<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Logam_alkali_tanah</id>
	<title>Logam alkali tanah - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Logam_alkali_tanah"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Logam_alkali_tanah&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T12:02:29Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Logam_alkali_tanah&amp;diff=20922&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Logam_alkali_tanah&amp;diff=20922&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-28T03:56:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Logam_alkali_tanah&amp;amp;diff=20922&amp;amp;oldid=20522&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Logam_alkali_tanah&amp;diff=20522&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29568591; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Logam_alkali_tanah&amp;diff=20522&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-28T03:16:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29568591; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Logam alkali tanah&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[unsur kimia]] golongan 2 atau [[Golongan tabel periodik|IIA]] dari [[tabel periodik]]. Golongan ini juga dikenal sebagai golongan [[berilium]]. Golongan ini terdiri dari unsur [[berilium]] (&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Be&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;), [[magnesium]] (&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Mg&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;), [[kalsium]] (&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ca&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;), [[stronsium]] (&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Sr&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;), [[barium]] (&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ba&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;), dan [[Radioaktif|unsur radioaktif]] [[radium]] (&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ra&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;). Unsur-unsurnya memiliki sifat yang sangat mirip: mereka semua adalah logam berkilau, putih keperakan, agak [[reaktivitas (kimia)|reaktif]] pada [[suhu dan tekanan standar]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara struktural, mereka memiliki kesamaan yaitu [[kelopak elektron]] s terisi penuh; artinya, [[Orbital molekul|orbital]] ini lengkap berisi dua [[elektron]], sehingga unsur-unsur ini mudah kehilangan kedua elektron [[Subkulit|terluarnya]] untuk membentuk [[kation]] dengan [[muatan listrik|muatan]] +2, dan [[tingkat oksidasi]] (bilangan oksidasi) +2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua logam alkali tanah yang ditemukan terdapat di alam. Percobaan telah dilakukan untuk mencoba [[Sintesis|mensintesis]] [[Unbinilium|unsur 120]], calon anggota berikutnya pada golongan ini, tetapi mereka semua mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Karakteristik ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kimia ===&lt;br /&gt;
Seperti golongan lain, anggota keluarga golongan ini menunjukkan pola dalam [[konfigurasi elektron]] mereka, terutama kelopak terluar, yang mengakibatkan tren perilaku kimia:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian besar kimia telah diamati hanya untuk lima anggota pertama golongan. Kimia radium belum mapan karena [[peluruhan radioaktif|radioaktivitasnya]]; sehingga, penyajian sifat-sifatnya di sini menjadi terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Logam alkali tanah berwarna perak dan lembut, dan memiliki [[densitas]], [[titik lebur]], dan [[titik didih]] yang relatif rendah. [[Kimia|Dalam istilah kimia]], semua logam alkali tanah bereaksi dengan [[halogen]] untuk membentuk [[halida]] logam alkali tanah, yang semuanya berupa [[kristal ionik|senyawa kristal ionik]] (kecuali [[berilium klorida]], yang [[ikatan kovalen|berikatan kovalen]]). Semua logam alkali tanah, kecuali berilium, juga bereaksi dengan air untuk membentuk [[alkali]] [[hidroksida]] kuat, dan, karenanya, harus ditangani dengan sangat hati-hati. Logam alkali tanah yang lebih berat bereaksi lebih keras daripada yang ringan. Logam alkali tanah memiliki [[energi ionisasi]] terendah kedua pada periode masing-masing dalam [[tabel periodik]] karena [[muatan inti efektif]] mereka yang rendah dan kemampuan untuk mencapai konfigurasi [[kelopak terluar penuh]] dengan kehilangan hanya dua [[elektron]]. Energi ionisasi kedua semua logam alkali tanah juga relatif rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Berilium]] adalah pengecualian: Ia tidak bereaksi dengan air atau uap air, dan halidanya berikatan kovalen. Jika berilium membentuk [[Senyawa kimia|senyawa]] dengan tingkat ionisasi +2, ia akan memolarisasi awan elektron yang berada di dekatnya dengan sangat kuat dan akan menyebabkan [[tumpangsuh orbital]], karena berilium memiliki kepadatan muatan yang tinggi. Semua senyawa yang mengandung berilium memiliki [[ikatan kovalen]]. Bahkan senyawa [[berilium fluorida]], yang merupakan senyawa berilium paling ionik, memiliki titik leleh rendah dan [[Konduktivitas listrik|konduktivitas]] listrik rendah saat meleleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua logam alkali tanah memiliki dua [[elektron]] dalam kelopak valensi mereka, jadi keadaan yang disukai secara energik untuk mencapai [[kelopak elektron]] terisi penuh adalah kehilangan dua elektron untuk membentuk [[ion]] [[positif (listrik)|positif]] [[muatan listrik|bermuatan]] ganda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Senyawa dan reaksi ====&lt;br /&gt;
Semua logam alkali tanah bereaksi dengan [[halogen]] membentuk halida ionik, seperti [[kalsium klorida]] (), serta bereaksi dengan [[oksigen]] untuk oksida seperti [[stronsium oksida]] (). Kalsium, stronsium, dan barium bereaksi dengan air menghasilkan gas [[hidrogen]] dan [[hidroksida]]nya, dan juga mengalami reaksi [[transmetalasi]] untuk pertukaran [[ligan]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Fisika dan atom ===&lt;br /&gt;
Tabel di bawah ini adalah ringkasan sifat fisika dan atom utama logam alkali tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Stabilitas inti ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua logam alkali tanah, kecuali magnesium dan strontium, memiliki paling sedikit satu [[radioisotop]] alami: [[berilium-7]], [[berilium-10]], dan [[kalsium-41]] adalah [[radioisotop renik]], [[Kalsium-48]] dan [[barium-130]] memiliki [[waktu paruh]] yang sangat lama dan, dengan demikian, terjadi secara alami, dan semua [[isotop radium]] adalah [[radioaktivitas|radioaktif]]. Kalsium-48 adalah nuklida teringan yang dapat mengalami [[peluruhan beta ganda]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Radioisotop alami kalsium, kalsium-48, menyusun sekitar 0,1874% kalsium alami, sehingga, dengan demikian, kalsium alami adalah radioaktif lemah. [[Barium-130]] menyusun sekitar 0,1062% barium alami, dan, karenanya, barium juga radioaktif lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Etimologi ===&lt;br /&gt;
Logam alkali tanah dinamai sesuai dengan [[oksida]]nya, &amp;#039;&amp;#039;tanah alkali&amp;#039;&amp;#039;, yang nama kunonya adalah [[berilia]], [[Magnesium oksida|magnesia]], [[Kalsium oksida|kapur]], [[stronsia]], dan [[barita]]. Oksida ini bersifat [[basa]] (alkalis) bila bereaksi dengan air. &amp;quot;Tanah&amp;quot; adalah istilah lama yang diterapkan oleh kimiawan awal terhadap zat [[Nonlogam|non-metalik]] yang tidak larut dalam air dan tahan terhadap pemanasan—sifat yang dimiliki oleh oksida ini. Kenyataan bahwa tanah ini bukan unsur tapi [[senyawa kimia|senyawa]] diungkap oleh kimiawan [[Antoine Lavoisier]]. Dalam karyanya &amp;#039;&amp;#039;[[Traité Élémentaire de Chimie]]&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;Unsur Kimia&amp;#039;&amp;#039;) pada tahun 1789 dia menyebutnya unsur tanah pembentuk [[Garam (kimia)|garam]]. Kemudian, ia menyarankan agar alkali tanah bisa berupa oksida logam, tetapi ia mengakui bahwa ini hanyalah dugaan belaka. Pada tahun 1808 [[Humphry Davy]], yang bertindak berdasarkan gagasan Lavoisier, menjadi orang pertama yang memperoleh sampel logam melalui [[elektrolisis]] lelehan tanahnya, sehingga mendukung [[hipotesis]] Lavoisier dan menyebabkan golongan tersebut diberi nama sebagai &amp;#039;&amp;#039;logam alkali tanah&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penemuan ===&lt;br /&gt;
Senyawa kalsium [[kalsit]] dan [[kapur]] telah dikenal dan digunakan sejak zaman prasejarah. Hal yang sama berlaku untuk senyawa berilium [[beril]] dan [[zamrud]]. Senyawa logam alkali tanah lainnya ditemukan mulai awal abad ke-15. Senyawa magnesium [[magnesium sulfat]] pertama kali ditemukan pada tahun 1618 oleh seorang petani di [[Epsom]], Inggris. Stronsium karbonat ditemukan pada mineral di desa [[Strontian]], Skotlandia pada tahun 1790. Unsur terakhir adalah yang paling tidak melimpah: radioaktif [[radium]], yang diekstraksi dari [[uraninit]] pada tahun 1898.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua unsur, kecuali berilium, diisolasi melalui [[elektrolisis]] lelehan senyawanya. Magnesium, kalsium, dan stronsium pertama kali diproduksi oleh [[Humphry Davy]] pada tahun 1808, sedangkan berilium diisolasi secara terpisah oleh [[Friedrich Wöhler]] dan [[Antoine Bussy]] pada tahun 1828 dengan mereaksikan senyawa berilium dengan kalium. Pada tahun 1910, radium diisolasi sebagai logam murni oleh [[Marie Curie]] dan [[André-Louis Debierne]] juga dengan elektrolisis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Berilium ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Beril]], mineral yang mengandung berilium, telah dikenal sejak zaman [[Kerajaan Ptolemeus]] di Mesir. Meskipun pada awalnya dianggap bahwa beril adalah [[aluminium silikat]], beril kemudian ditemukan mengandung unsur yang tidak diketahui, saat tahun 1797, [[Louis-Nicolas Vauquelin]] melarutkan [[aluminium hidroksida]] dari beryl dalam alkali. Pada tahun 1828, [[Friedrich Wöhler]]  dan [[Antoine Bussy]] secara terpisah mengisolasi unsur baru ini, berilium, dengan metode yang sama, yang melibatkan reaksi [[berilium klorida]] dengan logam [[kalium]]; reaksi ini tidak mampu menghasilkan ingot berilium yang besar. Baru pada tahun 1898, ketika [[Paul Lebeau]] melakukan [[elektrolisis]] campuran [[berilium fluorida]] dan [[natrium fluorida]], sampel berilium murni yang besar dihasilkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Magnesium ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Magnesium pertama kali diproduksi oleh [[Humphry Davy|Sir Humphry Davy]] di Inggris pada tahun 1808 dengan menggunakan elektrolisis campuran magnesia dan [[Raksa(II) oksida|merkuri oksida]]. [[Antoine Bussy]] mempersiapkannya dalam bentuk yang koheren pada tahun 1831. Saran pertama Davy untuk sebuah nama adalah magnium, tetapi sekarang digunakan nama magnesium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Kalsium ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kapur]] telah digunakan sebagai bahan untuk bangunan sejak 7000 sampai 14000&amp;amp;nbsp;SM, dan [[tanur kapur]] telah ada sejak 2500&amp;amp;nbsp;SM di [[Khafaja]], [[Mesopotamia]]. Kalsium sebagai bahan telah dikenal sejak setidaknya abad pertama, karena [[Romawi Kuno]] diketahui telah menggunakan [[kalsium oksida]] yang disiapkan dari kapur. [[Kalsium sulfat]] telah dikenal mampu memperbaiki tulang patah sejak abad kesepuluh. Bagaimanapun, kalsium itu sendiri tidak diisolasi sampai tahun 1808, ketika [[Humphry Davy]], di [[Inggris]], melakukan [[elektrolisis]] pada campuran kapur dan [[Raksa(II) oksida|merkuri oksida]], setelah mendengar bahwa [[Jöns Jakob Berzelius]] telah menyiapkan amalgam kalsium dari elektrolisis kapur dalam raksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Stronsium ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1790, dokter [[Adair Crawford]], yang telah bekerja dengan barium, menyadari bahwa bijih Strontian menunjukkan sifat yang berbeda dari bijih lain yang dianggap sebagai barium. Oleh karena itu, dia menyimpulkan bahwa bijih ini mengandung mineral baru, yang diberi nama &amp;#039;&amp;#039;strontites&amp;#039;&amp;#039; pada tahun 1793 oleh [[Thomas Charles Hope]], seorang guru besar kimia di [[University of Glasgow]], yang mengkonfirmasi penemuan Crawford. Stronsium akhirnya diisolasi pada tahun 1808 oleh Sir [[Humphry Davy]] dengan elektrolisis campuran [[stronsium klorida]] dan [[Raksa(II) oksida|merkuri oksida]]. Penemuan tersebut diumumkan oleh Davy pada tanggal 30 Juni 1808 di sebuah kuliah kepada &amp;#039;&amp;#039;Royal Society&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Barium ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Barit]], mineral yang mengandung barium, pertama kali dikenali mengandung unsur baru pada tahun 1774 oleh [[Carl Scheele]], meskipun ia hanya dapat mengisolasi [[barium oksida]]. Barium oksida diisolasi kembali dua tahun kemudian oleh [[Johan Gottlieb Gahn]]. Kemudian pada abad ke-18, [[William Withering]] menengarai mineral berat di tambang timbal [[Cumberland]], yang sekarang diketahui mengandung barium. Barium sendiri akhirnya diisolasi pada tahun 1808 ketika Sir [[Humphry Davy]] menggunakan elektrolisis dengan lelehan garam, dan Davy menamai unsur tersebut &amp;#039;&amp;#039;barium&amp;#039;&amp;#039;, sesuai nama [[barita]]. Kemudian, [[Robert Bunsen]] dan [[Augustus Matthiessen]] mengisolasi barium murni dengan elektrolisis campuran barium klorida dan [[amonium klorida]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Radium ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mempelajari [[uraninit]], pada tanggal 21 Desember 1898, [[Marie Curie|Marie]] dan [[Pierre Curie]] menemukan bahwa, bahkan setelah uranium meluruh, materi yang dibuat masih bersifat radioaktif. Bahannya berperilaku agak mirip dengan [[senyawa barium]], meskipun beberapa sifat, seperti warna uji nyala dan garis spektral, jauh berbeda. Mereka mengumumkan penemuan sebuah unsur baru pada tanggal 26 Desember 1898 di &amp;#039;&amp;#039;[[French Academy of Sciences]]&amp;#039;&amp;#039;. Nama radium diberikan pada tahun 1899 dari kata &amp;#039;&amp;#039;radius&amp;#039;&amp;#039;, yang berarti &amp;#039;&amp;#039;sinar&amp;#039;&amp;#039;, karena radium memancarkan tenaga dalam bentuk sinar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kelimpahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berilium terdapat di kerak bumi dengan konsentrasi dua sampai enam [[bagian per juta]] (ppm), sebagian besar ada di tanah, dengan konsentrasi enam ppm. Berilium adalah salah satu unsur yang paling langka dalam air laut, bahkan lebih langka daripada unsur seperti [[skandium]], dengan konsentrasi 0,2 bagian per triliun. Namun, di air tawar, berilium agak lebih melimpah, dengan konsentrasi 0,1 bagian per miliar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Magnesium dan kalsium sangat banyak ditemukan di kerak bumi, dengan kalsium merupakan unsur kelima yang paling melimpah, dan magnesium kedelapan. Tak satu pun logam alkali tanah ditemukan sebagai unsur bebas, tapi magnesium dan kalsium banyak ditemukan dalam batuan dan mineral: magnesium dalam [[karnallit]], [[magnesit]], dan [[dolomit]]; dan kalsium dalam [[kapur]], [[Batugamping|batu gamping]], [[gipsum]], dan [[anhidrit]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stronsium adalah unsur kelima belas yang paling melimpah dalam kerak bumi. Kebanyakan stronsium ditemukan dalam mineral [[selestit]] dan [[stronsianit]]. Barium sedikit kurang umum, sebagian besar dalam mineral [[barit]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Radium, yang merupakan [[produk peluruhan]] [[uranium]], ditemukan di semua [[bijih]] uranium. Oleh karena waktu paruhnya yang relatif singkat, radium dari awal sejarah Bumi telah meluruh, dan sampel hari ini semuanya berasal dari peluruhan uranium yang jauh lebih lambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Produksi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian besar berilium diekstraksi dari berilium hidroksida. Salah satu metode produksi adalah [[sintering]], dilakukan dengan mencampur [[beril]], [[natrium fluorosilikat]], dan soda pada suhu tinggi untuk membentuk [[natrium fluoroberilat]], [[aluminium oksida]], dan [[silikon dioksida]]. Larutan natrium fluoroberilat dan [[natrium hidroksida]] dalam [[sifat air|air]] kemudian digunakan untuk membentuk [[berilium hidroksida]] dengan cara presipitasi. Sebagai alternatif, dalam metode lelehan, bubuk beril dipanaskan sampai suhu tinggi, didinginkan dengan air, kemudian dipanaskan sedikit lagi dalam [[asam sulfat]], menghasilkan berilium hidroksida. Berilium hidroksida dari kedua metode tersebut kemudian menghasilkan [[berilium fluorida]] dan [[berilium klorida]] melalui proses yang agak panjang. Elektrolisis atau pemanasan senyawa ini kemudian dapat menghasilkan berilium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum, stronsium karbonat diekstraksi dari mineral [[selestit]] melalui dua metode: dengan cara melindi selestit dengan [[natrium karbonat]], atau dengan cara yang lebih rumit yang melibatkan [[batubara]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghasilkan barium, bijih barit dipisahkan dari kuarsa, terkadang dengan metode [[flotasi buih]], sehingga menghasilkan barit yang relatif murni. [[Karbon]] kemudian digunakan untuk mereduksi barit menjadi [[barium sulfida]], yang dilarutkan dengan unsur lain untuk membentuk senyawa lain, seperti [[barium nitrat]]. Ini pada gilirannya didekompresi termal menjadi [[barium oksida]], yang akhirnya menghasilkan barium murni setelah bereaksi dengan [[aluminium]]. Pemasok barium yang paling penting adalah [[China]], yang memproduksi lebih dari 50% pasokan dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Aplikasi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berilium digunakan terutama untuk aplikasi militer, tapi ada juga kegunaan lain dari berilium. Dalam elektronika, berilium digunakan sebagai dopan [[semikonduktor tipe p|tipe p]] dalam beberapa semikonduktor, dan [[berilium oksida]] digunakan sebagai [[isolator listrik]] dan [[konduktor panas]] berkekuatan tinggi. Karena sifatnya yang ringan dan sifat lainnya, berilium juga digunakan dalam mekanika yang memerlukan kekakuan, ringan, dan stabilitas dimensi pada rentang suhu yang lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Magnesium memiliki banyak kegunaan yang berbeda. Salah satu kegunaannya yang paling umum adalah di industri, di mana ia memiliki banyak keunggulan struktural dibandingkan bahan lain seperti [[aluminium]], walaupun penggunaan ini telah menurun akhir-akhir ini karena sifat magnesium yang mudah terbakar. Magnesium juga sering dipadu dengan aluminium atau [[seng]] untuk membentuk bahan dengan sifat yang lebih diinginkan daripada logam murni apapun. Magnesium memiliki banyak kegunaan lain dalam aplikasi industri, seperti dalam produksi [[besi]] dan [[baja]], serta produksi [[titanium]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalsium juga memiliki banyak kegunaan. Salah satu kegunaannya adalah sebagai [[reduktor]] dalam pemisahan logam lain dari bijih, seperti [[uranium]]. Ia juga digunakan dalam produksi paduan banyak logam, seperti paduan [[aluminium]] dan [[tembaga]], dan juga digunakan untuk deoksidasi paduan. Kalsium juga memiliki peran dalam pembuatan [[keju]], [[mortar]], dan [[semen]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Strontium dan barium tidak memiliki banyak aplikasi seperti logam alkali tanah yang ringan, namun tetap ada manfaatnya. [[Stronsium karbonat]] sering digunakan dalam pemberi warna merah pada [[kembang api]], dan stronsium murni digunakan dalam studi pelepasan [[neurotransmiter]] di dalam neuron. Barium memiliki beberapa kegunaan dalam [[tabung vakum]] untuk menghilangkan gas, dan [[barium sulfat]] memiliki banyak kegunaan dalam industri [[petroleum]], serta industri lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena radioaktivitasnya, radium tidak lagi memiliki banyak aplikasi seperti dulu. Radium dulu sering digunakan dalam [[cat bercahaya]], meskipun penggunaan ini dihentikan setelah membuat sakit para pekerja. Karena orang pernah berpikir bahwa radioaktivitas adalah hal yang baik, radium pernah ditambahkan ke dalam [[air minum]], [[pasta gigi]], dan banyak produk lainnya, meskipun juga tidak digunakan lagi mengingat dampak kesehatannya. Radium bahkan tidak lagi digunakan sifat radioaktifnya, karena ada bahan yang lebih kuat dan lebih aman daripada radium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Peran biologis dan tindakan pencegahan ==&lt;br /&gt;
Magnesium dan kalsium ada di mana-mana dan penting bagi semua makhluk hidup. Mereka terlibat dalam lebih dari satu peran, misalnya, [[transporter ion|pompa ion]] magnesium atau kalsium berperan dalam beberapa proses seluler, magnesium berfungsi sebagai pusat aktif di beberapa [[enzim]], dan garam kalsium mengambil peran struktural, terutama di dalam tulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stronsium memainkan peran penting dalam kehidupan akuatik laut, terutama koral keras, yang menggunakan stronsium untuk membangun [[eksoskeleton]] mereka. Stronsium dan barium memiliki beberapa kegunaan dalam pengobatan, misalnya &amp;quot;[[makanan barium]] dalam pencitraan radiografi, sementara senyawa stronsium digunakan di beberapa [[pasta gigi]]. Kelebihan stronsium-90 adalah beracun karena radioaktivitasnya dan stronsium-90 dapat meniru kalsium dan kemudian bisa membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berilium dan radium beracun. [[Kelarutan]] berilium dalam air rendah, berarti jarang tersedia untuk sistem biologis; ia tidak memiliki peran yang diketahui dalam organisme hidup dan, jika ditemui oleh mereka, biasanya sangat beracun. Radium memiliki kelimpahan rendah dan sangat radioaktif, sehingga beracun bagi kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pengembangan ==&lt;br /&gt;
Logam alkali tanah berikutnya setelah radium diperkirakan [[Unbinilium|unsur 120]], meskipun ini mungkin tidak benar karena [[Kimia kuantum relativistik|efek relativistik]]. Sintesis unsur 120 pertama kali dilakukan pada bulan Maret 2007, ketika sebuah tim di &amp;#039;&amp;#039;[[Flerov Laboratory of Nuclear Reactions]]&amp;#039;&amp;#039; di [[Dubna]] membombardir [[plutonium]]-244 dengan ion [[besi]]-58; tetapi, tidak ada atom yang diproduksi, yang mengarah ke batas penampang 400&amp;amp;nbsp;[[barn (satuan)|fb]] pada energi yang dipelajari. Pada bulan April 2007, sebuah tim di [[Gesellschaft für Schwerionenforschung|GSI]] berusaha menciptakan unsur 120 dengan cara membombardir [[uranium]]-238 dengan [[nikel]]-64, meskipun tidak ada atom yang terdeteksi, yang mengarah ke batas reaksi 1,6 pb. Sintesis kembali diupayakan pada sensitivitas yang lebih tinggi, walaupun tidak ada atom yang terdeteksi. Reaksi lainnya telah dicoba, meski semua menemui kegagalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat limia unsur 120 diperkirakan mendekati [[kalsium]] atau [[stronsium]] bukan [[barium]] atau [[radium]]. Ini tidak biasa karena [[tren periodik]] memprediksi unsur 120 lebih reaktif daripada barium dan radium. Hal ini menurunkan [[reaktivitas (kimia)|reaktivitas]] disebabkan oleh energi yang diharapkan dari [[elektron valensi]] unsur 120, meningkatkan [[energi ionisasi]] unsur 120 dan menurunkan [[jari-jari logam]] dan [[jari-jari ion]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ekstrapolasi sederhana akan menempatkan unsur 170 sebagai anggota berikutnya dari deret ini, perhitungan menunjukkan bahwa unsur berikutnya dari rangkaian ini sebenarnya adalah unsur 166.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat Juga ==&lt;br /&gt;
* [[Golongan tabel periodik]]&lt;br /&gt;
** [[Logam alkali|Golongan 1 (IA)]] (Logam alkali)&lt;br /&gt;
** [[Unsur golongan 3|Golongan 3 (IIIB)]] (Logam tanah jarang)&lt;br /&gt;
** [[Unsur golongan 4|Golongan 4 (IVB)]]&lt;br /&gt;
** [[Unsur golongan 5|Golongan 5 (VB)]]&lt;br /&gt;
** [[Unsur golongan 6|Golongan 6 (VIB)]]&lt;br /&gt;
** [[Unsur golongan 7|Golongan 7 (VIIB)]]&lt;br /&gt;
** [[Unsur golongan 8|Golongan 8 (VIIIB)]]&lt;br /&gt;
** [[Unsur golongan 9|Golongan 9 (VIIIB)]]&lt;br /&gt;
** [[Unsur golongan 10|Golongan 10 (VIIIB)]]&lt;br /&gt;
** [[Unsur golongan 11|Golongan 11 (IB)]] (Logam koin)&lt;br /&gt;
** [[Unsur golongan 12|Golongan 12 (IIB)]] (Logam volatil)&lt;br /&gt;
** [[Golongan boron|Golongan 13 (IIIA)]] (Ikosagen/Triel)&lt;br /&gt;
** [[Golongan karbon|Golongan 14 (IVA)]] (Kristalogen/Tetrel)&lt;br /&gt;
** [[Pniktogen|Golongan 15 (VA)]] (Pniktogen/Pentel)&lt;br /&gt;
** [[Kalkogen|Golongan 16 (VIA)]] (Kalkogen)&lt;br /&gt;
** [[Halogen|Golongan 17 (VIIA)]] (Halogen)&lt;br /&gt;
** [[Gas mulia|Golongan 18 (VIIIA)]] (Aerogen/Gas mulia)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Catatan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Daftar pustaka ==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bacaan lebih lanjut ==&lt;br /&gt;
* .&lt;br /&gt;
* .&lt;br /&gt;
* Maguire, Michael E. &amp;quot;Alkaline Earth Metals.&amp;quot; &amp;#039;&amp;#039;Chemistry: Foundations and Applications&amp;#039;&amp;#039;. Ed. [[J. J. Lagowski]]. Vol. 1. New York: Macmillan Reference USA, 2004. 33–34. 4 vols. Gale Virtual Reference Library. Thomson Gale.&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Logam+alkali+tanah&amp;amp;oldid=29568591 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29568591 (2026-08-13T00:18:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>