<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Lanskap_alami</id>
	<title>Lanskap alami - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Lanskap_alami"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Lanskap_alami&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T01:37:32Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Lanskap_alami&amp;diff=30554&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 20346014; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Lanskap_alami&amp;diff=30554&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T22:22:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 20346014; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Lanskap alami&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;bentang lahan alami&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[lanskap]] asli yang ada sebelum dieksploitasi oleh budaya manusia. Lanskap alami dan [[lanskap budaya]] adalah bagian terpisah dari [[lanskap]]. Namun, dalam abad ke-21, lanskap yang sama sekali tidak terjamah oleh aktivitas manusia tidak ada lagi, sehingga referensi sekarang kadang-kadang dibuat untuk tingkat kealamian dalam suatu lanskap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam &amp;#039;&amp;#039;[[Silent Spring]]&amp;#039;&amp;#039; (1962) [[Rachel Carson]] menggambarkan sebuah pinggir jalan seperti yang biasa terlihat: &amp;quot;Di sepanjang jalan, pohon salam, viburnum dan alder, pakis besar, dan bunga liar memanjakan mata pengelana melalui hampir sepanjang tahun&amp;quot; dan kemudian bagaimana pemandangannya sekarang setelah penggunaan [[herbisida]]: &amp;quot;Pinggir jalan, yang dulu sangat menarik, sekarang dijajari dengan vegetasi yang kecokelatan dan layu seolah-olah tersapu oleh api&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frasa &amp;quot;lanskap alami&amp;quot; pertama kali digunakan sehubungan dengan [[lukisan lanskap]], dan [[arsitektur lanskap|seni bertaman lanskap]], untuk membedakan gaya formal dengan sesuatu yang lebih alami, lebih dekat dengan alam. [[Alexander von Humboldt]] (1769–1859) adalah yang mengkonseptualisasikan ini lebih lanjut menjadi gagasan lanskap alami yang &amp;#039;&amp;#039;terpisah&amp;#039;&amp;#039; dari [[lanskap budaya]]. Kemudian pada tahun 1908 [[ahli geografi]] [[Otto Schlüte]]r mengembangkan istilah lansekap orisinal (&amp;#039;&amp;#039;Urlandschaft&amp;#039;&amp;#039;) dan lawannya, lanskap budaya (&amp;#039;&amp;#039;Kulturlandschaft&amp;#039;&amp;#039;) dalam upaya memberi ilmu geografi suatu materi pelajaran yang berbeda dari ilmu-ilmu lain. Penggunaan awal dari frasa &amp;quot;lanskap alami&amp;quot; yang sebenarnya oleh seorang ahli geografi dapat ditemukan dalam makalah [[Carl O. Sauer]] &amp;quot;The Morphology of Landscape&amp;quot; (1925).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Asal-usul istilah ==&lt;br /&gt;
Konsep lanskap alami pertama kali dikembangkan sehubungan dengan [[lukisan lanskap]], meskipun istilah yang sebenarnya itu sendiri pertama kali digunakan dalam kaitannya dengan [[arsitektur lanskap|seni bertaman lanskap]]. Dalam kedua kasus itu, istilah tersebut digunakan untuk membedakan gaya formal dengan yang lebih alami, yang lebih dekat dengan alam. Chunglin Kwa mengemukakan, &amp;quot;bahwa orang dari abad ke-17 atau awal abad ke-18 dapat melihat pemandangan alam &amp;quot;persis seperti yang ada pada sebuah lukisan&amp;quot;, dan dengan atau tanpa menggunakan kata itu sendiri, menyebutnya sebagai lanskap.&amp;quot; Berkenaan dengan seni bertaman lanskap, John Aikin berkomentar pada tahun 1794: &amp;quot;Apa pun, oleh karena itu, ada &amp;quot;sesuatu yang baru&amp;quot; dalam pemandangan tunggal dari sebuah taman buatan, ia segera habis, sedangkan keanekaragaman tak terbatas dari sebuah lanskap alami menghadirkan flora bentuk baru yang tiada habisnya.&amp;quot;. Menulis pada tahun 1844, ahli seni bertaman lanskap Amerika yang terkenal, [[Andrew Jackson Downing]], berkomentar: &amp;quot;kanal yang lurus, bagian-bagian perairan yang bundar atau bujur, dan semua bentuk reguler dari mode geometris ... jelas akan sangat bertentangan dengan seluruh karakter dan ekspresi lanskap alami&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Catatan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* Developing a forest naturalness indicator for Europe [http://www.eea.europa.eu/publications/developing-a-forest-naturalness-indicator]&lt;br /&gt;
* Scottish heritage: Natural Spaces [http://www.snh.gov.uk/publications-data-and-research/snhi-information-service/naturalspaces/]&lt;br /&gt;
* Carl O. Sauer, &amp;quot;The Morphology of Landscape&amp;quot; &amp;#039;&amp;#039;University of California Publications in Geography&amp;#039;&amp;#039;, vol. 2, No. 2, 12 October 1925, pp.&amp;amp;nbsp;19–53 (scroll down): [https://archive.org/stream/universityofc02univ/universityofc02univ_djvu.txt]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lanskap+alami&amp;amp;oldid=20346014 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 20346014 (2022-01-28T11:18:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>