<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Pencemaran_air_tanah</id>
	<title>Pencemaran air tanah - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Pencemaran_air_tanah"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Pencemaran_air_tanah&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-17T07:50:27Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Pencemaran_air_tanah&amp;diff=24925&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Pencemaran_air_tanah&amp;diff=24925&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T04:00:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Pencemaran_air_tanah&amp;amp;diff=24925&amp;amp;oldid=24525&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Pencemaran_air_tanah&amp;diff=24525&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28602124; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Pencemaran_air_tanah&amp;diff=24525&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T03:17:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28602124; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Pencemaran air tanah&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau disebut juga kontaminasi [[air tanah]] terjadi saat polutan dilepaskan ke tanah dan masuk ke dalam air tanah. Jenis pencemaran air ini juga dapat terjadi secara alami karena adanya komponen minor dan tidak diinginkan, kontaminan, atau pengotor dalam air tanah, yang dalam hal ini lebih mungkin disebut sebagai kontaminasi daripada polusi. Pencemaran air tanah dapat bersumber dari sistem sanitasi setempat (&amp;#039;&amp;#039;on-site sanitation&amp;#039;&amp;#039;), limbah di [[tempat pembuangan akhir]], efluen dari instalasi pengolahan air [[limbah]], saluran pembuangan yang bocor, [[Stasiun pengisian bahan bakar|SPBU]], rekahan hidrolik (&amp;#039;&amp;#039;fracking&amp;#039;&amp;#039;), atau dari penggunaan pupuk yang berlebihan dalam bidang pertanian. Pencemaran atau kontaminasi juga dapat terjadi dari kontaminan alami, seperti [[arsen]]ik atau [[fluorida]]. Penggunaan [[air tanah]] yang tercemar dapat berdampak buruk bagi [[kesehatan masyarakat]], seperti [[keracunan]] atau [[penularan penyakit]] ([[penyakit bawaan air]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Polutan sering kali menghasilkan gumpalan kontaminan di dalam [[akuifer]]. Pergerakan dan penyebaran air di dalam akuifer lalu menyebarkan polutan ke area yang lebih luas. Penyebaran kontaminan dalam konteks pencemaran air tanah disebut dengan istilah &amp;#039;&amp;#039;plume&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;.&amp;#039;&amp;#039; Batas &amp;#039;&amp;#039;plume&amp;#039;&amp;#039; yang semakin maju atau disebut sebagai tepian &amp;#039;&amp;#039;plume&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;plume edge&amp;#039;&amp;#039;) dapat bertemu dengan sumur air tanah dan air permukaan, seperti rembesan dan mata air, sehingga pasokan air menjadi tidak aman bagi [[manusia]] dan [[satwa liar]]. Pergerakan &amp;#039;&amp;#039;plume&amp;#039;&amp;#039;, yang disebut dengan &amp;#039;&amp;#039;plume front&amp;#039;&amp;#039;, dapat dianalisis melalui model transpor hidrologi atau model air tanah. Analisis pencemaran air tanah dapat berfokus pada karakteristik tanah dan geologi lokasi, hidrogeologi, hidrologi, dan sifat kontaminan. Berbagai mekanisme bisa memengaruhi pergerakan polutan, misalnya melalui difusi, [[adsorpsi]], [[Presipitasi (meteorologi)|presipitasi]], dan pembusukan, di dalam air tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Interaksi pencemaran air tanah dengan air permukaan dianalisis menggunakan model transpor hidrologi. Interaksi antara air tanah dan air permukaan bersifat kompleks. Misalnya, banyak [[sungai]] dan [[danau]] yang dialiri oleh air tanah. Ini berarti bahwa kerusakan pada akuifer air tanah, misalnya akibat [[Rekahan hidraulis|rekahan hidrolik]] atau pengambilan air yang berlebihan, dapat memengaruhi sungai dan danau yang bergantung padanya. Intrusi air asin ke akuifer pesisir merupakan contoh dari interaksi tersebut. Sejumlah metode pencegahan yang dapat dilakukan meliputi: penerapan prinsip kehati-hatian, pemantauan kualitas air tanah, zonasi lahan untuk perlindungan air tanah, penempatan sistem sanitasi di lokasi yang tepat, dan penerapan peraturan perundang-undangan. Ketika pencemaran terlanjur terjadi, pendekatan pengelolaan yang bisa diterapkan meliputi pengolahan air di titik penggunaan, remediasi air tanah, atau sebagai upaya terakhir, penghentian penggunaan air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis-jenis polutan ==&lt;br /&gt;
Kontaminan yang ditemukan dalam air tanah mencakup berbagai parameter fisika, [[kimia anorganik]], [[kimia organik]], [[bakteriologi]]s, dan radioaktif. Pada prinsipnya, banyak polutan yang berperan dalam pencemaran air permukaan juga dapat ditemukan dalam air tanah yang tercemar, meskipun tingkat signifikasinya masing-masing mungkin berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Arsenik dan fluorida ===&lt;br /&gt;
Arsenik dan fluorida telah diakui oleh [[Organisasi Kesehatan Dunia]] (WHO) sebagai kontaminan anorganik paling serius yang mencemari air minum di seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arsenik anorganik adalah jenis arsenik yang paling umum yang terdapat dalam tanah dan air. Arsenik metaloid dapat terkandung secara alami dalam air tanah, seperti yang paling sering ditemukan di [[Asia]], termasuk di [[Tiongkok]], [[India]], dan Bangladesh. Di Dataran Gangga di [[India Utara|India utara]] dan [[Bangladesh]], kontaminasi parah air tanah oleh arsenik alami memengaruhi 25% sumur air di akuifer regional yang lebih dangkal dari dua akuifer regional. Air tanah di wilayah ini juga terkontaminasi oleh penggunaan [[pestisida]] berbasis arsenik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arsenik dalam air tanah juga dapat terdapat di lokasi operasi [[pertambangan]] atau tempat pembuangan limbah tambang yang akan melarutkan arsenik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluorida alami dalam air tanah kini semakin mengkhawatirkan seiring dengan meningkatnya penggunaan air tanah yang lebih dalam, &amp;quot;dengan lebih dari 200 juta orang berisiko mengonsumsi air minum dengan konsentrasi tinggi.&amp;quot; Fluorida khususnya dapat dilepaskan dari batuan vulkanik asam dan abu vulkanik yang tersebar ketika kesadahan air rendah. Kadar fluorida yang tinggi dalam air tanah merupakan masalah serius di Pampas [[Argentina]], [[Chili]], [[Meksiko]], [[India]], [[Pakistan]], [[Retakan Afrika Timur]], dan beberapa pulau vulkanik ([[Tenerife]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di daerah-daerah yang secara alami memiliki kadar fluorida tinggi dalam air tanah yang digunakan untuk air minum, [[fluorosis gigi]] dan tulang dapat sering ditemui dan parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Patogen ===&lt;br /&gt;
Kurangnya langkah-langkah sanitasi memadai dan penempatan sumur yang tidak tepat dapat menyebabkan air minum terkontaminasi [[patogen]] yang terbawa melalui [[tinja]] dan [[urine]]. Penyakit menular fekal-oral tersebut meliputi [[Penyakit Rickettsia|tifus]], [[kolera]], dan [[diare]]. Dari empat jenis patogen yang terdapat dalam feses ([[bakteri]], [[virus]], [[protozoa]], dan [[cacing]] atau telur cacing), tiga jenis pertama umumnya ditemukan di air tanah yang tercemar, sedangkan telur cacing yang relatif besar biasanya tersaring oleh matriks tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akuifer dalam dan tertekan biasanya dianggap sebagai sumber air minum paling aman dari patogen. Patogen dari [[air limbah]] yang diolah atau tidak diolah dapat mencemari akuifer tertentu, terutama yang dangkal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Nitrat ===&lt;br /&gt;
[[Nitrat]] merupakan kontaminan kimia paling umum ditemui dalam air tanah dan akuifer di dunia. Di beberapa negara berpenghasilan rendah, kadar nitrat dalam air tanah sangat tinggi, sehingga menyebabkan masalah kesehatan yang signifikan. Nitrat juga stabil (tidak terdegradasi) dalam kondisi oksigen tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peningkatan kadar nitrat dalam air tanah dapat disebabkan oleh sanitasi setempat, pembuangan lumpur limbah, dan aktivitas pertanian. Oleh karena itu, nitrat dapat bersumber dari perkotaan ataupun pertanian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadar nitrat di atas 10&amp;amp;nbsp;mg/L (10 ppm) dalam air tanah dapat menyebabkan &amp;quot;sindrom bayi biru&amp;quot; ([[metemoglobinemia]] didapat). Standar kualitas air minum di [[Uni Eropa]] menetapkan kadar nitrat dalam air minum kurang dari 50&amp;amp;nbsp;mg/L. Di Indonesia, standarnya juga di angka yang sama berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI No. 492 Tahun 2010. Namun, keterkaitan antara nitrat dalam air minum dan sindrom bayi biru telah diperdebatkan dalam penelitian lain. Wabah sindrom ini mungkin disebabkan oleh faktor lain selain peningkatan konsentrasi nitrat dalam air minum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Senyawa organik ===&lt;br /&gt;
[[Senyawa organik mudah menguap]] (VOC) merupakan kontaminan berbahaya bagi air tanah. Senyawa ini umumnya masuk ke lingkungan melalui praktik industri yang ceroboh. Banyak dari senyawa ini tidak diketahui berbahaya hingga akhir tahun 1960-an, dan baru beberapa waktu kemudian pengujian air tanah secara berkala dapat mengidentifikasi zat-zat ini dalam sumber air minum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Polutan VOC utama yang ditemukan dalam air tanah meliputi hidrokarbon aromatik seperti senyawa BTEX (benzena, toluena, etilbenzena, dan xilena), dan pelarut terklorinasi termasuk tetrakloroetilena (PCE), trikloroetilena (TCE), dan vinil klorida (VC). BTEX merupakan komponen penting dalam [[bensin]]. PCE dan TCE merupakan pelarut industri yang digunakan dalam proses &amp;#039;&amp;#039;dry cleaning&amp;#039;&amp;#039; dan sebagai penghilang lemak logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Polutan organik lain yang terdapat dalam air tanah dan berasal dari operasi industri adalah hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). Karena berat molekulnya, naftalena merupakan PAH yang paling mudah larut dan mudah bergerak yang ditemukan di air tanah, sedangkan benzo(a)pirena merupakan yang paling beracun. PAH umumnya dihasilkan sebagai produk sampingan dari pembakaran bahan organik yang tidak sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Polutan organik juga dapat ditemukan di air tanah sebagai [[Racun serangga|insektisida]] dan [[herbisida]]. Seperti banyak senyawa organik sintetis lainnya, sebagian besar pestisida memiliki struktur molekul yang sangat kompleks. Kompleksitas ini menentukan kelarutan dalam air, kapasitas adsorpsi, dan mobilitas pestisida dalam sistem air tanah. Dengan demikian, beberapa jenis pestisida lebih mudah bergerak daripada yang lain sehingga lebih mudah mencapai sumber air minum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Daftar rujukan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pencemaran+air+tanah&amp;amp;oldid=28602124 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28602124 (2025-11-22T09:28:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>