<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Penyakit_akibat_kerja</id>
	<title>Penyakit akibat kerja - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Penyakit_akibat_kerja"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Penyakit_akibat_kerja&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T20:36:33Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Penyakit_akibat_kerja&amp;diff=35927&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29575852; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Penyakit_akibat_kerja&amp;diff=35927&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T13:43:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29575852; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Penyakit akibat kerja&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;PAK&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;) adalah setiap penyakit kronis yang terjadi sebagai akibat dari pekerjaan atau aktivitas kerja. Sebuah aspek dalam [[Kesehatan dan keselamatan kerja|keselamatan dan kesehatan kerja]], penyakit akibat kerja biasanya diidentifikasi ketika ditunjukkan bahwa penyakit itu lebih umum ditemukan di dalam tubuh pekerja tertentu daripada di populasi umum, atau di populasi pekerja lainnya. [[Karsinoma penyapu cerobong asap|Penyakit pertama yang dikenali]], [[karsinoma sel skuamosa]] [[skrotum]], diidentifikasi pada anak laki-laki [[penyapu cerobong]] oleh [[Percivall Pott|Sir Percival Pott]] pada tahun 1775. Bahaya kerja yang bersifat traumatis (seperti jatuh oleh tukang atap) tidak dianggap sebagai penyakit akibat kerja melainkan [[kecelakaan kerja]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bawah undang-undang [[kompensasi pekerja]] di banyak yurisdiksi, ada anggapan bahwa penyakit tertentu disebabkan oleh pekerja yang berada di lingkungan kerja, dan beban tersebut ada pada majikan atau perusahaan asuransi untuk menunjukkan bahwa penyakit itu berasal dari penyebab lain. Penyakit yang dikompensasikan oleh otoritas kompensasi pekerja nasional sering disebut penyakit akibat kerja. Namun, banyak negara tidak menawarkan kompensasi untuk penyakit tertentu seperti gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh pekerjaan (misalnya di [[Norwegia]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh [[Organisasi Kesehatan Dunia]] dan [[Organisasi Perburuhan Internasional|Organisasi Buruh Internasional]] pada tahun 2021, 745.000 kematian akibat penyakit jantung iskemik dan kejadian stroke pada tahun 2016 dikaitkan dengan paparan jam kerja yang panjang. Dengan perkiraan PBB ini, beban global [[penyakit kardiovaskular]] terkait pekerjaan telah dihitung untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia, penyakit akibat kerja diatur dalam [[Peraturan Presiden]] No. 7 tahun 2019.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis ==&lt;br /&gt;
Beberapa penyakit akibat kerja yang terkenal antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyakit paru paru ===&lt;br /&gt;
Penyakit paru-paru akibat kerja termasuk [[asbestosis]] di antara penambang [[Asbestos|asbes]] dan mereka yang bekerja dengan insulasi asbes yang rapuh, serta paru-paru hitam ([[Paru-paru hitam|coalworker&amp;#039;s pneumoconiosis]]) di antara [[Penambangan batu bara|penambang batu bara]], [[silikosis]] di antara para penambang dan operator penggalian dan terowongan, dan [[bisinosis]] di antara para pekerja di beberapa bagian industri tekstil kapas. Begitu juga [[Asma kerja|asma akibat kerja]] yang merupakan dampak dari sejumlah besar pekerjaan yang berisiko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Kualitas udara dalam ruangan]] yang buruk dapat menjadi predisposisi penyakit di paru-paru dan juga di bagian tubuh lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyakit kulit ===&lt;br /&gt;
Penyakit kulit akibat kerja termasuk dalam lima besar penyakit akibat kerja di banyak negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit dan kondisi kulit akibat kerja umumnya disebabkan oleh bahan kimia dan tangan yang basah dalam waktu yang lama saat bekerja. [[Dermatitis|Eksem]] adalah yang paling umum, tetapi [[urtikaria]], [[Bakaran matahari|terbakar sinar matahari]] dan [[kanker kulit]] juga harus menjadi perhatian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Dermatitis kontak]] akibat iritasi adalah [[Radang|peradangan]] pada kulit akibat kontak dengan bahan iritan. Telah diamati bahwa jenis [[dermatitis]] ini tidak memerlukan sensitisasi [[Sistem imun|sistem kekebalan]] sebelumnya. Ada penelitian yang mendukung bahwa [[dermatitis atopik]] yang pernah atau sedang diderita merupakan faktor risiko untuk jenis [[dermatitis]] ini. Iritan umum termasuk deterjen, asam, alkali, minyak, pelarut organik, dan zat pereduksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk akut dari dermatitis ini berkembang pada paparan kulit terhadap bahan kimia iritan atau kaustik yang kuat. Paparan ini dapat terjadi sebagai akibat dari [[Asiden|kecelakaan]] di tempat [[Tempat kerja|kerja]]. Reaksi iritan mulai meningkat intensitasnya dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah terpapar iritan dan mencapai puncaknya dengan cepat. Setelah reaksi mencapai tingkat puncaknya, ia mulai sembuh secara perlahan. Proses ini dikenal sebagai fenomena &amp;#039;&amp;#039;decrescendo&amp;#039;&amp;#039;. Iritasi kuat yang paling sering menyebabkan jenis dermatitis ini adalah larutan asam dan basa. Gejalanya meliputi kemerahan dan pembengkakan pada kulit bersamaan dengan pembentukan lepuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk kronis terjadi sebagai akibat dari paparan berulang pada kulit terhadap iritan lemah dalam jangka waktu yang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manifestasi klinis dermatitis kontak juga dimodifikasi oleh faktor eksternal seperti faktor lingkungan (tekanan mekanik, suhu, dan kelembapan) dan karakteristik predisposisi individu (usia, jenis kelamin, asal etnis, penyakit kulit yang sudah ada sebelumnya, diatesis kulit atopik, dan wilayah anatomis yang terbuka).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit kulit akibat kerja lainnya adalah urtikaria tangan terkait [[sarung tangan]]. Penyakit ini telah dilaporkan sebagai masalah pekerjaan di antara petugas kesehatan. Jenis urtikaria tangan ini diyakini disebabkan oleh pemakaian dan pelepasan sarung tangan berulang kali. Reaksi ini disebabkan oleh [[lateks]] atau [[nitril]] yang ada di sarung tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaan berisiko tinggi lainnya untuk penyakit kulit akibat kerja meliputi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Penata rambut&lt;br /&gt;
* Katering&lt;br /&gt;
* Kesehatan&lt;br /&gt;
* Pencetakan&lt;br /&gt;
* Permesinan logam&lt;br /&gt;
* Reparasi kendaraan bermotor&lt;br /&gt;
* Konstruksi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyakit lain yang menjadi perhatian ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;Overuse syndrome&amp;#039;&amp;#039; di antara orang-orang yang melakukan gerakan berulang atau gerakan yang kuat dalam postur yang terbatas&lt;br /&gt;
* [[Sindrom lorong karpal]] di antara orang-orang yang bekerja di industri [[unggas]] dan teknologi informasi&lt;br /&gt;
* [[Sindrom Penglihatan Komputer|Sindrom penglihatan komputer]] di antara orang-orang yang menggunakan teknologi informasi selama berjam-jam&lt;br /&gt;
* [[Keracunan timbal]] memengaruhi pekerja di banyak industri yang memproses atau menggunakan timbal atau senyawa timbal&lt;br /&gt;
* [[Infeksi|Penyakit menular]] yang ditularkan melalui kondisi kerja yang tidak sehat, seperti [[meningitis]], [[batuk rejan]], atau penyakit yang ditularkan melalui darah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daftar Penyakit Kerja dari Organisasi Perburuhan Internasional ([[Organisasi Perburuhan Internasional|ILO]]) juga termasuk &amp;quot;[[Penyakit|gangguan]] [[Gangguan jiwa|mental]] dan [[perilaku]] yang terkait dengan paparan faktor risiko.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Sejarah ===&lt;br /&gt;
[[Donald Hunter (dokter)|Donald Hunter]] dalam sejarah klasik penyakit akibat kerja membahas banyak contoh penyakit akibat kerja. Diantaranya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Rahang palsu]] di antara para [[Pemogokan gadis korek api London tahun 1888|gadis korek api London]]&lt;br /&gt;
* [[Sindrom radiasi akut]] di antara beberapa orang yang telah bekerja di industri nuklir&lt;br /&gt;
* [[Rahang radium]] di antara [[Gadis-gadis Radium|gadis-gadis radium]]&lt;br /&gt;
* [[Karsinoma sel skuamosa]] pada kulit skrotum di antara para penyapu cerobong asap&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Bernardino Ramazzini]] dalam bukunya, tertanggal 1700, [[De Morbis Artificum Diatriba]], menguraikan bahaya kesehatan dari bahan kimia, debu, logam, gerakan berulang atau brutal, postur aneh, dan agen penyebab penyakit lainnya yang dihadapi oleh pekerja di lebih dari lima puluh pekerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pencegahan ==&lt;br /&gt;
Langkah-langkah pencegahan termasuk menghindari iritan dengan memindahkannya dari tempat kerja atau melalui pelindung teknis, yaitu dengan menggunakan iritan kuat di dalam sistem tertutup atau secara terotomatisasi tanpa peran manusia, penggantian atau pemindahan zat iritan dan perlindungan individu pekerja (APD).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mencegah dan mengendalikan [[penyakit]] akibat kerja dengan lebih baik, sebagian besar negara merevisi dan memperbarui undang-undang terkait, kebanyakan dari mereka secara signifikan meningkatkan hukuman jika terjadi pelanggaran undang-undang penyakit akibat kerja. Pencegahan penyakit akibat kerja, yang secara umum diatur secara hukum, merupakan bagian dari manajemen [[rantai pasok]]an yang baik dan memungkinkan perusahaan untuk merancang dan memastikan skema kepatuhan sosial rantai pasokan serta memantau implementasinya untuk mengidentifikasi dan mencegah bahaya penyakit akibat kerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat juga ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Psikologi industri|Psikologi industri dan organisasi]]&lt;br /&gt;
* [[Psikologi kesehatan kerja]]&lt;br /&gt;
* [[Kedokteran okupasi]]&lt;br /&gt;
* [[Kesehatan dan keselamatan kerja|Keselamatan dan kesehatan kerja]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penyakit+akibat+kerja&amp;amp;oldid=29575852 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29575852 (2026-08-14T08:25:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>