<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Penjajap</id>
	<title>Penjajap - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Penjajap"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Penjajap&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T06:04:51Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Penjajap&amp;diff=28486&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Penjajap&amp;diff=28486&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T23:18:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Penjajap&amp;amp;diff=28486&amp;amp;oldid=28086&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Penjajap&amp;diff=28086&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27938439; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Penjajap&amp;diff=28086&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-29T22:56:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27938439; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Penjajap&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (sebutan bahasa [[Portugal|Portugis]]: &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Pangajava&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;) adalah sejenis [[perahu]] yang digunakan untuk pertempuran di laut. Perahu jenis ini dulu banyak digunakan baik oleh angkatan laut maupun bajak laut di [[Nusantara]]. Perahu penjajap berbentuk panjang dan ramping, dengan haluan dan buritan yang sangat lancip dan dibuat ringan agar dapat bergerak cepat. Ukurannya beragam, tetapi semakin kecil makin baik, karena kecepatannya menjadi bertambah besar. Serangan biasanya dilakukan menggunakan perahu penjajap kecil yang dapat bergerak cepat, sedangkan perahu penjajap besar berfungsi sebagai pelindung. Dalam operasinya mereka juga didampingi perahu kecil yang bernama [[Kakap (perahu)|kakap]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Etimologi ==&lt;br /&gt;
Nama asli untuk perahu orang [[Maluku]], [[Sabah]] Timur, [[Mindanao]] Barat, dan kepulauan Sulu adalah &amp;#039;&amp;#039;pangayaw&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;mangayaw&amp;#039;&amp;#039; (berarti &amp;quot;penjarah&amp;quot;). Ini juga dituliskan di sumber Eropa (terutama oleh [[Dutch language|Belanda]] dan [[Portuguese language|Portugis]]) sebagai &amp;#039;&amp;#039;pangaio&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;pangaia&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;panguaye&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;pangajao&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;pangajaua&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;pangajava&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;penjajab&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;penjajap&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;pindjajap, penjelajah&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;pangara&amp;#039;&amp;#039;, and &amp;#039;&amp;#039;panco&amp;#039;&amp;#039;. Penjelajah [[British East India Company|EIC]] Thomas Forrest juga mencatat bahwa orang Iranun menyebutnya &amp;#039;&amp;#039;mangaio&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istilah tersebut (terutama &amp;#039;&amp;#039;pangaio&amp;#039;&amp;#039;) juga nantinya dipinjam dan digunakan secara umum untuk perahu perang layar yang terbuat dari kayu tanpa menggunakan paku oleh Portugis pada jajahannya di [[Africa|Afrika]] dan [[India]]. Penggunaan ini lalu menyebar ke negara kolonial Eropa lainnya, pernah digunakan sementara ke perahu buatan Arab dan Swahili. Istilah ini juga secara tidak tepat ditujukan kepada &amp;#039;&amp;#039;garay&amp;#039;&amp;#039;, yaitu perahu orang Banguingui and [[Orang Lanun|orang Iranun]] di [[Philippines|Filipina]]. Perbedaannya adalah &amp;#039;&amp;#039;garay&amp;#039;&amp;#039; lebih lebar dan tidak punya cadik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjajap juga biasa disebut sebut sebagai &amp;#039;&amp;#039;prao&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;prahu&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;proe&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;prauw&amp;#039;&amp;#039;, atau &amp;#039;&amp;#039;prow&amp;#039;&amp;#039; pada catatan sejarah. &amp;quot;Daftar Kapal dan Kendaraan Laut dari Hindia Belanda&amp;quot; yang secara berkala diterbitkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, mendaftarkan &amp;#039;&amp;#039;pangajaoa&amp;#039;&amp;#039; sebagai &amp;#039;&amp;#039;pengajoehan&amp;#039;&amp;#039; (pengayuhan). Daftar itu mencatat namanya berasal dari kata &amp;#039;&amp;#039;kajoeh&amp;#039;&amp;#039; (kayuh) and &amp;#039;&amp;#039;pengajoeh&amp;#039;&amp;#039; (pengayuh), dan menganggapnya sebagai sejenis [[galai]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Catatan awal mengenai penjajap adalah dari tahun 1509 oleh sejarawan Portugis Fernão Lopes de Castanheda, ia mengatakan Penjajap adalah perahu dari [[Sumatra]], panjang dan cepat, dapat melaju dengan baik menggunakan layar maupun dayung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Afonso de Albuquerque, saat Portugis [[Perebutan Melaka (1511)|menyerang Kesultanan Melaka pada tahun 1511]] orang Melayu dari Kesultanan Melaka menggunakan [[Lancaran (kapal)|lancaran]] (&amp;#039;&amp;#039;lanchara&amp;#039;&amp;#039;) dengan jumlah tidak disebutkan dan dua puluh penjajap (&amp;#039;&amp;#039;pangajaoa&amp;#039;&amp;#039;) untuk melawan Portugis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 1775, penjelajah Inggris Thomas Forrest mendeskripsikan penjajap besar pada pelabuhan Iranun di Sulu hanya berukuran 4 kaki (1,2 m) lebarnya dan 3,5 kaki (1,1 m) dalamnya, tetapi hanya sepanjang 42 kaki (13 m). Ia dipasangi 6 lantaka kuningan dan membawa kru 30 orang, dan dilengkapi dengan cadik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laksamana Perancis François-Edmond Pâris mengamati penjajap selama perjalanannya di atas kapal &amp;#039;&amp;#039;Favorite&amp;#039;&amp;#039;. Dimensi perahu yang ditemui sangat bervariasi, yang terbesar yang ia lihat adalah sepanjang 17 meter (56 kaki), lebar 3,4 m (11,2 kaki) dan kedalaman 2,1 m (6,9 kaki); yang terkecil adalah 11 m (36 kaki).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Herbert Warington Smyth melaporkan deskripsi penjajap dari [[semenanjung Melayu]] pada akhir abad ke-19. Perahu itu menggunakan &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;dipping [[Layar lug|lugsail]]&amp;#039;&amp;#039;&amp;quot;, dengan rumah geladak atau tenda kecil (disebut &amp;#039;&amp;#039;kajang&amp;#039;&amp;#039; pada bahasa Melayu) dan ada sebuah galeri menonjol di buritan (disebut &amp;#039;&amp;#039;dandan&amp;#039;&amp;#039;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Deskripsi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjajap dibuat dari bahan yang ringan. Biasanya sangat panjang dan sempit dan memiliki kedalaman (&amp;#039;&amp;#039;draft&amp;#039;&amp;#039;) yang dangkal. Ini memungkinkan mereka berlayar di atas karang dan sungai. Penjajap besar memerlukan cadik, karena tanpanya, ia bisa terbalik. Untuk keperluan bertempur, penjajap dilengkapi baik dengan [[meriam]] berkaliber besar maupun [[lela]] (meriam yang lebih kecil dari meriam Barat). Pada penjajap kecil hanya ada satu atau dua lantaka. Penjajap memiliki buritan yang tajam tetapi dengan galeri yang menjorok ke belakang. Rumah geladak di tengah perahu terbuat dari daun kelapa dengan atap jerami. Pada abad ke-19 mereka dikemudikan menggunakan kemudi tengah desain barat, tetapi penjajap awal mungkin telah menggunakan kemudi samping ganda. Mereka memiliki 1, 2, atau 3 tiang tergantung pada ukurannya, layar segiempatnya memiliki &amp;#039;&amp;#039;yard&amp;#039;&amp;#039; (pebahu atau andang-andang atas) dan &amp;#039;&amp;#039;boom&amp;#039;&amp;#039; (pekaki atau andang-andang bawah). Dayung sempit yang panjang juga digunakan sebagai pendorong. Nama &amp;quot;Pagar Tenggalong&amp;quot; mengacu pada jenis penjajap dengan bibir/pinggir berornamen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjajap membawa 1 atau 2 meriam berkaliber lebih besar di perisai meriam kayu ([[Apilan dan kota mara|apilan]]). Penjajap kecil hanya membawa 1–2 buah lantaka yang dipasang di haluan, sedangkan yang lebih besar memiliki [[meriam putar]] tambahan yang dipasang di samping. Mereka digerakkan oleh dayung dan 2 buah [[layar tanja]]. Mereka bisa didayung ke depan maupun ke belakang. Deknya biasanya terbuka dengan panggung yang biasa disebut &amp;quot;balai&amp;quot;. Ruangan kecil ada di belakang, sebagai ruang nakhoda dan penyimpanan senjata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti perahu &amp;#039;&amp;#039;garay&amp;#039;&amp;#039; yang lebih besar dan lebar, mereka juga berperan sebagai kapal induk dari &amp;#039;&amp;#039;kakap&amp;#039;&amp;#039;. Penjajap biasanya sangat cepat. Penjajap besar bisa mencapai kecepatan  dengan layar, dan  dengan dayung. Pada armada orang Lanun, mereka biasanya dapat menyusul kapal &amp;#039;&amp;#039;[[lanong]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjajap berukuran sedang memiliki 20–30 pendayung, dan dengan dayung pendek perahu penjajap dapat bergerak dengan cepat baik ke depan maupun belakang. Saat Tome Pires mengunjungi Nusantara pada abad ke-16, penjajap/&amp;#039;&amp;#039;pangajava&amp;#039;&amp;#039; adalah jenis perahu lain yang dihitungnya setiap sampai pada suatu pelabuhan setelah [[kapal jung]] dan lancaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Peran ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjajap milik orang Lanun biasanya bersenjata ringan, jika dibandingkan dengan lanong. Mereka biasanya hanya memiliki satu meriam besar ([[lela]]). Sementara &amp;#039;&amp;#039;[[lanong]]&amp;#039;&amp;#039; digunakan khusus dalam pertempuran kapal ke kapal, Penjajap lebih cocok untuk menjarah desa-desa pesisir dan menyerang kapal-kapal dagang tidak bersenjata atau bersenjata ringan. Dalam pelayarannya penjajap biasanya didampingi oleh perahu yang lebih kecil yang bernama kakap. Kakap ini berfungsi sebagai peninjau (&amp;#039;&amp;#039;scout&amp;#039;&amp;#039;) bagi penjajap atau lanong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tomé Pires pada kunjungannya ke kepulauan Nusantara biasa menyebut penjajap sebagai perahu kargo. Banyak penjajap kargo yang berhasil dikumpulkan [[Pati Unus]] dari berbagai kota pelabuhan di Jawa untuk [[Invasi Kerajaan Demak ke Malaka|menyerang Portugis di Malaka]]. Penjajap ini dialih fungsikan menjadi perahu pengangkut pasukan dan senjata untuk mendarat, karena ukuran [[Jung Jawa]] terlalu besar untuk melakukannya. Namun, kata Tome Pires, setelah kapal mereka disumbangkan aktivitas perdagangan di pelabuhan-pelabuhan tersebut menjadi lebih lesu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laksamana François-Edmond Pâris mencatat beberapa penjajap kargo di selat Malaka selama tahun 1830-an. Penjajap itu membawa rempah-rempah, pinang kering, dan [[badam]] kelapa dari Sumatra, dan tampaknya hanya berlayar di bagian selatan selat Malaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat juga ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Cetbang]], meriam era Majapahit&lt;br /&gt;
* [[Lantaka]], meriam yang lebih kecil dari lela&lt;br /&gt;
* [[Lela]], meriam yang lebih kecil dari meriam Eropa tapi lebih besar dari lantaka&lt;br /&gt;
* [[Kakap (perahu)]]&lt;br /&gt;
* [[Kelulus]]&lt;br /&gt;
* [[Djong (kapal)|Djong Jawa]]&lt;br /&gt;
* [[Lanong]]&lt;br /&gt;
* [[Kora-kora|Kora-Kora]]&lt;br /&gt;
* [[Pinisi]]&lt;br /&gt;
* [[Lancaran (kapal)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penjajap&amp;amp;oldid=27938439 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27938439 (2025-10-08T02:59:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>