<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Rokuronium_bromida</id>
	<title>Rokuronium bromida - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Rokuronium_bromida"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rokuronium_bromida&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T00:44:36Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rokuronium_bromida&amp;diff=36097&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29219421; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rokuronium_bromida&amp;diff=36097&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T14:01:45Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29219421; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Rokuronium bromida&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah penghambat neuromuskular non-depolarisasi aminosteroid atau relaksan otot yang digunakan dalam [[pembiusan|anestesi]] modern untuk memfasilitasi [[intubasi endotrakeal]] dengan memberikan relaksasi [[otot lurik]], yang paling sering diperlukan untuk [[pembedahan]] atau [[ventilasi mekanis]]. Obat ini digunakan untuk intubasi endotrakeal standar, serta untuk induksi sekuens cepat (RSI).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sejarah==&lt;br /&gt;
Obat ini pertamakali diperkenalkan pada tahun 1994.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Farmakologi==&lt;br /&gt;
===Mekanisme kerja===&lt;br /&gt;
Rokuronium bromida adalah antagonis kompetitif untuk reseptor [[asetilkolina]] nikotinik di sambungan neuromuskular. Dari obat-obatan penghambat neuromuskular, obat ini dianggap sebagai penghambat sambungan neuromuskular non-depolarisasi, karena obat ini bekerja dengan meredam aksi reseptor yang menyebabkan relaksasi otot, alih-alih depolarisasi berkelanjutan yang merupakan mekanisme kerja penghambat sambungan neuromuskular depolarisasi, seperti suksinilkolin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat ini dirancang untuk menjadi antagonis yang lebih lemah di sambungan neuromuskular daripada pankuronium bromida; oleh karena itu, obat ini memiliki struktur monokuartener dan memiliki gugus alil serta gugus pirolidina yang terikat pada atom nitrogen kuartener cincin D. Rokuronium bromida memiliki onset yang cepat dan durasi kerja yang sedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dianggap ada risiko reaksi alergi terhadap obat tersebut pada beberapa pasien (terutama mereka yang menderita [[asma]]), tetapi kejadian reaksi alergi yang serupa telah diamati dengan menggunakan anggota lain dari kelas obat yang sama (obat penghambat neuromuskular non-depolarisasi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Turunan γ-siklodekstrin sugamadeks adalah agen untuk membalikkan aksi rokuronium bromida dengan mengikatnya dengan afinitas tinggi. Sugamadeks telah digunakan sejak 2009 di banyak negara Eropa; tetapi obat tersebut ditolak persetujuannya dua kali oleh FDA AS karena kekhawatiran atas reaksi [[alergi]] dan [[perdarahan]], tetapi akhirnya menyetujui obat tersebut untuk digunakan selama prosedur pembedahan di Amerika Serikat pada 15 Desember 2015. Penghambat asetilkolinesterase [[neostigmin]] juga dapat digunakan sebagai agen pembalik rokuronium bromida tetapi tidak seefektif sugamadeks. Neostigmin sering masih digunakan karena biayanya yang rendah dibandingkan dengan sugamadeks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Masyarakat dan budaya==&lt;br /&gt;
===Hukuman mati===&lt;br /&gt;
Pada tanggal 27 Juli 2012, negara bagian [[Virginia]] di AS mengganti [[pankuronium bromida]], salah satu dari tiga obat yang digunakan dalam eksekusi [[hukuman mati]] dengan [[suntik mati]], dengan rokuronium bromida.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 3 Oktober 2016, negara bagian [[Ohio]] di AS mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan eksekusi pada tanggal 12 Januari 2017 dengan menggunakan kombinasi [[midazolam]], rokuronium bromida, dan [[kalium klorida]]. Sebelum ini, eksekusi terakhir di Ohio dilakukan pada bulan Januari 2014.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 24 Agustus 2017, negara bagian [[Florida]] di AS mengeksekusi Mark James Asay dengan menggunakan kombinasi etomidat, rokuronium bromida, dan [[kalium asetat]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Eutanasia===&lt;br /&gt;
Sejak tahun 2016, rokuronium bromida telah menjadi obat standar bersama dengan [[propofol]], yang diberikan kepada pasien untuk [[eutanasia]] di Kanada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rokuronium+bromida&amp;amp;oldid=29219421 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29219421 (2026-05-12T11:23:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>