<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Mikroorganisme</id>
	<title>Mikroorganisme - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Mikroorganisme"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Mikroorganisme&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T22:21:35Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Mikroorganisme&amp;diff=31407&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29570865; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Mikroorganisme&amp;diff=31407&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:30:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29570865; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Mikroorganisme&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, juga disebut &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;mikrob&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;jasad renik&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, adalah [[organisme]] yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme disebut juga organisme mikroskopik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mikroorganisme sering kali [[sel (biologi)|bersel]] tunggal (uniseluler) namun ada juga yang bersel banyak (multiseluler). Beberapa [[protista]] bersel tunggal masih dapat terlihat oleh mata telanjang, sementara beberapa spesies multiseluler tidak terlihat dengan [[mata]] telanjang. [[Virus]] juga termasuk ke dalam mikroorganisme meskipun tidak bersifat seluler.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilmu yang mempelajari mikroorganisme disebut [[mikrobiologi]]. Orang yang bekerja di bidang ini disebut mikrobiolog.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mikroorganisme berukuran sangat kecil yang umumnya tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan hanya dapat diamati menggunakan alat bantu seperti [[mikroskop]]. Mikroorganisme terdapat hampir di seluruh lingkungan di Bumi, mulai dari tanah, air, udara, hingga di dalam tubuh makhluk hidup. Kelompok ini mencakup berbagai jenis organisme, seperti [[bakteri]], archaea, jamur mikroskopis (misalnya ragi dan kapang), [[protozoa]], serta [[alga]] [[Mikroskop|mikroskopis]]. Selain itu, virus sering juga dibahas dalam konteks mikroorganisme, meskipun secara biologis virus tidak sepenuhnya dianggap sebagai makhluk hidup karena tidak memiliki struktur sel dan hanya dapat bereplikasi di dalam sel [[inang]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Peran ==&lt;br /&gt;
Mikroorganisme memiliki peran yang sangat penting dalam [[ekosistem]]. Banyak mikroorganisme berfungsi sebagai pengurai yang memecah bahan organik mati menjadi zat-zat sederhana sehingga unsur hara dapat kembali ke tanah dan dimanfaatkan oleh tumbuhan. Dalam siklus biogeokimia, mikroorganisme berperan dalam proses seperti siklus nitrogen dan karbon. Beberapa mikroorganisme juga bersifat simbiotik, yaitu hidup bersama organisme lain dan memberikan manfaat, misalnya bakteri dalam sistem pencernaan manusia yang membantu proses pencernaan dan produksi vitamin tertentu. Namun, sebagian mikroorganisme dapat bersifat patogen, yaitu menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, maupun tumbuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam bidang [[Ilmu|ilmu pengetahuan]] dan [[teknologi]], mikroorganisme dimanfaatkan secara luas dalam berbagai industri. Pada industri pangan, mikroorganisme digunakan dalam proses fermentasi untuk menghasilkan produk seperti roti, yogurt, keju, tempe, dan kecap. Dalam bidang kesehatan, mikroorganisme dimanfaatkan untuk produksi antibiotik, vaksin, serta berbagai produk bioteknologi modern. Di sektor lingkungan, mikroorganisme digunakan dalam pengolahan limbah dan bioremediasi untuk membantu menguraikan polutan. Dengan kemajuan teknologi, penelitian tentang mikroorganisme terus berkembang dan memberikan kontribusi besar dalam pemahaman tentang kehidupan serta dalam pengembangan ilmu kedokteran, pertanian, dan industri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara keseluruhan, mikroorganisme merupakan komponen fundamental dalam kehidupan di Bumi. Meskipun berukuran kecil, perannya sangat besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mendukung kehidupan makhluk lain, serta memberikan manfaat ekonomi dan ilmiah yang luas. Oleh karena itu, studi tentang mikroorganisme menjadi bagian penting dalam ilmu biologi dan berbagai disiplin ilmu terapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Definisi ==&lt;br /&gt;
Mikroorganisme biasanya dianggap mencakup semua [[prokariota]], [[protista]], dan [[alga]] renik. [[Fungi]], terutama yang berukuran kecil dan tidak membentuk [[hifa]], dapat pula dianggap sebagai bagiannya, meskipun banyak yang tidak menyepakatinya. Kebanyakan orang beranggapan bahwa yang dapat dianggap mikroorganisme adalah semua organisme sangat kecil yang dapat dibiakkan dalam cawan petri atau [[inkubator]] di dalam [[laboratorium]] dan mampu memperbanyak diri secara [[mitosis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mikroorganisme berbeda dengan sel [[makrooganisme]]. Sel makroorganisme tidak bisa hidup bebas di alam melainkan menjadi bagian dari struktur multiselular yang membentuk jaringan, organ, dan sistem organ. Sementara, sebagian besar mikrooganisme dapat menjalankan proses kehidupan dengan mandiri, dapat menghasilkan energi sendiri, dan bereproduksi secara independen tanpa bantuan [[sel]] lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
=== Awal abad modern ===&lt;br /&gt;
Ilmuwan Turki [[Akshamsaddin]] menyebut mikroba dalam &amp;#039;&amp;#039;Maddat ul-Hayat&amp;#039;&amp;#039; sekitar dua abad sebelum penemuan [[Antony van Leeuwenhoek|Antonie van Leeuwenhoek]]. Pada tahun 1546, [[Girolamo Fracastoro]] mengusulkan penyakit epidemi disebabkan oleh entitas mirip benih yang dapat menularkan infeksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antonie van Leeuwenhoek menemukan dan melakukan eksperimen mikroorganisme pada tahun 1673 dengan menggunakan mikroskop rancangannya. [[Robert Hooke]], mengamati kehidupan mikroba dan menciptakan istilah &amp;quot;[[Sel (biologi)|sel]]&amp;quot; dalam bukunya &amp;#039;&amp;#039;[[Micrographia]]&amp;#039;&amp;#039; pada tahun 1665.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Abad ke-19 ===&lt;br /&gt;
[[Louis Pasteur]] (1822–1895) bereksperimen merebus kaldu dalam wadah dengan filter dan tabung melengkung. Tidak ada mikroorganisme dalam kaldu di awal eksperimen dan tidak ada yang tumbuh selama eksperimen. Ini membuktikan organisme hidup berasal dari [[spora]] yang menempel pada debu, bukan muncul secara spontan. Jadi, Pasteur menolak teori [[pembentukan spontan]] dan ia mendukung [[teori kuman penyakit]]..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1876, Robert Koch (1843–1910) membuktikan mikroorganisme dapat menyebabkan penyakit melalui eksperimennya dengan menggunakan darah sapi yang terinfeksi antraks. Ia mengembangkan [[postulat Koch]]  untuk menghubungkan mikroorganisme dengan penyakit. Meskipun tidak selalu berlaku, postulat ini penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penemuan mikroorganisme seperti Euglena yang tidak termasuk dalam hewan atau tumbuhan menyebabkan penamaan kerajaan ketiga, Protoctista oleh John Hogg pada tahun 1860 dan Protista oleh Ernst Haeckel pada tahun 1866.&lt;br /&gt;
Pada akhir abad ke-19, [[Martinus Beijerinck]] menemukan virus dan mengembangkan teknik kultur pengayaan. [[Sergei Winogradsky]] mengembangkan konsep [[kemolitotrof]] dan mengungkap peran penting mikroorganisme dalam proses geokimia serta mengisolasi bakteri [[nitrifikasi]] dan [[fiksasi nitrogen]].[[Félix d&amp;#039;Herelle|Felix d&amp;#039;Herelle]] ikut menemukan bakteriofag dan menjadi salah satu mikrobiolog terapan awal.&lt;br /&gt;
== Klasifikasi ==&lt;br /&gt;
Klasifikasi mikroorganisme / mikroba memiliki sejarah panjang yang ditandai oleh beragam usulan sistem [[taksonomi]]. Pada umumnya, klasifikasi tersebut menggunakan metode pencirian berdasarkan : ciri [[Morfologi (biologi)|morfologi]], persyaratan [[nutrisi]], ciri biakan, ciri [[Metabolisme|metabolik]], komponen kimiawi dan [[Patogenisitas|patogenitas]].  [[Sistematika mikroba]], di antaranya meliputi: klasifikasi dan taksonomi, [[Tata nama|nomenklatur]] dan [[identifikasi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan dari klasifikasi mikroba ialah mengatur posisi atau kedudukan dari berbagai organisme di alam. Selain itu bertujuan untuk [[Stabilitas (teori pemelajaran)|stabilitas]] serta sebagai perkiraan sifat dari anggota kelompok lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mikroorganisme dapat ditemukan hampir di mana saja di Bumi. [[Bakteri]] dan &amp;#039;&amp;#039;[[Arkea|archaea]]&amp;#039;&amp;#039; hampir selalu berukuran mikroskopis, sementara beberapa [[protista]], [[jamur]], [[mikrohewan]], dan tumbuhan juga berukuran mikroskopis. [[Virus]] umumnya dianggap tidak hidup sehingga tidak termasuk mikroorganisme, meskipun virologi, merupakan subbidang mikrobiologi yang mempelajari tentang virus.&lt;br /&gt;
==Pertumbuhan==&lt;br /&gt;
Mikroba / mikroorganisme dapat bertumbuh dengan karakteristik dan ciri yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut menyebabkan bermacam-macam media penunjang pertumbuhan mikroba, di antaranya terdapat media alamiah dan media komersial. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan mikroba yaitu : faktor suplai [[nutrisi]], [[suhu]], [[pH]] asam atau basa, dan ketersediaan [[oksigen]]. Tingkat paling mendasar pada pertumbuhan mikroorganisme ialah pembelahan sel tunggal (sel induk) menjadi dua sel (sel anak), proses tersebut dinamakan [[sitokinesis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Metabolisme Mikroorganisme ==&lt;br /&gt;
[[Metabolisme]] adalah modifikasi senyawa kimia secara biokimia di dalam organisme dan [[Sel (biologi)|sel]] yang mencakup sintesis (&amp;#039;&amp;#039;[[anabolisme]]&amp;#039;&amp;#039;) dan penguraian (&amp;#039;&amp;#039;[[katabolisme]]&amp;#039;&amp;#039;). Metabolisme tersebut melibatkan beberapa proses, yaitu proses [[Respirasi (fisiologi)|respirasi]], [[fermentasi]], dan sintesis [[biomolekul]]. Jalur-jalur metabolisme penting di antaranya mencakup: jalur umum, metabolisme [[karbohidrat]], metabolisme [[asam nukleat]], metabolisme [[protein]], dan metabolisme lemak. Metabolisme di dalam sel mikroorganisme bertujuan untuk mendapatkan energi kimia, mengubah nutrisi menjadi senyawa zat pembangun, membuat senyawa pembangun menjadi protein, asam nukleat, lipid dan komponen lainnya, serta membentuk dan menguraikan biomolekul yang dibutuhkan sel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Genetika Mikroorganisme ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Genetika mikroorganisme secara umum tersusun dari [[DNA]] dan [[RNA]]. Sebagai elemen dasar penyusun kehidupan mikroorganisme, fungsi primer DNA adalah sebagai sumber perbekalan informasi genetik yang dimiliki oleh [[sel induk]], sedangkan fungsi RNA, salah satunya adalah menyimpan informasi genetik.  Panjang molekul DNA pada umumnya tersusun dari ribuan pasang DNA  ribuan pasang basa atau &amp;#039;&amp;#039;kilobase pavis&amp;#039;&amp;#039; (kbp). Sedangkan RNA pada umunya dalam bentuk rantai tunggal. Ketika saat proses [[reproduksi]], terjadi perpindahan informasi genetik dari parental ke keturunannya. Informasi genetik bermula dari gen yaitu susunan DNA linier dan merupakan unit dasar [[hereditas]]. Besarnya jumlah komplemen material genetik organisme disebut [[genom]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pengendalian Mikroorganisme ==&lt;br /&gt;
Pengendalian mikroorganisme berperan penting dalam pencegah penularan penyakit dan infeksi, menghentikan pembusukan dan pembusukan, serta mencegah kontaminasi mikroba yang tidak diinginkan. Mikroorganisme dikendalikan dengan agen fisik dan agen kimia. Agen fisik mencakup metode pengendalian seperti suhu tinggi atau rendah, [[pengeringan]], [[tekanan osmotik]], radiasi, dan filtrasi. Pengendalian dengan agen kimia mengacu pada penggunaan disinfektan, antiseptik, antibiotik, dan bahan kimia antimikroba kemoterapi. Tujuan utama dari pengendalian mikroorganisme adalah untuk mencegah penyebaran penyakit dan [[infeksi]], memusnahkan mikroorganisme pada inang yang terinfeksi, dan mencegah pembusukan dan perusakan bahan oleh mikroorganisme. Beberapa cara mengendalikan populasi dari mikroba, di antaranya adalah dengan cara menjaga kebersihan dan [[sanitasi]] sehingga membuat kondisi lingkungan yang tidak dapat menyediakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikroba sekaligus membunuh sebagian besar populasi dari miroba tersebut. Selain menjaga kebersihan dan sanitasi, pengendalian mikroba juga dapat dilakukan dengan [[Disinfeksi|desinfeksi]], [[Antiseptik|antiseptis]], [[sterilisasi]], menggunakan suhu panas, [[radiasi]], [[filtrasi]], dan dengan bahan kimia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penggunaan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mikroorganisme berguna dalam memproduksi makanan, mengolah air limbah, membuat &amp;#039;&amp;#039;[[biofuel]]&amp;#039;&amp;#039;, dan berbagai macam bahan kimia serta enzim. Mikroorganisme juga sangat penting dalam penelitian sebagai [[organisme model]]. Mikroorganisme dapat dijadikan senjata dan terkadang digunakan dalam peperangan dan bioterorisme.  Mikroorganisme sangat penting bagi pertanian, melalui perannya dalam menjaga kesuburan tanah dan menguraikan bahan organik. Mikroorganisme juga berguna dalam [[Budi daya perairan|&amp;#039;&amp;#039;akuakultur&amp;#039;&amp;#039;]], seperti dalam [[Bioflok|teknologi bioflok]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Biologi]]&lt;br /&gt;
* [[Mikroskop]]&lt;br /&gt;
* [[Eukariota]]&lt;br /&gt;
* [[Archaea]]&lt;br /&gt;
* [[Sel (biologi)|Sel]]&lt;br /&gt;
* [[Nanobakteria]]&lt;br /&gt;
* [[Kontaminasi tanah]]&lt;br /&gt;
* [[Mikrobiologi]]&lt;br /&gt;
* [[Interaksi manusia dengan mikroorganisme]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* [http://www.genomenewsnetwork.org/categories/index/microbes.php Microbe News from Genome News Network]&lt;br /&gt;
* [http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/1569264.stm BBC News, 28 September, 2001: The microbes that &amp;#039;rule the world&amp;#039;] Citat: &amp;quot;... The Earth&amp;#039;s climate may be dependent upon microbes that eat rock beneath the sea floor, according to new research....The number of the worm-like tracks in the rocks diminishes with depth; at 300 metres (985 feet) below the sea floor, they become much rarer...&amp;quot;&lt;br /&gt;
* [http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/827063.stm BBC News, 10 July, 2000, Snow microbes found at South Pole] Citat: &amp;quot;...able to survive the large doses of ultraviolet radiation, extreme cold and darkness...The microbes have DNA sequences similar to a category of bacteria known as Deinococcus...&amp;quot;&lt;br /&gt;
* [http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/1764716.stm BBCNews: 16 January, 2002, Tough bugs point to life on Mars] Citat: &amp;quot;...This research demonstrates that certain microbes can thrive in the absence of sunlight by using [[hydrogen]] gas...&amp;quot;&lt;br /&gt;
* [http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/1765792.stm BBCNews: 17 January, 2002, Alien life could be like Antarctic bugs]&lt;br /&gt;
* [http://gsbs.utmb.edu/microbook/toc.htm Microbiology]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mikroorganisme&amp;amp;oldid=29570865 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29570865 (2026-08-13T09:05:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>