<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Pandemi_Covid-19_di_Polinesia_Prancis</id>
	<title>Pandemi Covid-19 di Polinesia Prancis - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Pandemi_Covid-19_di_Polinesia_Prancis"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Pandemi_Covid-19_di_Polinesia_Prancis&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T04:39:19Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Pandemi_Covid-19_di_Polinesia_Prancis&amp;diff=35995&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27955368; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Pandemi_Covid-19_di_Polinesia_Prancis&amp;diff=35995&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:50:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27955368; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;[[Pandemi koronavirus 2019–2020]] atau pandemi COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya penyakit yang disebabkan oleh salah satu [[koronavirus]] jenis baru yang diberi nama [[SARS-CoV-2]]. Virus ini pertama kali diidentifikasi di [[Wuhan|Kota Wuhan]], [[Hubei|Provinsi Hubei]], [[Republik Rakyat Tiongkok]] pada tanggal [[17 November]] [[2019]]. Penderita yang terpapar COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernafas. Pada penderita yang paling rentan, penyakit ini dapat berujung pada [[pneumonia]] dan kegagalan multiorgan. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia ([[WHO]]), [[Tedros Adhanom|Tedros Adhanom Ghebreyesus]], mengumumkan bahwa pandemi koronavirus sebagai pandemi dunia pada tanggal [[11 Maret]] [[2020]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandemi koronavirus di Polinesia Prancis diawali dengan temuan kasus pertama dilaporkan pada tanggal 11 Maret 2020 di [[Tahiti]]. Sampai tanggal 2 April 2020, telah terkonfirmasi adanya 35 kasus positif COVID-19 di Polinesia Prancis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kronologi kasus ==&lt;br /&gt;
Polinesia Prancis adalah negara pertama di Pasifik Selatan yang terjangkit koronavirus. Pada tanggal 11 Maret 2020, Presiden Edouard Fritch mengatakan pembawa virus pertama COVID-19 di Polinesia Prancis berasal dari salah satu anggota majelis nasional Prancis, French National Assembly, seorang Politikus wanita yang bernama Maina Sage yang kembali dari [[Prancis]]. Dia diduga terinfeksi koronavirus setelah melakukan kontak dengan [[Franck Riester]] (Menteri Kebudayaan Prancis) yang juga terjangkit virus tersebut. Sebelum kembali ke Tahiti, Sage sudah melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, tetapi tidak ditemukan adanya gejala-gejala. Kekhawatiran akan penyebaran virus, membuatnya untuk melakukan tes di tempat lain dan hasil pemeriksaan dinyatakan positif. sekarang dia sedang diisolasi di rumahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah satu kasus dikonfirmasi, pada tanggal 13 Maret 2020, kasus kedua COVID-19 di Polinesia Prancis merupakan seseorang yang dekat dengan Maina Sage. Setelah kepulangan Sage dari Prancis dia melakukan kontak langsung dengannya. Sedangkan kasus ketiga di negara ini adalah seorang turis berasal dari [[Swiss]] yang berada di Atol Fakarava di Tuamotus, Polinesia Prancis. Menurut &amp;#039;&amp;#039;Tahiti Nui TV,&amp;#039;&amp;#039; turis itu juga telah tiba di Polinesia Prancis akhir pekan lalu. Sekarang dinyatakan sedang sakit dan dilakukan pemeriksaan ternyata positif terjangkit virus, begitu dia sampai di Atol Fakarava langsung diisolasi dan diterbangkan kembali ke Tahiti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 18 Maret 2020, ditemukannya tiga kasus baru COVID-19 di Polinesia Prancis, sehingga total semua yang terjangkit virus ini berjumlah enam orang. Pada tanggal 19 Maret 2020 ditemukan kembali lima kasus baru di negara ini, sehingga menjadikan jumlah orang yang terinfeksi virus menjadi sebelas orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pencegahan ==&lt;br /&gt;
[[Edouard Fritch]] (Presiden Polinesia Prancis) dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran koronavirus mendesak warganya untuk membatasi pergerakan mereka dan menghindari bepergian keluar negeri terlebih dahulu. Pada tanggal 13 Maret 2020, Fritch juga mengumumkan bahwa wisatawan yang memasuki Polinesia Prancis diharapkan memiliki sertifikat medis yang menunjukkan bahwa mereka bebas dari virus. [[Emmanuel Macron]] (Presiden Prancis), juga telah menunda kunjungannya untuk bulan depan yang sudah dijadwalkan sejak lama. Negara ini pun telah menangguhkan pariwisata kapal pesiar selama sebulan, dan mengeluarkan pernyataan tentang kapal yang menuju ke Polinesia Prancis akan dialihkan ke pelabuhan internasional pilihan mereka berikutnya. Kapal-kapal yang berlayar di perairan teritorial Polinesia Prancis diarahkan untuk menuju ke [[Papeete]] agar penumpang turun dan dipulangkan. Sebelum berlabuh, status kesehatan penumpang juga harus dilaporkan kepada pihak berwenang setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 20 Maret 2020, Komisaris Tinggi Prancis Dominique Sorain dan Presiden Polinesia Prancis membuat pernyataan baru tentang langkah yang diambil untuk memerangi penyebaran koronavirus. Bahwa karantina wilayah akan diberlakukan selama 15 hari dan dimulai nanti pada tengah malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Dampak ==&lt;br /&gt;
* Dampak pandemi koronavirus terjadi banyak penanggguhan penerbangan ataupun pelabuhan dan penutupan tempat wisata.&lt;br /&gt;
* Dampak pandemi koronavirus pada biskop terjadi pembatalan pemutaran film dan penutupan bioskop.&lt;br /&gt;
* Dampak pandemi koronavirus bagi warga negaranya, yaitu diberlakukan pembatasan atau karantina wilayah dan menghindari bepergian ke luar negeri.&lt;br /&gt;
* Dampak pandemi koronavirus bagi pendidikan, yaitu sekolah-sekolah mulai ditutup dan diliburkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Pandemi koronavirus di Oseania]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* [https://www.worldometers.info/coronavirus/ Data Perkembangan Koronavirus di Situs World Meter].&lt;br /&gt;
* [https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-51850113 Peta dan Infografis Pasien Terinfeksi, Meninggal, dan Sembuh di Indonesia dan Dunia di Situs BBC].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pandemi+Covid-19+di+Polinesia+Prancis&amp;amp;oldid=27955368 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27955368 (2025-10-12T03:29:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>