<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Komedo</id>
	<title>Komedo - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Komedo"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Komedo&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T08:21:52Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Komedo&amp;diff=36493&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29451600; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Komedo&amp;diff=36493&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T17:56:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29451600; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Komedo&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; merupakan lesi non-radang berupa penyumbatan [[keratin]] dan sebum pada bukaan [[folikel rambut]] (pori-pori kulit). Komedo biasa mengandung [[bakteri]], khususnya &amp;#039;&amp;#039;Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus,&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;Malassezia furfur.&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Faktor Risiko, Penyebab, dan Patomekanisme ==&lt;br /&gt;
Penyebab dan risiko yang ditimbulkan komedo sangat beragam. Faktor yang berkemungkinan seseorang berisiko mengalami penyumbatan pori-pori adalah genetik. Faktor lain yaitu adanya kondisi yang menyebabkan resistensi [[insulin]] (seperti [[Diabetes melitus tipe 2|diabetes melitus tipe dua]]) dan tingginya kadar [[dehidroepiandrosteron]] (DHEA) serum. DHEA merupakan [[Prekursor (kimia)|prekursor]] [[Testosteron|hormon testosteron]] dan DHT. Pada [[Sindrom ovarium polikistik|sindrom ovarium polikistik (PCOS)]], dihidrotestosteron (DHT) merupakan salah satu bentuk hormon androgen poten yang diubah menjadi DHEA. Hal ini menjelaskan orang dengan [[sindrom ovarium polikistik]] dapat memiliki [[Jerawat|acne]]. Faktor lain yang dapat berperan misalnya produk-produk berminyak (seperti pomade), pakaian, dan keringat. Faktor seperti pola makan (produk turunan susu) masih belum diketahui apakah dapat memengaruhi acne.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebab acne vulgaris yang menyebabkan munculnya komedo ini sampai sekarang masih belum diketahui. Patogenesis (mekanisme) penyakit acne vulgaris bersifat kompleks. Hingga kini, ada empat unsur yang mendasari patomekanisme terbentuknya acne, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# Hiperproliferasi epidermis folikel&lt;br /&gt;
# Produksi sebum&lt;br /&gt;
# Bakteri &amp;#039;&amp;#039;Propionibacterium acnes&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
# Respons [[Radang|peradangan]] (inflamasi) dan imun&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Patomekanisme acne dianggap diawali dengan adanya mikrokomedo yang diakibatkan oleh proliferasi berlebih lapisan [[Kulit ari|epidermis]] pada bagian atas folikel rambut (infundibulum) bersamaan dengan meningkatnya adhesi (penempelan) keratinosit (sel kulit tanduk). Hingga kini, masih belum diketahui apa yang memprakarsai dan menstimulasi proliferasi berlebih dan peningkatan [[adhesi]] antarkeratinosit ini. Kedua hal ini menyebabkan obstruksi (penyumbatan) yang memungkinkan keratin, sebum, dan bakteri berakumulasi sehingga terjadi dilasi (pelebaran) pada bagian infundibulum folikel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, produksi sebum di dalam folikel berperan dalam patomekanisme acne vulgaris. Kandungan utama sebum, [[trigliserida]], akan dipecah oleh bakteri flora normal folikel &amp;#039;&amp;#039;P. acnes&amp;#039;&amp;#039; menjadi [[Asam lemak|asam lemak bebas]] &amp;#039;&amp;#039;(free fatty acids).&amp;#039;&amp;#039; Asam lemak ini justru mendorong pertumbuhan &amp;#039;&amp;#039;P. acnes&amp;#039;&amp;#039; dan berimbas pada reaksi peradangan. Reaksi peradangan ini nantinya akan menghasilkan gejala-gejala dan tanda-tanda peradangan kulit seperti kemerahan, rasa nyeri, dan [[nanah]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kondisi yang memungkinan munculnya komedo ==&lt;br /&gt;
Komedo muncul pada beberapa jenis penyakit kulit. Penyakit paling umum adalah akne vulgaris (istilah umum: adalah [[jerawat]]. Kondisi yang menyerupai acne-tetapi bukan merupakan acne sejati--seperti erupsi kulit imbas produk kosmetik, tidak memiliki lesi komedo, walaupun penampakannya mirip akne. Erupsi kulit (istilah umum: beruntusan) ini acapkali muncul misal setelah menggunakan produk kulit di wajah yang tidak cocok. Acne jenis lain seperti imbas obat-obatan [[steroid]] seperti [[Sindrom Cushing]] dan kondisi lain akibat berlebihnya hormon kortisol dalam tubuh, hiperkortisisme,  juga memiliki gejala serupa akne vulgaris, tetapi tidak memiliki komedo. Sehingga, kondisi tersebut tidak dapat disebut sebagai akne vulgaris atau jerawat. Kondisi lain adalah &amp;#039;&amp;#039;nevus comedonicus&amp;#039;&amp;#039; yang menyerupai penyakit langka yang menyerupai komedo terbuka, tetapi sesungguhnya bukan komedo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit lain yang memiliki lesi kulit berupa komedo adalah &amp;#039;&amp;#039;hidradenitis suppurativa&amp;#039;&amp;#039;. Pada penyakit ini, komedo yang muncul biasa berupa komedo terbuka yang seolah membentuk terowong (&amp;#039;&amp;#039;open-ended comedones&amp;#039;&amp;#039;) dan biasa muncul pada lipatan kulit seperti ketiak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis komedo ==&lt;br /&gt;
Komedo dibagi menjadi dua:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Komedo terbuka (&amp;#039;&amp;#039;blackhead&amp;#039;&amp;#039;): komedo yang bukaan folikel rambutnya terdilasi (melebar), sehingga sumbatannya terlihat jelas pada permukaan kulit.&lt;br /&gt;
* Komedo tertutup (&amp;#039;&amp;#039;whitehead&amp;#039;&amp;#039;): komedo yang bukaan folikel atau lubang pori-porinyanya tidak terdilasi (melebar) secara lebar, sehingga terlihat seperti [[papula]]. Sumbatan keratin dan sebum tidak terlihat jelas pada permukaan kulit karena masih tertutup lapisan kulit luar (epidermis). Karena keratin dan sebum ini tidak dapat keluar,  sumbatan ini dapat sewaktu-waktu ruptur (pecah) dan menyebabkan lesi kulit yang sifatnya meradang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komedo&amp;amp;oldid=29451600 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29451600 (2026-07-13T06:24:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>