<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Mikrofosil</id>
	<title>Mikrofosil - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Mikrofosil"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Mikrofosil&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T19:29:50Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Mikrofosil&amp;diff=31653&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28453458; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Mikrofosil&amp;diff=31653&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:56:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28453458; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Mikrofosil&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah jenis [[fosil]] yang umumnya memiliki ukuran di antara 0.001 mm dan 1 mm. Karena ukurannya yang kecil, studi visual dari mikrofosil membutuhkan [[mikroskop]] cahaya atau [[mikroskop elektron]]. Berkebalikan dari mikrofosil, sebuah fosil yang dapat diteliti dengan mata telanjang atau alat pembesar sederhana seperti [[kaca pembesar]] disebut dengan [[makrofosil]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mikrofosil merupakan sebuah fitur umum di [[catatan geologis]], mulai dari eon [[Prakambrium]] hingga [[Holosen|masa kini]]. Mereka merupakan salahsatu [[Deposit (geologi)|deposit]] paling umum pada lingkungan [[laut]], tetapi mereka juga dapat ditemukan di deposit [[air payau]], [[air tawar]] dan [[Batuan sedimen|sedimen]] darat. Meski semua [[Kerajaan (biologi)|kerajaan]] [[kehidupan]] memiliki perwakilannya pada catatan mikrofosil, wujud yang paling umum ditemukan adalah [[cangkang protista]] (seperti [[test]]) atau [[kista mikroba]] dari [[Chrysophyta]], [[Pyrrhophyta]], [[Sarcodina]], [[Acritarch]] dan [[Chitinozoa]], bersama dengan [[serbuk sari]] dan [[spora]] dari [[tumbuhan berpembuluh]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ringkasan ==&lt;br /&gt;
Mikrofosil merupakan sebuah istilah deskriptif yang digunakan untuk merujuk fosil hewan dan tumbuhan dengan ukuran yang lebih kecil daripada tingkat yang mana pada tingkat itu fosil dapat dianalisis menggunakan mata telanjang. Perbatasan antara ukuran fosil mikro dan makro yang paling umum digunakan adalah 1 mm. Mikrofosil dapat merupakan fosil lengkap (atau hampir lengkap) dari suaru organisme (seperti mikrofosil [[foraminifera]] dan [[kokolitofor]]), atau bagian komponen tubuh (seperti gigi kecil atau spora) dari hewan atau tumbuhan yang lebih besar. Mikrofosil memainkan peran yang teramat penting dalam meneliti [[Paleoklimatologi|iklim purba]], dan juga umum digunakan oleh ahli [[biostratigrafi]] untuk menanggali suatu unit batuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mikrofosil ditemukan pada sisa-sisa batuan dan sedimen yang pernah ditinggali sebuah organisme. Mikrofosil daratan mencakup serbuk sari dan spora, sementara mikrofosil laut yang ditemukan di [[sedimen laut]] adalah salahsatu sumber mikrofosil paling besar di Bumi. Dimanapun di lautan, organisme [[protista]] mengganda dengan cepat, dan kebanyakan dari mereka menumbuhkan [[Test|cangkang kecil]] yang mudah terfosilisasi. Hal tersebut mencakup fosil cangkang dari [[foraminifera]], [[dinoflagellata]] dan [[radiolaria]]. Paleontolog tertarik dengan mikrofosil ini karena mereka dapat digunakan untuk menentukan bagaimana iklim dan lingkungan berubah seiring waktu, dan membantu menemukan sumber [[minyak bumi]] dan [[gas alam]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa mikrofosil terbentuk dari organisme [[Koloni (biologi)|kolonial]] seperti [[Bryozoa]] (terkhususnya pada [[Cheilostomata]]), yang dapat membentuk koloni yang besar, dan diklasifikasikan bedasarkan perbedaan kecil dari test mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 2017, mikroorganisme fosil ditemukan pada sebuah [[Reaksi pengendapan|endapan]] [[ventilasi hidrotermal]] di [[Sabuk Batuhijau Nuvvuagittuq]] di Quebec, Kanada, yang berasal dari 4280 juta tahun lalu, menjadikannya [[Bentuk kehidupan paling awal yang diketahui|catatan kehidupan paling tua di Bumi]], menyarankan &amp;quot;sebuah kemunculan hampir instan kehidupan&amp;quot; (dalam skala waktu geologi), setelah pembentukan lautan sekitar 4410 juta tahun lalu, dan tak lama setelah pembentukan bumi 4540 juta tahun lalu. Bagaimanapun, beberapa ilmuwan mengklaim bahwa kehidupan masih dapat terbentuk lebih awal lagi, pada 4500 juta tahun lalu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mikrofosil&amp;amp;oldid=28453458 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28453458 (2025-11-13T08:22:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>