<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Racun</id>
	<title>Racun - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Racun"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Racun&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T15:55:37Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Racun&amp;diff=31561&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29216721; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Racun&amp;diff=31561&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T08:46:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29216721; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Secara umum, &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;racun&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; merupakan zat [[padat]], [[Cairan|cair]], atau [[gas]], yang dapat mengganggu proses kehidupan [[sel]] suatu [[organisme]]. Zat racun dapat masuk ke dalam tubuh melalui jalur [[oral]] (mulut), [[Sel (biologi)|sel]], maupun [[topikal]] (permukaan tubuh). Dalam hubungan dengan [[biologi]], &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;racun&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah zat yang menyebabkan [[luka]], [[sakit]], [[nyeri]] dan kematian [[organisme]], biasanya dengan [[reaksi kimia]] atau aktivitas lainnya dalam skala [[molekul]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bapak [[Toksikologi]], [[Paracelsus]], menyatakan bahwa: Segala sesuatu adalah racun dan tidak ada yang tanpa racun. Hanya [[dosis]] yang membuat sesuatu menjadi bukan racun (&amp;#039;&amp;#039;[[Dosis sola facit venenum]]&amp;#039;&amp;#039;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terminologi ==&lt;br /&gt;
Istilah racun bersinonim dengan kata [[toksin]] dan [[bisa]], tetapi memiliki [[definisi]] yang berbeda antara yang satu dengan lainnya. Kata &amp;quot;toksin&amp;quot; didefinisi sebagai racun yang dihasilkan dari proses [[biologi]], atau sering disebut sebagai [[biotoksin]]. Sementara, bisa didefinisikan sebagai cairan mengandung racun yang disekresikan atau dihasilkan oleh hewan selama proses pertahanan diri atau menyerang hewan lain dengan gigitan maupun sengatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istilah beracun, [[toksik]], dan berbisa juga merupakan kata yang sebanding apabila digunakan untuk menyatakan sifat atau efek dari racun. Namun, tetap terdapat sedikit perbedaan pada ketiga kata tersebut. Beracun digunakan untuk segala sesuatu yang dapat berakibat [[fatal]] atau berbahaya apabila dimasukkan dalam jumlah tertentu ke [[makhluk hidup]]. Sedangkan [[toksik]] menyatakan sifat atau efek dari [[toksin]], dan berbisa mengacu kepada [[hewan]] penghasil [[bisa]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Klasifikasi ==&lt;br /&gt;
Dalam sebuah buku forensik medis yang ditulis oleh JL Casper, racun diklasifikasikan menjadi 5 golongan, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Racun iritan, yaitu racun yang menimbulkan iritasi dan [[radang]]. Contohnya [[asam mineral]], fungi beracun, dan preparasi arsenik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Racun penyebab hiperemia, racun narkotik, yang terbukti dapat berakibat fatal pada otak, paru-paru, dan jantung. Contohnya&lt;br /&gt;
opium, tembakau, konium, dogitalis, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Racun yang melumpuhkan saraf, dengan meracuni darah, organ pusat saraf dapat lumpuh dan menimbulkan akibat yang fatal seperti kematian tiba-tiba. Contohnya asam hidrosianat, sianida seng, dan [[kloroform]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Racun yang menyebabkan [[marasmus]], biasanya bersifat kronis dan dapat berakibat fatal bagi kesehatan secara perlahan. Contohnya bismut putih, asap timbal, merkuri, dan arsenik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Racun yang menyebabkan infeksi (racun septik), dapat berupa racun makanan yang pada keadaan tertentu menimbulkan sakit Pyaemia (atau pyemia) dan tipus pada hewan ternak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejarah awal mengenai racun erat dikaitkan dengan mitos dan kepercayaan. Pada tahun 2500 SM, bangsa [[Sumeria]] diketahui menyembah dewi racun yang disebut Gula. Dalam [[mitologi Yunani]], terdapat beberapa rujukan tentang racun, di antaranya adalah kisah tentang [[Medea]], cucu dari [[Helios]] (dewa matahari). Medea ingin membunuh anak tirinya, Theseus dengan minuman anggur beracun. Namun, usaha tersebut digagalkan oleh [[Aegeus]], suami Medea. Tulisan tertua mengenai racun ditemukan di Mesir dan berangka tahun sekitar 3000 SM dan dokumen tentang penelitian tanaman beracun yang dilakukan oleh [[Menes]], raja Mesir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam sejarah Yunani, racun pernah digunakan sebagai hukuman mati yang disebut Racun Negara atau &amp;#039;&amp;#039;State Poison&amp;#039;&amp;#039;. Salah satu tokoh filsuf yang pernah dihukum mati dengan cara ini adalah [[Socrates]]. Selama masa pemerintahan [[kekaisaran Romawi]], keracunan di saat santap malam, terutama di kalangan kelas atas menjadi suatu hal yang biasa. Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk menyingkirkan anggota keluarga yang tidak disukai, seperti yang pernah dilakukan oleh [[Nero]]. Sekitar tahun 246 SM, Cina mengembangkan suatu drama yang disebut [[Ritual Chou]], yang di dalamnya terdapat ritual membakar 5 macam racun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memasuki abad pertengahan, pada tahun 8 Sesudah Masehi, racun semakin berkembang karena ahli kimia Arab berhasil mengubah [[arsenik]] menjadi bubuk yang tidak berasa dan tidak berbau sehingga deteksi adanya racun pun sulit diketahui. Pada masa itu, racun biasa diperdagangkan di apotek dan didapatkan oleh publik dengan mudah. Berbagai teks akademis tentang racun juga dituliskan oleh para biarawan, salah satunya adalah &amp;#039;&amp;#039;The Book of Venoms&amp;#039;&amp;#039; (1424) oleh Magister Santes de Ardonis yang berisi racun yang diketahui pada masa itu, mekanisme kerjanya, dan cara penyembuhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada abad ke-14 dan 15, ahli kimia [[Italia]] berusaha membuat racun yang lebih kuat dari sebelumnya dan hal ini menyebar dari Italia ke Paris. Usaha untuk membatasi penjualan racun dilakukan oleh [[Louis XIV dari Prancis|Louis XIV]] pada tahun 1662 yang mengeluarkan aturan pelarangan [[apotek]] untuk menjual senyawa beracun, kecuali kepada pembeli yang telah mendaftarkan tujuan mereka. Pada tahun 1836 dan 1841, Marsh dan Riensch secara terpisah berhasil mengembangkan metode untuk mendeteksi arsenik sehingga banyak orang yang melakukan kejahatan, terutama pembunuhan dengan racun akhirnya dapat ditangkap. Pada abad ke-20, racun mulai diteliti untuk digunakan sebagai senjata. Pertumbuhan bidang [[toksikologi]] juga mendorong berkembangan sistem kontrol dan penyebaran senyawa beracun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penawar racun ==&lt;br /&gt;
[[Antidot|Penawar racun]] adalah obat yang dapat melawan efek dari racun. Beberapa penawar racun yang sering digunakan adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Bisa]] (racun [[hewan]])&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Racun&amp;amp;oldid=29216721 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29216721 (2026-05-11T21:28:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>