<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Perkecambahan</id>
	<title>Perkecambahan - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Perkecambahan"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Perkecambahan&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T22:20:08Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Perkecambahan&amp;diff=31659&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28119984; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Perkecambahan&amp;diff=31659&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:56:31Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28119984; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Perkecambahan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;germinasi&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; () merupakan tahap awal [[biologi perkembangan|perkembangan]] suatu [[tumbuhan]], khususnya [[tumbuhan berbiji]]. Dalam tahap ini, [[embrio]] di dalam [[biji]] yang semula berada pada kondisi [[dormansi|dorman]] mengalami sejumlah perubahan [[fisiologi]]s yang menyebabkan ia berkembang menjadi [[tumbuhan]] muda. Tumbuhan muda ini dikenal sebagai [[kecambah]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Proses perkecambahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkecambahan diawali dengan penyerapan [[air]] dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi (berarti &amp;quot;minum&amp;quot;). Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk [[embun]] atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena [[sel (biologi)|sel]]-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini murni [[fisika|fisik]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah [[enzim]] perkecambahan awal. [[Fitohormon]] [[asam absisat]] menurun kadarnya, sementara [[giberelin]] meningkat. Berdasarkan kajian [[ekspresi genetik|ekspresi]] [[gen]] pada [[tumbuhan model]] &amp;#039;&amp;#039;[[Arabidopsis thaliana]]&amp;#039;&amp;#039; diketahui bahwa pada perkecambahan [[lokus]]-lokus yang mengatur pemasakan embrio, seperti &amp;#039;&amp;#039;ABSCISIC ACID INSENSITIVE 3&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;ABI3&amp;#039;&amp;#039;), &amp;#039;&amp;#039;FUSCA 3&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;FUS3&amp;#039;&amp;#039;), dan &amp;#039;&amp;#039;LEAFY COTYLEDON 1&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;LEC1&amp;#039;&amp;#039;) menurun perannya (&amp;#039;&amp;#039;downregulated&amp;#039;&amp;#039;) dan sebaliknya lokus-lokus yang mendorong perkecambahan meningkat perannya (&amp;#039;&amp;#039;upregulated&amp;#039;&amp;#039;), seperti &amp;#039;&amp;#039;GIBBERELIC ACID 1&amp;#039;&amp;#039; (&amp;#039;&amp;#039;GA1&amp;#039;&amp;#039;), &amp;#039;&amp;#039;GA2&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;GA3&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;GAI&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;ERA1&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;PKL&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;SPY&amp;#039;&amp;#039;, dan &amp;#039;&amp;#039;SLY&amp;#039;&amp;#039;. Diketahui pula bahwa dalam proses perkecambahan yang normal sekelompok [[faktor transkripsi]] yang mengatur [[auksin]] (disebut Auxin Response Factors, ARFs) diredam oleh [[RNA|miRNA]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perubahan pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktif melakukan [[mitosis]], seperti di bagian ujung radikula. Akibatnya ukuran radikula makin besar dan kulit atau [[cangkang]] biji terdesak dari dalam, yang pada akhirnya pecah. Pada tahap ini diperlukan prasyarat bahwa cangkang [[biji]] cukup lunak bagi [[embrio]] untuk dipecah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Tahapan proses perkecambahan ===&lt;br /&gt;
Fase perkecambahan adalah tahap awal pertumbuhan tanaman yang dimulai dari kondisi [[Dormansi|dorman]] hingga menjadi tumbuhan muda ([[kecambah]]). Proses ini meliputi tiga tahap utama: imbibisi (penyerapan air), aktivasi [[metabolisme]] (pembentukan enzim dan respirasi), dan pemanjangan sel (pertumbuhan radikula dan plumula). Perkecambahan dapat dibagi lagi menjadi beberapa fase visual, seperti munculnya radikula, terangkatnya hipokotil, dan munculnya daun pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahapan utama proses perkecambahan&lt;br /&gt;
* [[Imbibisi]]: Biji menyerap air dari lingkungan sekitar, yang membuat kulit biji melunak dan embrio mulai aktif.&lt;br /&gt;
* Pembentukan [[enzim]] dan [[respirasi]]: Air memicu hormon giberelin di dalam biji untuk mengaktifkan enzim, seperti amilase. Enzim ini memecah cadangan makanan menjadi glukosa untuk energi. Pada tahap ini, respirasi seluler meningkat pesat untuk menyediakan energi bagi pertumbuhan.&lt;br /&gt;
* Pemanjangan sel radikula: Radikula (akar embrio) mulai tumbuh ke bawah untuk menyerap air dan nutrisi dari tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fase visual perkecambahan&lt;br /&gt;
* Munculnya [[radikula]]: Akar embrionik pertama kali muncul dari kulit biji.&lt;br /&gt;
* Munculnya [[hipokotil]] (pada perkecambahan epigeal): Batang di bawah kotiledon (hipokotil) memanjang, menarik kotiledon ke atas permukaan tanah.&lt;br /&gt;
* Terangkatnya [[kotiledon]]: Kotiledon terangkat ke atas dan keluar dari tanah.&lt;br /&gt;
* Terbukanya daun pertama: Kotiledon membuka dan daun pertama (plumula) mulai muncul dan tumbuh. Setelah berada di permukaan tanah, kotiledon pada tipe epigeal mungkin akan gugur atau tetap berfungsi. Daun sejati pertama tumbuh dan mulai melakukan [[fotosintesis]], membuat [[bibit]] menjadi mandiri dalam memproduksi makanannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, fase primordial adalah saat munculnya radikula sebagai tahap paling awal dari perkecambahan yang memungkinkan biji untuk tumbuh dan mendapatkan air serta nutrisi dari lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Tipe perkecambahan ==&lt;br /&gt;
Berdasarkan posisi kotiledon dalam proses perkecambahan dikenal perkecambahan hipogeal dan &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;epigeal&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;. Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil yang meyebabkan [[plumula]] keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon relatif tetap posisinya. Contoh tipe ini terjadi pada kacang [[kapri]] dan [[jagung]]. Pada epigeal hipokotillah yang tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah. Perkecambahan tipe ini misalnya terjadi pada [[kacang hijau]] dan [[jarak]]. Pengetahuan tentang hal ini dipakai oleh para ahli [[agronomi]] untuk memperkirakan kedalaman tanam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Perkecambahan epigeal]]: Hipokotil memanjang, membawa kotiledon (seperti pada kacang-kacangan dan bunga matahari) keluar dari tanah. Contoh tanaman dengan perkecambahan epigeal adalah [[kacang buncis]] (Phaseolus vulgaris), kacang hijau, kedelai, kapas, pepaya, dan labu,&lt;br /&gt;
* [[Perkecambahan hipogeal]]: Epikotil memanjang, menjaga kotiledon tetap berada di bawah tanah (seperti pada jagung dan padi). Contoh perkecambahan hipogeal adalah pada tumbuhan seperti jagung, padi, gandum, kelapa, kacang polong, kacang tanah, dan mangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Tumbuhan]]&lt;br /&gt;
* [[Biji]]&lt;br /&gt;
* [[Tumbuhan berbiji]]&lt;br /&gt;
* [[Kecambah]]&lt;br /&gt;
* [[Penunasan]]&lt;br /&gt;
* [[Redih]]&lt;br /&gt;
* [[Perkecambahan epigeal]]&lt;br /&gt;
* [[Perkecambahan hipogeal]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi dan catatan kaki ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [http://theseedsite.co.uk/seedsowing.html Sowing Seeds] A survey of seed sowing techniques.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;Seed Germination: Theory and Practice&amp;#039;&amp;#039;, Norman C. Deno, 139 Lenor Dr., State College PA 16801, USA. An extensive study of the germination rates of a huge variety of seeds under different experimental conditions, including temperature variation and chemical environment.&lt;br /&gt;
* [http://www.youtube.com/watch?v=XTZih16DUB4&amp;amp;hd=1 Germination time-lapse] ~1 minuite HD video of mung bean seeds germinating over 10 days. Hosted on YouTube.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perkecambahan&amp;amp;oldid=28119984 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28119984 (2025-10-20T08:19:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>