<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Polihidroksi_alkanoat</id>
	<title>Polihidroksi alkanoat - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Polihidroksi_alkanoat"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Polihidroksi_alkanoat&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T21:57:03Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Polihidroksi_alkanoat&amp;diff=23354&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Polihidroksi_alkanoat&amp;diff=23354&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-28T17:57:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Polihidroksi_alkanoat&amp;amp;diff=23354&amp;amp;oldid=22955&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Polihidroksi_alkanoat&amp;diff=22955&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29151058; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Polihidroksi_alkanoat&amp;diff=22955&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-28T17:19:20Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29151058; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Polihidroksi alkanoat&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (, disingkat &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;PHA&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;) mengacu pada golongan [[poliester]] yang diakumulasi oleh beberapa [[bakteri]] pada keadaan pertumbuhan tidak seimbang. Lebih dari 150 [[monomer]] yang berbeda dapat dikombinasikan dengan senyawa golongan ini untuk menghasilkan materi dengan sifat yang berbeda. PHA, secara alami diproduksi oleh beberapa bakteri di dalam [[sitoplasma]] sebagai cadangan makanan. [[Poly ((R)-3-hidroksibutirat)]] (PHB) merupakan anggota PHA yang paling banyak dipelajari, molekul tersebut menjanjikan untuk dibuat [[bioplastik]] karena sifatnya mirip dengan [[polipropilen]].&lt;br /&gt;
Penggunaan PHB sebagai kemasan dapat disejajarkan dengan plastik konvensional berbahan dasar [[minyak bumi]] karena PHB memiliki kemiripan sifat dengan plastik yang disintesis dari turunan [[bahan bakar fosil]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Properti ==&lt;br /&gt;
[[Struktur kimia]] dari PHA memengaruhi sifat-sifatnya. Dalam produksi PHA pada bakteri, struktur PHA yang diproduksi dapat dimodifikasi dengan mengubah spesies bakteri atau kondisi pertumbuhan. Keragaman ini adalah berguna dalam menghasilkan berbagai produk berbahan dasar yang berbeda, mulai dali implan medis, hingga pembungkus makanan. Secara umum, properti yang dapat dimiliki molekul PHA adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
* [[termoplastik]],&lt;br /&gt;
* [[teruraikan hayati]] (‘’biodegradable’’),&lt;br /&gt;
* [[Biokompatibel]],&lt;br /&gt;
* getas hingga elastis,&lt;br /&gt;
* dapat memiliki [[gugus fungsi]],&lt;br /&gt;
* [[bobot molekul]] sebesar 20.000 hingga 30 juta Dalton,&lt;br /&gt;
* mempunyai monomer [[kiral]],&lt;br /&gt;
* dapat dirancang menggunakan pendekatan [[molekular]],&lt;br /&gt;
* [[hidrofobik]],&lt;br /&gt;
* tidak [[permeabel]] terhadap gas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Biosintesis ==&lt;br /&gt;
Di dalam sel bakteri, PHA diakumulasi sebagai bulir (granul) yang dikelilingi oleh [[protein]] dan [[lemak]]. Protein dan lemak tersebut, diperkirakan berperan penting, baik dalam produksi maupun degradasi senyawa PHA dalam sel. Pada proses biosintesis PHA, senyawa prekursor PHA, [[3-hidroksialkanoil-CoA]], dapat diperoleh melalui metabolisme [[Asetil-CoA]]. Sementara itu, 3-hidroksialkanoil-CoA, juga dapat diperoleh melalui [[beta-oksidasi]] [[asam lemak]]. Pada &amp;#039;&amp;#039;[[Ralstonia eutropha]]&amp;#039;&amp;#039;, enzim [[beta-ketiolase]], [[asetoasetil-CoA reduktase]], dan [[PHA sintase]] yang disandikan oleh [[gen]] &amp;#039;&amp;#039;pha&amp;#039;&amp;#039;A, &amp;#039;&amp;#039;pha&amp;#039;&amp;#039;B, dan &amp;#039;&amp;#039;pha&amp;#039;&amp;#039;C, merupakan tiga [[enzim]] kunci untuk sintesis PHA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Aplikasi ==&lt;br /&gt;
PHA dan senyawa turunannya mempunyai aplikasi yang luas. Sebagai kemasan, PHB tahan terhadap radiasi [[ultraviolet]], permeabel terhadap oksigen, dan kedap air. Hal ini membuat PHB cocok sebagai kemasan makanan. PHB juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat [[benang bedah]] karena kemampuannya untuk terdegradasi menjadi molekul yang tidak beracun pada tubuh manusia. Sebagai &amp;#039;&amp;#039;[[biodiesel]]&amp;#039;&amp;#039;, turunan [[metil ester]] dari PHA juga berpotensi sebagai bahan bakar kendaraan. Beberapa studi melaporkan bahwa R-(3)-asam hidroksibutirat ((R)-3-HB) sebagai monomer PHB menunjukkan aktivitas [[antimikrob]], [[antiviral]], dan [[insektisidal]]. Terlebih lagi, R-(3)-HB dapat dimanfaatkan sebagai balok susun kimia dalam sintesis beberapa [[senyawa kimia]] seperti [[antibiotik]], [[vitamin]], senyawa [[aromatik]], dan [[feromon]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Produksi ==&lt;br /&gt;
=== Produksi dalam Bioreaktor ===&lt;br /&gt;
Secara umum, metode [[kultur tertutup]] (&amp;#039;&amp;#039;batch&amp;#039;&amp;#039;) adalah metode kultur yang populer. Kelebihan proses batch dibandingkan metode kultur lainnya adalah prosesnya yang lebih sederhana dan penanggulangan [[kontaminasi]] yang lebih mudah. Hanya saja proses ini kurang efektif dalam memproduksi produk yang terasosiasi dengan pertumbuhan. Selain itu, kerugian lain dari proses batch adalah banyaknya tenaga dan waktu yang terbuang untuk sterilisasi dan variabilitas yang tinggi antar batch.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam berbagai studi produksi PHA, metode kultur tertutup adalah populer. Hal tersebut karena fleksibilitasnya yang tinggi dan ongkos operasionalnya yang rendah. Sayangnya produksi PHA menggunakan metode kultur tertutup terasosiasi dengan produktivitas yang rendah. Berbagai strategi untuk meningkatkan produktivitas PHA telah dicari. Banyak penulis mulai mencoba menggunakan metode &amp;#039;&amp;#039;[[fed-batch]]&amp;#039;&amp;#039; untuk produksi PHA. Meskipun &amp;#039;&amp;#039;fed-batch&amp;#039;&amp;#039; umumnya mempunyai yield yang lebih tinggi, akan tetapi produksi dengan metode kultur &amp;#039;&amp;#039;fed-batch&amp;#039;&amp;#039; dinilai masih belum memuaskan. Untuk itu, metode kultur tertutup dan fed batch mulai dikombinasikan untuk memperoleh produktivitas yang lebih tinggi. Selain kombinasi metode kultur, pendekatan lain untuk meningkatkan produktivitas mencakup pemilihan jenis [[mikroorganisme]], kondisi [[fermentasi]] ([[pH]], [[aerasi]], [[agitasi]]), jenis substrat [[karbon]] (kompleks atau terdefinisi), optimasi komposisi media (nitrogen, fosfat, dan elemen kelumit), pemilihan jenis bioreaktor, dan penggunaan [[galur]] unggul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Masalah ===&lt;br /&gt;
Masalah yang paling utama dalam penyebaran penggunaan PHA sebagai bioplastik adalah harga produksinya yang lebih mahal dibandingkan plastik konvensional. Harga PHB komersial dapat mencapai 17 kali lebih besar dari harga plastik konvensional. Sebagai contoh, [[BIOPOL]]™, sebuah produk bioplastik komersial yang merupakan kopolimer dari b-[[asam hidroksibutirat]] dan b-[[hidroksivalerat]] dijual dengan harga 17 kali lipat harga plastik sintesis. Mahalnya harga produksi bioplastik PHB dipengaruhi oleh efisiensi proses fermentasi, harga [[substrat]], dan [[proses hilir]].&lt;br /&gt;
Berbagai pendekatan telah dilakukan, untuk menurunkan ongkos produksi. Beberapa studi mencoba mencari substrat murah dengan ketersediaan yang tinggi untuk menekan biaya produksi, contoh substrat tersebut antara lain limbah minyak goreng, hirolisat bagas, gula molasis. Optimasi dalam proses fermentasi dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan. Contoh pendekatan optimasi yang umum dilakukan antara lain berupa optimasi [[nutrisi]] (nitrogen, fosfor, dan sumber karbon), pengaturan kelarutan oksigen, pH, suhu inkubasi, dan jenis metode fermentasi yang dipakai. Pendekatan yang lebih modern berupa pendekatan [[rekayasa genetika]]. Contoh hasil dari pendekatan rekayasa genetika adalah penggunaan galur &amp;#039;&amp;#039;[[Escherichia coli]]&amp;#039;&amp;#039; yang mengandung gen biosintesis PHA dari &amp;#039;&amp;#039;[[Comamonas]]&amp;#039;&amp;#039; sp. dan modifikasi gen penyandi [[PHA depolimerase]] untuk menghasilkan volume dan jumlah granul PHA yang lebih tinggi daripada &amp;#039;&amp;#039;R. eutropha&amp;#039;&amp;#039;. Terakhir, pemilihan proses hilir yang tepat juga memengaruhi yield dan kemurnian molekul PHB yang dihasilkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat Juga ==&lt;br /&gt;
* [[Bioplastik]]&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;[[Ralstonia eutropha]]&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
*  [http://www.wiley-vch.de/books/biopoly/pdf_v03b/bpol3b07_157_166.pdf Artikel komprehensif mengenai properti dan kristalisasi PHA]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polihidroksi+alkanoat&amp;amp;oldid=29151058 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29151058 (2026-04-21T18:17:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>