<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Molnupiravir</id>
	<title>Molnupiravir - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Molnupiravir"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Molnupiravir&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T07:56:15Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Molnupiravir&amp;diff=36045&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28270692; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Molnupiravir&amp;diff=36045&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:56:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28270692; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Molnupiravir&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[obat antivirus]] dalam percobaan yang aktif secara oral dan dikembangkan untuk mengobati [[influenza]]. Molnupiravir adalah [[bakal obat]] dari turunan [[nukleosida]] sintetis N4-hidroksi[[sitidina]] (juga disebut EIDD-1931) dan menggunakan tindakan antivirusnya melalui pengenalan galat-galat penyalinan semasa replikasi RNA virus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat ini dikembangkan di [[Universitas Emory]] oleh perusahaan inovasi obat universitas itu, Drug Innovation Ventures at Emory (DRIVE). Obat ini kemudian dimiliki oleh perusahaan Ridgeback Biotherapeutics yang berasal dari Miami yang kemudian bermitra dengan [[Merck &amp;amp; Co.]] bagi pengembangan lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah pengembangan ==&lt;br /&gt;
Molnupiravir dikembangkan di [[Universitas Emory]] oleh perusahaan inovasi obat universitas, Drug Innovation Ventures at Emory (DRIVE). Pada tahun 2014, DRIVE memulai proyek penyaringan yang didanai oleh [[Defense Threat Reduction Agency]] untuk menemukan obat antivirus yang menyasar [[virus ensefalitis kuda Venezuela]] (VEEV), yang mengarah kepada penemuan EIDD-1931 Ketika diubah menjadi [[bakal obat]] EIDD-2801 (molnupiravir), senyawa tersebut juga menunjukkan aktivitas melawan [[virus RNA]] lain termasuk [[influenza]], [[penyakit virus Ebola|Ebola]], [[chikungunya]], dan pelbagai [[koronavirus]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama obat ini terilhami dari palu [[Thor]] yaitu [[Mjölnir]]. Gagasannya adalah obat itu akan membunuh virus seperti pukulan dahsyat dari dewa petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor [[Universitas Negara Bagian Georgia]] Richard Plemper adalah peneliti utama hibah dari [[Institut Kesehatan Nasional]] untuk mengeksplorasi penggunaan molnupiravir melawan influenza. Pada akhir tahun 2019, [[Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional]] menyetujui pemindahan molnupiravir ke dalam uji klinis Tahap I untuk influenza.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penggunaan medis ==&lt;br /&gt;
Molnupiravir telah digunakan untuk pengobatan penyakit coronavirus dengan gejala ringan hingga sedang ([[Penyakit koronavirus 2019|COVID-19)]] pada orang dewasa dengan hasil positif dari tes virus SARS-CoV-2 langsung, dan yang berisiko tinggi untuk berkembang menjadi COVID gejala berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kontraindikasi ==&lt;br /&gt;
Penggunaan pada kehamilan tidak dianjurkan. Belum ada penilitan yang dilakukan pada manusia untuk penggunaan Molnupiravir selama kehamilan untuk menilai risiko terhadap ibu atau janin. Berdasarkan penelitian pada hewan, obat ini diketahui dapat menyebabkan kerusakan janin. Selama organogenesis, kematian embriofetal dan teratogenisitas telah ditemukan terjadi pada tikus, dan didapati penurunan berat badan janin pada tikus dan kelinci. Ibu tidak dianjurkan menggunakan obat ini selama menyusui karena potensi yang merugikan pada bayi. Belum ada data mengenai sekresi obat atau metabolitnya dalam ASI. Belum diketahui apakah obat ini dapat berpengaruh pada bayi atau pada produksi ASI. Orang di bawah usia 18 tahun tidak disarankan menggunakan molnupiravir karena dapat memengaruhi pertumbuhan tulang dan tulang rawan. Pada penelitian menggunakan objek tikus, ditemukan adanya toksisitas tulang dan tulang rawan pada pemberian dosis berulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Efek samping ==&lt;br /&gt;
Ditemukan efek samping dalam studi MOVe-OUT fase III yakni diare (2%), mual (1%) dan pusing (1%), semua gejala ini termasuk gejala ringan atau sedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Molnupiravir&amp;amp;oldid=28270692 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28270692 (2025-11-01T02:14:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>