<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Levamisol</id>
	<title>Levamisol - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Levamisol"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Levamisol&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T16:38:16Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Levamisol&amp;diff=35597&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28391940; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Levamisol&amp;diff=35597&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T08:53:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28391940; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Levamisol&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; termasuk dalam obat [[anthelmintik]] atau obat cacing yang efektif mengobati penyakit [[askariasis]] atau infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang (&amp;#039;&amp;#039;[[Ascaris lumbricoides]]&amp;#039;&amp;#039;). Obat levamisol juga bermanfaat sebagai obat terapi [[kanker]], terutama kanker [[kolon]] (usus besar) dan bersifat sebagai imunomodulator.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek samping penggunaan obat ini adalah [[mual]], [[muntah]], [[diare]], [[sakit kepala]], dan reaksi [[hipersensitivitas]]. Selain itu, levamisol juga dapat menyebabkan gangguan [[hematologi]] seperti [[agranulositosis]], [[leukopenia]], dan [[trombositopenia]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penggunaan ==&lt;br /&gt;
Penggunaan levamisol pertama kali sebagai derivat [[imidazotiazol]] adalah sebagai imunomodulator atau [[imunoterapi]] (terapi penyakit autoimun). Sejak tahun 1970, levamisol digunakan untuk terapi [[artritis reumatoid]]. Perawatan pasien [[Kanker kolon dan rektum|kanker kolon]] menggunakan levamisol ini ditemukan oleh Dr. Charles Moetel pada tahun 1975, seorang ahli [[onkologi]] dari Amerika Serikat. Penelitian yang dilakukannya menunjukkan hasil kombinasi levamisol dan 5 [[Fluorourasil|florourasil]] (5-FU) dapat memperpanjang hidup pasien kanker kolon stadium 3. FDA (&amp;#039;&amp;#039;[[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat|Food and Drug Administration]]&amp;#039;&amp;#039;) Amerika Serikat menyetujui penggunaan levamisol untuk terapi kanker kolon pada tahun 1990. Namun pada tahun 2000, obat ini ditarik dari pasaran [[Amerika Serikat]] dan tahun 2003 dari [[Kanada]] karena efek agranulositosisnya. Saat ini levamisol digunakan sebagai pengobatan anthelmintik di dunia [[kedokteran hewan]]. Beberapa negara masih menggunakan obat ini untuk dikonsumsi manusia sebagai obat anticacing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Amerika, levamisol digunakan sebagai bahan tambahan untuk kokain karena struktur fisiknya yang sangat mirip, dengan tujuan untuk menambah volume kokain yang diperdagangkan. Pertama kali dideteksi sebagai campuran kokain pada tahun 2001, kadarnya sebagai unsur tambahan hanya sekitar 1%. Lalu meningkat menjadi 10% pada tahun 2009 dengan total kokain yang mengandung levamisol yang masuk ke Amerika adalah 69% (data dari [[Penegak Hukum Narkoba Pemerintah|DEA]]). Di Inggris, levamisol ditemukan pada lebih dari 50% [[kokaina]] yang diperiksa di [[laboratorium]]. Dan pada tahun 2008 ditemukan levamisol sebagai campuran [[heroin]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sifat fisik dan kimia ==&lt;br /&gt;
Levamisol dengan [[struktur kimia]] C&amp;lt;sub&amp;gt;11&amp;lt;/sub&amp;gt;H&amp;lt;sub&amp;gt;12&amp;lt;/sub&amp;gt;N&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;S memiliki [[Massa molekul relatif|berat molekul]] 204,29 g/mol, [[titik lebur]] 264,5&amp;amp;nbsp;°C, dan [[titik didih]]&amp;lt;nowiki/&amp;gt;nya 344,4&amp;amp;nbsp;°C. [[Massa jenis|Densitas]]&amp;lt;nowiki/&amp;gt;nya 1,3±0,1 gram/cm&amp;lt;sup&amp;gt;3&amp;lt;/sup&amp;gt;, [[tekanan uap]]&amp;lt;nowiki/&amp;gt;nya 0,0±0,8 mmHg pada suhu 25&amp;amp;nbsp;°C, [[volume molar]]&amp;lt;nowiki/&amp;gt;nya 154,1±7,0 cm&amp;lt;sup&amp;gt;3&amp;lt;/sup&amp;gt;. Levamisol agak sulit larut dalam air, mudah larut dalam [[alkohol]] dan [[metil alkohol]], tidak larut dalam [[eter]], dan pH 5% larutan dalam air adalah 3-4,5. Obat ini stabil dalam bentuk padat selama 4 minggu dan dalam bentuk larutan (100 mg/ml dalam pelarut air dan pH 7) stabil selama 9 hari bila diletakkan di bawah [[temperatur]] normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Farmakologi==&lt;br /&gt;
=== Farmakodinamika ===&lt;br /&gt;
==== Mekanisme kerja ====&lt;br /&gt;
Levamisol sebagai imunomodulator dan terapi untuk kanker kolon bekerja dengan cara meningkatkan fungsi [[kemotaksis]] dan proliferasi [[makrofag]], [[monosit]], dan [[limfosit]] T, merangsang pembentukan antibodi, dan meningkatkan jumlah [[sel pembunuh alami]] (&amp;#039;&amp;#039;natural killer cell&amp;#039;&amp;#039; atau sel NK). Selain itu, levamisol juga merangsang kemotaksis dan mobilitas [[neutrofil]], meningkatkan regulasi reseptor, dan meningkatkan proses maturasi sel [[dendrit]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai campuran kokain, mekanisme kerja levamisol belum diketahui dengan jelas. Diduga levamisol memberikan dampak potensiasi untuk efek asetilkolina nikotinik pada [[sistem saraf pusat]], sehingga akan memperpanjang efek [[euforia]] [[kokain]]. Levamisol juga akan di[[metabolisme]] menjadi [[aminoreks]], yang merupakan substrat [[pengangkut serotonin]], yang secara tidak langsung bekerja sebagai agonis [[serotonin]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Levamisol bekerja sebagai antiparasit melalui aktivitas reseptor [[asetilkolina]] nikotinik subtipe-L pada otot [[nematoda]]. Hal ini akan menyebabkan penurunan kemampuan cacing jantan untuk mengontrol otot-otot reproduksinya dan membatasi kemampuan untuk [[Sanggama|kopulasi]]. Cacing ini kemudian akan dikeluarkan melalui mekanisme gerakan peristaltik usus dalam 24 jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Farmakokinetika ===&lt;br /&gt;
Levamisol diabsorbsi dengan cepat dari saluran pencernaan (sekitar 2 jam). Konsentrasi plasma maksimumnya akan dicapai setelah dikonsumsi 1,5-2 jam. Levamisol dimetabolisme di hati dalam bentuk metabolit aktif dan inaktif, dengan waktu paruh 4,4-5,6 jam yang bersifat bifasik. Hanya 3,2 ± 2,9% dari dosis oral levamisol yang dieksresikan ke dalam [[urine]] sebagai metabolit p-hidroksilevamisol dan [[Tinja|feses]]. Konsentrasi p-hidroksilevamisol yang dihitung sebelum dan setelah [[hidrolisis]] urine dengan β-glukoronidase, kemudian ditentukan tingkat [[konjugasi]] metabolitnya dengan [[Asam glukuronat|asam glukoronat]]. Angka kumulatif pemulihan metabolit sebelum dan setelah [[hidrolisis]] masing-masing sebesar 1,6±1,1% dan 12,4±5,5%. Hal ini menunjukkan bahwa p-hidroksilevamisol merupakan jalur metabolisme yang penting untuk obat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Interaksi ==&lt;br /&gt;
Pemberian levamisol tidak disarankan bersamaan dengan alkohol, antikoagulan seperti warfarin, dan fenitoin karena dapat menyebabkan peningkatan risiko efek samping seperti mual, muntah, dan pusing. Penggunaan levamisol bersamaan dengan obat penghambat [[Faktor nekrosis tumor-alfa|faktor nekrosis tumor]] (&amp;#039;&amp;#039;tumor necrosis factor&amp;#039;&amp;#039; atau TNF) akan meningkatkan risiko infeksi, bersamaan dengan [[antipsikotik]] seperti [[klozapin]] akan menurunkan jumlah [[sel darah putih]], bersamaan dengan vaksin [[campak]], vaksin [[Bacillus Calmette-Guérin|bcg]], vaksin [[influenza]], vaksin virus [[Beguk|parotitis]], vaksin [[Virus polio|polio]], vaksin [[rotavirus]], vaksin [[rubela]], vaksin cacar ([[variola]]), vaksin untuk penyakit [[Demam tifoid|tifoid]], vaksin [[cacar air]] (varisela) vaksin [[demam kuning]], dan vaksin [[Herpes zoster|herpes zooster]], akan menyebabkan infeksi akibat daya tahan tubuh yang menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Efek Samping ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemakaian levamisol menimbulkan efek samping antara lain reaksi alergi, demam, mual, muntah, nyeri di mulut atau bibir, hilang nafsu makan, diare, sakit kepala, nyeri otot, dan [[nyeri punggung]]. Efek samping yang serius adalah leukopenia, agranulositosis, dan trombositopenia. Agranulositosis akibat levamisol merupakan reaksi [[Hipersensitivitas|hipersensitivitas tipe II]] (klasifikasi Coombs). Ketiga gangguan hematologi ini bersifat sementara dan sembuh spontan saat pengobatan dihentikan, tetapi akan menetap dan memburuk bila tetap mengkonsumsi levamisol. Levamisol juga menyebabkan gangguan [[dermatologi]] berupa [[kebotakan]], [[pruritus]] (gatal-gatal), dan [[urtikaria]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Levamisol&amp;amp;oldid=28391940 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28391940 (2025-11-09T15:26:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>