<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Perancangan_obat</id>
	<title>Perancangan obat - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Perancangan_obat"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Perancangan_obat&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T20:35:49Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Perancangan_obat&amp;diff=13271&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Perancangan_obat&amp;diff=13271&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T04:09:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Perancangan_obat&amp;amp;diff=13271&amp;amp;oldid=12873&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Perancangan_obat&amp;diff=12873&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29383231; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Perancangan_obat&amp;diff=12873&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T03:50:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29383231; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Perancangan obat&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;desain obat&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ([[Bahasa Inggris]]: &amp;#039;&amp;#039;Drug Design&amp;#039;&amp;#039;) adalah proses inventif untuk menemukan obat baru berdasarkan pengetahuan tentang obat yang sudah ada atau target biologisnya. [[Obat]] umumnya berupa [[molekul kecil]] [[Senyawa organik|organik]] yang mengaktifkan atau menghambat fungsi suatu [[biomolekul]] seperti [[protein]], yang menghasilkan efek [[Efek terapeutik|terapeutik]]. Obat umumnya berupa molekul organik kecil yang mengaktifkan atau menghambat fungsi biomolekul, seperti protein, untuk menghasilkan efek terapeutik. Sederhananya, desain obat adalah proses merancang molekul agar dapat berinteraksi dengan target biomolekuler. Desain obat sering menggunakan teknik pemodelan komputer (disebut juga desain obat berbantuan komputer). Desain obat yang didasarkan pada struktur tiga dimensi target dikenal sebagai desain obat berbasis struktur. Selain molekul kecil, [[biofarmasi]] termasuk [[peptida]]   dan  [[Therapeutic antibodies|antibodi terapeutik]] merupakan kelas obat terapi berbasis protein ini juga telah dikembangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Definisi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Target obat ===&lt;br /&gt;
Target obat, yang umumnya berupa [[protein]], merupakan [[molekul]] sentral yang berperan dalam jalur [[metabolisme]] atau pensinyalan seluler yang berkaitan dengan kondisi penyakit atau [[patologi]] tertentu, atau dengan [[kemampuan infeksi]] atau viabilitas patogen mikroba. Kriteria target obat potensial tidak mengharuskan molekul tersebut &amp;#039;&amp;#039;menjadi penyebab&amp;#039;&amp;#039; penyakit, melainkan &amp;#039;&amp;#039;mampu memengaruhi&amp;#039;&amp;#039; perkembangan penyakit. Dalam beberapa kasus, [[molekul kecil]] akan dirancang untuk meningkatkan atau menghambat fungsi target dalam jalur modifikasi penyakit tertentu. Molekul kecil (seperti agonis, antagonis, agonis terbalik, atau modulator reseptor; aktivator atau inhibitor [[enzim]]; atau pembuka atau penghambat [[saluran ion]]) akan dirancang agar komplementer dengan sisi pengikatan. Obat dapat dirancang sedemikian rupa sehingga tidak berikatan dengan molekul  selain target, &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;off-target&amp;#039;&amp;#039;&amp;quot;, untuk menghindari [[efek samping]] yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada umumnya, obat-obatan adalah molekul organik kecil yang dihasilkan melalui [[sintesis kimia]]. Namun, obat berbasis [[biopolimer]] (juga dikenal sebagai [[biofarmasi]]) yang diproduksi melalui proses biologis semakin umum dikembangkan. Selain itu, teknologi [[Peredaman gen|pembungkaman gen]] berbasis [[RNA duta|mRNA]] mungkin memiliki aplikasi terapeutik. Sebagai contoh, nanomedicine berbasis mRNA berpotensi memperlancar dan mempercepat proses [[pengembangan obat]], sehingga memungkinkan produksi obat secara cepat dalam menghadapi wabah.Sistem nanomedicine mRNA memfasilitasi penghantaran obat ke beragam jenis sel yang dapat dijangkau melalui [[Sistem peredaran darah|sirkulasi darah]]. Fungsi utama penggunaan mRNA adalah untuk mengantarkan informasi genetik tertentu ke dalam sel, dengan tujuan mencegah atau menghambat perkembangan penyakit tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penemuan obat (Drug Discovery) ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Penemuan obat fenotipik ====&lt;br /&gt;
Penemuan obat fenotipik, yang juga dikenal sebagai farmakologi maju atau farmakologi klasik, merupakan pendekatan tradisional dalam penemuan obat. Metode ini memanfaatkan proses skrining fenotipik terhadap koleksi molekul kecil sintetis, produk alami, atau ekstrak dalam perpustakaan kimia untuk mengidentifikasi zat-zat yang menunjukkan efek terapeutik yang bermanfaat. Karakteristik utama metode ini adalah penentuan awal aktivitas fungsional obat secara &amp;#039;&amp;#039;in vivo&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;in vitro&amp;#039;&amp;#039; (misalnya, melalui pengujian ekstrak obat atau produk alami), yang kemudian diikuti dengan identifikasi target molekulernya. Penemuan fenotipik mengadopsi pendekatan praktis dan independen terhadap target untuk menghasilkan petunjuk awal pengembangan obat, dengan tujuan akhir menemukan senyawa dan terapi yang aktif secara farmakologis dan bekerja melalui mekanisme aksi obat yang baru. Pendekatan ini memungkinkan eksplorasi fenotipe penyakit untuk menemukan pengobatan potensial bagi kondisi-kondisi dengan asal-usul yang belum diketahui, kompleks, atau multifaktorial, di mana pemahaman tentang target molekuler saja tidak memadai untuk intervensi yang efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Penemuan obat yang rasional ====&lt;br /&gt;
Desain obat rasional (juga disebut [[Reverse pharmacology|farmakologi terbalik]]) dimulai dengan hipotesis bahwa intervensi [[target biologis]] tertentu mungkin memiliki efek terapeutik. Agar suatu biomolekul dapat dipilih sebagai target obat, diperlukan dua informasi penting. Yang pertama adalah bukti bahwa intervensi target akan mengubah penyakit. Pengetahuan ini mungkin berasal dari, misalnya, studi keterkaitan penyakit yang menunjukkan adanya hubungan antara mutasi pada target biologis.  Yang kedua adalah bahwa target mampu mengikat molekul kecil dan aktivitasnya dapat diintervensi oleh molekul kecil tersebut.  Setelah target yang cocok diidentifikasi, target biasanya [[Kloning molekuler|dikloning]] dan [[Protein production|diproduksi]] serta [[Purifikasi protein|dimurnikan]]. Protein yang dimurnikan kemudian digunakan untuk membuat [[Drug discovery#Screening and design|uji skrining]], atau bisa disebut penapisan obat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pencarian molekul kecil yang mengikat target dimulai dengan menyaring perpustakaan senyawa obat potensial. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan uji skrining. Selain itu, jika struktur target tersedia, [[Virtual screening|skrining virtual]] dapat dilakukan terhadap kandidat obat. Idealnya, senyawa obat kandidat haruslah “drug like”, yaitu harus memiliki sifat-sifat yang diperkirakan dapat meningkatkan [[Bioavailabilitas|bioavailabilitas oral]], stabilitas kimia dan metabolik yang memadai, dan efek toksik yang minimal.  Terdapat beberapa metode yang tersedia untuk memperkirakan kemiripan obat seperti [[Lipinski&amp;#039;s Rule of Five|&amp;#039;&amp;#039;Lipinski Rule of Five&amp;#039;&amp;#039;]] dan berbagai metode penilaian seperti [[Lipophilic efficiency|efisiensi lipofilik]].  Beberapa metode untuk memprediksi metabolisme obat juga telah diusulkan dalam literatur ilmiah.  Karena banyaknya sifat obat yang harus dioptimalkan secara bersamaan selama proses desain, teknik [[Optimisasi multiobjektif|optimasi multi-objektif]] terkadang digunakan.  Akhirnya karena keterbatasan metode prediksi aktivitas yang ada saat ini, desain obat masih sangat bergantung pada [[Serendipitas|kebetulan]]  dan [[Bounded rationality|rasionalitas terbatas]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Desain obat berbantuan komputer ====&lt;br /&gt;
Tujuan utama desain obat adalah memprediksi apakah suatu molekul akan berikatan dengan target dan seberapa kuat ikatannya. [[Mekanika molekular]] atau [[Dinamika molekuler|dinamika molekular]] umumnya digunakan untuk memperkirakan kekuatan interaksi antara molekul kecil dan target biologisnya. Metode ini juga dipakai untuk memprediksi konformasi molekul kecil dan memodelkan perubahan konformasi target saat berikatan dengan molekul kecil.  [[Ab initio quantum chemistry methods|Metode kimia kuantum,]] [[Semi-empirical quantum chemistry method|semi-empiris]], ab initio, dan [[:en:Density_functional_theory|&amp;#039;&amp;#039;density functional theory&amp;#039;&amp;#039;]] sering digunakan untuk memberikan parameter optimal bagi perhitungan mekanika molekuler dan juga memberikan estimasi sifat elektronik (elektrostatik, [[Polarizability|polarisabilitas]], dll.) dari kandidat obat yang akan memengaruhi afinitas pengikatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode mekanika molekular juga dimanfaatkan untuk menghasilkan prediksi semi-kuantitatif terkait afinitas pengikatan. Di samping itu, pendekatan fungsi penilaian berbasis pengetahuan dapat diterapkan untuk memberikan estimasi afinitas pengikatan. Pendekatan ini memanfaatkan teknik statistik seperti [[Regresi linear|regresi linier]], [[Pemelajaran mesin|pembelajaran mesin]], neural network, atau metode serupa lainnya untuk memperoleh persamaan prediktif afinitas pengikatan dengan cara mengkorelasikan afinitas yang diperoleh secara eksperimental dengan energi interaksi yang dihitung secara komputasi antara molekul kecil dan target.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode komputasi diharapkan mampu memprediksi afinitas senyawa sebelum sintesis, memungkinkan sintesis tunggal dan penghematan biaya serta waktu. Sayangnya, metode yang ada saat ini masih memiliki keterbatasan dan hanya memberikan perkiraan afinitas yang akurat secara kualitatif. Akibatnya, proses penemuan obat masih memerlukan beberapa siklus desain, sintesis, dan pengujian. Meskipun demikian, kontribusi metode komputasi tetap signifikan dalam mempercepat proses penemuan dengan mengurangi jumlah iterasi yang diperlukan dan memunculkan ide struktur baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Skrining obat (Drug screening) ====&lt;br /&gt;
Jenis-jenis skrining obat atau penapisan obat meliputi [[Phenotypic screening|skrining fenotipik]], [[High-throughput screening|skrining berthroughput tinggi]], dan [[Virtual screening|skrining virtual]]. Skrining fenotipik ditandai dengan proses skrining obat menggunakan model penyakit seluler atau hewan untuk mengidentifikasi senyawa yang mengubah fenotipe dan menghasilkan efek terkait penyakit yang menguntungkan.   Teknologi baru dalam &amp;#039;&amp;#039;high-throughput screening&amp;#039;&amp;#039; secara substansial meningkatkan kecepatan pemrosesan dan mengurangi volume deteksi yang diperlukan.  &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Skrining virtual&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; dilakukan dalam perhitungan komputer, memungkinkan sejumlah besar molekul dapat tapis dengan tahap yang lebih pendek dan biaya rendah. Skrining virtual menggunakan berbagai metode komputasi yang memungkinkan ahli kimia untuk mengurangi perpustakaan virtual yang sangat besar menjadi lebih mudah dikelola.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perancangan+obat&amp;amp;oldid=29383231 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29383231 (2026-06-24T12:10:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>