<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Rubidium</id>
	<title>Rubidium - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Rubidium"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rubidium&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T13:39:11Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rubidium&amp;diff=16193&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rubidium&amp;diff=16193&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T23:00:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rubidium&amp;amp;diff=16193&amp;amp;oldid=15793&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rubidium&amp;diff=15793&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29580727; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rubidium&amp;diff=15793&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T22:22:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29580727; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Rubidium&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Rb&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; dan [[nomor atom]] 37. Rubidium adalah sebuah [[logam]] abu-abu keputihan yang sangat lunak dalam golongan [[logam alkali]]. Logam rubidium memiliki kesamaan dengan logam [[kalium]] dan logam [[sesium]] dalam penampilan fisik, kelembutan dan konduktivitas. Rubidium tidak dapat disimpan di bawah [[oksigen]] atmosfer, karena reaksi eksoterm yang sangat tinggi akan terjadi, kadang-kadang bahkan mengakibatkan logam ini terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rubidium adalah [[logam alkali]] pertama dalam golongannya yang memiliki massa jenis lebih tinggi dari [[Sifat air|air]], sehingga ia tenggelam, tidak seperti logam di atasnya dalam golongannya. Rubidium memiliki [[berat atom standar]] 85,4678. Di Bumi, rubidium alami terdiri dari dua [[isotop]]: 72% di antaranya adalah &amp;lt;sup&amp;gt;85&amp;lt;/sup&amp;gt;Rb yang stabil, dan 28% sisanya adalah &amp;lt;sup&amp;gt;87&amp;lt;/sup&amp;gt;Rb yang sedikit [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]], dengan [[waktu paruh]] 48,8 miliar tahun—lebih dari tiga kali lebih lama dari perkiraan [[Umur alam semesta|usia alam semesta]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahli kimia Jerman [[Robert Bunsen]] dan [[Gustav Robert Kirchhoff|Gustav Kirchhoff]] menemukan rubidium pada tahun 1861 dengan teknik yang baru dikembangkan, yaitu [[Spektroskopi emisi atom#Spektroskopi emisi nyala|spektroskopi nyala api]]. Nama unsur ini berasal dari kata [[Bahasa Latin|Latin]] &amp;#039;&amp;#039;rubidus&amp;#039;&amp;#039;, yang berarti merah tua, dari warna spektrum emisinya. Senyawa rubidium memiliki berbagai aplikasi kimia dan elektronik. Logam rubidium mudah diuapkan dan memiliki rentang penyerapan spektral yang nyaman, menjadikannya target yang sering digunakan untuk manipulasi [[atom]] dengan [[laser]]. Rubidium bukanlah nutrisi yang diketahui untuk [[Makhluk hidup|organisme hidup]] mana pun. Namun, ion rubidium memiliki sifat yang sama dan muatan yang sama seperti ion kalium, dan secara aktif diambil dan diperlakukan oleh [[Eukariota#Sel hewan|sel hewan]] dengan cara yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Karakteristik==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rubidium adalah logam yang sangat lembut, [[Keuletan (fisika)|ulet]], dan berwarna putih keperakan. Ia merupakan logam alkali stabil yang paling [[Elektronegativitas|elektropositif]] kedua dan meleleh pada suhu . Seperti logam alkali lainnya, logam rubidium bereaksi hebat dengan air. Seperti halnya kalium (yang sedikit kurang reaktif) dan sesium (yang sedikit lebih reaktif), reaksi ini biasanya cukup kuat untuk menyalakan gas [[hidrogen]] yang dihasilkannya. Rubidium juga telah dilaporkan menyala secara spontan di udara. Ia membentuk [[Amalgam (kimia)|amalgam]] dengan [[raksa]] dan [[Logam paduan|paduan]] dengan [[emas]], [[besi]], [[sesium]], [[natrium]], dan [[kalium]], tetapi tidak dengan [[litium]] (walaupun rubidium dan litium berada dalam golongan yang sama).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rubidium memiliki [[energi ionisasi]] yang sangat rendah, hanya 406&amp;amp;nbsp;kJ/mol. Rubidium dan kalium menunjukkan warna ungu yang sangat mirip dalam [[uji nyala api]], dan untuk membedakan kedua unsur tersebut memerlukan analisis yang lebih canggih, seperti spektroskopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Senyawa===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Rubidium klorida]] (RbCl) mungkin merupakan senyawa rubidium yang paling banyak digunakan: di antara beberapa klorida lainnya, ia digunakan untuk menginduksi sel hidup untuk mengambil [[Asam deoksiribonukleat|DNA]]; ia juga digunakan sebagai &amp;#039;&amp;#039;biomarker&amp;#039;&amp;#039;, karena di alam, ia hanya ditemukan dalam jumlah kecil pada organisme hidup dan bila ada, menggantikan kalium. Senyawa rubidium umum lainnya adalah [[rubidium hidroksida]] (RbOH) yang korosif, bahan awal untuk sebagian besar proses kimia berbasis rubidium; [[rubidium karbonat]] (Rb&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;CO&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;), digunakan dalam beberapa kaca optik, dan [[rubidium tembaga sulfat]], Rb&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;SO&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;·CuSO&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;·6H&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O. [[Rubidium perak iodida]] (RbAg&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;I&amp;lt;sub&amp;gt;5&amp;lt;/sub&amp;gt;) memiliki [[Konduktivitas dan resistivitas elektrik|konduktivitas]] [[suhu kamar]] tertinggi dari setiap [[kristal ion]]ik yang diketahui, sifat yang dimanfaatkan dalam [[Baterai listrik|baterai]] film tipis dan aplikasi lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rubidium akan membentuk sejumlah [[Rubidium oksida|oksida]] bila terkena udara, termasuk [[rubidium monoksida]] (Rb&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O), Rb&amp;lt;sub&amp;gt;6&amp;lt;/sub&amp;gt;O, dan Rb&amp;lt;sub&amp;gt;9&amp;lt;/sub&amp;gt;O&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;; rubidium dalam oksigen berlebih akan menghasilkan [[superoksida]] [[Rubidium superoksida|RbO&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;]]. Rubidium akan membentuk garam dengan [[halogen]], menghasilkan [[rubidium fluorida]], [[rubidium klorida]], [[rubidium bromida]], dan [[rubidium iodida]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Isotop===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun rubidium merupakan [[unsur monoisotop]], rubidium di kerak bumi terdiri dari dua isotop: &amp;lt;sup&amp;gt;85&amp;lt;/sup&amp;gt;Rb yang stabil (72,2%) dan &amp;lt;sup&amp;gt;87&amp;lt;/sup&amp;gt;Rb (27,8%) yang [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]]. Rubidium alami bersifat radioaktif, dengan aktivitas spesifik sekitar 670 [[Becquerel|Bq]]/g, cukup untuk mengekspos [[film gulung]] secara signifikan dalam 110 hari. Tiga puluh isotop rubidium tambahan telah disintesis dengan waktu paruh kurang dari 3 bulan; sebagian besar dari mereka sangat radioaktif dan memiliki sedikit kegunaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rubidium-87 memiliki [[waktu paruh]] &amp;amp;nbsp;tahun, lebih dari tiga kali [[Umur alam semesta|usia alam semesta]] &amp;amp;nbsp;tahun, menjadikannya sebagai [[nuklida primordial]]. Ia dengan mudah menggantikan [[kalium]] dalam [[mineral]], dan karena itu cukup tersebar luas. Rb telah digunakan secara luas dalam [[Penanggalan radiometrik|penanggalan batuan]]; &amp;lt;sup&amp;gt;87&amp;lt;/sup&amp;gt;Rb meluruh melalui [[peluruhan beta]] menjadi &amp;lt;sup&amp;gt;87&amp;lt;/sup&amp;gt;Sr yang stabil. Selama [[Kristalisasi fraksional (geologi)|kristalisasi fraksional]], Sr cenderung terkonsentrasi di [[Plagioklase|plagioklas]], meninggalkan Rb dalam fase cair. Oleh karena itu, rasio Rb/Sr dalam sisa [[magma]] dapat meningkat dari waktu ke waktu, dan [[Diferensiasi magma|diferensiasi]] yang berkembang menghasilkan batuan dengan rasio Rb/Sr yang meningkat. Rasio tertinggi (10 atau lebih) terjadi pada [[pegmatit]]. Jika jumlah awal Sr diketahui atau dapat diekstrapolasi, maka umurnya dapat ditentukan dengan pengukuran konsentrasi Rb dan Sr dan rasio &amp;lt;sup&amp;gt;87&amp;lt;/sup&amp;gt;Sr/&amp;lt;sup&amp;gt;86&amp;lt;/sup&amp;gt;Sr. Tanggalnya menunjukkan usia sebenarnya dari mineralnya hanya jika batuannya tidak mengalami ubahan (lihat [[penanggalan rubidium–stronsium]]).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Rubidium-82]], salah satu isotop nonalami rubidium, dihasilkan oleh peluruhan [[penangkapan elektron]] dari [[stronsium-82]] dengan waktu paruh 25,36 hari. Dengan waktu paruh 76 detik, rubidium-82 meluruh melalui [[emisi positron]] menjadi [[kripton-82]] yang stabil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Keterjadian===&lt;br /&gt;
Rubidium adalah [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|unsur paling melimpah kedua puluh tiga di kerak Bumi]], kira-kira sebanyak [[seng]] dan agak lebih umum daripada [[tembaga]]. Ia terjadi secara alami dalam mineral [[leusit]], [[polusit]], [[karnalit]], dan [[zinwaldit]], yang mengandung sebanyak 1% rubidium oksida. [[Lepidolit]] mengandung antara 0,3% dan 3,5% rubidium, dan merupakan sumber komersial dari unsur ini. Beberapa mineral [[kalium]] dan [[kalium klorida]] juga mengandung unsur ini dalam jumlah yang signifikan secara komersial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Air laut]] mengandung rata-rata 125&amp;amp;nbsp;µg/L rubidium dibandingkan dengan nilai kalium yang jauh lebih tinggi, yaitu 408&amp;amp;nbsp;mg/L, dan nilai sesium yang jauh lebih rendah, yaitu 0,3&amp;amp;nbsp;µg/L. Rubidium adalah unsur paling melimpah ke-18 di air laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena [[jari-jari ion]]nya yang besar, rubidium merupakan salah satu &amp;quot;[[unsur yang tidak kompatibel]].&amp;quot; Selama [[Kristalisasi fraksional (geologi)|kristalisasi magma]], rubidium terkonsentrasi bersama dengan analognya yang lebih berat, sesium, dalam fase cair dan mengkristal terakhir. Oleh karena itu, deposit rubidium dan cesium terbesar adalah badan bijih zona [[pegmatit]] yang dibentuk oleh proses pengayaan ini. Karena rubidium menggantikan kalium dalam kristalisasi magma, pengayaan ini jauh kurang efektif dibandingkan dengan sesium. Badan bijih pegmatit zona yang mengandung sejumlah sesium yang dapat ditambang sebagai polusit atau mineral litium lepidolit juga merupakan sumber rubidium sebagai produk sampingan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua sumber penting rubidium adalah endapan polusit yang kaya di [[Danau Bernic]], [[Manitoba]], Kanada, dan [[rubiklin]]  yang ditemukan sebagai pengotor dalam polusit di [[Elba|pulau Elba]] di Italia, dengan kandungan rubidium 17,5%. Kedua endapan tersebut juga merupakan sumber sesium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Produksi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun rubidium lebih melimpah di kerak Bumi daripada sesium, aplikasinya yang terbatas dan kurangnya mineral yang kaya akan rubidium membatasi produksi senyawa rubidium hingga 2 hingga 4 [[Ton metrik|ton]] per tahun. Beberapa metode tersedia untuk memisahkan kalium, rubidium, dan sesium. [[Kristalisasi fraksional (kimia)|Kristalisasi fraksional]] rubidium dan tawas sesium  akan menghasilkan tawas rubidium murni setelah 30 langkah berikutnya. Dua metode lain dilaporkan, proses klorostanat dan proses ferosianida.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama beberapa tahun pada 1950-an dan 1960-an, produk sampingan dari produksi kalium yang disebut Alkarb adalah sumber utama rubidium. Alkarb mengandung 21% rubidium, sisanya adalah kalium dan sedikit sesium. Saat ini produsen sesium terbesar, seperti [[Tambang Tanco]] di Manitoba, Kanada, memproduksi rubidium sebagai produk sampingan dari polusit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sejarah==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rubidium ditemukan pada tahun 1861 oleh [[Robert Bunsen]] dan [[Gustav Robert Kirchhoff|Gustav Kirchhoff]], di Heidelberg, Jerman, dalam mineral lepidolite melalui [[Spektroskopi emisi atom#Spektroskopi emisi nyala|spektroskopi nyala api]]. Karena garis merah terang dalam [[spektrum pancar]]nya, mereka memilih nama yang berasal dari kata [[Bahasa Latin|Latin]] &amp;#039;&amp;#039;rubidus&amp;#039;&amp;#039;, yang berarti &amp;quot;merah tua&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rubidium adalah komponen minor dalam [[lepidolit]]. Kirchhoff dan Bunsen memproses 150&amp;amp;nbsp;kg lepidolit yang hanya mengandung 0,24% rubidium monoksida (Rb&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;O). Baik kalium maupun rubidium membentuk garam yang tidak larut dengan [[asam kloroplatinat]], tetapi garam-garam tersebut menunjukkan sedikit perbedaan kelarutan dalam air panas. Oleh karena itu, rubidium [[heksakloroplatinat]] (Rb&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;PtCl&amp;lt;sub&amp;gt;6&amp;lt;/sub&amp;gt;) yang kurang larut dapat diperoleh dengan [[Kristalisasi fraksional (kimia)|kristalisasi fraksional]]. Setelah reduksi heksakloroplatinat dengan [[hidrogen]], proses tersebut menghasilkan 0,51 gram [[rubidium klorida]] (RbCl) untuk studi lebih lanjut. Bunsen dan Kirchhoff memulai isolasi skala besar pertama dari senyawa sesium dan rubidium dengan  air mineral, yang menghasilkan 7,3 gram [[sesium klorida]] dan 9,2 gram rubidium klorida. Rubidium adalah unsur kedua, tak lama setelah sesium, yang ditemukan dengan spektroskopi, hanya satu tahun setelah penemuan [[Spektrometer optik|spektroskop]] oleh Bunsen dan Kirchhoff.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua ilmuwan tersebut menggunakan rubidium klorida untuk memperkirakan [[Massa atom relatif|berat atom]] unsur baru ini sebesar 85,36 (nilai yang diterima saat ini adalah 85,47). Mereka mencoba menghasilkan rubidium unsur dengan elektrolisis rubidium klorida cair, tetapi alih-alih logam, mereka memperoleh zat homogen biru, yang &amp;quot;baik di bawah mata telanjang maupun di bawah mikroskop tidak menunjukkan sedikit pun zat logam&amp;quot;. Mereka menganggap bahwa itu adalah [[Senyawa non-stoikiometri|subklorida]] (); tetapi, produk tersebut kemungkinan merupakan campuran [[Sistem koloid|koloid]] dari logam rubidium dan rubidium klorida. Dalam upaya kedua untuk menghasilkan rubidium metalik, Bunsen mampu mereduksi rubidium dengan memanaskan rubidium [[tartrat]] yang hangus. Meskipun rubidium sulingan bersifat [[piroforik]], mereka mampu menentukan densitas dan titik leburnya. Kualitas penelitian pada tahun 1860-an ini dapat dinilai dengan fakta bahwa kepadatan yang mereka tentukan berbeda kurang dari 0,1&amp;amp;nbsp;g/cm&amp;lt;sup&amp;gt;3&amp;lt;/sup&amp;gt; dan titik lebur yang mereka tentukan berbeda kurang dari 1&amp;amp;nbsp;°C  dari nilai yang diterima saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Radioaktivitas kecil dari rubidium ditemukan pada tahun 1908, tetapi itu ditemukan sebelum teori mengenai isotop dipublikasikan pada tahun 1910, dan tingkat aktivitas yang rendah (waktu paruh lebih dari 10&amp;lt;sup&amp;gt;10&amp;lt;/sup&amp;gt;&amp;amp;nbsp;tahun) membuat interpretasi menjadi rumit. Peluruhan &amp;lt;sup&amp;gt;87&amp;lt;/sup&amp;gt;Rb menjadi &amp;lt;sup&amp;gt;87&amp;lt;/sup&amp;gt;Sr yang stabil melalui [[peluruhan beta]] yang sekarang telah terbukti masih didiskusikan pada akhir 1940-an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rubidium memiliki nilai industri yang kecil sebelum tahun 1920-an. Sejak itu, penggunaan rubidium yang paling penting adalah penelitian dan pengembangan, terutama dalam aplikasi kimia dan elektronik. Pada tahun 1995, rubidium-87 digunakan untuk menghasilkan [[kondensat Bose–Einstein]], di mana penemunya, [[Eric Cornell|Eric Allin Cornell]], [[Carl Wieman|Carl Edwin Wieman]] dan [[Wolfgang Ketterle]], memenangkan [[Penghargaan Nobel Fisika]] pada tahun 2001.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Aplikasi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyawa rubidium kadang-kadang digunakan dalam [[kembang api]] untuk memberi mereka warna ungu. Rubidium juga telah dipertimbangkan untuk digunakan dalam [[generator termoelektrik]] menggunakan prinsip [[magnetohidrodinamika]], di mana ion rubidium panas dilewatkan melalui [[medan magnet]]. Mereka menghantarkan listrik dan bertindak seperti [[armatur (teknik listrik)|armatur]] sehingga menghasilkan [[arus listrik]]. Rubidium, khususnya &amp;lt;sup&amp;gt;87&amp;lt;/sup&amp;gt;Rb, adalah salah satu spesies atom yang paling umum digunakan untuk [[pendinginan laser]] dan [[Kondensat Bose–Einstein|kondensasi Bose–Einstein]]. Fitur yang diinginkan untuk aplikasi ini termasuk ketersediaan sinar [[Dioda laser|laser dioda]] yang murah pada [[panjang gelombang]] yang relevan dan suhu sedang yang diperlukan untuk mendapatkan tekanan uap yang substansial. Untuk aplikasi atom dingin yang membutuhkan interaksi merdu, &amp;lt;sup&amp;gt;85&amp;lt;/sup&amp;gt;Rb lebih disukai karena [[Resonansi Feshbach|spektrum Feshbach]]nya yang kaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rubidium telah digunakan untuk polarisasi [[Helium-3|&amp;lt;sup&amp;gt;3&amp;lt;/sup&amp;gt;He]], menghasilkan volume gas &amp;lt;sup&amp;gt;3&amp;lt;/sup&amp;gt;He yang termagnetisasi, dengan spin inti yang sejajar dan bukan acak. Uap rubidium dipompa secara optik oleh laser, dan Rb yang terpolarisasi akan mempolarisasi &amp;lt;sup&amp;gt;3&amp;lt;/sup&amp;gt;He melalui interaksi [[Struktur hiperfin|hiperfin]]. Sel &amp;lt;sup&amp;gt;3&amp;lt;/sup&amp;gt;He yang ter[[polarisasi spin]] tersebut berguna untuk pengukuran polarisasi neutron dan untuk memproduksi berkas neutron terpolarisasi untuk tujuan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unsur resonansi dalam [[jam atom]] menggunakan [[struktur hiperfin]] dari tingkat energi rubidium, dan rubidium berguna untuk pengaturan waktu dengan presisi tinggi. Ia digunakan sebagai komponen utama dari referensi frekuensi sekunder (osilator rubidium) di pemancar situs sel dan transmisi elektronik lainnya, jaringan, dan peralatan uji. [[Standar rubidium]] ini sering digunakan dengan [[Sistem Pemosisi Global|GPS]] untuk menghasilkan &amp;quot;standar frekuensi primer&amp;quot; yang memiliki akurasi lebih tinggi dan lebih murah daripada standar sesium. Standar rubidium seperti itu sering diproduksi secara massal untuk industri [[telekomunikasi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potensi atau penggunaan rubidium lainnya saat ini termasuk fluida kerja dalam turbin uap, sebagai [[penangkap]] dalam [[Tabung elektron|tabung vakum]], dan sebagai komponen [[Sensor cahaya|fotosel]]. Rubidium juga digunakan sebagai bahan dalam jenis kaca khusus, dalam produksi [[superoksida]] dengan membakar [[oksigen]], dalam studi [[saluran ion]] [[kalium]] dalam biologi, dan sebagai uap dalam [[magnetometer]] atom. Secara khusus, &amp;lt;sup&amp;gt;87&amp;lt;/sup&amp;gt;Rb digunakan dengan logam alkali lainnya dalam pengembangan [[SERF|magnetometer bebas relaksasi pertukaran spin]] (&amp;#039;&amp;#039;spin-exchange relaxation-free&amp;#039;&amp;#039;, SERF).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Rubidium-82]] digunakan untuk [[tomografi emisi positron]]. Rubidium sangat mirip dengan kalium, dan jaringan dengan kandungan kalium tinggi juga akan mengakumulasi rubidium radioaktif. Salah satu kegunaan utamanya adalah [[pencitraan perfusi miokard]]. Sebagai akibat dari perubahan [[sawar darah otak]] pada tumor otak, rubidium mengumpulkan lebih banyak pada tumor otak daripada jaringan otak normal, memungkinkan penggunaan radioisotop rubidium-82 dalam [[kedokteran nuklir]] untuk menemukan dan menggambarkan tumor otak. Rubidium-82 memiliki waktu paruh yang sangat singkat, yaitu 76 detik, dan produksi dari peluruhan [[stronsium-82]] harus dilakukan dekat dengan pasien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengaruh rubidium diuji pada depresi manik dan depresi. Pasien dialisis yang menderita depresi menunjukkan penipisan rubidium, dan oleh karena itu suplementasi dapat membantu selama depresi. Dalam beberapa tes, rubidium diberikan sebagai rubidium klorida hingga 720&amp;amp;nbsp;mg per hari selama 60 hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tindakan pencegahan dan efek biologis==&lt;br /&gt;
Rubidium bereaksi hebat dengan air dan dapat menyebabkan kebakaran. Untuk memastikan keamanan dan kemurniannya, logam ini biasanya disimpan di bawah [[minyak mineral]] kering atau disegel dalam ampul kaca dalam atmosfer lengai. Rubidium akan membentuk [[peroksida]] pada paparan bahkan pada sejumlah kecil udara yang menyebar ke dalam minyak, dan penyimpanan tunduk pada tindakan pencegahan yang sama seperti penyimpanan [[kalium]] metalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rubidium, seperti natrium dan kalium, hampir selalu memiliki [[bilangan oksidasi]] +1 ketika dilarutkan dalam air, bahkan dalam konteks biologis. Tubuh manusia cenderung memperlakukan ion Rb&amp;lt;sup&amp;gt;+&amp;lt;/sup&amp;gt; seolah-olah mereka adalah ion kalium, dan oleh karena itu mengonsentrasikan rubidium dalam [[Kompartemen cairan#Kompartemen intraseluler|cairan intraseluler]] tubuh (yaitu, di dalam sel). Ion-ion tersebut tidak terlalu beracun; orang dengan berat badan 70&amp;amp;nbsp;kg mengandung rata-rata 0,36 g rubidium, dan peningkatan nilai ini sebesar 50 hingga 100 kali tidak menunjukkan efek negatif pada orang yang diuji. [[Waktu paruh biologis]] rubidium pada manusia adalah 31–46 hari. Meskipun substitusi parsial kalium oleh rubidium dimungkinkan, ketika lebih dari 50% kalium dalam jaringan otot tikus diganti dengan rubidium, tikus tersebut akan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Bacaan lebih lanjut==&lt;br /&gt;
* Meites, Louis (1963). &amp;#039;&amp;#039;Handbook of Analytical Chemistry&amp;#039;&amp;#039; (New York: McGraw-Hill Book Company, 1963)&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pranala luar==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
* [http://www.periodicvideos.com/videos/037.htm Rubidium] di &amp;#039;&amp;#039;[[The Periodic Table of Videos]]&amp;#039;&amp;#039; (Universitas Nottingham)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rubidium&amp;amp;oldid=29580727 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29580727 (2026-08-15T05:54:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>