<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Konstanta_kosmologis</id>
	<title>Konstanta kosmologis - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Konstanta_kosmologis"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Konstanta_kosmologis&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T21:55:51Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Konstanta_kosmologis&amp;diff=12124&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Konstanta_kosmologis&amp;diff=12124&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-25T22:56:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Konstanta_kosmologis&amp;amp;diff=12124&amp;amp;oldid=11724&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Konstanta_kosmologis&amp;diff=11724&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27533874; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Konstanta_kosmologis&amp;diff=11724&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-25T22:16:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27533874; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Dalam [[kosmologi fisik|kosmologi]], &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;konstanta kosmologis&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (biasanya dilambangkan dengan huruf kapital Yunani [[lambda]]: Λ) adalah kerapatan energi dari ruang, atau [[energi vakum]], yang muncul dalam [[persamaan medan Einstein|persamaan medan]] [[Albert Einstein]] dalam teori [[relativitas umum]]. Konstanta ini sering diasosiasikan dengan konsep [[energi gelap]] dan [[Kuintesensi (fisika)|kuintesensi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Einstein awalnya mengemukakan konsep ini pada tahun 1917 untuk mengimbangi pengaruh gravitasi dan menghasilkan [[alam semesta statis]], gagasan yang dipandang benar pada saat itu. Einstein meninggalkan konsep tersebut pada tahun 1931 setelah [[Edwin Hubble|Hubble]] menemukan bahwa alam semesta meluas. Dari 1930-an sampai akhir 1990-an, kebanyakan fisikawan berasumsi bahwa konstanta kosmologis bernilai sama dengan nol. Pandangan tersebut berubah ketika ditemukan pada tahun 1998 bahwa [[perluasan dipercepat alam semesta|perluasan alam semesta rupanya dipercepat]], mengimplikasikan kemungkinan bahwa konstanta kosmologis bernilai positif bukan nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak 1990-an, penelitian telah menunjukkan bahwa sekitar 68% dari kerapatan massa–energi di alam semesta bisa diatribusikan kepada sesuatu yang disebut [[energi gelap]]. Konstanta kosmologis Λ merupakan penjelasan paling sederhana yang mungkin untuk energi gelap, dan digunakan dalam model kosmologi standar terkini yang dikenal sebagai [[Model lambda-CDM|model ΛCDM]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut [[teori medan kuantum]] yang mendasari [[fisika partikel]] modern, ruang hampa didefinisikan oleh [[keadaan vakum]] yang merupakan sekumpulan &amp;#039;&amp;#039;medan kuantum&amp;#039;&amp;#039;. Semua medan kuantum mengalami fluktuasi dalam [[keadaan dasar]] (kerapatan energi terendah) mereka yang dihasilkan oleh [[energi titik nol]] yang ada di semua tempat dalam ruang. Fluktuasi titik nol tersebut seharusnya berkontribusi kepada konstanta kosmologis Λ, tetapi ketika dilakukan perhitungan fluktuasi tersebut menghasilkan energi vakum yang sangat besar. Perbedaan antara energi vakum dalam teori medan kuantum dengan energi vakum yang diamati dari kosmologi merupakan sumber perdebatan serius, dengan nilai-nilai yang diprediksi melebihi nilai-nilai yang diamati sejauh 120&amp;amp;nbsp;tingkat besaran, perbedaan yang telah disebut &amp;quot;prediksi teoretis terburuk dalam sejarah fisika!&amp;quot;. Masalah ini disebut [[masalah konstanta kosmologis]] dan merupakan salah satu misteri terbesar dalam ilmu pengetahuan, dengan banyak fisikawan menyebutkan bahwa &amp;quot;vakum memegang kunci kepada pemahaman yang lengkap mengenai alam&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
[[Albert Einstein|Einstein]] memasukkan konstanta kosmologis sebagai sebuah suku dalam [[persamaan medan Einstein|persamaan medannya]] untuk [[relativitas umum]] karena dia tidak puas dengan persamaannya yang tanpa konstanta tersebut, tampaknya, tidak memungkinkan [[alam semesta statis]]: gravitasi akan membuat alam semesta yang awalnya dalam kesetimbangan dinamis menjadi berkontraksi. Untuk mengimbangi kemungkinan ini, Einstein menambahkan konstanta kosmologis. Namun, tidak lama setelah Einstein mengembangkan teori statisnya, pengamatan oleh [[Edwin Hubble]] mengindikasikan bahwa alam semesta tampaknya meluas; ini konsisten dengan sebuah penyelesaian kosmologis untuk persamaan relativitas umum yang &amp;#039;&amp;#039;awal&amp;#039;&amp;#039; yang telah ditemukan oleh matematikawan [[Alexander Alexandrovich Friedmann|Friedmann]], yang sedang meneliti persamaan relativitas umum Einstein. Einstein dilaporkan menyebut kegagalannya menerima keabsahan persamaannya—ketika persamaannya sebelumnya memperkirakan bahwa alam semesta meluas, sebelum didemonstrasikan dalam pengamatan [[pergeseran merah]] kosmologis—sebagai &amp;quot;blunder terbesar&amp;quot;-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, menambahkan konstanta kosmologis ke persamaan Einstein tidak menghasilkan alam semesta statis pada keadaan setimbang karena [[titik kesetimbangan|kesetimbangannya]] tidak stabil: jika alam semesta meluas sedikit, maka perluasannya melepaskan [[energi vakum]], yang menyebabkan perluasan terjadi lagi. Begitu pula, alam semesta yang sedikit berkontraksi akan terus berkontraksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, konstanta kosmologis terus menjadi subjek penelitian teoretis maupun empiris. Dari sisi empirisnya, banyak data kosmologisnya dari dekade-dekade terakhir yang mendukung pandangan bahwa konstanta kosmologis positif.  Penjelasan dari nilai yang kecil tetapi positif ini merupakan tantangan teoretis yang belum dipecahkan, disebut [[masalah konstanta kosmologis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa generalisasi awal dari teori gravitasi Einstein, dikenal sebagai [[teori medan terpadu klasik]], mengemukakan sebuat konstanta kosmologis atas dasar teoretis atau menemukan bahwa konstanta tersebut muncul secara wajar dari matematikanya. Contohnya, Sir [[Arthur Stanley Eddington]] mengatakan bahwa versi konstanta kosmologis dari persamaan medan vakum mengekspresikan sifat &amp;quot;[[epistemologi]]s&amp;quot; yaitu alam semesta &amp;quot;[[teori tolok|menolok]] diri sendiri&amp;quot;, dan teori [[hubungan afin|afin]]-murni [[Erwin Schrödinger]] yang menggunakan sebuah prinsip variasonal sederhana menghasilkan persamaan medan dengan sebuah suku kosmologis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lihat pula==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Big Rip]]&lt;br /&gt;
* [[Efek Unruh]]&lt;br /&gt;
* [[Elektrodinamika kuantum]]&lt;br /&gt;
* [[Mekanisme Higgs]]&lt;br /&gt;
* [[Penyelesaian Lambdavacuum]]&lt;br /&gt;
* [[Relativitas de Sitter]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
===Catatan kaki===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bibliografi===&lt;br /&gt;
====Sumber primer====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Sumber sekunder====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pranala luar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Michael, E., University of Colorado, Department of Astrophysical and Planetary Sciences, &amp;quot;[https://web.archive.org/web/20070103073616/http://super.colorado.edu/~michaele/Lambda/lambda.html The Cosmological Constant]&amp;quot;&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
* [[Sean M. Carroll|Carroll, Sean M.]], &amp;#039;&amp;#039;[https://web.archive.org/web/20011201205845/http://pancake.uchicago.edu/~carroll/encyc/ &amp;quot;The Cosmological Constant&amp;quot;]&amp;#039;&amp;#039; (pendek), &amp;#039;&amp;#039;[https://web.archive.org/web/20040620123430/http://www.livingreviews.org/lrr-2001-1 &amp;quot;The Cosmological Constant&amp;quot;]&amp;#039;&amp;#039; (diperpanjang).&lt;br /&gt;
* [http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/6156110.stm News story: More evidence for dark energy being the cosmological constant]&lt;br /&gt;
* [http://www.scholarpedia.org/article/Cosmological_constant Cosmological constant] dari [[Scholarpedia]]&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Konstanta+kosmologis&amp;amp;oldid=27533874 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27533874 (2025-07-12T07:40:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>