<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Mesotelioma</id>
	<title>Mesotelioma - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Mesotelioma"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Mesotelioma&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-17T04:46:46Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Mesotelioma&amp;diff=30113&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29570238; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Mesotelioma&amp;diff=30113&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T17:17:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29570238; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Mesotelioma&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; () adalah sebuah jenis [[kanker]] yang berkembang pada lapisan tipis jaringan tubuh yang menutupi banyak organ dalam (dan dikenal sebagai Mesotelium). Bagian tubuh yang paling sering terjangkit pada selaput [[paru-paru]] dan dinding [[dada]] (pleura), dan lebih jarang terjadi di [[peritoneum|lapisan perut]] dan [[perikardium|kantung yang mengelilingi jantung]], atau pada [[tunica vaginalis|kantung yang mengelilingi testis]] bisa saja terjangkit. Tanda-tanda dan gejala jika terjangkit kanker mesotelioma biasanya ditandai adanya [[sesak napas]] karena [[efusi pleura|cairan di sekitar paru]], kemudian perut membengkak, terasa nyeri di dinding dada, [[batuk]], rasa lelah, dan terjadinya penurunan berat badan. Gejala ini akan muncul secara perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 80% kasus kanker mesotelioma disebabkan karena terpapar [[asbestos]] (asbes), dan semakin besar [[eksposur]] maka semakin besar risiko yang dialami. Pada tahun 2013 silam, terdapat 125 juta orang di seluruh dunia, terpapar [[asbestos]] di tempat kerja. Risiko tertinggi terjangkit terjadi pada orang yang bekerja di bidang asbes, sesuatu yang memproduksi asbes, tinggal bersama dengan pekerja asbes, atau juga  bekerja di gedung yang memakai asbes. Mencuci pakaian seseorang yang bekerja dengan asbes juga dapat meningkatkan risiko terkena Mesotelioma. Faktor lain penyebab terjangkit adalah faktor [[genetika]] dan terinfeksi [[virus simian 40]]. Diagnosis dapat ditemukan melalui [[rontgen]] [[dada]] dan [[CT scan]], dan juga melakukan [[sitologi|pemeriksaan cairan yang dihasilkan oleh kanker]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saran pencegahan utama supaya terhindar dari kanker ini adalah mengurangi intensitas dengan paparan asbes. Sementara untuk perawatan bagi penderita pada umumnya melalui [[bedah]], [[terapi radiasi]], dan juga [[kemoterapi]]. Cara lain yakni melakukan [[pleurodesis]], menggunakan zat [[talc]] untuk menggores [[pleura]], untuk mencegah cairan menumpuk di sekitar [[paru-paru]]. Pengobatan dengan [[kemoterapi]] mencakup pengobatan [[sisplatin]] dan [[pemetreksed]]. Rata-rata orang yang dapat bertahan hidup selama lima tahun pasca diagnosis di [[Amerika Serikat]] hanya sekitar 8%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama tahun 2015, terdapat 60.800 orang didiagnosis menderita mesotelioma, dan 32.000 orang diantaranya telah meninggal. Tingkat pengidap kanker mesotelioma sangat bervariasi di berbagai negara, dan paling banyak terjadi di [[Australia]], [[Britania Raya]], sementara paling rendah terjadi di [[Jepang]]. Kasus yang ditemukan di Amerika Serikat sekitar 3.000 orang setiap tahunnya, Pengidap Mesotelioma lebih banyak menjangkit [[laki-laki]] dibanding [[perempuan]], dan diagnosis terjadi pada usia 65 tahun, dan kebanyakan kasus kematian terjadi diusia 70 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tanda dan gejala==&lt;br /&gt;
===Paru-paru===&lt;br /&gt;
Pada banyak kasus penderita mesotelioma, gejala dan tanda akan terlihat setelah 20 hingga 50 tahun atau bahkan lebih, setelah terpapar asbes. tada-tanda paling umum terjadi ialah penderita akan merasa [[sesak napas]], kemudian [[batuk]], dan juga [[nyeri]] di dada. Cairan yang menumpuk di rongga pleura ([[efusi pleura]]) adalah gejala utama kanker mesotelioma pleura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pleura yang dipengaruhi mesotelioma akan menunjukkan tanda dan gejala:&lt;br /&gt;
* [[Nyeri]] pada dada&lt;br /&gt;
* [[Sesak napas]]&lt;br /&gt;
* [[Efusi pleura]], ada cairan yang mengelilingi paru-paru&lt;br /&gt;
* [[Anemia]] atau merasa lelah&lt;br /&gt;
* [[Batuk]] atau suara serak&lt;br /&gt;
* [[Darah]] pada cairan [[dahak]] ketika batuk ([[hemoptisis]])&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Perut===&lt;br /&gt;
Gejala umum yang tampak bagi penderita mesotelioma ialah adanya pembengkakan di perut dan terasa [[nyeri]] akibat [[asites]]. Selain itu, gejala lainnya ialah:&lt;br /&gt;
* [[berat|Berat badan]] menurumn&lt;br /&gt;
* [[Demam]]&lt;br /&gt;
* [[keringat|Keringat malam]]&lt;br /&gt;
* [[Makan|Nafsu makan]] berkurang&lt;br /&gt;
* [[Muntah]]&lt;br /&gt;
* [[sembelit]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jantung===&lt;br /&gt;
Gejala terjangkit mesotelioma pada [[jantung]] tidak spesifik, namun kasus yang menimpa beberapa orang  menunjukkan tanda-tanda seperti [[perikarditis konstriktif]], [[gagal jantung]], [[emboli paru]], dan juga [[tamponade jantung]]. Juga akan terjadi rasa [[nyeri]] pada dada substernal, kemudian terjadi [[ortopnea]] atau rasa [[sesak nafas]] ketika berbaring, dan gejala ini terjadi dikarenakan ada [[tumor]] yang menyusup ke dalam jantung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Gejala penderita parah===&lt;br /&gt;
Untuk gejala bagi penderita mesotelioma yang sudah parah, akan menunjukkan tanda-tanda berikut:&lt;br /&gt;
* [[Tromboflebitis]], disebabkan terjadinya penggumpalan darah di [[pembuluh darah]]&lt;br /&gt;
* [[Koagulasi intravaskular diseminata]], adanya kelainan sehingga terjadi perdarahan di beberapa organ tubuh&lt;br /&gt;
* [[Jaundice]], menyebabkan [[mata]] dan [[kulit]] akan menguning&lt;br /&gt;
* [[Hipoglikemia]], [[gula darah]] rendah&lt;br /&gt;
* [[Efusi pleura]], cairan menumpuk pada [[rongga pleura]]&lt;br /&gt;
* [[Emboli paru]], adanya pembekuan [[darah]] di bagian [[arteri]] paru-paru&lt;br /&gt;
* [[Asites]] yang parah&lt;br /&gt;
Jika kanker mesotelioma mengalami [[metastasis]] atau menyebar, maka bagian tubuh yang paling sering terimbas ialah bagian [[jantung]], [[kelenjar adrenal]], [[ginjal]], dan juga [[paru-paru]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Diagnosis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendiagnosis kanker mesotelioma, dapat dilakukan dengan cara [[pencitraan medis]] namun harus disertai kepastiannya dengan [[biopsi]]. Namun, secara [[klinis]] harus dibedakan dari jenis penyakit pleura atau paru lainnya, termasuk penyakit pleura reaktif, [[karsinoma paru]] primer,  [[metastasis]] pleura dari kanker lain, dan penyakit kanker pleura primer lainnya. Mesotelioma perikard primer dapat didiagnosis setelah penderita mengalami [[metastasis]] atau penyebaran kankerke [[kelenjar getah bening]] atau [[paru-paru]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Pencitraan medis===&lt;br /&gt;
Cara mendiagnosis penyakit mesotelioma sering mengalami kesulitan, disebabkan karena gejala penyakit ini mirip dengan beberapa penyakit lainnya. Untuk memastikan seseorang terjangkit mesotelioma, terlebih dahulu memeriksa [[riwayat kesehatan]] si [[pasien]], termasuk pemeriksaan riwayat paparan asbes. Pemeriksaan awal dimulai dengan pengecekan [[fisik]] pasien, kemudian melakukan [[rontgen|rontgen dada]] dan juga [[spirometri|tes fungsi paru]]. Rontgen dada akan memperlihatkan penebalan pleura jika seseorang memiliki paparan asbes dan ini merupakan gejala mesotelioma. Dan biasanya akan dilakukan pemindaian (&amp;#039;&amp;#039;scan&amp;#039;&amp;#039;)  &amp;#039;&amp;#039;computed tomography&amp;#039;&amp;#039; ([[computed tomography|CT]] atau CAT) atau &amp;#039;&amp;#039;magnetic resonance imaging&amp;#039;&amp;#039; ([[Magnetic Resonance Imaging|MRI]]). Jika hasil &amp;#039;&amp;#039;scan&amp;#039;&amp;#039; menunjukkan adanya sejumlah cairan, maka sel-sel abnormal akan dapat dideteksi melalui [[sitopatologi]] jika cairan tersebut [[biopsi|disedot]] menggunakan jarum suntik. Namun, jika hasil &amp;#039;&amp;#039;scan&amp;#039;&amp;#039; tidak memperlihatkan adanya sel ganas, bukan berarti kanker mesotelioma tidak ada, bisa jadi diagnosis dapat dilihat melalui [[tuberkulosis]] dan [[gagal jantung]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Biopsi===&lt;br /&gt;
Diagnosis mesotelioma ganas, perlu dilakukan [[biopsi]], [[medsi|tes medis]] oleh [[ahli bedah]] untuk pemeriksaan keberadaan atau luas sebaran penyakit. Seorang dokter akan mengambil sampel jaringan dan memeriksanya di bawah mikroskop oleh [[histopatologi|ahli patologi]]. Pemeriksaan dengan biopsi dilakukan dengan beberapa cara, tergantung pada letak kelainan. Jika kanker berada di area [[dada]], maka dokter akan melakukan [[torakoskopi]]. Dengan cara ini, dokter akan sedikit menyayat dinding dada dan kemudian memasukkan tabung tipis berlampu, [[torakoskop]] ke dalam dada di antara dua tulang rusuk, dan mengambil sampel pada jaringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Imunokimia===&lt;br /&gt;
Studi imunohistokimia memiliki peran penting bagi para ahli patologi untuk membedakan penyakit mesotelioma ganas dari penyakit neoplastik tiruan, seperti [[kanker payudara]] atau [[kanker paru-paru]] yang telah bermetastasis atau menyebar ke pleura. Tanda indikasi adanya kanker mesotelioma; jika dalam pemeriksaan ada gejala postif untuk kanker lain, seperti adenokarsinoma payudara atau paru-paru, maka kemungkinan besar itu merupakan kanker lain. Calretinin menjadi penanda untuk membedakan mesotelioma dari [[kanker payudara]] atau paru-paru yang sudah [[metastasis|bermetastasis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Subtipe===&lt;br /&gt;
Ada tiga jenis atau subtipe mesotelioma maligna, yakni epiteloid, sarkoma, dan bifasik. Untuk dua subtipe mesotelioma yakni epiteloid dan bifasic, membentuk  75-95% mesotelioma dan dibuktikan secara historologis, sedangkan subtipe sarkoma belum dipelajari lebih mendalam. Terlepas dari subtipenya, kebanyakan mesoteliomas akan mengekspresikan sitokeratin 5 sebagai tingkat tertinggi. Menandai subtipe mesotelioma epiteloid akan menunjukkan kadar calretinin yang tinggi. Dan sebaliknya, subtipe mesotelioma sarkoma tidak mengekspresikan kadar calretinin yang tinggi.&lt;br /&gt;
===Stadium===&lt;br /&gt;
Penentuan [[Stadium kanker|stadium]] pada kanker mesotelioma merujuk pada rekomendasi dari International Mesothelioma Interest Group. Untuk melakukan [[Klasifikasi TNM|klarifikasi TNM]] tumor primer, akan melibatkan [[kelenjar getah bening]], dan terjadinya [[metastasis]]. Stadium mesotelioma diurutkan dari stadium Ia-IV (satu-A hingga empat) berdasarkan status TNM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pencegahan==&lt;br /&gt;
Cara utama dan paling umum untuk mencegah penyakit mesotelioma adalah mencegah terjadinya paparan asbes, ini berdasarkan hasil kajian dari semua kasus atau penyakit yang sama. AS [[National Institute for Occupational Safety and Health]] (Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja) [[Amerika Serikat]] membuat aturan batas paparan yang disarankan penggunaan asbes, yakni 0,1 serat asbes per sentimeter kubik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Skrining==&lt;br /&gt;
Tidak ada [[protokol]] khusus yang disepakati untuk melakukan [[skrining]] bagi orang yang telah terpapar [[asbestos|asbes]]. Meski demikian, dengan melakukan tes skrining, penyakit ini dapat didiagnosis lebih awal, dan dapat membantu kelangsungan hidup pasien. Tingkat [[plasma darah]] atau [[plasma darah|serum]] [[osteopontin]] berguna dalam melakukan skrining terhadap orang yang terpapar asbes. Kadar [[protein]] terkait mesotelin dapat meningkat larutan dalam serum terhadap sekitar 75% pasien saat diagnosis, dan itu sangat berguna untuk melakukan skrining. Para dokter ahli mesotelioma telah mulai melakukan  [[pengujian Mesomark]], untuk mengukur tingkat protein terkait [[mesotelin]] yang dilepaskan oleh sel mesothelioma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Prognosa==&lt;br /&gt;
Mesotelioma sering kali memiliki prognosa yang buruk. Proses pemulihan pasca operasi berada pada rentang waktu 12 hingga 21 bulan, tergantung pada tingkat atau stadium penyakit saat didiagnosis. Tingkat pasien yang dapat bertahan hidup selama lima tahun pasca operasi rata-rata sekitar 7,5%. Sementara, tingkat bertahan hidup lebih postif kepada [[perempuan]], usia muda, dan orang yang mengisap kanker stadium rendah. Dan prognosa negatif bagi pasien yang memiliki jumlah trombosit tinggi (di atas 400.000), juga pasien 50 tahun keatas, pasien yang memiliki [[sel darah putih]] di atas 15,5, memiliki kadar glukosa rendah dalam cairan [[pleura]], kadar [[albumin]] rendah, dan kadar fibrinogen tinggi. Bagi penderita hal tesebut, memiliki kelangsungan hidup yang sangat sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mesotelioma&amp;amp;oldid=29570238 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29570238 (2026-08-13T07:21:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>