<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Plasmodium</id>
	<title>Plasmodium - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Plasmodium"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Plasmodium&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T15:27:29Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Plasmodium&amp;diff=32133&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28516922; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Plasmodium&amp;diff=32133&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T17:23:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28516922; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah genus [[protozoa]] parasit. Penyakit yang disebabkan oleh genus ini dikenal sebagai [[malaria]]. Parasit ini sentiasa mempunyai dua inang dalam siklus hidupnya: vektor [[nyamuk]] dan inang [[vertebra]]. Sekurang-kurangnya sepuluh spesies menjangkiti manusia. Spesies lain menjangkiti hewan lain, termasuk burung, reptilia dan hewan pengerat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Taksonomi dan inang ==&lt;br /&gt;
[[Genus]] &amp;#039;&amp;#039;Plasmodium&amp;#039;&amp;#039; dinamakan pada [[1885]] oleh Marchiafava dan [[Angelo Celli|Celli]] dan terdapat lebih dari 175 spesies yang diketahui berada dalam genus ini. Genus ini pada tahun [[2006]] perlu dirombak kembali karena terbukti parasit lain yang tergolong dalam [[genus]] &amp;#039;&amp;#039;[[Haemocystis]]&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;[[Hepatocystis]]&amp;#039;&amp;#039; kelihatan terkait rapat dengan genus ini. Kemungkinan spesies lain seperti &amp;#039;&amp;#039;[[Haemoproteus meleagridis]]&amp;#039;&amp;#039; akan dimasukkan ke dalam genus ini setelah diperbaharui kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis inang pada urutan mamalia tidak seragam. Sekurang-kurangnya 25 [[spesies]] menjangkiti [[primata]]; [[hewan pengerat]] di luar kawasan tropis [[Afrika]] jarang dijangkiti; beberapa spesies diketahui menjangkiti kelelawar, [[landak]] dan [[tupai]]; [[karnivora]], pemakan serangga dan [[marsupial]] tidak pernah diketahui bertindak sebagai inang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Siklus hidup ==&lt;br /&gt;
Pada [[1898]] [[Ronald Ross]] membuktikan keberadaan &amp;#039;&amp;#039;Plasmodium&amp;#039;&amp;#039; pada dinding perut tengah dan [[kelenjar liur]] [[nyamuk]] &amp;#039;&amp;#039;[[Culex]]&amp;#039;&amp;#039;. Atas penemuan ini ia memenangkan [[Hadiah Nobel Kedokteran]] pada tahun [[1902]], meskipun sebenarnya penghargaan itu perlu diberikan kepada profesor Italia [[Giovanni Battista Grassi]], yang membuktikan bahwa mamalia manusia hanya bisa disebarkan oleh nyamuk &amp;#039;&amp;#039;[[Anopheles]]&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siklus hidup &amp;#039;&amp;#039;Plasmodium&amp;#039;&amp;#039;. [[Sporozoit]] dari liur nyamuk betina yang mengigit disebarkan ke darah atau sistem limfa penerima. Penting disadari bahwa bagi sebagian spesies vektornya mungkin bukan nyamuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyamuk dalam genus &amp;#039;&amp;#039;[[Culex]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[Anopheles]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[Culiceta]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[Mansonia]]&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;[[Aedes]]&amp;#039;&amp;#039; mungkin bertindak sebagai vektor. Vektor yang diketahui kini bagi malaria manusia (&amp;gt;100 spesies) semuanya tergolong dalam genus &amp;#039;&amp;#039;Anopheles&amp;#039;&amp;#039;. Malaria burung biasanya dibawa oleh spesies genus &amp;#039;&amp;#039;Culex&amp;#039;&amp;#039;. Siklus hidup &amp;#039;&amp;#039;Plasmodium&amp;#039;&amp;#039; diketahui oleh Ross yang menyelidiki spesies dari genus &amp;#039;&amp;#039;Culex&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sporozoit berpindah ke [[hati]] dan menembus [[hepatosit]]. Tahap dorman bagi sporozoit &amp;#039;&amp;#039;Plasmodium&amp;#039;&amp;#039; dalam hati dikenal sebagai [[hipnozoit]]. Dari hepatosit, parasit berkembang biak menjadi ribuan [[merozoit]], yang kemudian menyerang [[sel darah merah]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini parasit membesar dari bentuk cincin ke bentuk [[trofozoit]] dewasa. Pada tahap skizon, parasit membelah beberapa kali untuk membentuk merozoit baru, yang meninggalkan sel darah merah dan bergerak melalui saluran darah untuk menembus sel darah merah baru. Kebanyakan merozoit mengulangi siklus ini secara terus-menerus, tetapi sebagian merozoit berubah menjadi bentuk jantan atau betina ([[gametosit]]) (juga dalam darah), yang kemudiannya diambil oleh nyamuk betina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perut tengah nyamuk, [[gametosit]] membentuk [[gamet]] dan menyuburkan satu sama lain, membentuk [[zigot]] motil yang dikenal sebagai [[ookinet]]. Ookinet menembus dan lepas dari perut tengah, kemudian membenamkan diri pada membran perut luar. Di sini mereka terbelah berkali-kali untuk menghasilkan sejumlah besar [[sporozoit]] halus memanjang. Sporozoit ini berpindah ke kelenjar liur nyamuk, di mana ia dicucuk masuk ke dalam darah inang kedua yang digigit nyamuk. Sporozoit bergerak ke hati di mana mereka mengulangi siklus ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam beberapa spesies jaringan selain hati mungkin dijangkiti. Namun hal ini tidak berlaku pada spesies yang menyerang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Evolusi ==&lt;br /&gt;
Siklus hidup ini paling baik dipahami melalui segi evolusi. Dipercaya bahwa &amp;#039;&amp;#039;Plasmodium&amp;#039;&amp;#039; berubah dari parasit yang disebarkan melalui jalur tinja (&amp;#039;&amp;#039;orofekal&amp;#039;&amp;#039;) yang menjangkiti dinding [[usus halus]]. Pada satu tingkat parasit ini mengembangkan kemampuan untuk menjangkiti hati. Pola ini dapat dilihat pada genus &amp;#039;&amp;#039;[[Cryptosporidium]]&amp;#039;&amp;#039; yang terkait jauh dengan &amp;#039;&amp;#039;Plasmodium&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada satu tingkat leluhur &amp;#039;&amp;#039;Plasmodium&amp;#039;&amp;#039; mengembangkan kemampuan menjangkiti sel darah dan terselamat dan menjangkiti nyamuk. Bila jangkitan nyamuk telah mantap jangkitan melalui jalur tinja (&amp;#039;&amp;#039;orofekal&amp;#039;&amp;#039;) sebelumnya lenyap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium&amp;#039;&amp;#039; berkembang sekitar 130 juta tahun yang lalu. Masa ini bersamaan dengan perkembangan [[angiosperma]] (tumbuhan berbunga) yang cepat. Perkembangan ini pada angiosperma dipercaya disebabkan oleh sekurang-kurangnya satu kejadian penyalinan genom. Kemungkinan peningkatan dalam bunga mendorong kepada peningkatan jumlah nyamuk dan hubungan mereka dengan vertebra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain darah, nyamuk hidup memakan [[madu]]. Hidangan darah hanya diperlukan oleh nyamuk betina sebelum bertelur karena kandungan protein dalam madu amat rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyamuk berubah di [[Amerika Selatan]] sekitar 230 juta tahun yang lalu. Kini terdapat lebih dari 3.500 spesies nyamuk yang diketahui tetapi hingga kini evolusi mereka tidak banyak diketahui sehingga pengetahuan kita mengenai evolusi &amp;#039;&amp;#039;Plasmodium&amp;#039;&amp;#039; tetap kurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masa kini dipercayai bahwa reptilia merupakan kelompok pertama yang dijangkiti oleh &amp;#039;&amp;#039;Plasmodium&amp;#039;&amp;#039; diikuti oleh burung. Pada satu ketika primata dan hewan pengerat turut dijangkiti kemungkinan dari spesies burung. Spesies lain yang dijangkiti selain kelompok ini kemungkinan kejadian yang baru berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masa kini, sekuens DNA tersedia untuk kurang dari 60 spesies dan kebanyakan dari spesies yang menjangkiti inang pengerat atau primata. Pola jangkitan yang dicadangkan hanya bersifat spekulatif dan mungkin direvisi bila sekuens DNA lanjut dari spesies tambahan diperoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembiakan ==&lt;br /&gt;
Pola pembiakan berselang seksual dan aseksual yang mungkin tampak membingungkan pada awalnya merupakan pola biasa pada spesies parasit. Kelebihan evolusi kehidupan jenis ini diketahui oleh [[Gregor Mendel]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keadaan baik pembiakan aseksual lebih baik daripada seksual karena parentalnya beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan dan keturunannya mewarisi gen ini. Berpindah kepada inang baru atau ketika masa sulit, pembiakan seksual biasanya lebih baik karena menghasilkan pengocokan gen yang rata-rata menghasilkan individu yang lebih menyesuaikan diri pada habitat baru. Faktor tekanan ini menyebabkan kebanyakan sel menjadi aktif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Biologi molekular ==&lt;br /&gt;
Semua spesies yang dikaji hingga kini mempunyai 14 [[kromosom]], satu [[mitokondria]] dan satu [[plastida]]. Kromosom berkisar antara 500 kilobasa hingga 3,5 megabasa panjang. Dipercaya bahwa pola inilah yang ada pada keseluruhan genus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Plastida ini, berbeda dengan apa yang terdapat pada [[alga]], tidaklah [[fotosintesis]]. Fungsinya tidak diketahui tetapi terdapat bukti cadangan bahwa ia mungkin menyebabkan pembiakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahap molekul, parasit merusak sel darah merah dengan menggunakan enzim [[plasmepsin]] - [[protease|protease asam aspartat]] yang menguraikan [[hemoglobin]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Spesies menurut subgenera ==&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Asiamoeba) draconis&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Asiamoeba) vastator&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Bennettinia) juxtanucleare&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Carinamoeba) basilisci&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Carinamoeba) minasense&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Carinamoeba) rhadinurum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Carinamoeba) volans&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Giovannolaia) anasum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Giovannolaia) circumflexum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Giovannolaia) dissanaikei&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Giovannolaia) durae&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Giovannolaia) fallax&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Giovannolaia) formosanum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Giovannolaia) gabaldoni&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Giovannolaia) garnhami&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Giovannolaia) gundersi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Giovannolaia) hegneri&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Giovannolaia) lophurae&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Giovannolaia) pedioecetii&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Giovannolaia) pinnotti&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Giovannolaia) polare&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Haemamoeba) cathemerium&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Haemamoeba) coggeshalli&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Haemamoeba) elongatum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Haemamoeba) gallinaceum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Haemamoeba) giovannolai&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Haemamoeba) lutzi&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Haemamoeba) matutinum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Haemamoeba) paddae&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Haemamoeba) parvulum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Haemamoeba) relictum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Haemamoeba) tejera&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Huffia) elongatum&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Huffia) hermani&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Laverania) falciparum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Laverania) reichenowi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Novyella) ashfordi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Novyella) bertii&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Novyella) bambusicolai&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Novyella) columbae&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Novyella) corradettii&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Novyella) dissanaikei&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Novyella) hexamerium&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Novyella) kempi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Novyella) nucleophilum&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Novyella) papernai&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Novyella) paranucleophilum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Novyella) rouxi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Novyella) vaughani&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Paraplasmodium) chiricahuae&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Paraplasmodium) mexicanum&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Paraplasmodium) pifanoi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) brasilianum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) cynomolgi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) eylesi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) fieldi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) fragile&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) georgesi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) girardi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) gonderi&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) inui&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) jefferyi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) knowlei&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) hyobati&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) malariae&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) ovale&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) petersi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) pitheci&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) rhodiani&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) schweitzi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) semiovale&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) shortii&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) silvaticum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) simium&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) vivax&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Plasmodium) youngi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Sauramoeba) achiotense&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Sauramoeba) adunyinkai&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Sauramoeba) aeuminatum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Sauramoeba) beltrani&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Sauramoeba) brumpti&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Sauramoeba) agamae&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Sauramoeba) giganteum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Sauramoeba) heischi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Sauramoeba) josephinae&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Sauramoeba) pelaezi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Sauramoeba) tropiduri&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) aegyptensis&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) anomaluri&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) atheruri&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) berghei&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) booliati&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) brodeni&amp;#039;&amp;#039;&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) bubalis&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) bucki&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) cephalophi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) chabaudi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) coulangesi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) cyclopsi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) foleyi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) girardi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) inopinatum&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) lemuris&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) odocoilei&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) percygarnhami&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) sandoshami&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) traguli&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) uilenbergi&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) vassali&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) vinckei&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) watteni&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Plasmodium (Vinckeia) yoelli&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Spesies yang menjangkiti manusia ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Spesies &amp;#039;&amp;#039;Plasmodium&amp;#039;&amp;#039; yang menyerang manusia termasuk:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Plasmodium falciparum]]&amp;#039;&amp;#039; (sumber malaria tersiana maligna (Malaria Tropica))&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Plasmodium vivax]]&amp;#039;&amp;#039; (sumber yang biasa menyebabkan malaria tersiana benigna)&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Plasmodium ovale]]&amp;#039;&amp;#039; (lain-lain, jarang, sumber malaria tersiana benigna, dan juga malaria pernisiosa)&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Plasmodium malariae]]&amp;#039;&amp;#039; (sumber malaria kuartana benigna)&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Plasmodium knowlesi]]&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Plasmodium brasilianum]]&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Plasmodium cynomolgi]]&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Plasmodium inui]]&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Plasmodium rhodiani]]&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Plasmodium schweitzi]]&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Plasmodium semiovale]]&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Plasmodium simium]]&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Rujukan umum ===&lt;br /&gt;
* Short, H. E. (1951) &amp;#039;&amp;#039;Life-cycle of the mammalian malaria parasite&amp;quot; &amp;#039;&amp;#039;British Medical Bulletin&amp;#039;&amp;#039; 8(1): pp. 7-9, (PMID 14944807);&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
* Baldacci, Patricia and Ménard, Robert (Oct. 2004) &amp;quot;The elusive malaria sporozoite in the mammalian host&amp;quot; &amp;#039;&amp;#039;Molecular Microbiology&amp;#039;&amp;#039; 54(2): pp.&amp;amp;nbsp;298–306, (AN 14621725);&lt;br /&gt;
* [http://www.sma.org/pdfs/objecttypes/smj/91C48D32-BCD4-FF25-565C69314AF7EB48/1196.pdf Bledsoe, G. H. (December 2005) &amp;quot;Malaria primer for clinicians in the United States&amp;quot; &amp;#039;&amp;#039;Southern Medical Journal&amp;#039;&amp;#039; 98(12): pp. 1197-204]  (PMID 16440920);&lt;br /&gt;
Some history of malaria - http://muse.jhu.edu/journals/bulletin_of_the_history_of_medicine/v079/79.2slater.html&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [http://www.maxanim.com/microbiology/Malaria/Malaria.htm Animasi penyebaran malaria.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Plasmodium&amp;amp;oldid=28516922 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28516922 (2025-11-17T11:37:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>