<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Koagulasi_intravaskular_diseminata</id>
	<title>Koagulasi intravaskular diseminata - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Koagulasi_intravaskular_diseminata"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Koagulasi_intravaskular_diseminata&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T10:21:45Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Koagulasi_intravaskular_diseminata&amp;diff=30131&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29220978; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Koagulasi_intravaskular_diseminata&amp;diff=30131&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T17:19:35Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29220978; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Koagulasi intravaskular diseminata&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ([[bahasa Inggris]]: &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Disseminated intravascular coagulation&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;; disingkat sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;DIC&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;) adalah suatu kondisi di mana adanya terbentuk pembekuan [[darah]] di seluruh tubuh, yang menghalangi pergerakan [[pembuluh darah|pembuluh darah kecil]] (&amp;#039;&amp;#039;Microvessel&amp;#039;&amp;#039;). Gejala yang muncul pada penderita berupa seperti terasa [[nyeri|nyeri dada]], kemudian [[sesak napas]], nyeri kaki, masalah berbicara, atau masalah dalam menggerakkan bagian tubuh. Ketika [[faktor pembekuan]] dan [[platelet]] digunakan, maka dapat menyebabkan terjadinya [[pendarahan]]. Pendarahan yang dimaksud bisa terjadi adanya [[hematuria|darah dalam urin]], [[GI berdarah|darah di tinja]], atau juga pendarahan pada [[kulit]]. Jika dalam kondisi komplikasi, bisa terjadi [[kegagalan organ]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebab utama terjadinya kondisi DIC ini ialah  [[sepsis]], [[operasi]], [[trauma besar]], [[kanker]], [[komplikasi kehamilan]], dan bisa juga disebabkan oleh [[gigitan ular]], [[radang dingin]], dan [[luka bakar]], meskipun dalam intensitas sedikit. Dua tipe DIC yaitu bersifat [[akut]] (onset cepat) dan juga [[kronis]] (onset lambat).Hasil diagnosis didapat melalui [[tes darah]]. Setelah tes darah, hasil yang ditemukan bisa berupa [[platelet]] rendah, [[fibrinogen]] rendah, [[International normalized ratio|INR]] tinggi, atau [[D-dimer]] tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk perawatan yang dapat diberikan, sesuai dengan kondisi atau tingkat keparahan bagi si pasien. Perawatan utama yang diberikan, dapat berupa pemberian transfusi [[platelet]], [[cryoprecipitate]], atau juga [[plasma beku segar]]. [[Heparin]] dapat dilakukan bagi pasien yang kondisi perkembangan kelainan DICnya  berkembang secara perlahan. Sekitar 1% pasien yang dirawat di [[rumah sakit]] telah dipengaruhi oleh kondisi tersebut. Risiko kematian dari kelainan ini berada di antara 20% hingga 50%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tanda dan gejala==&lt;br /&gt;
Penyebab kelainan DIC, selalu merujuk pada penyebab dan tanda sebelumnya, dan keakuratan kondisi ini dapat ditentukan melalui penelitian di [[laboratorium]]. Kondisi DIC bisa muncul secara tiba-tiba, bisa disebabkan adanya syok endotoksik, [[emboli|emboli cairan ketuban]], atau bisa juga disebabkan karena adanya [[kanker]], ini tergolong sebagai tipe [[kronis]]. DIC juga dapat menyebabkan kegagalan [[organ tubuh|multiorgan]] dan [[perdarahan]] yang tidak biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penyebab==&lt;br /&gt;
Kondisi DIC dapat terjadi karena disebabkan oleh beberapa hal, yakni:&lt;br /&gt;
* [[Kanker]]: adanya [[tumor]] dan [[kanker darah]] (Tumor jaringan hematopoietik dan limfoid), terutama [[leukimia]] ([[leukemia promyelocytic akut]])&lt;br /&gt;
* [[Hamil|Komplikasi kehamilan]]: adanya [[solusio placentae]], [[pre-eklamsia]] atau [[eklamsia]], [[emboli|emboli cairan ketuban]], intrauterin yang tertahan, [[janin|kematian janin]], [[aborsi|aborsi septik]], dan juga [[postpartum|perdarahan postpartum]]&lt;br /&gt;
* [[Cedera|Cedera jaringan masif]]: adanya [[Cedera|trauma]], [[luka bakar]], [[hipertermia]], [[rhabdomyolysis]], dan [[operasi]]&lt;br /&gt;
* [[Infeksi]]: karena [[sepsis|bakteri]] ([[Gram-negatif]] atau [[Gram-positif]]), [[virus]], [[jamur|mikosis (jamur)]], atau juga [[protozoa|infeksi protozoa]]&lt;br /&gt;
* [[Transfusi|Reaksi transfusi]]: adanya [[ketidakcocokan ABO]]&lt;br /&gt;
* [[Alergi]] atau [[toxicity|reaksi toksik]] ([[racun]]): dikarenakan [[bisa ular]]&lt;br /&gt;
* [[Hemangioma]]: adanya [[Sindrom Kasabach–Merritt]]&lt;br /&gt;
* [[Aneurisma|Aneurisma aorta]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Diagnosis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendiagnosis adanya kelainan DIC pada tubuh tidak bisa disimpulkan hanya berdasarkan satu penilitian [[laboratorium]], melainkan dibutuhkan serangkaian pemeriksaan laboratorium guna untuk melihat riwayat penyakit si pasien, untuk mengetahui secara konsisten penyebab terjadinya kelainan DIC, dan menyimpulkan bahwa ada tanda-tanda atau gejala tersebut di tubuh pasien. Penanda dari laboratorium yang konsisten melihat kelainan DIC dapat meliputi beberapa pemeriksaan, yakni:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Riwayat karakteristik. Memeriksa riwayat penyakit pasien sangat penting, karena hasil penemuan penyakit liver (hati) yang parah seseorang, pada umumnya memiliki hasil pemeriksaan laboratorium yang sama dengan kondisi yang dialami oleh penderita DIC.&lt;br /&gt;
* Perpanjangan waktu protrombin ([[prothrombin time|(PT)]] dan waktu tromboplastin parsial teraktivasi [[activated partial thromboplastin time|(aPTT)]], mencerminkan konsumsi yang mendasar dan gangguan sintesis dari [[Koagulasi#Kaskade koagulasi|kaskade koagulasi]].&lt;br /&gt;
* Pada awalnya, kadar protein [[fibrinogen]] yang ada pada tubuh dianggap sebagai protein yang berguna untuk mempermudah diagnosis kelainan DIC. Namun karena fibrinogen merupakan reaktan fase akut, maka ini dapat meningkatkan kondisi [[inflamasi]] yang mendasarinya. Oleh sebab itu, sekitar 57% kasus penderita DIC memiliki kadar fibrinogen. Sementara itu, jika kadar fibrinogen dalam tingkat yang rendah, ini lebih sesuai untuk konsumtif DIC.&lt;br /&gt;
* Jumlah trombosit yang menurun dengan cepat&lt;br /&gt;
* Memproduksi [[degradasi]] jenis protein [[fibrin]] dalam tingkat tinggi, dengan cara melakukan [[D-dimer]], hal ini diperlukan karena aktivitas [[fibrinolitik]] yang intens akan merangsang munculnya kadar fibrin dalam sirkulasi.&lt;br /&gt;
* [[Apus darah tepi]] menunjukkan adanya [[Fragmentasi (biologi sel)|fragmentasi]] terhadap [[sel darah merah]] (dikenal dengan [[skistosit]]) karena ada pergeseran tegangan dari [[trombus]]. Akan tetapi, temuan ini dinggap masih belum cukup sensitif bahkan kurang spesifik untuk mendiagnosis kelainan DIC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
International Society of Thrombosis and Haemostasis, telah mengajukan algoritma diagnostik, untuk mendiagnosis kelinan DIC. Algoritma diagnostik ini diperkirakan memiliki 91% tingkat sensitif dan 97% tingkat spesifik dan merupakan cara mendiagnosis DIC yang lebih baik. Jika terdapat skor 5 atau bahkan lebih tinggi dalam menentukan DIC, maka direkomendasikan supaya penghitungan skor dapat diulang setiap hari. Namun, jika seandainya skor berada di bawah 5, maka ini bersifat [[sugestif]] tetapi tidak [[afirmatif]] untuk menentukan DIC, maka disarankan supaya penghitungan skor dapat diulang tetapi hanya sesekali: Sangat direkomendasikan penggunaan sistem penilaian ini dalam melakukan diagnosis dan manajemen DIC, supaya hasil diagnosis bisa tepat dan lebih tingkat kebehasilan diagnosis lebih akurat atau lebih tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Adanya gangguan sebelumnya yang mendasari ditemukannya kelainan terkait dengan DIC (no=0, yes=2)&lt;br /&gt;
* Berdasarkan hasil koagulasi global&lt;br /&gt;
**Jumlah [[platelet]] (trombosit) (&amp;gt;&amp;amp;nbsp;100k =&amp;amp;nbsp;0, &amp;lt;&amp;amp;nbsp;100k =&amp;amp;nbsp;1, &amp;lt;&amp;amp;nbsp;50k =&amp;amp;nbsp;2)&lt;br /&gt;
**Produk degradasi [[fibrin]] seperti [[D-dimer]] (tidak ada peningkatan = 0, peningkatan sedang = 2, peningkatan yang kuat = 3)&lt;br /&gt;
**Waktu protrombin yang berepanjangan (&amp;lt;&amp;amp;nbsp;3 detik = 0, &amp;gt;&amp;amp;nbsp;3 detik = 1, &amp;gt;&amp;amp;nbsp;6 detik = 2)&lt;br /&gt;
**Tingkat [[fibrinogen]] (&amp;gt;&amp;amp;nbsp;1.0g/L =&amp;amp;nbsp;0; &amp;lt;&amp;amp;nbsp;1.0g/L = 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Koagulasi+intravaskular+diseminata&amp;amp;oldid=29220978 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29220978 (2026-05-12T20:12:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>