<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Rutenium</id>
	<title>Rutenium - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Rutenium"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rutenium&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T23:35:23Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rutenium&amp;diff=16173&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rutenium&amp;diff=16173&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T22:58:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rutenium&amp;amp;diff=16173&amp;amp;oldid=15773&quot;&gt;Lihat perubahan&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rutenium&amp;diff=15773&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29580998; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Rutenium&amp;diff=15773&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-26T22:20:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29580998; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Rutenium&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ru&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; dan [[nomor atom]] 44. Ia adalah sebuah [[logam transisi]] langka yang termasuk dalam [[golongan platina]] pada [[tabel periodik]]. Seperti logam lain dari golongan platina, rutenium tidak bereaksi terhadap sebagian besar bahan kimia lainnya. Ilmuwan kelahiran Rusia keturunan Baltik-Jerman [[Karl Ernst Claus|Karl E. Claus]] menemukan unsur tersebut pada tahun 1844 di [[Universitas Negeri Kazan]] dan menamainya rutenium untuk menghormati [[Kekaisaran Rusia|Rusia]]. Rutenium biasanya ditemukan sebagai komponen minor dari bijih [[platina]]; produksi rutenium tahunan telah meningkat dari sekitar 19&amp;amp;nbsp;[[ton metrik|ton]] pada tahun 2009 menjadi sekitar 35,5&amp;amp;nbsp;ton pada tahun 2017. Sebagian besar rutenium yang diproduksi digunakan dalam kontak listrik tahan aus dan resistor film tebal. Sebuah aplikasi kecil untuk rutenium ialah dalam paduan platina dan sebagai [[katalisis|katalis]] kimia. Aplikasi baru rutenium adalah sebagai lapisan penutup untuk [[fotomasker]] ultraungu ekstrem. Rutenium umumnya ditemukan dalam bijih dengan logam golongan platina lainnya di [[Pegunungan Ural]] serta di [[Amerika Utara]] dan [[Amerika Selatan|Selatan]]. Jumlah rutenium yang kecil tetapi penting secara komersial juga ditemukan pada [[pentlandit]] yang diekstraksi dari [[Sudbury Raya|Sudbury, Ontario]] dan di deposit [[piroksenit]] di [[Afrika Selatan]].&lt;br /&gt;
==Karakteristik==&lt;br /&gt;
===Sifat fisik===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rutenium, sebuah logam putih keras [[Valensi#Valensi umum|polivalen]], adalah anggota dari [[golongan platina]] dan berada di [[unsur golongan 8|golongan 8]] dari tabel periodik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat semua unsur golongan 8 lainnya memiliki dua elektron di kulit terluarnya, kulit terluar rutenium hanya memiliki satu elektron (elektron terakhir berada di kulit yang lebih rendah). Anomali ini juga dapat diamati pada logam tetangga [[niobium]] (41), [[molibdenum]] (42), dan [[rodium]] (45).&lt;br /&gt;
===Sifat kimia===&lt;br /&gt;
Rutenium memiliki empat modifikasi kristal dan tidak akan ternoda pada kondisi sekitar; ia akan teroksidasi pada pemanasan hingga suhu . Ruthenium dapat larut dalam alkali yang menyatu untuk menghasilkan rutenat (). Ia tidak dapat diserang oleh asam (bahkan [[air raja]]) tetapi dapat diserang oleh [[halogen]] pada suhu tinggi. Memang, rutenium paling mudah diserang oleh zat pengoksidasi.  Rutenium dalam jumlah kecil dapat meningkatkan kekerasan [[platina]] dan [[paladium]]. Ketahanan [[korosi]] [[titanium]] meningkat secara nyata dengan penambahan sejumlah kecil rutenium. Logam ini dapat disepuh melalui [[penyepuhan]] dan dengan dekomposisi termal. Sebuah paduan rutenium–[[molibdenum]] dikenal bersifat [[Superkonduktivitas|superkonduktif]] pada suhu di bawah 10,6&amp;amp;nbsp;[[Kelvin|K]]. Rutenium adalah satu-satunya logam transisi&amp;amp;nbsp;4d yang dapat mengambil [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] +8 golongannya, dan bahkan kemudian ia kurang stabil di sana daripada kongenernya yang lebih berat osmium: ini adalah golongan pertama dari kiri tabel periodik di mana logam transisi baris kedua dan ketiga menunjukkan perbedaan mencolok dalam perilaku kimia. Seperti besi tetapi tidak seperti osmium, rutenium dapat membentuk kation berair dalam keadaan oksidasi yang lebih rendah yaitu +2 dan +3.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rutenium adalah unsur pertama dalam tren penurunan titik lebur dan titik didih serta entalpi atomisasi pada logam transisi&amp;amp;nbsp;4d setelah maksimum yang terlihat pada molibdenum, karena subkulit 4d-nya lebih dari setengah penuh dan elektronnya berkontribusi lebih sedikit pada ikatan logam. ([[Teknesium]], unsur sebelumnya, memiliki nilai sangat rendah sehingga keluar dari tren karena konfigurasi [Kr]4d&amp;lt;sup&amp;gt;5&amp;lt;/sup&amp;gt;5s&amp;lt;sup&amp;gt;2&amp;lt;/sup&amp;gt; setengah terisi miliknya, meskipun ia tidak jauh dari tren di deret&amp;amp;nbsp;4d seperti [[mangan]] di deret transisi&amp;amp;nbsp;3d.) Berbeda dengan kongenernya yang lebih ringan besi, rutenium bersifat [[paramagnetisme|paramagnetik]] pada suhu kamar, karena besi juga akan bersifat paramagnetik saat berada di atas [[Suhu Curie|titik Curie]]-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potensial reduksi dalam larutan berair asam untuk beberapa ion rutenium umum ditunjukkan di bawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Isotop===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rutenium alami terdiri dari tujuh [[isotop]] stabil. Selain itu, 34 isotop [[peluruhan radioaktif|radioaktif]] telah ditemukan. Dari [[radionuklida|radioisotop]] tersebut, yang paling stabil adalah &amp;lt;sup&amp;gt;106&amp;lt;/sup&amp;gt;Ru dengan waktu paruh 373,59&amp;amp;nbsp;hari, &amp;lt;sup&amp;gt;103&amp;lt;/sup&amp;gt;Ru dengan waktu paruh 39,26&amp;amp;nbsp;hari, dan &amp;lt;sup&amp;gt;97&amp;lt;/sup&amp;gt;Ru dengan waktu paruh 2,9&amp;amp;nbsp;hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima belas radioisotop lainnya telah dikarakterisasi dengan [[massa atom relatif|berat atom]] mulai dari 89,93&amp;amp;nbsp;[[Dalton (satuan)|u]] (&amp;lt;sup&amp;gt;90&amp;lt;/sup&amp;gt;Ru) hingga 114,928&amp;amp;nbsp;u (&amp;lt;sup&amp;gt;115&amp;lt;/sup&amp;gt;Ru). Sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari lima menit kecuali &amp;lt;sup&amp;gt;95&amp;lt;/sup&amp;gt;Ru (waktu paruh: 1,643&amp;amp;nbsp;jam) dan &amp;lt;sup&amp;gt;105&amp;lt;/sup&amp;gt;Ru (waktu paruh: 4,44&amp;amp;nbsp;jam).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Deret radioaktif#Mode peluruhan|Mode peluruhan]] utama sebelum isotop yang paling melimpah, &amp;lt;sup&amp;gt;102&amp;lt;/sup&amp;gt;Ru, adalah [[tangkapan elektron|penangkapan elektron]] dan mode utama setelahnya adalah [[peluruhan beta|emisi beta]]. [[Produk peluruhan]] sebelum &amp;lt;sup&amp;gt;102&amp;lt;/sup&amp;gt;Ru adalah [[teknesium]] dan produk peluruhan utama setelahnya adalah [[rodium]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;sup&amp;gt;106&amp;lt;/sup&amp;gt;Ru adalah sebuah produk fisi dari inti [[uranium]] atau [[plutonium]]. Konsentrasi tinggi dari &amp;lt;sup&amp;gt;106&amp;lt;/sup&amp;gt;Ru yang terdeteksi di atmosfer dikaitkan dengan dugaan [[Peningkatan radioaktivitas udara di Eropa pada musim gugur 2017|kecelakaan nuklir yang tidak diumumkan di Rusia]] pada tahun 2017.&lt;br /&gt;
===Keterjadian===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|unsur paling melimpah ke-78 di kerak Bumi]], rutenium relatif langka, ditemukan sekitar 100&amp;amp;nbsp;[[Notasi bagian per#Bagian per triliun|bagian per triliun]]. Unsur ini umumnya ditemukan dalam bijih dengan logam golongan platina lainnya di [[Pegunungan Ural]] serta di Amerika Utara dan Selatan. Jumlah rutenium yang kecil tetapi penting secara komersial juga ditemukan di [[pentlandit]] yang diekstraksi dari [[Sudbury Raya|Sudbury]], [[Ontario]], [[Kanada]], dan di deposit [[piroksenit]] di [[Afrika Selatan]]. Bentuk asli rutenium adalah mineral yang sangat langka (Ir menggantikan bagian Ru dalam strukturnya). Rutenium memiliki [[hasil produk fisi]] yang relatif tinggi dalam fisi nuklir dan mengingat radioisotopnya yang berumur paling panjang memiliki waktu paruh &amp;quot;hanya&amp;quot; sekitar satu tahun, sering muncul proposal untuk memulihkan rutenium dalam jenis [[pemrosesan ulang nuklir]] baru dari [[bahan bakar nuklir bekas|bahan bakar bekas]]. Deposit rutenium yang tidak biasa juga dapat ditemukan di [[reaktor nuklir alam|reaktor fisi nuklir alami]] yang aktif di [[Oklo]], Gabon, sekitar dua miliar tahun lalu. Memang, rasio isotop rutenium yang ditemukan di sana adalah salah satu dari beberapa cara yang digunakan untuk mengonfirmasi bahwa reaksi rantai fisi nuklir memang terjadi di tempat tersebut pada masa lalu geologis. Uranium tidak lagi ditambang di Oklo dan tidak pernah ada upaya serius untuk memulihkan salah satu logam golongan platina yang ada di sana.&lt;br /&gt;
==Produksi==&lt;br /&gt;
Sekitar 30&amp;amp;nbsp;ton rutenium ditambang setiap tahunnya dengan cadangan rutenium dunia diperkirakan mencapai 5.000&amp;amp;nbsp;ton. Komposisi campuran [[golongan platina|logam golongan platina]] (PGM) yang ditambang sangat bervariasi, tergantung pada formasi geokimia. Misalnya, PGM yang ditambang di Afrika Selatan mengandung rata-rata 11% rutenium sedangkan PGM yang ditambang di bekas Uni Soviet hanya mengandung 2% (1992). Rutenium, osmium, dan iridium dianggap sebagai logam golongan platina minor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rutenium, seperti logam golongan platina lainnya, diperoleh secara komersial sebagai produk sampingan dari pengolahan bijih logam [[nikel]], [[tembaga]], dan platina. Selama [[Ekstraksi tembaga#Pemurnian|pemurnian tembaga]] dan nikel, [[logam mulia]] seperti perak, emas, dan logam golongan platina mengendap sebagai &amp;#039;&amp;#039;lumpur anoda&amp;#039;&amp;#039;, [[bahan baku]] untuk ekstraksi tersebut. Logam tersebut diubah menjadi zat terlarut terionisasi dengan salah satu dari beberapa metode, tergantung pada komposisi bahan baku. Salah satu metode yang representatif adalah peleburan dengan [[natrium peroksida]] diikuti dengan disolusi dalam [[air raja]], dan larutan dalam campuran [[klorin]] dengan [[asam klorida]]. [[Osmium]], rutenium, [[rodium]], dan [[iridium]] tidak larut dalam air raja dan mudah mengendap, meninggalkan logam lainnya dalam larutan. Rodium dipisahkan dari residu tersebut dengan perlakuan dengan natrium bisulfat cair. Residu yang tidak larut tersebut, mengandung Ru, Os, dan Ir, diperlakukan dengan natrium oksida, di mana Ir tidak larut, menghasilkan garam Ru dan Os yang terlarut. Setelah oksidasi menjadi oksida volatil,  dipisahkan dari  melalui pengendapan (NH&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;)&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;RuCl&amp;lt;sub&amp;gt;6&amp;lt;/sub&amp;gt; dengan amonium klorida atau melalui distilasi atau ekstraksi dengan pelarut organik dari osmium tetroksida yang volatil. [[Hidrogen]] digunakan untuk mereduksi [[amonium]] rutenium klorida menghasilkan sebuah serbuk. Produk tersebut direduksi menggunakan hidrogen, menghasilkan logam rutenium sebagai bubuk atau [[busa logam|logam spons]] yang dapat diolah melalui teknik [[metalurgi serbuk]] atau [[las listrik]] [[argon]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rutenium terkandung dalam [[bahan bakar nuklir bekas]] baik sebagai [[produk pembelahan atom|produk fisi]] langsung maupun sebagai produk [[tangkapan neutron|absorpsi neutron]] oleh [[produk fisi berumur panjang]] . Setelah membiarkan [[isotop rutenium]] yang tidak stabil meluruh, ekstraksi kimia dapat menghasilkan rutenium untuk digunakan atau dijual di semua aplikasi yang sebaliknya digunakan untuk rutenium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rutenium juga dapat diproduksi melalui [[transmutasi|transmutasi nuklir]] yang disengaja dari . Mengingat waktu paruhnya yang relatif panjang, [[hasil produk fisi]]nya yang tinggi, dan mobilitas kimianya yang tinggi di lingkungan,  adalah salah satu non[[aktinida]] yang paling sering diusulkan untuk transmutasi nuklir skala komersial.  memiliki [[penampang lintang neutron]] yang relatif besar dan mengingat [[teknesium]] tidak memiliki isotop stabil, sampel tidak akan mengalami masalah [[Pengaktifan neutron|aktivasi neutron]] dari isotop stabil. Jumlah  yang signifikan dihasilkan oleh fisi nuklir dan [[kedokteran nuklir]] yang memanfaatkan  secara besar yang meluruh menjadi . Mengekspos target  ke [[radiasi neutron]] yang cukup kuat pada akhirnya akan menghasilkan rutenium dalam jumlah yang cukup besar yang dapat dipisahkan secara kimiawi dan dijual selagi mengonsumsi .&lt;br /&gt;
==Senyawa==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Bilangan oksidasi|Keadaan oksidasi]] rutenium berkisar dari 0 hingga +8, dan −2. Sifat-sifat [[senyawa kimia|senyawa]] rutenium dan osmium sering kali serupa. Keadaan +2, +3, dan +4 adalah yang paling umum. Prekursor yang paling umum adalah [[rutenium triklorida]], padatan merah yang tidak terdefinisi dengan baik secara kimiawi tetapi serbaguna secara sintetik.&lt;br /&gt;
===Oksida dan kalkogenida===&lt;br /&gt;
Rutenium dapat [[redoks|dioksidasi]] menjadi [[rutenium(IV) oksida]] (RuO&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;, keadaan oksidasi +4), yang pada gilirannya dapat dioksidasi oleh [[natrium periodat|natrium metaperiodat]] menjadi [[rutenium tetroksida]] (RuO&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;) kuning tetrahedron yang volatil, sebuah zat pengoksidasi kuat dan agresif dengan struktur dan sifat yang serupa dengan [[osmium tetroksida]]. RuO&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt; banyak digunakan sebagai perantara dalam pemurnian rutenium dari bijih dan limbah radioaktif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikalium rutenat (K&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;RuO&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;, +6) dan kalium perrutenat (KRuO&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;, +7) juga dikenal. Tidak seperti osmium tetroksida, rutenium tetroksida kurang stabil, cukup kuat sebagai zat pengoksidasi untuk mengoksidasi [[asam klorida]] encer dan pelarut organik seperti [[etanol]] pada suhu kamar, dan mudah direduksi menjadi rutenat () dalam larutan alkali encer; ia akan terurai menjadi rutenium dioksida di atas suhu 100&amp;amp;nbsp;°C. Tidak seperti besi tetapi seperti osmium, rutenium tidak membentuk oksida pada keadaan oksidasi yang lebih rendah, yaitu +2 dan +3. Rutenium membentuk di[[kalkogenida]], yang merupakan semikonduktor diamagnetik yang mengkristal dalam struktur [[pirit]]. Rutenium sulfida (RuS&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;) terjadi secara alami sebagai mineral [[laurit]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti besi, rutenium tidak mudah membentuk oksoanion dan lebih suka mencapai bilangan koordinasi tinggi dengan ion hidroksida. Rutenium tetroksida dapat direduksi dengan [[kalium hidroksida]] encer dingin untuk membentuk kalium perrutenat hitam, KRuO&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;, dengan rutenium berada dalam keadaan oksidasi +7. Kalium perrutenat juga dapat diproduksi dengan mengoksidasi kalium rutenat, K&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;RuO&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;, dengan gas klorin. Ion perrutenat tidak stabil dan akan direduksi oleh air untuk membentuk rutenat jingga. Kalium rutenat dapat disintesis dengan mereaksikan logam rutenium dengan [[kalium nitrat]] dan kalium hidroksida cair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa oksida campuran juga dikenal, seperti M&amp;lt;sup&amp;gt;II&amp;lt;/sup&amp;gt;Ru&amp;lt;sup&amp;gt;IV&amp;lt;/sup&amp;gt;O&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;, Na&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;Ru&amp;lt;sup&amp;gt;V&amp;lt;/sup&amp;gt;O&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;, NaRuO, dan MLnRuO.&lt;br /&gt;
===Halida dan oksihalida===&lt;br /&gt;
Rutenium halida tertinggi yang diketahui adalah [[rutenium heksafluorida|heksafluorida]], zat padat berwarna cokelat tua yang melebur pada suhu 54&amp;amp;nbsp;°C. Ia akan terhidrolisis dengan hebat saat berkontak dengan air dan mudah terdisproporsionasi untuk membentuk campuran rutenium fluorida yang lebih rendah, melepaskan gas fluorin. [[Rutenium pentafluorida]] adalah padatan hijau tua tetramerik yang juga mudah terhidrolisis, melebur pada suhu 86,5&amp;amp;nbsp;°C. [[Rutenium(IV) fluorida|Rutenium tetrafluorida]] berwarna kuning mungkin juga polimerik dan dapat dibentuk dengan mereduksi rutenium pentafluorida dengan [[iodin]]. Di antara senyawa biner rutenium, keadaan oksidasi tinggi ini hanya diketahui pada oksida dan fluorida.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Rutenium(III) klorida|Rutenium triklorida]] adalah senyawa yang dikenal dengan baik, eksis dalam bentuk-α hitam dan bentuk-β cokelat tua: trihidratnya berwarna merah. Dari rutenium trihalida yang diketahui, trifluorida berwarna cokelat tua dan terurai di atas suhu 650&amp;amp;nbsp;°C, tribromida berwarna cokelat tua dan terurai di atas suhu 400&amp;amp;nbsp;°C, dan triiodida berwarna hitam. Dari rutenium dihalida, difluorida tidak diketahui, diklorida berwarna cokelat, dibromida berwarna hitam, dan diiodida berwarna biru. Satu-satunya oksihalida yang diketahui adalah rutenium(VI) oksifluorida (RuOF&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;) berwarna hijau pucat.&lt;br /&gt;
===Kompleks koordinasi dan organologam===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rutenium membentuk berbagai kompleks koordinasi. Contohnya adalah banyak turunan pentaamina [Ru(NH&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;)&amp;lt;sub&amp;gt;5&amp;lt;/sub&amp;gt;L]&amp;lt;sup&amp;gt;n+&amp;lt;/sup&amp;gt; yang sering eksis untuk Ru(II) dan Ru(III). Turunan dari [[bipiridina]] dan [[terpiridina]] sangatlah banyak, yang paling dikenal adalah [[tris(bipiridina)rutenium(II) klorida]] yang [[luminesensi|bercahaya]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rutenium membentuk berbagai senyawa dengan ikatan karbon–rutenium. [[Katalis Grubbs]] digunakan untuk metatesis alkena. [[Rutenosena]] analog dengan [[ferosena]] secara struktural, tetapi menunjukkan sifat redoks yang khas. [[Rutenium pentakarbonil]] cair tak berwarna akan berubah dengan tidak adanya tekanan CO menjadi [[trirutenium dodekakarbonil]] padat berwarna merah tua. [[Rutenium(III) klorida|Rutenium triklorida]] akan bereaksi dengan karbon monoksida menghasilkan banyak turunan termasuk RuHCl(CO)(PPh&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;)&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt; dan Ru(CO)&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;(PPh&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;)&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt; ([[Dikarboniltris(trifenilfosfina)rutenium(0)|kompleks Roper]]). Larutan pemanasan rutenium triklorida dalam alkohol dengan [[trifenilfosfina]] menghasilkan [[Diklorotris(trifenilfosfina)rutenium(II)|tris(trifenilfosfina)rutenium diklorida]] (RuCl&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt;(PPh&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;)&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;), yang berubah menjadi kompleks hidrida klorohidridotris(trifenilfosfina)rutenium(II) (RuHCl(PPh&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;)&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;).&lt;br /&gt;
==Sejarah==&lt;br /&gt;
Meskipun paduan platina alami yang mengandung keenam [[golongan platina|logam golongan platina]] telah lama digunakan oleh orang Amerika [[Amerika Pra-Kolumbus|pra-Kolumbus]] dan dikenal sebagai bahan oleh kimiawan Eropa sejak pertengahan abad ke-16, baru pada pertengahan abad ke-18 platina diidentifikasi sebagai unsur murni. Platina alami yang mengandung paladium, rodium, osmium, dan iridium ditemukan pada dekade pertama abad ke-19. Platina dalam [[aluvium|pasir aluvial]] dari sungai-sungai di Rusia memberikan akses ke bahan baku untuk digunakan dalam piring dan medali serta untuk pencetakan [[uang logam|koin]] [[rubel]], mulai tahun 1828. Residu dari produksi platina untuk koin tersedia di Kekaisaran Rusia, dan oleh karena itu sebagian besar penelitian tentang mereka dilakukan di Eropa Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat kemungkinan bahwa Kimia [[Polandia]] [[Jędrzej Śniadecki]] telah mengisolasi unsur 44 (yang dia sebut &amp;quot;vestium&amp;quot; dari asteroid [[4 Vesta|Vesta]] yang ditemukan tak lama sebelumnya) dari bijih platina Amerika Selatan pada tahun 1807. Dia menerbitkan pengumuman penemuannya pada tahun 1808. Namun, karyanya tidak pernah dikonfirmasi, dan dia kemudian menarik klaim penemuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Jöns Jacob Berzelius|Jöns Berzelius]] dan [[Gottfried Osann]] hampir menemukan rutenium pada tahun 1827. Mereka memeriksa residu yang tersisa setelah melarutkan platina mentah dari [[Pegunungan Ural]] dalam [[air raja]]. Berzelius tidak menemukan logam yang tidak biasa, tetapi Osann mengira dia menemukan tiga logam baru, yang dia sebut pluranium, rutenium, dan polinium. Perbedaan ini menyebabkan kontroversi panjang antara Berzelius dan Osann mengenai komposisi residu tersebut. Karena Osann tidak dapat mengulangi isolasi ruteniumnya, dia akhirnya melepaskan klaimnya. Nama &amp;quot;rutenium&amp;quot; dipilih oleh Osann karena sampel yang dianalisis berasal dari Pegunungan Ural di Rusia. Nama itu sendiri berasal dari kata Latin &amp;#039;&amp;#039;[[Rutenia]]&amp;#039;&amp;#039;; pada saat itu, kata ini digunakan sebagai nama Latin untuk Rusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1844, [[Karl Ernst Claus|Karl R. Claus]], seorang ilmuwan Rusia keturunan [[Jerman Baltik|Baltik-Jerman]], menunjukkan bahwa senyawa yang dibuat oleh Osann mengandung rutenium dalam jumlah kecil, yang telah [[penemuan unsur kimia|ditemukan]] Claus pada tahun yang sama. Claus mengisolasi rutenium dari residu platina dari produksi rubel saat dia bekerja di [[Universitas Negeri Kazan|Universitas Kazan]], [[Kazan]], dengan cara yang sama kongenernya yang lebih berat, osmium, telah ditemukan empat dekade sebelumnya. Claus menunjukkan bahwa rutenium oksida mengandung sebuah logam baru dan memperoleh 6&amp;amp;nbsp;gram rutenium dari bagian platina mentah yang tidak larut dalam air raja. Saat memilih nama untuk unsur baru tersebut, Claus menyatakan: &amp;quot;Saya menamai benda baru ini, untuk menghormati Tanah Air saya, dengan rutenium. Saya berhak menyebutnya dengan nama ini karena Tn. Osann melepaskan ruteniumnya dan kata itu belum ada dalam kimia.&amp;quot; Dengan demikian, Claus memulai tren yang berlanjut hingga hari ini - menamai sebuah unsur dari nama sebuah negara.&lt;br /&gt;
==Aplikasi==&lt;br /&gt;
Sekitar 30,9&amp;amp;nbsp;ton rutenium dikonsumsi pada tahun 2016, 13,8&amp;amp;nbsp;ton digunakan dalam aplikasi listrik, 7,7&amp;amp;nbsp;dalam katalisis, dan 4,6&amp;amp;nbsp;dalam elektrokimia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia dapat mengeraskan paduan platina dan paladium, rutenium digunakan dalam [[Sakelar#Kontak|kontak listrik]], di mana lapisan tipis cukup untuk mencapai daya tahan yang diinginkan. Dengan sifatnya yang serupa dan biaya yang lebih rendah daripada rodium, kontak listrik merupakan penggunaan utama rutenium. Pelat rutenium diterapkan pada kontak listrik dan logam dasar elektrode melalui [[penyepuhan]] atau &amp;#039;&amp;#039;sputtering&amp;#039;&amp;#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rutenium dioksida dengan [[timbal]] dan [[bismut]] digunakan dalam resistor cip film tebal. Kedua aplikasi elektronik ini menyumbang 50% dari konsumsi rutenium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rutenium jarang dipadukan dengan logam di luar golongan platina, di mana jumlah kecil meningkatkan beberapa sifat. Ketahanan korosi tambahan pada paduan [[titanium]] menyebabkan pengembangan paduan khusus dengan 0,1% rutenium. Rutenium juga digunakan dalam beberapa [[paduan super]] kristal-tunggal bersuhu-tinggi canggih, dengan aplikasi yang menyertakan turbin dalam [[mesin jet]]. Beberapa komposisi paduan super berbasis nikel telah dijelaskan, seperti EPM-102 (dengan 3% Ru), TMS-162 (dengan 6% Ru), TMS-138, dan TMS-174, dua yang terakhir mengandung 6% [[renium]]. Ujung [[pulpen]] sering kali berujung dengan paduan rutenium. Sejak tahun 1944 dan seterusnya, pulpen [[Parker 51]] dilengkapi dengan ujung pena &amp;quot;RU&amp;quot;, sebuah ujung pena emas 14K dengan 96,2% rutenium dan 3,8% [[iridium]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rutenium adalah sebuah komponen anoda [[Elektroda oksida logam campuran|oksida logam campuran]] (MMO) yang digunakan untuk perlindungan katodik pada struktur bawah tanah dan terkubur, serta untuk sel elektrolitik pada beberapa proses seperti [[produksi klorin|menghasilkan klorin]] dari air garam. [[Fluoresensi]] beberapa kompleks rutenium dipadamkan oleh oksigen, digunakan dalam sensor [[optoda]] untuk oksigen. [[Merah rutenium]], [(NH&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;)&amp;lt;sub&amp;gt;5&amp;lt;/sub&amp;gt;Ru-O-Ru(NH&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;)&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;-O-Ru(NH&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;)&amp;lt;sub&amp;gt;5&amp;lt;/sub&amp;gt;]&amp;lt;sup&amp;gt;6+&amp;lt;/sup&amp;gt;, adalah sebuah [[Penodaan (biologi)|noda biologis]] yang digunakan untuk menodai molekul [[Polielektrolit|polianion]]ik seperti [[pektin]] dan [[asam nukleat]] untuk [[mikroskop cahaya]] dan [[mikroskop elektron]]. Isotop rutenium-106 yang meluruh melalui peluruhan beta digunakan dalam radioterapi tumor mata, terutama [[melanoma|melanoma ganas]] pada [[uvea]]. Kompleks yang berpusat pada rutenium sedang diteliti untuk kemungkinan sifat antikanker. Dibandingkan dengan kompleks platina, rutenium menunjukkan resistensi yang lebih besar terhadap hidrolisis dan tindakan yang lebih selektif pada tumor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Rutenium tetroksida]] akan memaparkan sidik jari laten dengan bereaksi pada kontak dengan minyak lemak atau lemak dengan kontaminan minyak dan menghasilkan pigmen rutenium dioksida berwarna cokelat/hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Elektronika===&lt;br /&gt;
Elektronika adalah penggunaan rutenium yang paling besar. Logam Ru sangat tidak volatil, yang menguntungkan dalam perangkat [[Mikroelektronika|mikroelektronik]]. Ru dan oksida utamanya RuO&amp;lt;sub&amp;gt;2&amp;lt;/sub&amp;gt; memiliki resistivitas listrik yang sebanding. Tembaga dapat langsung dilapisi ke rutenium, aplikasi tertentu meliputi [[Penghalang difusi|lapisan penghalang]], gerbang transistor, dan interkoneksi. Film Ru dapat diendapkan melalui [[pengendapan uap kimia|deposisi uap kimia]] menggunakan kompleks volatil seperti [[rutenium tetroksida]] dan [[kimia organorutenium|senyawa organorutenium]] ([[sikloheksadiena]])Ru(CO)&amp;lt;sub&amp;gt;3&amp;lt;/sub&amp;gt;.&lt;br /&gt;
===Katalisis===&lt;br /&gt;
Banyak senyawa yang mengandung rutenium menunjukkan sifat katalitis yang berguna. Katalis dapat dengan mudah dibagi menjadi [[katalisis homogen|katalis homogen]] yang larut dalam media reaksi, dan [[katalisis heterogen|katalis heterogen]] yang tidak larut.&lt;br /&gt;
====Katalisis homogen====&lt;br /&gt;
Larutan yang mengandung [[rutenium triklorida]] sangat bersifat aktif untuk [[metatesis olefin]]. Katalis tersebut digunakan secara komersial untuk, misalnya, produksi polinorbornena. Kompleks rutenium [[karbena]] dan [[komplek karbena logam transisi|alkilidena]] yang terdefinisi dengan baik menunjukkan reaktivitas yang serupa tetapi hanya digunakan dalam skala kecil. Misalnya, [[katalis Grubbs]] telah digunakan dalam pembuatan obat-obatan dan bahan lanjutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kompleks rutenium adalah katalis yang sangat aktif untuk [[hidrogenasi transfer]] (kadang-kadang disebut sebagai reaksi &amp;quot;peminjaman hidrogen&amp;quot;). Kompleks rutenium [[Kiralitas|kiral]], diperkenalkan oleh [[Ryoji Noyori|Ryōji Noyori]], digunakan untuk [[Hidrogenasi asimetris|hidrogenasi enansioselektif]] [[keton]], [[alkanal|aldehida]], dan [[imina]]. Sebuah katalis yang tipikal adalah ([[simena]])Ru(S,S-Ts[[Difeniletilenadiamina|DPEN]]):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Penghargaan Nobel Kimia]] diberikan kepada Ryōji Noyori pada tahun 2001 atas kontribusinya di bidang [[hidrogenasi asimetris]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Katalisis heterogen====&lt;br /&gt;
Katalis [[kobalt]] yang dipromosikan rutenium digunakan dalam [[Proses Fischer–Tropsch|sintesis Fischer–Tropsch]].&lt;br /&gt;
===Aplikasi lainnya===&lt;br /&gt;
Beberapa kompleks rutenium dapat [[Absorpsi (radiasi elektromagnetik)|mengabsorb cahaya]] di seluruh spektrum yang terlihat dan sedang diteliti secara aktif untuk teknologi [[energi surya]]. Misalnya, senyawa berbasis rutenium telah digunakan untuk absorpsi cahaya dalam [[sel surya tersensitisasi pewarna]], sebuah sistem [[sel surya|sel surya biaya rendah]] baru yang menjanjikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak oksida berbasis rutenium menunjukkan sifat yang sangat tidak biasa, seperti perilaku [[titik kritis kuantum]], [[superkonduktivitas]] eksotis (dalam bentuk [[distronsium rutenat|stronsium rutenat]]), dan [[feromagnetisme]] suhu tinggi.&lt;br /&gt;
==Efek kesehatan==&lt;br /&gt;
Hanya sedikit yang diketahui mengenai efek kesehatan rutenium dan seseorang relatif jarang menemukan senyawa rutenium. Rutenium metalik bersifat [[lengai]] (tidak [[Reaktivitas (kimia)|reaktif secara kimiawi]]). Beberapa senyawa seperti [[rutenium tetroksida|rutenium oksida (RuO&amp;lt;sub&amp;gt;4&amp;lt;/sub&amp;gt;)]] sangatlah beracun dan volatil.&lt;br /&gt;
==Lihat pula==&lt;br /&gt;
* [[Peningkatan radioaktivitas udara di Eropa pada musim gugur 2017]]&lt;br /&gt;
==Catatan==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Bibliografi==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
==Pranala luar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/044.htm Ruthenium] di &amp;#039;&amp;#039;[[The Periodic Table of Videos]]&amp;#039;&amp;#039; (University of Nottingham)&lt;br /&gt;
*  [http://www.brightsurf.com/news/headlines/32014/Nano-layer_of_ruthenium_stabilizes_magnetic_sensors.html Nano-layer of ruthenium stabilizes magnetic sensors]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rutenium&amp;amp;oldid=29580998 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29580998 (2026-08-15T06:40:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>