<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Koefisien_fenol</id>
	<title>Koefisien fenol - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Koefisien_fenol"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Koefisien_fenol&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T20:36:17Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Koefisien_fenol&amp;diff=31763&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28590368; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Koefisien_fenol&amp;diff=31763&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T13:22:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28590368; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Koefisien fenol&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah perbandingan ukuran keampuhan suatu bahan [[antimikrobial]] dibandingkan dengan [[fenol]]. Fenol dijadikan pembanding karena fenol sering digunakan untuk mematikan [[mikroorganisme]]. Koefisien fenol yang kurang dari 1 menunjukkan bahwa bahan antimikrobial tersebut kurang efektif dibandingkan fenol. Sebaliknya, apabila koefisien fenol lebih dari 1 artinya bahan mikrobial tersebut lebih ampuh daripada fenol. Koefisien fenol ditentukan dengan cara membagi pengenceran tertinggi dari fenol yang mematikan [[mikroorganisme]] dalam sepuluh menit tetapi tidak mematikannya dalam lima menit terhadap pengenceran tertinggi bahan antimikrobial yang mematikan mikroorganisme dalam sepuluh menit tetapi tidak dalam lima menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu untuk menguji antibiotika adalah 18-24 jam, sedangkan untuk mata tidak mungkin selama itu. Oleh karena itu, digunakan waktu tertentu dengan metode kontak secara [[konvensional]], waktu yang paling cepat adalah 2,5 menit, paling lama 15 menit. Kekuatan fenol untuk menguji desinfektan adalah tidak lebih besar dari 5%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Desinfektan]] digunakan di rumah sakit dan [[laboratorium]] harus diuji secara berkala untuk memastikan potensi dan kemanjuran. Sebagai desinfektan tertentu kehilangan potensi pada berdiri dan penambahan bahan [[Senyawa organik|organik]], keberhasilan mereka harus diuji. Sementara metode tertentu membantu dalam memilih cairan yang tepat desinfektan untuk digunakan orang lain menguji efektivitas desinfektan sudah digunakan. Beberapa metode membandingkan kinerja dengan fenol sedangkan metode lain hanya menyatakan jika disinfektan efektif atau tidak.&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Pada tahun 1868, [[Joseph Linster]], yang mungkin dipacu oleh karya [[Pasteur]] dalam sterilisasi panas serta dekontaminasi [[urin]], [[susu]], [[peralatan bedah]], dan perban, memulai eksperimennya dalam &amp;quot;bedah antiseptik&amp;quot;. Ia semula menggunakan [[asam karbolat]] (fenol) yang tidak diencerkan. Konsentrasi ini mennyebabkan [[iritasi]] luka yang cukup bermakna. Akhirnya ia menemukan bahwa setelah diencerkan 1:40, fenol masih efektif dan peradangan secara nyata berkurang. Ia melaporkan adanya penurunan angka [[infeksi]] di rumah sakit di [[Berlin]] 90% menjadi 15%. Hingga saat ini, fenol masih digunakan sebagai pembanding atau standar dalam penentuan kemempuan desinfektan.&lt;br /&gt;
== Tujuan ==&lt;br /&gt;
Walaupun koefisien fenol ini digunakan untuk menguji desinfektan, koefisien fenol ini juga digunakan untuk menguji efisiensi kemampuan desinfektan tersebut membunuh [[jamur]], untuk menentukan nilai [[germisidal]] atau kemampuannya untuk membunu jamur pada suatu senyawa murni, serta untuk menghitung nilai [[antiseptik]]. Walaupun uji koefisien fenol ini digunakan untuk menguji kemampuan senyawa yang mirip dengan fenol, dalam tahun-tahun terakhir, hal tersebut telah berkembang secara bertahap.&lt;br /&gt;
== Ciri-ciri Desinfektan Ideal ==&lt;br /&gt;
# Aktivitas antimikrobial, pada konsentrasi rendah harus mempunyai aktivitas [[antimikrobial dengan spektrum luas]].&lt;br /&gt;
# Kelarutan, harus dapat larut dalam air atau pelarut lain sampai taraf yang diperlukan untuk dapat digunakan secara efektif.&lt;br /&gt;
# [[Stabilitas]], perubahan yang terjadi pada substansi bila dibiarkan beberapa hari harus seminimal mungkin dan tidak boleh menghilangkan sifat antimikrobialnya secara nyata.&lt;br /&gt;
# Tidak bersifat [[racun]].&lt;br /&gt;
# Homogen.&lt;br /&gt;
# Tidak bergabung dengan [[Senyawa organik|bahan organik]].&lt;br /&gt;
# Aktivitas antimikrobial pada suhu kamar.&lt;br /&gt;
# Tidak menimbulkan [[karat]] dan warna.&lt;br /&gt;
# Kemampuan menghilangkan bau yang kurang sedap.&lt;br /&gt;
# Memiliki kemampuan sebagai [[deterjen]]/ pembersih&lt;br /&gt;
# Tersedia dalam jumlah yang besar dengan harga yang pantas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Koefisien+fenol&amp;amp;oldid=28590368 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28590368 (2025-11-21T15:55:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>