<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Mukormikosis</id>
	<title>Mukormikosis - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Mukormikosis"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Mukormikosis&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T04:31:05Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Mukormikosis&amp;diff=35355&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29490349; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Mukormikosis&amp;diff=35355&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T08:23:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29490349; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Mukormikosis&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, juga dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;jamur hitam&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, adalah infeksi jamur serius, biasanya menjangkiti mereka [[Imunodefisiensi|yang memiliki daya tahan tubuh lemah]]. Gejala infeksi ini bergantung pada bagian tubuh mana yang terinfeksi. Infeksi secara umum terjadi pada [[hidung]], [[Sinus paranasal|sinus]], [[mata]] dan [[otak]] mengakibatkan ingus, pembengkakan dan nyeri pada separuh wajah, [[sakit kepala]], [[demam]], [[Diplopia|kaburnya penglihatan]], pembengkakan dan [[Eksoftalmus|menonjolnya]] mata, dan [[Nekrosis|kematian jaringan]]. Infeksi lain dapat terjadi pada [[paru-paru]], [[Saluran pencernaan|lambung dan usus]], dan [[kulit]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Infeksi ini tersebar dengan spora jamur ordo Mukorales, seringnya melalui pernapasan, makanan yang terkontaminasi, atau kontaminasi luka yang terbuka. Jamur ini umum hidup di tanah, zat organik yang membusuk (seperti sayur dan buah yang membusuk), dan [[Pupuk kandang|kotoran hewan]], tetapi biasanya tidak memengaruhi manusia. Infeksi tidak menular antarmanusia. Faktor risiko infeksi mencakup [[Diabetes melitus|diabetes]] dengan kadar gula darah tinggi terus-menerus atau [[ketoasidosis diabetikum]], sel darah putih rendah, [[kanker]], [[transplantasi organ]], kelebihan zat besi, masalah ginjal, penggunaan jangka panjang obat [[Kortikosteroid|steroid]] atau [[Obat imunosupresif|imunosupresan]], dan [[AIDS|HIV/AIDS]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diagnosis dilakukan dengan [[biopsi]] dan [[Kultur mikrobiologi|kultur]], beserta [[pencitraan medis]] untuk menentukan jangkauan penyakit. Infeksi ini mungkin tampak mirip dengan [[aspergilosis]]. Penanganan secara umum dilakukan dengan [[amfoterisin B]] dan pembedahan penghilangan jaringan yang rusak. Tindakan pencegahan mencakup penggunaan masker wajah di area berdebu, penghindaran kontak dengan bangunan yang rusak karena air, dan perlindungan kulit dari paparan tanah seperti pada saat berkebun atau bekerja di luar rumah. Infeksi cenderung berkembang cepat dan fatal pada separuh kasus sinus dan hampir semua kasus infeksi yang tersebar luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mukormikosis jarang terjadi, menjangkiti kurang dari 2 orang per satu juta orang setiap tahun di [[San Francisco]], tetapi sekarang ~80 kali lebih umum di India. Infeksi ini dapat menjangkiti semua umur, termasuk bayi prematur.  Kasus pertama mukormikosis mungkin dideskripsikan oleh Friedrich Küchenmeister pada 1855. Penyakit ini dilaporkan terjadi pada [[bencana alam]]; [[Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004|tsunami Samudra Hindia 2004]] dan tornado Missouri 2011. Selama [[Pandemi COVID-19|pandemi COVID-19 2020/21]], terdapat laporan yang menghubungkan mukormikosis dan [[Penyakit koronavirus 2019|COVID-19]]. Hal itu diperkirakan terjadi karena fungsi daya tahan tubuh yang berkurang selama terjadinya COVID dan mungkin berhubungan dengan terapi [[glukokortikoid]] yang diberikan. Naiknya [[prevalensi]] kasus menonjol di India.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Klasifikasi ==&lt;br /&gt;
Secara umum, mukormikosis terbagi menjadi lima tipe utama berdasarkan bagian tubuh yang terinfeksi. Tipe keenam ialah mukormikosis ginjal atau beragam, yaitu mukormikosis pada bagian tubuh lain, yang mungkin jarang terkena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Sinus paranasal|Sinus]] dan [[otak]] (rinoserebral); paling umum terjadi pada pasien dengan [[Diabetes melitus|diabetes]] yang tidak terkontrol dan pasien yang pernah mendapatkan [[transplantasi ginjal]].&lt;br /&gt;
* [[Paru-paru]] (pulmonaris); paling umum terjadi pada pasien dengan [[kanker]] dan pasien yang pernah mendapatkan [[transplantasi organ]] atau transplantasi [[sel punca]].&lt;br /&gt;
* [[Saluran pencernaan|Lambung dan usus]] (gastrointestinal); umum terjadi pada bayi prematur muda dan berberat badan rendah, yang mendapatkan antibiotik, pembedahan, atau pengobatan yang menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi.&lt;br /&gt;
* [[Kulit]] (kutan); setelah terjadinya luka bakar, atau luka kulit jenis lain, pada pasien dengan [[leukemia]], diabetes yang tidak terkontrol, &amp;#039;&amp;#039;[[Penyakit cangkok melawan inang|graft-versus-host disease]]&amp;#039;&amp;#039;, HIV dan penggunaan obat intravena.&lt;br /&gt;
* Tersebar luas; ketika infeksi menyebar ke organ lain melalui darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tanda dan gejala ==&lt;br /&gt;
Tanda dan gejala mukormikosis bergantung pada bagian tubuh mana yang didera infeksi. Infeksi biasanya dimulai di mulut atau hidung dan masuk ke [[sistem saraf pusat]] melalui mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika infeksi jamur bermula di hidung atau sinus dan meluas ke otak, tanda dan gejala dapat berupa [[sakit kepala]] atau nyeri mata pada satu sisi; hal ini dapat dibarengi oleh nyeri pada wajah, mati rasa, [[demam]], [[Hiposmia|kehilangan indra pembau]],  tersumbatnya hidung, atau [[Rhinitis|ingus]]. Pasien mungkin tampak menderita [[sinusitis]]. Wajah pasien dapat membengkak pada satu sisi, memiliki &amp;quot;lesi hitam&amp;quot; yang secara cepat memburuk meliputi hidung atau bagian atas rongga mulut. Satu mata dapat membengkak dan [[Eksoftalmus|menonjol]], dan penglihatan menjadi kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demam, batuk, nyeri dada, dan [[Dispnea|kesulitan bernapas]], atau [[Batuk darah|batuk berdarah]], dapat terjadi jika paru-paru terdampak. [[Mulas|Sakit perut]], mual, muntah, dan perdarahan dapat terjadi jika saluran cerna terdampak. Kulit yang terdampak tampak seperti petak yang memerah kehitaman dengan bagian tengah yang menggelap karena [[Nekrosis|kematian jaringan]]. [[Borok]] dapat muncul dan terasa sangat sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Invasi jamur ke [[pembuluh darah]] dapat berujung pada [[trombosis]] dan, kemudian, [[Nekrosis|kematian jaringan sekitar]] karena [[Iskemia|hilangnya pasokan darah]]. Mukormikosis luas biasa terjadi pada pasien yang sudah sakit karena kondisi kesehatan lain, gejala yang disebabkan oleh mukormikosis sendiri ialah sulit dipisahkan. Mereka yang mengalami infeksi yang meluas ke otak dapat mengalami perubahan status mental atau [[Koma (medis)|koma]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sebab ==&lt;br /&gt;
Mukormikosis adalah infeksi jamur karena [[Fungi|jamur]] ordo Mukorales. Sebagian besar kasus disebabkan oleh [[genus]] &amp;#039;&amp;#039;[[Rhizopus]]&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;Mukor&amp;#039;&amp;#039;, jamur roti yang umum. Kasus infeksi fatal paling banyak disebabkan oleh &amp;#039;&amp;#039;Rhizopus oryzae&amp;#039;&amp;#039;. Infeksi kurang terjadi karena &amp;#039;&amp;#039;Lichtheimia&amp;#039;&amp;#039; dan jarang karena &amp;#039;&amp;#039;Apophysomyces&amp;#039;&amp;#039;. Kasus lain disebabkan oleh &amp;#039;&amp;#039;Cunninghamella&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;Mortierella&amp;#039;&amp;#039;, dan &amp;#039;&amp;#039;Saksenaea&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Spora jamur hidup di lingkungan alam, dapat ditemukan misalnya pada roti dan buah yang berjamur dan sering terhirup, tetapi hanya menyebabkan penyakit pada beberapa orang.&amp;amp;nbsp;Selain terhirup sehingga tertampung di hidung, sinus, dan paru-paru, spora juga bisa memasuki kulit dengan adanya darah atau langsung melalui luka sayatan atau luka terbuka, atau tumbuh di usus jika termakan. Setelah tertampung, filamen jamur tumbuh  menyebabkan gumpalan terbentuk dan jaringan di sekitarnya mati [[Hifa|seperti cabang]] yang menyerang [[pembuluh darah]], memicu [[Trombosis|terbentuknya gumpalan]] dan [[Nekrosis|kematian jaringan di sekitarnya]]. Penyebab lain termasuk pembalut luka yang terkontaminasi.  Mukormikosis juga didapati setelah penggunaan [[Hansaplast|elastoplast]] dan penggunaan penekan lidah yang menahan [[kateter]] intravena, Pecahnya perjangkitan infeksi juga terhubung dengan seprai [[rumah sakit]], kamar bertekanan negatif, kebocoran air, ventilasi yang buruk, peralatan medis yang terkontaminasi, dan pengerjaan bangunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Faktor risiko ===&lt;br /&gt;
Faktor predisposisi mukormiskosis, yang memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi ini, mencakup kondisi  yang mana seseorang [[Imunodefisiensi|tidak dapat melawan infeksi]], memiliki jumlah neutrofil yang rendah atau [[asidosis metabolik]]. Faktor risiko mencakup [[Diabetes melitus|kencing manis]] (khususnya [[ketoasidosis diabetikum]]), [[transplantasi organ]], kelebihan zat besi, [[kanker]] seperti [[limfoma]], gagal ginjal, penggunaan jangka panjang [[kortikosteroid]] dan [[obat imunosupresif]], [[Sirosis|penyakit liver]] dan [[Malnutrisi|malanutrisi parah]]. Faktor risiko lain mencakup [[tuberkulosis]] (TB), penggunaan [[deferoksamin]] dan [[AIDS|HIV/AIDS]]. Mukormikosis jarang ditemukan pada orang yang bugar dan sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kortikosteroid biasanya digunakan dalam pengobatan COVID-19 dan mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh sendiri selama infeksi virus corona. Mereka adalah imunosupresan dan meningkatkan kadar gula darah pada penderita diabetes dan pasien non-diabetes. Diperkirakan bahwa kedua efek ini dapat berkontribusi pada kasus mukormikosis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Mekanisme ==&lt;br /&gt;
Sebagian besar orang sering terpapar Mukorales tanpa terjangkit infeksi. Mukormikosis secara umum tersebar karena terhirup, mengontaminasi makanan, atau terpapar pada luka terbuka sebagai spora. Infeksi tidak menular di antara manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mekanisme pasti bagaimana penderita kencing manis mudah terinfeksi jamur hitam belum diketahui. In vivo, gula yang tinggi tidak begitu saja memungkinkan pertumbuhan jamur tetapi [[asidosis]] sendiri saja memungkinkannya. Mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi sering kali memiliki kadar besi tinggi, salah satu faktor risiko terjadinya mukormikosis. Pada pasien yang mengonsumsi deferoksamin, besi kemudian ditangkap oleh [[siderofor]] dari spesies &amp;#039;&amp;#039;Rhizopus&amp;#039;&amp;#039;, yang tumbuh dengan adanya besi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Diagnosis ==&lt;br /&gt;
Uji darah tidak bisa memastikan diagnosis. Penegakan diagnosis dilakukan dengan identifikasi jamur pada jaringan melalui [[biopsi]] dan konfirmasi dengan kultur jamur. Karena jamur penyebab secara umum hidup di lingkungan, kultur sendiri tidak cukup. Uji juga meliputi kultur dan deteksi jamur langsung di cairan paru-paru, darah, serum, plasma, dan air seni. Uji darah mencakup [[hitung darah lengkap]] terkhusus untuk neutropenia. Uji darah lain yaitu kadar besi, [[Gula darah|glukosa darah]], bikarbonat, dan [[Laju filtrasi glomerular|elektrolit]]. Pemeriksaan endoskopik saluran nasal mungkin diperlukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pencitraan ===&lt;br /&gt;
[[Radiologi|Pencitraan]] sering dilakukan, misalnya [[Tomografi terkomputasi|CT scan]] paru-paru dan sinus. Tanda CT scan, seperti nodul, rongga, halo, efusi pleura, dan bayangan berbentuk baji, bukti invasi pembuluh darah mungkin menunjukkan infeksi jamur, tetapi belum mengonfirmasi mukormikosis. Tanda halo terbalik pada pasien kanker darah dengan jumlah neutrofil rendah cenderung menunjukkan mukormikosis. Citra CT scan  mukormikosis berguna dalam membedakan mukormikosis  orbit dari selulitis orbit, tetapi citra mungkin mirip dengan  aspergilosis. [[Pencitraan resonansi magnetik|MRI]] juga digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kultur dan biopsi ===&lt;br /&gt;
Penegakan diagnosis membutuhkan sampel [[biopsi]] yang dapat [[Kultur mikrobiologi|dibiakkan]]. Kultur sampel biopsi tidak selalu berguna karena organisme ini sangat rapuh. Identifikasi spesies secara tepat membutuhkan ahli. [[Morfologi (biologi)|Penampakan]] jamur [[Histopatologi|dengan mikroskop]] menentukan [[genus]] dan [[spesies]]. Penampakannya dapat beragam tetapi secara umum tampil sebagai filamen lebar seperti pita yang biasanya tidak memiliki septa, dan tidak seperti pada aspergilosis, bercabang [[Sudut siku-siku|secara siku]], mirip tanduk [[rusa besar]], yang mungkin menginvasi [[pembuluh darah]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Lainnya ===&lt;br /&gt;
Ionisasi/desorpsi laser dengan bantuan matriks dapat digunakan untuk mengidentifikasi spesies. Sampel darah arteri dapat digunakan untuk memeriksa asidosis metabolik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Diagnosis pembeda ===&lt;br /&gt;
Jamur berfilamen lain mungkin tampak serupa. Mukormikosis sulit dibedakan dari [[aspergilosis]]. Diagnosis lain yang mirip yaitu [[antraks]], [[selulitis]], obstruksi usus, ektima gangrenosum, [[kanker paru-paru]], [[emboli paru]], [[sinusitis]], [[tuberkulosis]], dan fusariosis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pencegahan ==&lt;br /&gt;
Tindakan pencegahan mencakup menggunakan masker wajah di area berdebu, mencuci tangan, menghindari kontak langsung dengan bangunan yang rusak karena air, dan melindungi kulit, kaki, serta tangan dari kontak dengan tanah atau pupuk kandang saat berkebun atau beraktivitas di luar rumah. Kelompok dengan risiko tinggi seperti pasien transplantasi organ mungkin menjalani terapi  [[Antijamur|antifungal]] sebagai pencegahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penanganan ==&lt;br /&gt;
Penanganan mencakup kombinasi [[Antijamur|obat antifungal]], pembedahan untuk menghilangkan jaringan terdampak, dan memperbaiki masalah kesehatan yang mendasari seperti ketoasidosis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pengobatan ===&lt;br /&gt;
Saat mukormikosis dicurigai terjadi, [[amfoterisin B]] diberikan dengan dosis awal 1mg secara perlahan selama 10–15 menit ke vena kemudian diberikan sekali sehari dengan dosis sesuai berat badan selama 14 hari. Pengobatan bisa saja dilanjutkan lebih lama. Isavukonazol dan posakonazol digunakan sebagai alternatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pembedahan ===&lt;br /&gt;
Pembedahan bisa jadi sangat drastik; pada beberapa kasus yang berdampak pada rongga hidung dan otak, pembedahan jaringan otak yang terinfeksi mungkin diperlukan. Pembedahan [[Palatum|langit-langit mulut]], [[rongga hidung]], atau [[Mata manusia|mata]] dapat menghasilkan perubahan drastis. Kadang operasi diperlukan lebih dari satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pertimbangan lainnya ===&lt;br /&gt;
Penyakit ini harus diawasi secara ketat untuk tanda kemunculan kembali. Penanganan juga termasuk perbaikan kadar gula darah dan jumlah neutrofil. Oksigen hiperbarik dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan karena [[tekanan]]  oksigen yang tinggi meningkatkan kemampuan [[neutrofil]] membunuh jamur. Efikasi terapi tersebut masih belum pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Prognosis ==&lt;br /&gt;
Infeksi ini cenderung berkembang cepat dan fatal untuk separuh kasus sinus, dua per tiga kasus paru-paru, dan hampir seluruh kasus infeksi yang tersebar luas. Infeksi pada kulit menunjukkan tingkat kematian terendah, sekitar 15%. Komplikasi yang mungkin pada mukormikosis mencakup kehilangan sebagian fungsi saraf, [[Gangguan penglihatan|kebutaan]], dan [[Trombosis|penggumpalan]] pada pembuluh darah di [[Strok|otak]] atau [[Emboli paru|paru-paru]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena penanganan biasanya memerlukan pembedahan yang besar dan sering kali menjadikan wajah cacat, [[Penyakit|efek penyakit pada kehidupan]] setelah melewati kasus, terkhusus sinus dan otak, adalah signifikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Epidemiologi ==&lt;br /&gt;
Insidensi dan prevalensi mukormikosis bisa jadi lebih tinggi daripada yang dilaporkan. Mukormikosis jarang dijumpai, menginfeksi kurang daripada 1,7 orang per 1 juta populasi setiap tahun di San Francisco. Penyakit ini 80 kali lebih banyak terjadi di India yang mana diperkirakan terdapat 0,14 kasus per 1000 populasi; di sana pula insidensi meningkat. Jamur penyebab bergantung pada lokasi. &amp;#039;&amp;#039;Apophysomyces variabilis&amp;#039;&amp;#039; memiliki prevalensi paling tinggi di Asia dan &amp;#039;&amp;#039;Lichtheimia spp.&amp;#039;&amp;#039; di Eropa. Mukormukosis adalah infeksi jamur serius yang paling banyak terjadi pada manusia setelah [[aspergilosis]] dan [[kandidiasis]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diabetes adalah penyakit utama yang melatarbelakangi terjadinya infeksi ini di negara berpenghasilan rendah dan menengah sementara kanker darah dan transplantasi organ adalah masalah yang lebih umum melatarbelakangi infeksi ini di negara maju. Seiring perkembangan obat pengatur daya tahan tubuh dan uji diagnosis, statistik mukormikosis berubah. Di samping itu, data berubah dengan teridentifikasinya genus dan spesies baru; faktor risiko baru seperti tuberkulosis dan gangguan ginjal pun dilaporkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Mukormikosis terkait COVID-19 ===&lt;br /&gt;
|Hitam menggambarkan India dan merah menggambarkan negara yang melaporkan mukormikosis terkait COVID-19 per Juni 2021|&lt;br /&gt;
Selama [[pandemi COVID-19 di India]], pihak pemerintah melaporkan lebih dari 11.700 orang dirawat dengan keluhan mukormikosis hingga 25 Mei 2021. Banyak media India menyebutnya sebagai &amp;quot;jamur hitam&amp;quot; karena warna hitam yang muncul pada jaringan yang sudah dan akan mati. Bahkan sebelum pandemi COVID-19, tingkat mukormikosis di India diperkirakan sekitar 70 kali lebih tinggi daripada di negara lain. Karena jumlah kasus yang dengan cepat bertambah, beberapa wilayah India mengumumkannya sebagai [[wabah]]. Salah satu penanganannya adalah suntikan setiap hari selama delapan pekan dengan injeksi intravena amfoterisin B yang langka. Injeksi dapat berupa amfoterisin B deoksikolat standar atau liposomal. Bentuk liposomal adalah lebih mahal tetapi dianggap &amp;quot;lebih aman, lebih efektif dan [mengakibatkan] lebih sedikit efek samping&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Kasus pertama mukormikosis mungkin sebagaimana dilaporkan oleh Friedrich Küchenmeister pada tahun 1855. Fürbringer pertama kali mendeskripsikannya dalam paru-paru pada tahun1876. Pada tahun 1884, Lichtheim menetapkan [[Patogenesis|munculnya penyakit]] pada kelinci dan mendeskripsikan dua spesies; &amp;#039;&amp;#039;Mucor corymbifera&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;Mucor rhizopodiformis&amp;#039;&amp;#039;, kemudian dikenal sebagai &amp;#039;&amp;#039;Lichtheimia&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;[[Rhizopus]]&amp;#039;&amp;#039;. Pada tahun 1943, hubungannya dengan [[Ketoasidosis diabetikum|diabetes yang tidak terkontrol]] dilaporkan pada tiga kasus parah sinus, otak, dan mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1953, &amp;#039;&amp;#039;Saksenaea vasiformis&amp;#039;&amp;#039;, ditemukan menyebabkan sejumlah kasus, diisolasi dari tanah hutan India. Pada tahun 1979, P. C. Misra menguji tanah dari kebun buah mangga India, mengisolasi &amp;#039;&amp;#039;Apophysomyces&amp;#039;&amp;#039;, yang kemudian ditemukan sebagai penyebab utama mukormikosis. Setelah itu, sejumlah spesies mukorales tercatat. Ketika kasus-kasus infeksi ini dilaporkan di Amerika Serikat pada pertengahan 1950-an, penulis laporan mengira bahwa kasus adalah penyakit baru akibat penggunaan [[antibiotik]], [[Kortikotropin|ACTH]], dan [[Kortikosteroid|steroid]]. Hingga paruh terakhir abad ke-20, penanganan yang tersedia hanyalah [[Kalium iodida|potasium iodida]]. Pada review kasus paru-paru yang didiagnosis setelah adanya [[Bronkoskopi|bronkoskopi fleksibel]] antara tahun 1970 dan 2000, keberlangsungan hidup ditemukan lebih baik pada pasien yang menerima kombinasi pembedahan dan penanganan obat-obatan, kebanyakan dengan amfoterisin B.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penamaan ===&lt;br /&gt;
Arnold Paltauf menciptakan istilah &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;Mycosis Mucorina&amp;#039;&amp;#039;&amp;quot; pada tahun 1885, setelah mendeskripsikan kasus dengan gejala sistemik dengan keterlibatan sinus, otak, dan saluran cerna, diikuti &amp;quot;mukormikosis&amp;quot; yang menjadi popular. &amp;quot;Mukormikosis&amp;quot; digunakan sama dengan &amp;quot;zigomikosis&amp;quot;, istilah yang usang setelah [[Taksonomi (biologi)|perubahan klasifikasi]] [[Kerajaan (biologi)|kingdom]] [[Fungi]]. [[Filum]] [[Zygomycota]] yang lama mencakup Mukorales, Entomoftorales, dll. Mukormikosis mendeskripsikan infeksi yang disebabkan oleh jamur di ordo Mucorales.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Mukormikosis terkait COVID-19 ===&lt;br /&gt;
Sejumlah kasus mukormikosis, [[aspergilosis]], dan [[kandidiasis]], yang berhubungan dengan pengobatan penekan imun tubuh COVID-19 dilaporkan selama pandemi COVID-19 di India pada tahun 2020 dan 2021. Satu review di awal tahun 2021 yang menghubungkan mukormikosis dan COVID-19 melaporkan delapan kasus mukormikosis; tiga dari Amerika Serikat, dua dari India, dan satu kasus dari masing-masing Brazil, Italia, dan Inggris. Kondisi medis yang paling umum melatarbelakangi infeksi ini adalah diabetes. Sebagian besar pasien sudah berada di rumah sakit dengan [[Sindrom gangguan pernapasan akut|masalah pernapasan yang parah]] karena COVID-19, sudah pulih, dan mengalami mukormikosis 10–14 hari setelah penanganan COVID-19. Lima pasien memiliki fungsi ginjal abnormal, tiga mendapatkan kasus sinus, mata, dan otak, tiga mendapatkan paru-paru, satu mendapatkan saluran cerna, dan satu mendapatkan infeksi tersebar luas di tubuh. Pada dua dari tujuh kematian, diagnosis mukormikosis ditegakkan setelah kematian. Karena tiga kasus tidak memiliki faktor risiko tradisional, penulis laporan mempertanyakan penggunaan obat steroid dan [[Obat imunosupresif|imunosupresif]].  Dalam catatan lain, terdapat kasus-kasus tanpa diabetes atau penggunaan obat imunosupresif.  Ditemukan pula kasus pada anak-anak. Pada Mei 2021, BBC melaporkan peningkatan kasus di India. Pada review masalah mata yang berhubungan dengan COVID-19-, mukormikosis yang menjangkiti mata dilaporkan terjadi hingga beberapa pekan setelah pasien sembuh dari COVID-19.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara lain yang terdampak termasuk Pakistan, Nepal, Bangladesh, Rusia, Uruguay, Paraguay, Chili, Mesir, Iran, Brasil, Irak, Meksiko, Honduras, Argentina  Oman, dan Afghanistan  Salah satu penjelasan mengapa hubungan dengan infeksi ini muncul secara luar biasa di India adalah tingginya tingkat penyebaran COVID- 19 dan tingginya angka diabetes. Pada Mei 2021, Dewan Penelitian Medis India mengeluarkan pedoman untuk mengenali dan mengobati mukormikosis terkait COVID-19. Di India, pada 28 Juni 2021, lebih dari 40.845 orang dipastikan menderita mukormikosis dan 3.129 meninggal. Dari kasus-kasus tersebut, 85,5% (34.940) memiliki riwayat terinfeksi SARS-CoV-2 dan 52,69% (21.523) menggunakan steroid, serta 64,11% (26.187) menderita diabetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Masyarakat dan budaya ==&lt;br /&gt;
Penyakit ini dilaporkan muncul pada bencana alam: [[Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004|tsunami Samudra Hindia 2004]] dan tornado Missouri 2011.  Kongres internasional pertama mukormikosis diselenggarakan di Chicago pada tahun 2010 oleh Hank Schueuler 41 &amp;amp; 9 Foundation, yang didirikan pada 2008 untuk riset anak-anak dengan leukemia dan infeksi jamur. Klaster infeksi terjadi pada tornado Joplin 2011. Per 19 Juli  2011, 18&amp;amp;nbsp;kasus terduga mukormikosis pada kulit teridentifikasi; 13 di antaranya terkonfirmasi. Kasus yang terkonfirmasi yaitu 1) infeksi jaringan lunak yang mengalami [[nekrosis]] dan membutuhkan pengobatan antijamur atau pembedahan penghilangan jaringan mati pada pasien yang terluka akibat tornado, 2) onset penyakit pada atau setelah 22 Mei, dan 3) [[histopatologi]]  atau kultur jamur positif dan pengurutan genetik yang sesuai dengan mukormiseta. Tidak ditemukan kasus tambahan yang terkait setelah 17 Juni. Sepuluh pasien memerlukan perawatan intensif dan lima meninggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 2014, rincian wabah mukormikosis yang mematikan pada tahun 2008 muncul setelah laporan surat kabar dan televisi menanggapi artikel pada jurnal pediatrik. Linen rumah sakit yang terkontaminasi ditemukan menyebarkan infeksi. Penelitian pada 2018 menemukan banyak linen rumah sakit yang baru saja dicuci dan diantarkan ke rumah sakit transplantasi Amerika Serikat terkontaminasi oleh Mukorales.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hewan lain ==&lt;br /&gt;
Mukormikosis pada hewan lain adalah serupa dengan pada manusia baik dalam hal frekuensi dan jenis. Kasus infeksi telah dilaporkan ada pada kucing, anjing, sapi, kuda, lumba-lumba, bison, dan anjing laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mukormikosis&amp;amp;oldid=29490349 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29490349 (2026-07-24T06:37:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>