<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Klorheksidin</id>
	<title>Klorheksidin - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Klorheksidin"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Klorheksidin&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T23:53:04Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Klorheksidin&amp;diff=36013&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27066618; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Klorheksidin&amp;diff=36013&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:52:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27066618; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Klorheksidin&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[obat]] [[antiseptik]] untuk melawan infeksi akibat [[bakteri]]. Obat ini tersedia dalam bermacam bentuk yaitu [[salep]], [[larutan]], dan [[obat kumur]]. Klorheksidin efektif mengatasi berbagai manifestasi peradangan, seperti [[Radang amandel|tonsilitis]], radang tenggorokan, [[Seriawan|stomatitis]], dan radang gusi ([[gingivitis]]). Klorheksidin juga digunakan untuk membersihkan luka pada kulit, sebelum prosedur operasi, dan sebelum melakukan penyuntikan di daerah [[kulit]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek samping penggunaan klorheksidin adalah iritasi kulit (bila digunakan untuk membersihkan luka), perubahan warna pada gigi, pembentukan tartar, dan reaksi [[alergi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penggunaan ==&lt;br /&gt;
Klorheksidin banyak digunakan untuk mengobati [[gingivitis]] yaitu penyakit gusi yang menyebabkan gusi merah, bengkak, sakit, serta mudah berdarah. Klorheksidin juga digunakan sebagai [[disinfektan]] kulit, larutan untuk irigasi [[kateter]] berkemih, pengobatan pada luka lecet ([[ekskoriasi]]), luka ringan pada kulit dan kulit pecah-pecah, dan untuk iritasi kulit karena sengatan sinar matahari, atau pengaruh [[Sinar-X|sinar X]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sifat kimia dan kimia ==&lt;br /&gt;
Klorheksidin adalah obat dengan [[struktur kimia]] C&amp;lt;sub&amp;gt;22&amp;lt;/sub&amp;gt;H&amp;lt;sub&amp;gt;30&amp;lt;/sub&amp;gt;Cl&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;N&amp;lt;sub&amp;gt;10&amp;lt;/sub&amp;gt;, memiliki [[Berat Molekul|berat molekul]] 505,4 g/mol. Klorheksidin merupakan kristal dari [[metanol]] berbentuk solid, tidak mudah menguap, dengan [[titik lebur]] 134-136&amp;amp;nbsp;°C, [[kelarutan]]&amp;lt;nowiki/&amp;gt;nya di dalam air adalah 0,8&amp;amp;nbsp;mg/ml pada [[suhu]] 20&amp;amp;nbsp;°C, stabil dalam ruangan tertutup tanpa sinar matahari langsung, [[konstanta disosiasi asam]]&amp;lt;nowiki/&amp;gt;nya 10,8 pada suhu 25&amp;amp;nbsp;°C. Jika dipanaskan, klorheksidin akan mengeluarkan uap klorida dan NOX ([[nitrogen oksida]]) yang bersifat toksik. Klorheksidin dalam bentuk garam merupakan bubuk padat yang larut dalam air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Farmakodinamika ==&lt;br /&gt;
Klorheksidin adalah antimikroba bisbiguanida yang bersifat [[kation]] dengan spektrum luas untuk bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Efek antimikrobanya tergantung pada dosis yang digunakan. Klorheksidin memiliki efek [[bakteriostatik]] pada konsentrasi terendah 0,02%-0,06% dan efek [[bakterisida]] pada konsentrasi yang lebih tinggi dari 0,12%. Klorheksidin berikatan dengan [[protein]] di dalam serum dan [[Air liur|saliva]], tetapi belum diketahui dengan pasti berapa banyak ikatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Mekanisme kerja ===&lt;br /&gt;
Klorheksidin bekerja sebagai [[antiseptik]] dengan cara bereaksi dengan permukaan sel mikrob untuk menghancurkan [[membran sel]]&amp;lt;nowiki/&amp;gt;nya. Selanjutnya klorheksidin akan menyebabkan kebocoran pada komponen intraseluler yang memungkinkan klorheksidin masuk ke dalam sel. Masuknya klorheksidin akan menyebabkan pengendapan komponen sitoplasma dan kematian sel. Klorheksidin merupakan molekul kation (ion yang bermuatan positif) sehingga dapat bereaksi dengan mikrob sel golongan [[fosfat]] yang bersifat [[anion]] (ion yang bermuatan negatif). [[Bakteri gram positif]] lebih sensitif terhadap klorheksidin dibandingkan [[Gram-negatif|bakteri gram negatif]] karena dinding selnya lebih mudah ditembus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Farmakokinetika ==&lt;br /&gt;
Klorheksidin yang tertelan saat proses mencuci mulut atau saat proses implan gigi tidak dapat dideteksi di dalam [[Plasma darah|plasma]] dan [[urin]]e. Absorbsinya di saluran pencernaan sangat jelek. Namun pada individu yang menelan klorheksidin glukonat, ekskresinya ditemukan sekitar 90% di feses. Pada penggunaan klorheksidin sebagai cairan pencuci mulut, 30% bahan aktifnya bertahan di dalam mulut selama proses pencucian. Dari penelitian yang dilakukan terhadap 34 bayi baru lahir untuk mengetahui daya absorbsi klorheksidin melalui kulit, ditemukan kadarnya yang rendah di dalam darah pada 10 bayi dengan sampel darah [[Pembuluh darah kapiler|kapiler]] yang diambil di daerah tumit (menggunakan lanset). Klorheksidin juga ditemukan di dalam darah 5 dari 24 bayi yang lain, yang pengambilan sampel darahnya menggunakan darah vena. Untuk mengetahui waktu paruh klorheksidin, dilakukan penelitian pada susu sapi yang dilakukan dalam dua tahap dengan menyuntikkan klorheksidin ke dalam kelenjar susu. Hasilnya adalah waktu paruh klorheksidin di dalam air susu adalah 11,5 hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Efek samping ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek samping yang terjadi pada penggunaan klorheksidin sebagai obat kumur adalah mulut kering, iritasi pada mulut dan [[tenggorok]]an, perubahan rasa, peningkatan jumlah tartar (plak yang mengeras), dan warna obat yang membekas pada [[lidah]] atau [[gigi]]. Sedangkan efek samping yang mungkin saja terjadi setelah menggunakan klorheksidin sebagai obat luar atau salep adalah iritasi pada area kulit yang terkena. Gambarannya berupa kulit menjadi merah, gatal, panas, mengelupas, bahkan bengkak. Efek samping yang paling umum pada penggunaan klorheksidin adalah perubahan warna kecoklatan pada [[gigi]] dan [[lidah]]. Pewarnaan yang disebabkan oleh klorheksidin biasanya tidak hilang dengan menyikat gigi. Mekanisme yang terjadi ialah degradasi molekul klorheksidin menjadi parakloranalin, katalisis dan [[denaturasi]] [[protein]] dengan kromogen, pembentukan logam [[sulfida]], dan pengendapan senyawa makanan anionik. Efek samping yang lain adalah reaksi alergi seperti hidung tersumbat, napas pendek hingga kesulitan bernapas, kulit memerah, gatal, dan wajah membengkak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klorheksidin&amp;amp;oldid=27066618 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27066618 (2025-03-23T22:36:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>