<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Pandemi_Covid-19_di_Afrika</id>
	<title>Pandemi Covid-19 di Afrika - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Pandemi_Covid-19_di_Afrika"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Pandemi_Covid-19_di_Afrika&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T20:05:51Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Pandemi_Covid-19_di_Afrika&amp;diff=35905&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27489688; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Pandemi_Covid-19_di_Afrika&amp;diff=35905&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:40:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27489688; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;[[Pandemi Covid-19]] pertamakali dikonfirmasi menyebar ke [[Afrika]] pada 14 Februari 2020, dengan kasus pertama yang terkonfirmasi dilaporkan dari [[Mesir]]. Kasus terkonfirmasi pertama pada [[Afrika Sub-Sahara]] pertamakali di [[Nigeria]] pada akhir Februari 2020. Dalam waktu tiga bulan, virus ini sudah menyebar ke seluruh benua, dengan [[Lesotho]] sebagai negara terakhir yang terkonfirmasi terkena virus COVID, pada 13 Mei 2020. Pada 26 Mei, nampaknya kebanyakan negara-negara Afrika mengalami transmisi komunitas, meski kapasitas tes terbatas. Kebanyakan dari kasus teridentifikasi yang berasal dari luar Afrika datang dari Eropa dan Amerika Serikat, bukan Tiongkok, lokasi asal COVID.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awal Juni 2021, Afrika menghadapi gelombang infeksi COVID ketiga dengan peningkatan kasus di 14 negara. Pada 4 Juli benua ini mencatat lebih dari 251.000 kasus COVID baru, sebanyak 20% peningkatan dari pekan sebelumnya, dan peningkatan 12% dari titik puncak Januari. Lebih dari 16 negara Afrika, termasuk [[Malawi]] dan [[Senegal]], mencatat peningkatan pada kasus baru. [[Organisasi Kesehatan Dunia]] menamai titik waktu ini sebagai &amp;#039;Pekan Pandemi Terburuk&amp;#039; Afrika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak upaya pencegahan [[Respons nasional terhadap pandemi Covid-19 di Afrika|sudah dilaksanakan]] oleh negara-negara berbeda di Afrika. Hal tersebut meliputi pembatasan berpergian, pembatalan acara, penutupan sekolah, dan penutupan perbatasan. Diyakini bahwa terjadi [[kekurangan laporan]] (&amp;#039;&amp;#039;under-reporting&amp;#039;&amp;#039;) pada banyak negara Afrika dengan [[sistem kesehatan]] yang kurang berkembang. Menurut sebuah studi [[seroprevalensi]] musim gugur 2020 di [[Juba, Sudan Selatan|Juba]], Sudan Selatan, kurang dari 1% orang yang terinfeksi terlaporkan. Hasil yang serupa ditemukan pada 2022 oleh pemodel WHO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa [[Varian SARS-CoV-2|varian]] baru dari COVID ditemukan di Afrika: [[Varian Beta SARS-CoV-2|Varian Beta]] di [[Afrika Selatan]] pada Februari 2020, [[Varian Eta SARS-CoV-2|Varian Eta]] di Nigeria pada Desember 2020, dan [[Varian Omicron SARS-CoV-2|Varian Omicron]] di [[Botswana]] pada November 2021.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Uni Afrika]] mendapatkan lebih dari 300 juta dsis [[Vaksin Covid-19]] dalam persetujuan paling besar di Afrika hingga kini, yang diumumkan pada 13 Januari 2021. Upaya ini merupakan upaya yang independen dari [[COVAX]], yang memiliki tujuan untuk mendistribusikan vaksin COVID-19 pada negara-negara berpenghasilan rendah. Namun, negara Afrika dikenakan biaya dua kali lipat dari negara Eropa mengenai harga beberapa vaksin. Kelompok Tujuh ([[G7]]) menjanjikan distribusi setara vaksin pada 19 Februari 2021, meski sedikit detail dari ini diberikan. Selain itu, [[Uni Emirat Arab]] maju sebagai pemberi vaksin untuk benua Afrika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski kemajuan-kemajuan ini, Afrika masih menjadi benua yang paling sedikit tervaksinasi. Pada awal Juni 2021, WHO melaporkan bahwa pengiriman vaksin COVID-19 ke Afrika terhambat hingga &amp;#039;hampir terhenti&amp;#039;. Pada 8 Juni, dermawan milyuner Inggris-Sudan [[Mo Ibrahim]] mengkritik komunitas internasional secara tajam karena gagal memastikan distribusi setara vaksin ke seluruh dunia. Hingga Juli 2021, hanya 2% dari populasi Afrika yang sudah tervaksinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa pemerintah Afrika mengalami kritik karena kurangnya persiapan yang dirasakan, skandal korupsi, dan pemaksaan &amp;#039;&amp;#039;lockdown&amp;#039;&amp;#039; yang terlambat, merusak kepercayaan kepada negara. Saat ini, 20 dari 39 negara pada daftar negara yang terdampak konflik dan rentan Bank Dunia berada di Afrika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pandemi+Covid-19+di+Afrika&amp;amp;oldid=27489688 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27489688 (2025-07-02T13:54:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>