Oksida (TiO) sangat jelas terlihat. Bintang kelas M adalah sekitar 78% dari seluruh populasi bintang deret utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Contoh&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;: [[Proxima Centauri]], [[Antares]], [[Betelgeuse]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Klasifikasi Yerkes (kelas luminositas) ==&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Klasifikasi Yerkes&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, disebut juga sebagai klasifikasi &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;MKK&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; dari inisial para pengembangnya pada tahun [[1943]], yaitu [[William Wilson Morgan]], [[Phillip C. Keenan]] dan [[Edith Kellman]] dari [[Observatorium Yerkes]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klasifikasi ini mendasarkan diri pada ketajaman garis-[[garis spektrum]] yang sensitif pada [[gravitasi permukaan]] bintang. Gravitasi permukaan berhubungan dengan [[luminositas]] yang merupakan fungsi dari [[radius]] bintang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klasifikasi Yerkes atau kelas luminositas membagi bintang-bintang ke dalam kelas berikut:&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;0&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; [[Hyper Raksasa]] (&amp;#039;&amp;#039;hypergiant&amp;#039;&amp;#039;) (penambahan yang dilakukan belakangan)&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;I&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; maharaksasa (&amp;#039;&amp;#039;supergiants&amp;#039;&amp;#039;)&lt;br /&gt;
** &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ia&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; maharaksasa terang&lt;br /&gt;
** &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Iab&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; kelas antara maharaksasa terang dan yang kurang terang&lt;br /&gt;
** &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ib&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; maharaksasa kurang terang&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;II&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; raksasa terang (&amp;#039;&amp;#039;bright giants&amp;#039;&amp;#039;)&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;III&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; [[bintang raksasa|raksasa]] (&amp;#039;&amp;#039;giants&amp;#039;&amp;#039;)&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;IV&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; sub-raksasa (&amp;#039;&amp;#039;subgiants&amp;#039;&amp;#039;)&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;V&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; [[deret utama]] atau katai (&amp;#039;&amp;#039;main sequence&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;dwarf&amp;#039;&amp;#039;)&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;VI&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; sub-katai (&amp;#039;&amp;#039;subdwarfs&amp;#039;&amp;#039;)&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;VII&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; [[katai putih]] (&amp;#039;&amp;#039;white dwarfs&amp;#039;&amp;#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penyebutan kelas sebuah bintang ==&lt;br /&gt;
Klasifikasi Yerkes yang menyatakan luminositas dan radius sebuah bintang, melengkapi klasifikasi Harvard yang menyatakan temperatur permukaan. Kelas sebuah bintang biasanya dinyatakan dalam dua klasifikasi ini. Dengan demikian kelas sebuah bintang menjadi &amp;#039;dua dimensi&amp;#039; yang memberikan gambaran letaknya di dalam diagram HR dan selanjutnya dapat memberikan gambaran tahap evolusi bintang tersebut. Sebagai contoh, Matahari adalah bintang dengan kelas &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;G2V&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, yang berarti merupakan bintang dengan temperatur permukaan sekitar 6000 Kelvin dan merupakan bintang katai yang sedang melakukan pembangkitan energi dari pembakaran hidrogen. Sebagai contoh lainnya, Betelgeuse merupakan bintang dengan kelas &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;M2Iab&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, yang berarti bintang yang sudah ber-evolusi dari bintang katai menjadi maharaksasa di pojok kanan atas diagram HR.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Klasifikasi morfologi galaksi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Catatan kaki ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klasifikasi+bintang&amp;amp;oldid=28469562 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28469562 (2025-11-14T01:26:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>