<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Kloramfenikol</id>
	<title>Kloramfenikol - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Kloramfenikol"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kloramfenikol&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T15:34:47Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kloramfenikol&amp;diff=35848&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29422116; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Kloramfenikol&amp;diff=35848&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:34:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29422116; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Kloramfenikol&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; merupakan antibiotik yang ditemukan pada tahun 1947 dari kultur &amp;#039;&amp;#039;[[Streptomyces venezuelae]]&amp;#039;&amp;#039; yang tidak diproduksi secara sintetik. Kloramfenikol merupakan antibakteri pertama yang [[Antibiotik spektrum luas|berspektrum luas]], dengan mekanisme kerja menghambat sintesis protein dan bersifat [[bakteriostatik]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kegunaan (Indikasi) ==&lt;br /&gt;
Kloramfenikol biasa digunakan untuk mengobati diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Kloramfenikol juga digunakan sebagai obat tetes mata untuk mengobati konjungtivitis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Dosis ==&lt;br /&gt;
Penggunaan oral, injeksi intravena, atau infus: 50&amp;amp;nbsp;mg/kg bb/hari dibagi dalam 4 dosis (pada infeksi berat seperti septikemia dan meningitis, dosis dapat digandakan dan segera diturunkan bila terdapat perbaikan klinis).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dosis anak: epiglotitis hemofilus, meningitis purulenta, 50–100&amp;amp;nbsp;mg/kg bb/hari dalam dosis terbagi. BAYI di bawah 2 minggu: 25&amp;amp;nbsp;mg/kg bb/hari (dibagi dalam 4 dosis); 2 minggu—1 tahun: 50&amp;amp;nbsp;mg/kg bb/hari (dibagi 4 dosis).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Efek Samping ==&lt;br /&gt;
===Anemia Aplastik===&lt;br /&gt;
Efek samping paling serius dari pengobatan kloramfenikol adalah [[anemia aplastik]] (AA). Efek ini jarang terjadi tetapi terkadang berakibat fatal. Risiko AA cukup tinggi sehingga alternatif pengobatan harus dipertimbangkan dengan serius. Pengobatan tersedia tetapi mahal. Tidak ada cara untuk memprediksi siapa yang mungkin atau tidak mungkin menderita efek samping ini. Efek ini biasanya terjadi beberapa minggu atau bulan setelah pengobatan dihentikan, dan predisposisi genetik mungkin berperan. Tidak diketahui apakah pemantauan jumlah sel darah pasien dapat mencegah perkembangan anemia aplastik, tetapi pasien disarankan untuk melakukan pemeriksaan jumlah sel darah dasar dengan pemeriksaan ulang setiap beberapa hari selama pengobatan. Kloramfenikol harus dihentikan jika jumlah sel darah lengkap menurun. Risiko tertinggi terjadi pada kloramfenikol oral (memengaruhi 1 dari 24.000–40.000) dan risiko terendah terjadi pada versi [[tetes mata]] (memengaruhi kurang dari satu dari 224.716 resep).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penekanan sumsum tulang===&lt;br /&gt;
Kloramfenikol dapat menyebabkan penekanan sumsum tulang selama pengobatan, yang merupakan efek toksik langsung obat pada [[mitokondria]] manusia. Efek ini pertama kali bermanifestasi sebagai penurunan kadar [[hemoglobin]], yang terjadi cukup dapat diprediksi setelah dosis kumulatif 20 g diberikan. Anemia sepenuhnya dapat dipulihkan setelah obat dihentikan dan tidak memprediksi perkembangan anemia aplastik pada masa mendatang. Studi pada tikus menunjukkan bahwa kerusakan sumsum tulang yang ada dapat memperparah kerusakan sumsum tulang akibat efek toksik kloramfenikol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Leukemia===&lt;br /&gt;
[[Leukemia]] ([[kanker]] darah atau sumsum tulang) ditandai dengan peningkatan abnormal [[sel darah putih]] yang belum matang. Risiko leukemia pada anak meningkat, seperti yang ditunjukkan dalam [[kajian kasus–kontrol]] di Cina, dan risikonya meningkat seiring lamanya pengobatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Sindrom bayi abu-abu===&lt;br /&gt;
Penggunaan kloramfenikol intravena telah dikaitkan dengan [[sindrom bayi abu-abu]]. Fenomena ini terjadi pada bayi baru lahir karena mereka belum memiliki enzim hati yang berfungsi penuh (yaitu UDP-glukuronil transferase), sehingga kloramfenikol tetap tidak dimetabolisme dalam tubuh. Hal ini menyebabkan beberapa efek samping termasuk [[tekanan darah rendah|hipotensi]] dan sianosis. Kondisi ini dapat dicegah dengan menggunakan obat pada dosis yang direkomendasikan, dan memantau kadar darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Reaksi Hipersensitivitas===&lt;br /&gt;
[[Demam]], ruam makular dan vesikular, [[edema angioneurotik|angioedema]], [[biduran]], dan [[anafilaksis]] dapat terjadi. Reaksi Herxheimer telah terjadi selama terapi untuk demam tifoid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Reaksi Neurotoksik===&lt;br /&gt;
[[Sakit kepala]], [[depresi (psikologi)|depresi]] ringan, [[kebingungan]] mental, dan [[delirium]] telah dilaporkan pada pasien yang menerima kloramfenikol. Neuritis optik dan perifer telah dilaporkan, biasanya setelah terapi jangka panjang. Jika hal tersebut terjadi, penggunaan obat ini harus segera dihentikan. Diteorikan bahwa ini disebabkan oleh efek kloramfenikol pada [[metabolisme]] [[vitamin B]], khususnya [[Vitamin B12|B-12.]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Sindrom Mielodisplastik===&lt;br /&gt;
Meskipun jarang, paparan kloramfenikol dikaitkan dengan beberapa kasus sindrom mielodisplastik. Terdapat laporan mengenai respons positif terhadap pengobatan [[imunosupresi]]f.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kontraindikasi ==&lt;br /&gt;
Kloramfenikol &amp;#039;&amp;#039;tidak boleh&amp;#039;&amp;#039; digunakan pada wanita hamil, menyusui, dan pasien porfiria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Peringatan ==&lt;br /&gt;
Hindari pemberian berulang dan jangka panjang. Turunkan dosis pada gangguan fungsi hati dan ginjal. Lakukan hitung jenis sel darah sebelum dan secara berkala selama pengobatan. Pada neonatus dapat menimbulkan &amp;#039;&amp;#039;grey baby syndrome&amp;#039;&amp;#039;. (Periksa kadar dalam plasma.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kloramfenikol&amp;amp;oldid=29422116 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29422116 (2026-07-05T12:48:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>