<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Lopinavir%2Fritonavir</id>
	<title>Lopinavir/ritonavir - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Lopinavir%2Fritonavir"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Lopinavir/ritonavir&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T16:42:29Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Lopinavir/ritonavir&amp;diff=36015&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27779969; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Lopinavir/ritonavir&amp;diff=36015&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:52:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27779969; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Lopinavir/ritonavir&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;LPV/r&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;), dengan nama dagang &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Kaletra, Aluvia,&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; dan lainnya, adalah kombinasi dosis tetap untuk pengobatan dan pencegahan [[AIDS|HIV/AIDS]]. Obat ini terdiri dari [[lopinavir]] dan [[ritonavir]] dosis rendah. Obat ini digunakan secara bersamaan dengan obat [[Penanganan HIV/AIDS|ARV]] lainnya. Obat ini dapat digunakan untuk pencegahan setelah tertusuk jarum suntik atau terpaparan risiko penularan lainnya. Obat ini berupa tablet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek samping yang umum terjadi antara lain [[diare]], muntah, rasa lelah, sakit kepala, dan nyeri otot. Efek samping berat yang mungkin terjadi antara lain [[pankreatitis]], gangguan hati, dan [[Hiperglikemia|gula darah tinggi]]. Obat ini umum digunakan pada pasien [[Kehamilan|hamil]] dan memiliki profil keamanan yang baik. Kedua obat tersebut termasuk dalam kelas [[Protease inhibitor|inhibitor protease]]. Ritonavir berfungsi untuk memperlambat metabolisme lopinavir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi lopinavir/ritonavir disetujui oleh FDA pada tahun 2000. Obat ini ada dalam [[Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia]]  Biaya pengobatan dengan LPV/r di [[negara berkembang]] adalah 18,96 hingga 113,52 USD per bulan. Di Amerika Serikat obat ini tidak tersedia dalam bentuk [[Obat generik|generik]] dan harganya lebih dari 200 USD per bulan pada tahun 2016. Di Indonesia, pengobatan untuk HIV ditanggung oleh pemerintah. Pasien dapat menerima obat ARV secara gratis di beberapa fasilitas kesehatan yang tersebar di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Indikasi ==&lt;br /&gt;
Per tahun 2006, lopinavir/ritonavir merupakan salah satu komponen dari pilihan kombinasi terapi lini pertama yang direkomendasikan oleh [[Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat]]. [[Kementerian Kesehatan Republik Indonesia]] merekomendasikan penggunaan lopinavir/ritonavir sebagai terapi HIV lini kedua untuk menggantikan [[inhibitor transkriptase balik]] non-nukleosida seperti [[efavirenz]] dan [[nevirapin]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Efek samping ==&lt;br /&gt;
Efek samping yang paling sering terjadi setelah penggunaan lopinavir/ritonavir antara lain [[diare]] dan [[mual]]. Dari hasil uji klinis, diare sedang atau berat dialami hingga 27% dari pasien yang mendapat LPV/r, sedangkan mual sedang atau berat dialami hingga 16% dari pasien. Efek samping umum lainnya antara lain [[Mulas|sakit perut]], [[sakit kepala]], [[muntah]], dan ruam terutama pada anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lopinavir/ritonavir diperkirakan memiliki interaksi dengan obat lain yang merupakan substrat [[CYP3A]] dan/atau [[P-glikoprotein|P-gp]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasien dengan [[Penyakit kardiovaskular|penyakit jantung]], [[Penyakit arteri koroner|penyakit jantung iskemik]], atau [[kardiomiopati]] harus berhati-hati dalam menggunakan lopinavir/ritonavir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 8 Maret 2011, [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] memberikan peringatan bagi para tenaga kesehatan karena adanya kasus masalah kesehatan yang berat setelah bayi prematur diberikan sirop lopinavir/ritonavir. Hal tersebut terjadi kemungkinan karena adanya [[propilen glikol]] dalam sediaan tersebut. FDA merekomendasikan untuk menghindari penggunaan produk tersebut pada bayi prematur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Biaya ==&lt;br /&gt;
Karena biaya pengobatan yang tinggi dan meluasnya penyebaran HIV, pemerintah [[Thailand]] mengeluarkan lisensi wajib pada tanggal 29 Januari 2007 untuk memproduksi dan/atau mengimpor lopinavir/ritonavir versi [[Obat generik|generik]]. Menanggapi hal tersebut, Abbott Laboratories menarik permohonan registrasi lopinavir dan tujuh obat baru lainnya di Thailand dengan alasan pemerintah Thailand tidak menghormati [[Paten|hak paten]]. Sikap Abbott dikecam oleh beberapa [[Lembaga swadaya masyarakat|LSM]] di seluruh dunia, seperti [[ACT UP|Act Up-Paris]] dan seruan oleh [[AIDES]], LSM Prancis, untuk [[Boikot|memboikot]] semua obat-obatan Abbott.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lopinavir%2Fritonavir&amp;amp;oldid=27779969 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27779969 (2025-09-05T02:44:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>