<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Klorosis</id>
	<title>Klorosis - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Klorosis"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Klorosis&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T12:14:03Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Klorosis&amp;diff=31819&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28033006; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Klorosis&amp;diff=31819&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T13:28:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28033006; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Klorosis&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (dari [[bahasa Inggris]],&amp;#039;&amp;#039; chlorosis&amp;#039;&amp;#039;) adalah keadaan jaringan [[tumbuhan]], khususnya pada [[daun]], yang mengalami kerusakan atau gagalnya pembentukan [[klorofil]], sehingga tidak berwarna [[hijau]], melainkan kuning atau pucat hampir putih. Klorosis dapat disebabkan dari buruknya [[drainase]], kerusakan perakaran, [[alkali]] [[tanah]] yang tinggi, dan kekurangan unsur [[Nutrien|Hara]] pada tanaman. Kekurangan unsur hara dapat disebabkan jumlah hara tersedia yang tidak mencukupi karena tingginya [[pH]] tanah seperti pada tanah alkali atau dapat disebabkan tanaman tidak dapat menyerap unsur hara karena kerusakan atau perkembangan [[akar]] yang tidak baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klorosis sering kali merupakan petunjuk terjadinya kekurangan [[Nutrien|hara]] atau serangan [[fitopatologi|penyakit]] yang dialami oleh tumbuhan. Klorosis juga merupakan gejala umum dari infeksi [[virus]], klorosis pada tanaman yang terserang virus tampak berupa daun yang menguning secara seragam dan secara umum dapat berpola mosaik, bercak, cicin, dan pola garis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Gejala ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala yang ditunjukan dapat bervariasi tergantung pada faktor penyebabnya. Semakin tinggi pH tanah maka tumbuhan akan semakin klorosis, semakin lama tanaman mengalami klorosis maka akan semakin parah klorosis yang terjadi. Klorosis ringan dimulai dengan warna daun yang memucat, warna kuning menunjukan klorosis yang lebih serius. Bagian yang mengalami klorosis dapat menghambat pertumbuhan tanaman atau bahkan gagal untuk membentuk [[bunga]] dan [[buah]], selain itu daun yang klorosis akan lebih rentan terhadap penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penanganan ==&lt;br /&gt;
Penanganan untuk tanaman yang mengalami klorosis bervariasi tergantung pada penyebabnya, jika klorosis disebabkan oleh pemadatan tanah, drainase yang buruk, pertumbuhan akar yang buruk atau luka pada akar, maka penangan secara teknis budidaya seperti pemberian [[mulsa]] dapat dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pemupukan ===&lt;br /&gt;
Aplikasi [[pupuk]] dalam bentuk larutan maupun padatan dapat dilakukan untuk memperbaiki kandungan hara yang kurang, Pemupukan lewat daun (&amp;#039;&amp;#039;foliar application&amp;#039;&amp;#039;) dapat dilakukan pada daun tanaman yang terserang, dengan cara ini respon yang dihasilkan cepat dapat dalam hitungan hari. Pada gejala klorosis yang telah berlangsung lama aplikasi pemupukan lewat daun secara berulang dapat dilakukan. Aplikasi pupuk lewat daun dengan cara penyemprotan akan lebih sulit untuk diterapkan pada [[pohon]] yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Injeksi pada batang ===&lt;br /&gt;
Perlakuan pada [[batang]] dapat bertahan satu sampai lima tahun, namun tanaman baru dapat merespon sekitar tiga puluh hari setelah aplikasi. Pada kondisi kekurangan unsur hara besi dapat dilakukan injeksi atau penanaman senyawa besi dalam bentuk kering maupun cair langsung pada batang dengan cara pelubangan batang menggunakan bor batang pada bagian batang yang lebih rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klorosis&amp;amp;oldid=28033006 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28033006 (2025-10-16T20:09:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>