<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Polder</id>
	<title>Polder - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Polder"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Polder&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T19:05:38Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Polder&amp;diff=19342&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Polder&amp;diff=19342&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T17:57:36Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Polder&amp;amp;diff=19342&amp;amp;oldid=18942&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Polder&amp;diff=18942&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29204790; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Polder&amp;diff=18942&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-27T17:17:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29204790; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Polder&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah sebidang tanah yang rendah, dikelilingi oleh [[tanggul]] atau [[embankmen|timbunan]] yang membentuk semacam kesatuan hidrologis buatan, yang berarti tidak ada kontak dengan air dari daerah luar selain yang dialirkan melalui perangkat manual. Polder umumnya dijumpai di kawasan [[delta]] sungai, bekas [[rawa]], dan daerah tepi pantai yang elevasi lahannya berada di bawah permukaan air laut sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Etimologi ==&lt;br /&gt;
Kata &amp;quot;polder&amp;quot; berasal dari bahasa Belanda, diturunkan dari bahasa Belanda Pertengahan &amp;#039;&amp;#039;polre&amp;#039;&amp;#039;, dari bahasa Belanda Kuno &amp;#039;&amp;#039;polra&amp;#039;&amp;#039;, dan pada akhirnya dari akar kata &amp;#039;&amp;#039;pol-&amp;#039;&amp;#039; yang berarti sebidang tanah yang terangkat di atas lingkungan sekitarnya, dengan akhiran pembesar &amp;#039;&amp;#039;-er&amp;#039;&amp;#039; dan penyisipan &amp;#039;&amp;#039;-d-&amp;#039;&amp;#039;. Kata ini pertama kali diserap ke dalam bahasa Inggris sekitar tahun 1600 dalam rujukan terhadap kawasan rawa di Belanda, Flandria, dan Frisia. Saat ini, kata &amp;quot;polder&amp;quot; telah diadopsi ke dalam 36 bahasa di seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jenis-jenis polder ==&lt;br /&gt;
Terdapat tiga jenis polder:&lt;br /&gt;
# &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Polder reklamasi air&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; — tanah yang direklamasi dari badan air seperti danau atau dasar laut yang dikeringkan dan dijadikan kawasan tertentu.&lt;br /&gt;
# &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Polder dataran banjir&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; — dataran banjir yang dipisahkan dari laut atau sungai menggunakan tanggul.&lt;br /&gt;
# &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Polder rawa&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; — rawa yang dikelilingi air kemudian dikeringkan; disebut pula &amp;#039;&amp;#039;koog&amp;#039;&amp;#039;, terutama di Jerman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Cara kerja ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah dasar berupa rawa yang dikeringkan akan surut seiring berjalannya waktu, sehingga seluruh polder pada akhirnya akan berada di bawah muka air sekitarnya. Air memasuki kawasan polder yang rendah melalui resapan (&amp;#039;&amp;#039;infiltration&amp;#039;&amp;#039;), tekanan [[air tanah]], curah hujan, serta aliran sungai dan kanal. Ini berarti polder mengalami kelebihan air yang harus dipompa keluar atau dikeringkan dengan membuka [[pintu air]] pada saat muka air laut surut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, pengaturan muka air dalam tanah tidak boleh terlalu rendah. Tanah polder yang terdiri dari [[gambut]] (bekas rawa) akan memperlihatkan percepatan pemampatan akibat dekomposisi gambut pada saat kondisi kering, karena gambut yang terpapar udara akan teroksidasi dan menyusut. Proses ini menyebabkan permukaan polder semakin dalam dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Polder senantiasa berada pada bahaya banjir, dan tanggul yang mengelilinginya harus selalu dijaga. Tanggul-tanggul tersebut biasanya dibangun dengan material yang tersedia di daerah tersebut. Tanggul dari pasir rawan runtuh akibat &amp;#039;&amp;#039;oversaturation&amp;#039;&amp;#039; (tanah terlampau jenuh air), sementara tanah gambut kering malah lebih ringan daripada air sehingga berpotensi tidak stabil pada musim kering. Beberapa jenis binatang dapat menggali dan membuat terowongan pada struktur tanggul — di Eropa, [[musang air]] (&amp;#039;&amp;#039;muskrat&amp;#039;&amp;#039;) dikenal karena perilaku ini dan diburu di beberapa negara karena kerusakannya pada tanggul polder.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Teknologi pengeringan ===&lt;br /&gt;
Sepanjang sejarah, teknologi yang digunakan untuk mengeringkan polder berkembang pesat:&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Kincir angin&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; — dikembangkan di Belanda sejak abad ke-15, memungkinkan pengeringan badan air yang signifikan untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Pompa uap&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; — pertama kali digunakan pada tahun 1787 di Belanda, menggantikan kincir angin untuk skala yang lebih besar.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Pompa listrik dan diesel&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; — digunakan pada era modern, memungkinkan pengelolaan air yang lebih presisi dan efisien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Pembuatan polder memiliki sejarah panjang yang paling terkenal di [[Belanda]], di mana sebanyak 20% luas wilayah daratan negara tersebut pernah direklamasi dari laut pada suatu titik dalam sejarahnya. Pepatah terkenal dalam bahasa Inggris bahkan menyebut: &amp;quot;Tuhan menciptakan dunia, tetapi orang Belanda menciptakan Belanda&amp;quot; (&amp;#039;&amp;#039;God created the world, but the Dutch created the Netherlands&amp;#039;&amp;#039;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Embankmen pertama di Eropa dibangun pada zaman [[Romawi]]. Polder pertama dibangun pada abad ke-11. Polder tertua yang masih ada adalah Polder Achtermeer, dibangun pada tahun 1533. Sejak abad ke-15, penggunaan kincir angin untuk pemompaan air memungkinkan pengeringan badan-badan air yang jauh lebih besar. Di Belanda, terdapat sekitar 3.000 polder yang dikelilingi tanggul, yang pada tahun 1961 mencakup sekitar 18.000 km² atau setengah dari total luas daratan negara tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Tiongkok, kawasan [[Jiangnan]] di [[Delta Sungai Yangtze]] memiliki sejarah panjang pembangunan polder, dengan sebagian besar proyek dilaksanakan antara abad ke-10 hingga ke-13.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Polder-polder terkenal ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Belanda ===&lt;br /&gt;
Belanda merupakan negara yang paling identik dengan polder. Sekitar separuh total luas polder di Eropa barat laut berada di Belanda. Beberapa polder terpenting meliputi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;[[Polder Beemster]]&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (1609–1612) — polder reklamasi bersejarah yang kini ditetapkan sebagai [[Situs Warisan Dunia UNESCO]] karena mempertahankan lanskapnya yang tertata rapi berupa ladang, jalan, kanal, dan tanggul dari abad ke-17.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;[[Polder Haarlemmermeer]]&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (selesai 1852) — lokasi [[Bandar Udara Internasional Amsterdam Schiphol]] saat ini berdiri, yang secara harfiah dibangun di atas bekas danau yang dikeringkan.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;[[Proyek Zuiderzee]]&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; — proyek besar abad ke-20 yang mencakup pembangunan [[Afsluitdijk]] (selesai 1932) dan penciptaan beberapa polder besar dari [[Zuiderzee]]:&lt;br /&gt;
** &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;[[Wieringermeer]]&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (selesai 1930) — polder besar pertama dari Zuiderzee, seluas 193 km².&lt;br /&gt;
** &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;[[Noordoostpolder]]&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (selesai 1942) — seluas 469 km², kini menjadi kawasan pertanian dan permukiman penting.&lt;br /&gt;
** &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;[[Flevopolder]]&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (1956–1968) — polder terbesar di Belanda dan salah satu pulau buatan terbesar di dunia menurut beberapa definisi, membentuk provinsi [[Flevoland]]. Keempat polder [[IJsselmeer]] secara total menambah luas daratan Belanda sebesar sekitar 1.620 km².&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bangladesh ===&lt;br /&gt;
Bangladesh memiliki 139 polder, 49 di antaranya menghadap laut, sementara sisanya berada di sepanjang berbagai distributari [[Delta Gangga-Brahmaputra-Meghna]]. Polder-polder ini dibangun pada 1960-an untuk melindungi pesisir dari banjir pasang surut dan mengurangi intrusi salinitas, serta juga dimanfaatkan untuk pertanian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Tiongkok ===&lt;br /&gt;
Kota [[Kunshan]] memiliki lebih dari 100 polder. Kawasan Jiangnan di Delta Sungai Yangtze memiliki sejarah panjang pembangunan polder sejak abad ke-10 hingga ke-13.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Indonesia ===&lt;br /&gt;
Di Indonesia, sistem polder diterapkan di beberapa kota pesisir yang menghadapi masalah banjir dan penurunan muka tanah. [[Jakarta]] menggunakan sistem polder di kawasan Pluit dan beberapa wilayah lainnya sebagai bagian dari manajemen banjir perkotaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penggunaan militer ==&lt;br /&gt;
Selain untuk pertanian dan permukiman, polder pernah digunakan sebagai taktik militer. Salah satu contoh terkenal adalah penggenangan polder di sepanjang [[Sungai Yser]] selama [[Perang Dunia I]]. Dengan membuka pintu air pada saat air pasang dan menutupnya saat air surut, tentara Belgia berhasil mengubah polder menjadi rawa yang tidak dapat dilalui. Taktik ini efektif menghentikan laju tentara [[Kekaisaran Jerman]] dan memungkinkan pasukan Sekutu mempertahankan garis pertahanan mereka. Dua warga sipil yang berjasa dalam operasi ini, Karel Cogge dan Hendrik Geeraerts, menjadi pahlawan nasional Belgia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Polder dan perubahan iklim ==&lt;br /&gt;
Seiring meningkatnya [[perubahan iklim]] dan kenaikan muka air laut, polder menghadapi tantangan baru. Di Belanda, bencana banjir besar tahun 1953 yang menewaskan lebih dari 8.000 jiwa mendorong pembangunan [[Delta Works]] (Deltawerken) — jaringan besar infrastruktur pengendalian banjir yang terdiri dari 13 bendungan, penghalang, pintu air, dan tanggul untuk melindungi delta [[Sungai Rhine|Rhine]], [[Sungai Meuse|Meuse]], dan [[Sungai Scheldt|Scheldt]]. Delta Works diakui oleh &amp;#039;&amp;#039;American Society of Civil Engineers&amp;#039;&amp;#039; sebagai salah satu dari [[Tujuh Keajaiban Dunia Modern]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Polder gambut menghadapi masalah khusus: ketika gambut terpapar udara akibat pengeringan, terjadi oksidasi yang menyebabkan penurunan permukaan tanah (&amp;#039;&amp;#039;subsidence&amp;#039;&amp;#039;) secara terus-menerus. Kondisi ini menciptakan lingkaran bermasalah di mana makin banyak air yang harus dipompa keluar seiring polder semakin dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Reklamasi tanah]]&lt;br /&gt;
* [[Tanggul]]&lt;br /&gt;
* [[Delta Works]]&lt;br /&gt;
* [[Flevoland]]&lt;br /&gt;
* [[IJsselmeer]]&lt;br /&gt;
* [[Zuiderzee]]&lt;br /&gt;
* [[Manajemen banjir]]&lt;br /&gt;
* [[Sistem drainase]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* [https://whc.unesco.org/en/list/899/ UNESCO – Beemster Polder]&lt;br /&gt;
* [https://www.batavialand.nl/en/kennis-en-collecties/waterbeheer-en-polders/ Museum Batavialand – Water Management and Polders]&lt;br /&gt;
* [https://en.wikipedia.org/wiki/Polder Polder (Wikipedia bahasa Inggris)]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polder&amp;amp;oldid=29204790 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29204790 (2026-05-08T23:17:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>