<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Oksidasi_Saegusa%E2%80%93Ito</id>
	<title>Oksidasi Saegusa–Ito - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Oksidasi_Saegusa%E2%80%93Ito"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Oksidasi_Saegusa%E2%80%93Ito&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T17:20:16Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Oksidasi_Saegusa%E2%80%93Ito&amp;diff=28920&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Oksidasi_Saegusa%E2%80%93Ito&amp;diff=28920&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-30T03:57:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Oksidasi_Saegusa%E2%80%93Ito&amp;amp;diff=28920&amp;amp;oldid=28520&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Oksidasi_Saegusa%E2%80%93Ito&amp;diff=28520&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27811041; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Oksidasi_Saegusa%E2%80%93Ito&amp;diff=28520&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-30T03:18:09Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27811041; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Oksidasi Saegusa–Ito&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah [[reaksi kimia]] yang digunakan dalam [[kimia organik]]. Reaksi ini ditemukan pada tahun 1978 oleh [[Takeo Saegusa]] dan [[Yoshihiko Ito (chemist)|Yoshihiko Ito]] sebagai suatu metode untuk memasukkan ikatan tak jenuh α-β dalam [[senyawa karbonil]]. Reaksi ini sebagaimana dilaporkan melibatkan pembentukan [[silil enol eter]] yang diikuti oleh perlakuan menggunakan [[paladium(II) asetat]] dan [[1,4-Benzokuinon|benzokuinon]] untuk menghasilkan [[enona]] yang dimaksud. Publikasi aslinya mencatat penggunaan benzokuinon untuk [[Regenerasi (biologi)|regenerasi]] ikatan tak jenuh diikuti adisi-1,4 dengan [[nukleofil]] seperti [[Senyawa organokuprum|organokuprat]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk substrat asiklik reaksi hanya menghasilkan produk termodinamik E-olefin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penemuan ini dipicu oleh laporan delapan tahun sebelumnya bahwa perlakuan [[keton]] niraktivasi dengan paladium asetat menghasilkan produk yang sama dengan rendemen rendah. Pengembangan utama yang dilakukan oleh Saegusa dan Ito adalah penemuan bahwa bentuk [[enol]] adalah spesi reaktif, yang mengembangkan suatu metode berbasis silil enol eter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benzokuinon sejatinya tidak diperlukan dalam reaksi ini; perannya adalah untuk meregenerasi paladium(II) dari bentuk tereduksinya paladium(0), sehingga dapat menghemat pemakaian paladium(II) asetat yang mahal di awal reaksi. Kondisi reaksi dan pemurnian dapat dengan mudah disederhanakan hanya dengan menambahkan paladium(II) asetat secara berlebih tanpa benzokuinon, tetapi tentu saja biayanya menjadi lebih tinggi. Oleh karena reaksi biasanya melibatkan jumlah paladium yang mendekati [[stoikiometri]]s, dan tingginya biaya ini menjadi perhatian pada penggunaan industri, maka beberapa kemajuan telah dilakukan dalam pengembangan varian [[katalitik]]. Meski terdapat kekurangan, oksidasi Saegusa telah digunakan dalam sejumlah sintesis sebagai metode tahap akhir yang ringan untuk memasukkan [[gugus fungsi]] ke dalam molekul kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Mekanisme ==&lt;br /&gt;
[[Mekanisme reaksi|Mekanisme]] oksidasi Saegusa–Ito melibatkan pembentukan ikatan koordinasi paladium pada enol olefin diikuti dengan hilangnya gugus silil dan pembentukan suatu kompleks oksoalil-paladium. [[Eliminasi β-hidrida]] menghasilkan kompleks paladium hidrida enona yang pada saat mengalami [[eliminasi reduktif]] menghasilkan produk sertaan [[asam asetat]] dan Pd&amp;lt;sup&amp;gt;0&amp;lt;/sup&amp;gt;. Reversibilitas (&amp;#039;&amp;#039;dapat balik&amp;#039;&amp;#039;) tahapan eluminasi memungkinkan terjadinya [[Kesetimbangan kimia|kesetimbangan]], sehingga mengakibatkan [[Selektivitas-E|selektivitas]] [[Pengendalian termodinamika versus kinetika reaksi|termodinamika]] dalam substrat asiklik. Telah ditunjukkan bahwa produk dapat membentuk kompleks Pd&amp;lt;sup&amp;gt;0&amp;lt;/sup&amp;gt;-olefin yang stabil, yang bertanggung jawab untuk kesulitan reoksidasi yang ditunjukkan dalam varian katalitik pada reaksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ruang lingkup ==&lt;br /&gt;
Luasnya rentang apikasi oksidasi Saegusa–Ito ditunjukkan oleh penggunaannya dalam beberapa sintesis klasik molekul kompleks. Sintesis [[morfin]] oleh [[Tohru Fukuyama]] pada tahun 2006 adalah salah satu contohnya. Dalam sintesis tersebut, transformasi menoleransi keberadaan substituen [[karbamat]] dan [[eter]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Samuel J. Danishefsky]] mengawali sintesis (+) dan (-) peribisin dengan oksidasi Saegusa–Ito terhadap hasil reaksi [[Diels-Alder]] [[karvona]] (&amp;#039;&amp;#039;carvone&amp;#039;&amp;#039;) dan 3-trimetilsililoksi-1,3-butadiena untuk menghasilkan enona. Dalam kasus ini, oksidasi menoleransi keberadaan [[alkena]] dan gugus [[karbonil]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yong Qiang Tu mensintesis obat [[Alzheimer]] [[galantamin]] menggunakan reaksi seperti yang dilakukan untuk senyawa yang mengandung gugus [[asetal]] yang peka terhadap asam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Larry E. Overman]] mensintesis laurenina (&amp;#039;&amp;#039;laurenyne&amp;#039;&amp;#039;) menggunakan oksidasi pot tunggal dengan [[piridinium klorokromat]]. Ini menoleransi keberadaan [[halogen]] dan [[sulfonat]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sintesis sambutoksin yang dilaporkan oleh David Williams menggunakan oksidasi Saegusa–Ito melibatkan gugus [[enol]] yang tak terlindungi. Produk enon disikliskan &amp;#039;&amp;#039;in situ&amp;#039;&amp;#039; untuk meregenerasi enol dan membentuk cincin [[tetrahidropiran]]. Selanjutnya, [[awaperlindungan]] () gugus metoksimetill memurnikan [[produk alami]]nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Variasi ==&lt;br /&gt;
Sebagian besar perbaikan reaksi ini telah berfokus pada cara mengubah transformasi katalitik sehubungan dengan mahalnya garam paladium. Kondisi originalnya, meskipun secara teknis katalitik, masih memerlukan 50 mol% paladium(II) asetat, hal ini menaikkan biaya hingga menjadi penghalang utama untuk sintesis skala besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemajuan besar dalam versi katalitik reaksi ini telah mengarahkan ke arah ko-oksidan yang meregenerasi spesies paladium(II) secara efektif. Khususnya, telah dikembangkan kondisi menggunakan [[oksigen]] atmosfer serta alil karbonat stoikiometris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tetap memberi rasa hormat kepada para pendahulu, metode yang dikembangkan oleh Larock pada tahun 1995 merupakan metode menarik baik dari segi lingkungan dan biaya sebagai pengganti katalitik untuk oksidasi Saegusa–Ito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode ini memakan waktu reaksi yang lama dan sering menghasilkan rendemen yang lebih rendah dari kesetaraan stoikiometri secara bermakna, sebagaimana ditunjukkan dalam sintesis platifilida () oleh Nishida. Kedua metode ini menyoroti kekurangan metode katalitik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah dikembangkan juga varian katalitik yang melibatkan dialil karbonat stoikiometris dan karbonat alilik lainnya, terutama oleh Jiro Tsuji. Untuk ini pilihan pelarut menjadi sangat penting: pelarut nitril menghasilkan enona yang diinginkan sementara pelarut halus malah menghasilkan keton α-alil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode yang terakhir ini telah menikmati kesuksesan besar sebagai alat sintesis, terutama untuk sintesis racun terkenal [[Striknin]] () menggunakan metode [[Total sintesis striknin|sintesis total Shibasaki]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
This latter method has enjoyed greater success as a synthetic tool, most notably in the [[Strychnine total synthesis#Shibasaki synthesis|Shibasaki total synthesis]] of the famous poison [[Strychnine]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain metode ini, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan berkenaan dengan instalasi katalitik dari ketakjenuhan α-β.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat juga ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Silil enol eter]]&lt;br /&gt;
* [[Paladium(II) asetat]]&lt;br /&gt;
* [[Eliminasi selenoksida]]&lt;br /&gt;
* [[Sintesis total galantamina]]&lt;br /&gt;
* [[Sintesis total striknin]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oksidasi+Saegusa%E2%80%93Ito&amp;amp;oldid=27811041 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27811041 (2025-09-11T18:03:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>