<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Rekayasa_genetik</id>
	<title>Rekayasa genetik - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Rekayasa_genetik"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rekayasa_genetik&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T13:18:51Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rekayasa_genetik&amp;diff=30330&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29454282; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rekayasa_genetik&amp;diff=30330&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T17:40:22Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29454282; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Rekayasa genetik&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; (), juga disebut &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;modifikasi genetik&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;, adalah manipulasi langsung [[gen]] suatu organisme menggunakan [[bioteknologi]]. Hal ini merupakan satu set [[Teknik rekayasa genetik|teknologi]] yang digunakan untuk mengubah susunan genetik dari sel, termasuk transfer gen-gen yang berada dan melintasi batas-batas spesies untuk menghasilkan [[Makhluk hidup|organisme]] yang meningkat. [[Asam deoksiribonukleat|DNA]] baru diperoleh dengan mengisolasi dan menyalin materi genetik dari induk menggunakan metode [[DNA rekombinan]] atau [[Sintesa gen buatan|sintesis]] DNA buatan. Sebuah vektor biasanya dibuat dan digunakan untuk menyisipkan DNA ini ke organisme inang. Molekul DNA rekombinan pertama dibuat oleh [[Paul Berg]] pada 1972 dengan menggabungkan DNA virus monyet [[SV40]] dengan [[Lambda phage|virus lambda]]. Selain memasukkan [[gen]], proses ini dapat digunakan untuk menghapus gen. DNA baru dapat dimasukkan secara acak, atau [[Penargetan gen|ditargetkan]] ke bagian tertentu dari [[genom]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu organisme yang dihasilkan melalui rekayasa genetik dianggap dimodifikasi secara genetik dan entitas yang dihasilkan disebut [[Organisme termodifikasi secara genetika|genetically modified organism]] (GMO). Organisme transgenik pertama adalah [[Bakteri termodifikasi secara genetika|bakteri]] yang dihasilkan oleh [[Herbert Boyer]] dan [[Stanley Norman Cohen|Stanley Cohen]] pada tahun 1973. [[Rudolf Jaenisch]] menciptakan hewan transgenik pertama ketika dia memasukkan DNA asing dalam [[Tikus termodifikasi secara genetika|tikus]] pada tahun 1974. Perusahaan pertama yang berfokus pada rekayasa genetik, Genentech, didirikan pada tahun 1976 dan mulai memproduksi protein manusia. [[Insulin]] manusia pertama dari rekayasa genetik diproduksi pada tahun 1978 dan bakteri yang menghasilkan insulin dikomersialisasikan pada tahun 1982. [[Pangan rekayasa genetika|Makanan yang dimodifikasi secara genetik]] telah dijual sejak tahun 1994, dengan munculnya tomat dari [[Flavr Savr]]. Flavr Savr direkayasa untuk memiliki umur simpan lebih lama, tetapi tanaman transgenik saat ini dimodifikasi paling banyak untuk meningkatkan ketahanan terhadap serangga dan herbisida. [[GloFish]], hewan transgenik pertama, dijual di Amerika Serikat pada bulan Desember 2003. Pada tahun 2016, sudah ada [[AquAdvantage salmon|salmon]] yang telah dimodifikasi dengan hormon pertumbuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rekayasa genetik telah banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang, termasuk penelitian, obat-obatan, bioteknologi industri dan pertanian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Munculnya [[Tanaman transgenik|tanaman rekayasa genetik]] yang dikomersialisasi telah memberikan manfaat ekonomi kepada para petani di berbagai negara, tetapi juga menjadi sumber [[Kontroversi makanan termodifikasi genetika|kontroversi]]. Hal ini sudah muncul sejak awal kehadirannya, ladang percobaan uji pertamanya dihancurkan oleh aktivis anti-transgenik. Meskipun ada [[konsensus ilmiah]] yang menyatakan bahwa makanan yang berasal dari tanaman transgenik tidak menimbulkan risiko yang lebih besar untuk kesehatan manusia daripada makanan konvensional, keamanan pangan transgenik tetap menjadi pusat kritikan. [[Aliran gen]], dampak pada organisme non-target, kontrol pasokan makanan dan hak-hak [[kekayaan intelektual]] juga menjadi perdebatan. Adanya masalah ini mengakibatkan munculnya pengembangan kerangka peraturan, yang dimulai pada tahun 1975. Perjanjian internasionalnya juga telah disepakati pada tahun 2000 yaitu [[Protokol Cartagena tentang Keamanan Hayati]]. Masing-masing negara telah mengembangkan sendiri sistem regulasi mengenai transgenik, ditandai perbedaan yang terjadi antara Amerika Serikat dan Eropa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ikhtisar ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rekayasa genetik adalah suatu proses yang mengubah susunan genetik dari suatu organisme dengan menghapus atau memasukkan [[Asam deoksiribonukleat|DNA]]. Tidak seperti pengembangbiakan [[Peternakan|hewan]] dan [[pemuliaan tanaman]] secara tradisional, yang melibatkan beberapa persilangan dan kemudian organisme terpilih dengan [[Fenotipe|fenotip]] tertentu, rekayasa genetik mengambil [[gen]] secara langsung dari satu organisme dan memasukkan ke organisme lain. Proses ini jauh lebih cepat, dapat digunakan untuk menyisipkan gen-gen dari organisme apapun (bahkan organisme dari berbagai [[Domain (biologi)|domain]]) dan mencegah agar gen yang tidak diinginkan tidak ikut ditambahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rekayasa genetik berpotensi memperbaiki [[Penyakit genetik|kelainan genetik]] pada manusia dengan mengganti gen yang rusak dengan gen yang baik. Proses ini menjadi sebuah alat yang penting dalam penelitian yang memungkinkan fungsi spesifik suatu gen menjadi bahan penelitian. Tanaman transgenik yang telah dikembangkan saat ini membantu [[ketahanan pangan]] dengan meningkatkan hasil, nilai gizi dan toleransi terhadap tekanan lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DNA dapat dimasukkan secara langsung ke organisme inang atau ke dalam sel yang kemudian [[Fusi sel|menyatu]] atau [[Hibrida|dihibridisasi]] dengan inang. Proses ini bergantung pada teknik [[DNA rekombinan]] untuk membentuk kombinasi baru dari materi genetik yang dapat diwariskan diikuti oleh penggabungan dari materi baik secara tidak langsung melalui sistem vektor atau langsung melalui [[mikro-injeksi]], [[makro-injeksi]] atau [[mikro-enkapsulasi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rekayasa genetik biasanya tidak mencakup peranakan tradisional, [[fertilisasi in vitro]], induksi [[poliploida]], [[mutagenesis]] dan teknik sel fusi yang tidak menggunakan rekombinan asam nukleat atau organisme yang dimodifikasi secara genetik dalam prosesnya. Namun, beberapa definisi luas dari rekayasa genetik mencakup [[Seleksi buatan|pembiakan selektif]]. Penelitian [[kloning]] dan [[Sel punca|sel induk]], meskipun tidak dianggap sebagai rekayasa genetik, masih terkait erat dan rekayasa genetik dapat digunakan bersamaan dengan proses ini. [[Biologi sintesis]] adalah bidang ilmu yang sedang berkembang yang membuat rekayasa genetik semakin maju lagi dengan memperkenalkan bahan yang disintesis artifisial ke dalam suatu organisme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanaman, hewan atau mikro organisme yang telah diubah melalui rekayasa genetik yang disebut [[Organisme termodifikasi secara genetika|organisme hasil rekayasa genetik]]. Jika materi genetik dari spesies lain yang ditambahkan ke inang, organisme yang dihasilkan disebut [[Transgenic|transgenik]]. Jika materi genetik dari spesies yang sama atau spesies yang dapat berkembang biak secara alami dengan inang maka organisme yang dihasilkan disebut [[Cisgenic|cisgenesis]]. Jika rekayasa genetik digunakan untuk mengeluarkan materi genetik dari target maka organisme yang dihasilkan disebut organisme knockout. Di Eropa modifikasi genetik [[Sinonim|identik]] dengan rekayasa genetik, sedangkan di Amerika Serikat dan Kanada modifikasi genetik juga digunakan untuk merujuk ke metode pengembangbiakan konvensional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia telah mengubah genom spesies makhluk hidup lainnya selama ribuan tahun melalui [[Seleksi buatan|pembiakan selektif]], atau seleksi buatan berkebalikan dengan [[seleksi alam]]. Baru-baru ini, [[Pemuliaan mutasi|pembiakan mutasi]] telah menggunakan paparan bahan kimia atau radiasi untuk menghasilkan mutasi acak dengan frekuensi tinggi, untuk tujuan pembiakan selektif. Rekayasa genetik sebagai manipulasi langsung DNA oleh manusia di luar pembiakan dan mutasi hanya ada sejak 1970-an. Istilah &amp;quot;rekayasa genetik&amp;quot; pertama kali diciptakan oleh [[Jack Williamson]] dalam novel [[Fiksi ilmiah|fiksi]] ilmiahnya &amp;#039;&amp;#039;Dragon&amp;#039;s Island&amp;#039;&amp;#039;, yang diterbitkan pada 1951  - satu tahun sebelum peran DNA dalam [[Hereditas|faktor keturunan]] dikonfirmasi oleh [[Alfred Hershey]] dan [[Martha Chase]], dan dua tahun sebelumnya [[James Dewey Watson|James Watson]] dan [[Francis Crick]] menunjukkan bahwa molekul [[Asam deoksiribonukleat|DNA]] memiliki struktur heliks ganda - meskipun konsep umum manipulasi genetik langsung telah dieksplorasi dalam bentuk yang belum sempurna dalam cerita fiksi ilmiah [[Stanley G. Weinbaum|Stanley G. Weinbaum tahun]] 1936, &amp;#039;&amp;#039;Proteus Island&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 1972, [[Paul Berg]] menciptakan molekul [[DNA rekombinan]] pertama dengan menggabungkan DNA dari virus monyet [[SV40]] dengan [[Lambda fage|virus lambda]]. Pada 1973, [[Herbert Boyer]] dan [[Stanley Norman Cohen|Stanley Cohen]] menciptakan [[organisme transgenik]] pertama dengan memasukkan [[Resistansi antibiotik|gen resistensi antibiotik]] ke dalam [[plasmid]] &amp;#039;&amp;#039;[[Escherichia coli|bakteri Escherichia coli]]&amp;#039;&amp;#039;. Setahun kemudian [[Rudolf Jaenisch]] menciptakan [[Mouse transgenik|tikus transgenik]] dengan memasukkan DNA asing ke dalam embrio, menjadikannya [[hewan transgenik]] pertama di dunia. Prestasi ini menyebabkan kekhawatiran di komunitas ilmiah tentang risiko potensial dari rekayasa genetik, yang pertama kali dibahas secara mendalam di [[Konferensi Asilomar tentang DNA Rekombinan|Konferensi Asilomar]] pada 1975. Salah satu rekomendasi utama dari pertemuan ini adalah bahwa pengawasan pemerintah terhadap penelitian DNA rekombinan harus ditetapkan sampai teknologinya dianggap aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 1976, [[Genentech]], perusahaan rekayasa genetik pertama, didirikan oleh Herbert Boyer dan [[Robert A. Swanson|Robert Swanson]] dan setahun kemudian perusahaan itu menghasilkan protein manusia ([[somatostatin]]) di &amp;#039;&amp;#039;E.coli&amp;#039;&amp;#039;. Genentech mengumumkan produksi [[insulin]] manusia rekayasa genetik pada 1978. Pada 1980, [[Mahkamah Agung Amerika Serikat|Mahkamah Agung AS]] pada kasus &amp;#039;&amp;#039;[[Diamond v. Chakrabarty|Diamond v.]]&amp;#039;&amp;#039; &amp;#039;&amp;#039;[[Diamond v. Chakrabarty|Chakrabarty]]&amp;#039;&amp;#039; memutuskan bahwa kehidupan yang diubah secara genetis dapat dipatenkan. [[Insulin (obat-obatan)|Insulin]] yang diproduksi oleh bakteri disetujui untuk dirilis oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat|Food and Drug Administration]] (FDA) pada 1982.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 1983, sebuah perusahaan bioteknologi, Advanced Genetic Sciences (AGS) mengajukan permohonan otorisasi pemerintah AS untuk melakukan tes lapangan dengan [[Bakteri tanpa es|galur minus-es]] &amp;#039;&amp;#039;[[Pseudomonas syringae]]&amp;#039;&amp;#039; untuk melindungi tanaman dari cuaca beku, tetapi kelompok lingkungan dan pengunjuk rasa menunda uji lapangan selama empat tahun dengan tantangan hukum. Pada 1987, jenis minus-es &amp;#039;&amp;#039;P. syringae&amp;#039;&amp;#039; menjadi [[Organisme termodifikasi secara genetika|organisme yang dimodifikasi secara genetik]] (GMO) pertama yang dilepaskan ke lingkungan  ketika ladang stroberi dan ladang kentang di California disemprotkan dengannya. Kedua bidang uji diserang oleh kelompok aktivis pada malam sebelum tes terjadi: &amp;quot;Situs uji coba pertama di dunia menarik perusak lapangan pertama di dunia&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percobaan lapangan pertama [[Tanaman transgenik|tanaman rekayasa genetik]] dilakukan di Perancis dan AS pada 1986, tanaman tembakau direkayasa agar tahan terhadap [[herbisida]]. Republik Rakyat Tiongkok adalah negara pertama yang mengkomersialkan tanaman transgenik, memperkenalkan tembakau yang resistan terhadap virus pada 1992. Pada 1994, [[Monsanto|Calgene]] memperoleh persetujuan untuk secara komersial melepaskan [[Pangan rekayasa genetika|makanan yang dimodifikasi secara genetik]] pertama, [[Flavr Savr]], tomat yang direkayasa untuk memiliki umur simpan yang lebih lama. Pada 1994, Uni Eropa menyetujui tembakau direkayasa agar tahan terhadap herbisida [[bromoxynil]], menjadikannya tanaman rekayasa genetik pertama yang dikomersialkan di Eropa. Pada 1995, [[Kentang yang dimodifikasi secara genetik|Kentang bt]] disetujui dan dianggap aman oleh [[Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat|Badan Perlindungan Lingkungan]], setelah disetujui oleh FDA, menjadikannya tanaman penghasil pestisida pertama yang disetujui di AS. Pada 2009, 11 tanaman transgenik ditanam secara komersial di 25 negara, yang terbesar berdasarkan luas yang ditumbuhkan adalah AS, Brasil, Argentina, India, Kanada, Cina, Paraguay, dan Afrika Selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 2010, para ilmuwan di [[Institut J. Craig Venter|J. Craig Venter Institute]] menciptakan [[genom sintetis]] pertama dan memasukkannya ke dalam sel bakteri kosong. Bakteri yang dihasilkan, bernama [[Laboratorium Mycoplasma|Mycoplasma laboratorium]], dapat [[Replika (biologi)|mereplikasi]] dan menghasilkan protein. Empat tahun kemudian penemuan ini dikembangkan selangkah lebih maju ketika bakteri dikembangkan yang mereplikasi [[plasmid]] yang mengandung [[pasangan basa]] unik, menciptakan organisme pertama yang direkayasa untuk menggunakan alfabet genetik yang diperluas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 2012, [[Jennifer Doudna]] dan [[Emmanuelle Charpentier]] berkolaborasi untuk mengembangkan sistem [[CRISPR|CRISPR/Cas9]], teknik yang dapat digunakan untuk dengan mudah dan spesifik mengubah genom dari hampir semua organisme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penggunaan praktis ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Pemuliaan tanaman ===&lt;br /&gt;
Rekayasa genetik digunakan untuk menghasilkan [[benih]] tanaman yang tahan terhadap [[Fitopatologi|penyakit]]. Pada genom tanaman disisipkan gen yang memiliki [[kekebalan]] terhadap penyakit tertentu. Penerapan rekayasa genetik pada tanaman dilakukan pada saat pemberian perlakuan dan pencucian benih. Bioteknologi hutan juga menggunakan rekayasa genetik untuk melakukan pemuliaan tanaman hutan melalui teknologi gen dan analisis genom. Penerapan rekayasa genetik dilakukan pada pohon-pohon yang memiliki daun lebar dan daun jarum, seperti poplar, betula, cemara dan eukaliptus. Pengujian pemuliaan tanaman hutan dilakukan di laboratorium, rumah kaca, dan di hutan. Pemuliaan tanaman hutan melalui rekayasa genetik dilakukan untuk mengubah sifat dari lignin, selulosa untuk menanggulangi hama penyakit, [[Kesuburan|fertilitas]],dan  toleransi terhadap ancaman abiotik. Selain itu, dalam bioenergi, pemuliaan tanaman hutan digunakan untuk tujuan komersial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rekayasa+genetik&amp;amp;oldid=29454282 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29454282 (2026-07-13T18:45:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>