<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Pertanaman_tunggal</id>
	<title>Pertanaman tunggal - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Pertanaman_tunggal"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Pertanaman_tunggal&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T03:29:36Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Pertanaman_tunggal&amp;diff=29485&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29121680; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Pertanaman_tunggal&amp;diff=29485&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T08:47:05Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29121680; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Pertanaman tunggal&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;monokultur&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah salah satu cara [[budidaya]] di [[lahan pertanian]] dengan menanam satu jenis [[tanaman]] pada satu areal. Cara budidaya ini meluas praktiknya sejak paruh kedua abad ke-20 di dunia serta menjadi penciri [[pertanian intensif]] dan [[pertanian industrial]]. Monokultur menjadikan penggunaan lahan efisien karena memungkinkan perawatan dan pemanenan secara cepat dengan bantuan [[mesin pertanian]] dan menekan biaya tenaga kerja karena keseragaman tanaman yang ditanam. Kelemahan utamanya adalah keseragaman [[kultivar]] mempercepat penyebaran [[organisme pengganggu tanaman]] (OPT, seperti [[hama]] dan [[penyakit tanaman]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara budidaya ini biasanya dipertentangkan dengan [[pertanaman campuran]] atau polikultur. Dalam polikultur, berbagai jenis tanaman ditanam pada satu lahan, baik secara temporal (pada waktu berbeda) maupun spasial (pada bagian lahan yang berbeda).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanaman [[padi]], [[jagung]], atau [[gandum]] sejak dulu bersifat monokultur karena memudahkan perawatan. Dalam setahun, misalnya, satu lahan [[sawah]] ditanami hanya padi, tanpa variasi apa pun. Akibatnya hama atau penyakit dapat ber[[sintasan|sintas]] dan menyerang tanaman pada periode penanaman berikutnya. Pertanian pada masa kini biasanya menerapkan monokultur spasial tetapi lahan ditanami oleh tanaman lain untuk musim tanam berikutnya untuk memutus [[Daur hidup organisme|siklus hidup]] OPT sekaligus menjaga kesehatan tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istilah &amp;quot;monokultur&amp;quot; sekarang juga dipinjam oleh bidang-bidang lainnya, seperti [[peternakan]], [[kebudayaan]] (mengenai dominasi jenis [[aliran musik]] tertentu), atau [[ilmu komputer]] (mengenai sekelompok komputer yang menjalankan [[perangkat lunak]] yang sama).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penggunaannya pada usaha pertanian ==&lt;br /&gt;
=== Budi daya tanaman ===&lt;br /&gt;
Monokultur menghasilkan sejumlah besar [[hasil pertanian]] dengan memaksimalkan pertumbuhan dan tidak memberikan kesempatan terjadinya persaingan dengan spesies tanaman lain. Monokultur memanfaatkan luas lahan lebih baik dibandingkan polikultur, tetapi mengisap nutrisi lebih banyak dibandingkan polikultur, sehingga dapat menyebabkan kesuburan lahan pertanian menurun secara drastis. Perkembangan pertanian monokultur bergerak bersamaan dengan berkembangnya industri pupuk anorganik demi mengkompensasi hilangnya kesuburan tanah yang cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Kehutanan ===&lt;br /&gt;
Dalam [[kehutanan]], monokultur adalah penanaman satu spesies pohon saja pada pada lahan kehutanan. Disebut juga dengan [[hutan homogen]] buatan, penanaman hutan monokultur memberikan hasil yang lebih efisien dibandingkan penanaman hutan campuran karena usia pohon yang relatif panjang dan butuh waktu lama untuk pemanenan. Namun hutan monokultur tidak memberikan [[keanekaragaman hayati]] yang cukup bagi [[hewan liar]] untuk hidup dan berkembang dengan baik di dalamnya. Karena semua pohon ditanam pada waktu yang sama, maka dipanen juga pada waktu yang sama sehingga terjadi siklus tebang habis dan penanaman kembali yang dapat mengganggu habitat. Penggunaan kendaraan berat untuk menebang dan mengangkut hasil hutan berpotensi memadatkan tanah di dalam hutan sehigga mengganggu habitat di lantai hutan, termasuk organisme penghuni tanah. Penanaman spesies tunggal juga berpotensi memudahkan tersebarnya penyakit pohon dan mengganggu kualitas lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Persebaran hama dan penyakit ==&lt;br /&gt;
Monokultur di pertanian menggunakan satu strain tanaman dengan sifat genetika yang sangat mirip yang dikembangkan untuk menghasilkan hasil pertanian dalam jumlah besar. Karena kemiripan secara genetika, jika satu tanaman terkena hama dan penyakit, maka tanaman lain pun akan mudah terkena hama dan penyakit tersebut. Hal ini jika tidak ditangani dengan baik, dapat menghancurkan seluruh tanaman pada lahan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Polikultur, di sisi lain, menanam berbagai jenis tanaman yang bervariasi baik secara spesies dan subspesies sehingga terdapat [[keanekaragaman hayati pertanian|keanekaragaman genetika di lahan pertanian]]. Persebaran hama dan penyakit dapat dicegah karena biasanya hama dan penyakit hanya menyerang satu spesies saja. Bahkan jika yang ditanam hanya satu spesies, asalkan memiliki strain yang berbeda, persebaran hama dan penyakit dalam satu lahan dapat dicegah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di China, penanaman [[padi]] dengan strain yang berbeda dalam kondisi tersebarnya wabah hama dan penyakit mampu menghasilkan beras 89% lebih banyak dibandingkan penanaman padi strain tunggal. Pada kondisi tersebarnya wabah, padi strain tunggal mengalami kerusakan tanaman sebesar 94% lebih banyak dibandingkan lahan padi strain jamak. Hal ini menjadikan penggunaan [[pestisida]] berpotensi untuk dikurangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini terdapat kekhawatiran mengenai tersebarnya jamur penyebab [[karat daun gandum]] yang telah menghancurkan usaha penanaman di [[Uganda]] dan [[Kenya]], dan telah tersebar secara perlahan ke Asia. [[Revolusi Hijau]] menjadikan genetika tanaman pertanian menjadi sangat mirip karena [[pemuliaan tanaman]] dan [[bioteknologi]] yang begitu intensif demi menghasilkan hasil pertanian dalam jumlah besar untuk memberi makan populasi dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Keanekaragaman tanaman pertanian]]&lt;br /&gt;
* [[Keanekaragaman hayati pertanian]]&lt;br /&gt;
* [[Dust Bowl]]&lt;br /&gt;
* [[Tanaman pusaka]]&lt;br /&gt;
* [[Permakultur]]&lt;br /&gt;
* [[Bank benih]]&lt;br /&gt;
* [[Makhluk hidup termodifikasi secara genetika]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* [http://www.new-ag.info/01-1/perspect.html Monoculture and disease]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pertanaman+tunggal&amp;amp;oldid=29121680 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29121680 (2026-04-12T01:48:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>