<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Mandai_%28hidangan%29</id>
	<title>Mandai (hidangan) - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Mandai_%28hidangan%29"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Mandai_(hidangan)&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T14:05:18Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Mandai_(hidangan)&amp;diff=36674&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29322929; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Mandai_(hidangan)&amp;diff=36674&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T22:34:09Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29322929; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Manday &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;mandai&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah salah satu jenis hidangan alternatif dari daerah [[Kalimantan Selatan]] dan [[Kalimantan Tengah]]. Mandai disebut juga &amp;#039;&amp;#039;mandai basanga&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;mandai baoseng&amp;#039;&amp;#039;, yaitu kulit buah [[cempedak]] atau kulit buah nangka yang digoreng atau ditumis. [[Suku Banjar|Orang Banjar]] biasanya menyebut makanan dari kulit cempedak ini sebagai manday, tetapi ada juga yang menyebutnya &amp;#039;&amp;#039;dami&amp;#039;&amp;#039;, juga dikenal dengan &amp;#039;&amp;#039;wadi tiwadak&amp;#039;&amp;#039; karena hasil fermentasi (&amp;#039;&amp;#039;wadi&amp;#039;&amp;#039;) kulit cempedak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Keunikan dan Manfaat Mandai ==&lt;br /&gt;
Mandai dibuat dari kulit bagian dalam buah cempedak setelah kulit luar dikupas, dicuci, kemudian digarami &amp;amp; difermentasi. Sebagai makanan berbahan dasar kulit buah, mandai mencerminkan kearifan lokal masyarakat Kalimantan dalam memanfaatkan bahan pangan secara maksimal. Selain itu, mandai memiliki nilai ekonomi karena dapat diolah menjadi produk olahan yang bernilai jual tinggi. Selain menjadi hidangan lezat, mandai juga mengandung serat yang tinggi karena berasal dari kulit buah. [[Fermentasi]] selama proses perendaman dapat meningkatkan cita rasa serta memperpanjang daya tahan mandai tanpa bahan pengawet tambahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara pembuatan ==&lt;br /&gt;
Penyajian mandai bisa divariasikan dengan tambahan bawang, cabai, atau penyedap rasa saat digoreng atau ditumis untuk menambah cita rasa. Proses pembuatannya dimulai dengan mengupas kulit luar cempedak yang memiliki tekstur bergerigi. Setelah itu, kulit tersebut dicuci hingga bersih dan dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Selanjutnya, potongan kulit cempedak dicampurkan dengan garam dan penyedap rasa, dengan takaran yang disesuaikan dengan selera masing-masing. Proses pembuatan mandai dilakukan dengan mengawetkan kulit cempedak dalam jangka waktu tertentu. Teknik pengawetan ini cukup mudah, yaitu mencampurkan kulit [[cempedak]] atau kulit buah [[nangka]] dengan garam, lalu menyimpannya dalam wadah tertutup rapat dan dibiarkan selama beberapa hari untuk proses fermentasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rasa khas dan tradisi ==&lt;br /&gt;
Ada berbagai olahan dari Mandai: Oseng Mandai, Sambal Mandai, Keripik Mandai, serta varian rasa pedas, manis, campuran bumbu lokal. Kuliner mandai kerap memanfaatkan bahan lokal, seperti [[umbut rotan]], daging liar, [[ikan air tawar]], serta berbagai tumbuhan liar lainnya. Penggunaan bahan alami ini memberikan rasa yang autentik dan unik pada masakan mandai. Selain itu, rempah seperti [[kunyit]], [[jahe]], [[lengkuas]], dan [[Serai dapur|serai]] sering digunakan untuk memberikan aroma dan rasa yang khas pada hidangan mandai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mandai+%28hidangan%29&amp;amp;oldid=29322929 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29322929 (2026-06-06T21:04:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>