<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Muromonab-CD3</id>
	<title>Muromonab-CD3 - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Muromonab-CD3"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Muromonab-CD3&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T08:46:14Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Muromonab-CD3&amp;diff=29405&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29571566; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Muromonab-CD3&amp;diff=29405&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T08:38:26Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29571566; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Muromonab-CD3&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah obat [[imunosupresan]] yang diberikan untuk mengurangi [[Penolakan transplantasi|penolakan]] akut pada orang dengan [[transplantasi organ]]. Obat ini adalah [[antibodi monoklonal]] yang ditargetkan pada reseptor CD3, [[protein membran]] pada permukaan [[sel T]]. Obat ini adalah antibodi monoklonal pertama yang [[Regulasi perbekalan kesehatan|disetujui]] untuk penggunaan klinis pada manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Etimologi==&lt;br /&gt;
Muromonab-CD3 dikembangkan sebelum nomenklatur antibodi monoklonal WHO berlaku, sehingga namanya tidak mengikuti konvensi ini. Namanya merupakan singkatan dari &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;mur&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;ine &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;mon&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;oclonal &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;a&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;nti&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;b&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;ody targeting &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;CD3&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sejarah==&lt;br /&gt;
Muromonab-CD3 disetujui oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat]] (FDA) pada tahun 1986, menjadikannya antibodi monoklonal pertama yang disetujui di mana pun sebagai obat untuk manusia. Di Komunitas Eropa, ini adalah obat pertama yang disetujui berdasarkan [[Pedoman (Uni Eropa)|pedoman]] 87/22/EWG, pendahulu sistem persetujuan terpusat [[Badan Pengawas Obat Eropa]] (EMA) di Uni Eropa. Proses ini mencakup penilaian oleh Komite Produk Obat Berpemilik (CPMP, sekarang CHMP), dan persetujuan selanjutnya oleh badan kesehatan nasional; di Jerman misalnya pada tahun 1988 oleh Institut Paul Ehrlich di [[Frankfurt am Main|Frankfurt]]. Namun, produsen muromonab-CD3 telah secara sukarela menariknya dari pasar Amerika Serikat pada tahun 2010 karena banyaknya efek samping, terdapat alternatif yang lebih dapat ditoleransi, dan menurunnya penggunaan.&lt;br /&gt;
==Kegunaan medis==&lt;br /&gt;
Muromonab-CD3 disetujui untuk terapi penolakan akut yang resistan terhadap [[glukokortikoid]] pada [[transplantasi ginjal]], [[transplantasi jantung|jantung]], dan [[transplantasi hati|hati]] alogenik. Tidak seperti antibodi monoklonal [[basiliksimab]] dan [[daklizumab]], obat ini tidak disetujui untuk [[kedokteran pencegahan|profilaksis]] [[penolakan transplantasi]], meskipun tinjauan tahun 1996 telah menemukan bahwa obat ini aman untuk tujuan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kontraindikasi==&lt;br /&gt;
Kecuali dalam keadaan khusus, obat ini di[[kontraindikasi]]kan untuk pasien dengan [[alergi]] terhadap protein mencit, serta pasien dengan [[gagal jantung]] yang tidak terkompensasi, [[tekanan darah tinggi|hipertensi]] arteri yang tidak terkontrol, atau [[epilepsi]]. Obat ini tidak boleh digunakan selama [[kehamilan]] atau [[menyusui]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Efek samping==&lt;br /&gt;
Terutama selama infus pertama, pengikatan muromonab-CD3 ke CD3 dapat mengaktifkan sel T untuk melepaskan [[sitokin]] seperti [[faktor nekrosis tumor-alfa]] dan interferon gamma. [[Sindrom pelepasan sitokin]] ini, atau CRS, mencakup efek samping seperti reaksi kulit, kelelahan, [[demam]], menggigil, mialgia, [[sakit kepala]], mual, dan [[diare]], dan dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa seperti [[apnea]], [[henti jantung]], dan [[edema paru]] mendadak. Untuk meminimalkan risiko CRS dan mengimbangi beberapa efek samping ringan yang dialami pasien, [[glukokortikoid]] (seperti [[metilprednisolon]]), [[parasetamol]], dan [[difenhidramin]] diberikan sebelum infus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Efek samping]] lainnya termasuk [[leukopenia]], serta peningkatan risiko infeksi berat dan [[maligna|keganasan]] yang khas pada terapi imunosupresif. Efek samping [[neurologi]]s seperti [[meningitis]] aseptik dan [[ensefalopati]] telah diamati. Kemungkinan, efek samping ini juga disebabkan oleh aktivasi sel T.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan berulang dapat mengakibatkan [[takifilaksis]] (penurunan efektivitas) akibat pembentukan antibodi anti-mencit pada pasien, yang mempercepat eliminasi obat. Hal ini juga dapat menyebabkan reaksi [[anafilaksis]] terhadap protein mencit, yang mungkin sulit dibedakan dari CRS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Farmakologi==&lt;br /&gt;
[[Sel T]] mengenali antigen terutama melalui [[reseptor sel T]] (TCR). CD3 adalah salah satu [[protein]] yang membentuk kompleks TCR. TCR mentransduksi sinyal bagi sel T untuk berproliferasi dan menyerang antigen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muromonab-CD3 adalah antibodi IgG2a monoklonal [[murinae]] (subfamili [[hewan pengerat]] yang terdiri dari tikus dunia lama dan mencit) yang dibuat menggunakan [[teknik hibridoma|teknologi hibridoma]]. Ia mengikat kompleks reseptor sel T-CD3 (khususnya rantai epsilon CD3) pada permukaan sel T yang bersirkulasi, yang awalnya menyebabkan aktivasi, tetapi kemudian menginduksi pembersihan kompleks TCR dari permukaan sel dan [[apoptosis]] sel T. Ini melindungi transplantasi dari sel T. Ketika diberikan untuk induksi transplantasi, obat ini diberikan setiap hari setelahnya hingga 7 hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antibodi monoklonal baru yang sedang dikembangkan dengan mekanisme kerja yang sama meliputi [[oteliksizumab]] (juga dikenal sebagai TRX4), [[teplizumab]] (juga dikenal sebagai hOKT3γ1(Ala-Ala)), [[visilizumab]], dan [[foralumab]]. Obat-obatan ini sedang diteliti untuk pengobatan kondisi lain seperti [[penyakit Crohn]], [[kolitis ulseratif]], dan [[diabetes melitus tipe 1]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Masyarakat dan budaya==&lt;br /&gt;
===Status hukum===&lt;br /&gt;
Orthoclone OKT3 ditarik dari pasar AS pada tahun 2010.&lt;br /&gt;
==Penelitian==&lt;br /&gt;
Obat ini juga telah diteliti penggunaannya dalam pengobatan [[leukemia]] limfoblastik akut [[sel T]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Bacaan lanjutan ==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muromonab-CD3&amp;amp;oldid=29571566 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29571566 (2026-08-13T11:27:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>