<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Saya_berhak_atas_pendapat_saya</id>
	<title>Saya berhak atas pendapat saya - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Saya_berhak_atas_pendapat_saya"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Saya_berhak_atas_pendapat_saya&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T07:46:42Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Saya_berhak_atas_pendapat_saya&amp;diff=9105&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Saya_berhak_atas_pendapat_saya&amp;diff=9105&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-25T04:05:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi&lt;/p&gt;
&lt;table style=&quot;background-color: #fff; color: #202122;&quot; data-mw-interface=&quot;&quot;&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-marker&quot; /&gt;
				&lt;col class=&quot;diff-content&quot; /&gt;
				&lt;tr class=&quot;diff-title&quot; lang=&quot;id&quot;&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;← Revisi sebelumnya&lt;/td&gt;
				&lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background-color: #fff; color: #202122; text-align: center;&quot;&gt;Revisi per 25 Agustus 2026 04.05&lt;/td&gt;
				&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l1&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 1:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Saya berhak atas pendapat saya atau saya mempunyai hak atas pendapat saya&#039;&#039;&#039; merupakan salah satu bahasan yang sering kali memperoleh [[Debat|perdebatan]] karena dianggap sebagai kalimat yang mengandung kesalahan dalam berpikir. Kalimat tersebut dilontarkan ketika seseorang tidak lagi mampu memberi argumen untuk mempertahankan pendiriannya. Dalam bahasan [[logika]], keadaan ini disebut &#039;&#039;the&#039;&#039; &#039;&#039;red herring fallacy&#039;&#039; yakni kesesatan berpikir dengan memberi argumen yang mengalihkan perhatian agar jauh dari isu relevan yang penting. Tujuannya ialah agar membuyarkan pikiran.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Saya berhak atas pendapat saya atau saya mempunyai hak atas pendapat saya&#039;&#039;&#039; merupakan salah satu bahasan yang sering kali memperoleh [[Debat|perdebatan]] karena dianggap sebagai kalimat yang mengandung kesalahan dalam berpikir. Kalimat tersebut dilontarkan ketika seseorang tidak lagi mampu memberi argumen untuk mempertahankan pendiriannya. Dalam bahasan [[logika]], keadaan ini disebut &#039;&#039;the&#039;&#039; &#039;&#039;red herring fallacy&#039;&#039; yakni kesesatan berpikir dengan memberi argumen yang mengalihkan perhatian agar jauh dari isu relevan yang penting. Tujuannya ialah agar membuyarkan pikiran.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;[https://sis.binus.ac.id/2014/10/11/fallacies-bagian-2/ Fallacies (Bagian 2)]. &#039;&#039;School of Information Systems&#039;&#039;.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Kita berhak atas klaim kita untuk menyukai atau tidak tentang sesuatu. Semua itu adalah [[opini]] penilaian dan berkisar dari preferensi yang bisa berbeda satu sama lain. Kekeliruannya ialah alur logika dalam memberi alasan itu tidak sistematis dan tidak mengandung bukti. Semua didasarkan pada perasaan subjektif semata.  Kalimat saya berhak atas pendapat saya menunjukan bahwa tidak membuka opsi untuk menggali alasan lebih jauh. Ini bahkan disajikan sebagai berhenti membahas hal tersebut dan &quot;mari kita sepakat untuk tidak setuju&quot;. Tanggapan berhak atas pendapat saya tentu membingungkan.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Kita berhak atas klaim kita untuk menyukai atau tidak tentang sesuatu. Semua itu adalah [[opini]] penilaian dan berkisar dari preferensi yang bisa berbeda satu sama lain. Kekeliruannya ialah alur logika dalam memberi alasan itu tidak sistematis dan tidak mengandung bukti. Semua didasarkan pada perasaan subjektif semata.  Kalimat saya berhak atas pendapat saya menunjukan bahwa tidak membuka opsi untuk menggali alasan lebih jauh. Ini bahkan disajikan sebagai berhenti membahas hal tersebut dan &quot;mari kita sepakat untuk tidak setuju&quot;. Tanggapan berhak atas pendapat saya tentu membingungkan. &lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;  &lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Suatu pernyataan berhak atas pendapat tidak berkorelasi dengan kenyataan mengenai benar tidaknya suatu pernyataan. Semua bebas berpikir dan mengatakan isi pikirannya. Berhak berpendapat akan menjadi kesalahan dalam berpikir jika diartikan pandangan tersebut wajib diperlakukan sebagai calon kebenaran yang serius. Ilmu pengetahuan menghendaki bukti. Sehingga tanpa bukti, jawaban itu hanya omong kosong. Ketika ada keberatan terhadap suatu keyakinan atau [[argumen]], mengeluarkan jawaban bahwa &amp;quot;saya berhak untuk berpendapat&amp;quot; hanya akan mengesampingkan langkah-langkah diskusi yang bisa dilakukan. Akan lebih baik jika berupaya bertahan dengan memperkuat argumentasi atau memberi bantahan yang merobohkan keabsahan dari argumen lawan secara [[Logika|logis.]] Menjadi penting untuk terus bertanya mengapa memberi pendapat seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Suatu pernyataan berhak atas pendapat tidak berkorelasi dengan kenyataan mengenai benar tidaknya suatu pernyataan. Semua bebas berpikir dan mengatakan isi pikirannya. Berhak berpendapat akan menjadi kesalahan dalam berpikir jika diartikan pandangan tersebut wajib diperlakukan sebagai calon kebenaran yang serius. Ilmu pengetahuan menghendaki bukti. Sehingga tanpa bukti, jawaban itu hanya omong kosong. Ketika ada keberatan terhadap suatu keyakinan atau [[argumen]], mengeluarkan jawaban bahwa &amp;quot;saya berhak untuk berpendapat&amp;quot; hanya akan mengesampingkan langkah-langkah diskusi yang bisa dilakukan. Akan lebih baik jika berupaya bertahan dengan memperkuat argumentasi atau memberi bantahan yang merobohkan keabsahan dari argumen lawan secara [[Logika|logis.]] Menjadi penting untuk terus bertanya mengapa memberi pendapat seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot; id=&quot;mw-diff-left-l17&quot;&gt;Baris 17:&lt;/td&gt;
&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-lineno&quot;&gt;Baris 17:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Pertentangan ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Pertentangan ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Kalimat &quot;saya berhak atas pendapat saya&quot;  dalam diskusi mengenai preferensi memang diperbolehkan karena menyangkut kebebasan seseorang. Namun, menurut pandangan Filsuf Patrick Stokes bahwa ungkapan tersebut problematis karena sering digunakan untuk mempertahankan posisi yang secara faktual tidak dapat dipertahankan atau untuk menyiratkan &quot;hak yang sama untuk diadili mengenai suatu masalah di mana hanya salah satu dari dua pihak yang memiliki keahlian yang relevan&quot;.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Kalimat &quot;saya berhak atas pendapat saya&quot;  dalam diskusi mengenai preferensi memang diperbolehkan karena menyangkut kebebasan seseorang. Namun, menurut pandangan Filsuf Patrick Stokes bahwa ungkapan tersebut problematis karena sering digunakan untuk mempertahankan posisi yang secara faktual tidak dapat dipertahankan atau untuk menyiratkan &quot;hak yang sama untuk diadili mengenai suatu masalah di mana hanya salah satu dari dua pihak yang memiliki keahlian yang relevan&quot;.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Patrick Stokes. [http://theconversation.com/no-youre-not-entitled-to-your-opinion-9978 No, you’re not entitled to your opinion]. &#039;&#039;The Conversation&#039;&#039;. 2012-10-04.&amp;lt;/ref&amp;gt; &lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Menguraikan lebih lanjut argumen Stokes, filsuf David Godden berpendapat bahwa klaim bahwa seseorang berhak atas suatu pandangan menimbulkan kewajiban tertentu, seperti kewajiban untuk memberikan alasan atas pandangan tersebut dan mengajukan alasan tersebut untuk ditentang; Godden menyebutnya sebagai prinsip hak rasional dan tanggung jawab rasional, dan dia mengembangkan latihan di kelas untuk mengajarkan prinsip-prinsip ini.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Menguraikan lebih lanjut argumen Stokes, filsuf David Godden berpendapat bahwa klaim bahwa seseorang berhak atas suatu pandangan menimbulkan kewajiban tertentu, seperti kewajiban untuk memberikan alasan atas pandangan tersebut dan mengajukan alasan tersebut untuk ditentang; Godden menyebutnya sebagai prinsip hak rasional dan tanggung jawab rasional, dan dia mengembangkan latihan di kelas untuk mengajarkan prinsip-prinsip ini.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;David Godden. [https://informallogic.ca/index.php/informal_logic/article/view/3882 Teaching Rational Entitlement and Responsibility: A Socratic Exercise]. &#039;&#039;Informal Logic&#039;&#039;. 2014-02-27. Vol. 34 (1). hlm. 124–151. doi:10.22329/il.v34i1.3882.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Filsuf [[José Ortega y Gasset]] menulis dalam bukunya tahun 1930 &amp;#039;&amp;#039;The Revolt of the Masses&amp;#039;&amp;#039; meyatakan:&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Filsuf [[José Ortega y Gasset]] menulis dalam bukunya tahun 1930 &amp;#039;&amp;#039;The Revolt of the Masses&amp;#039;&amp;#039; meyatakan:&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Spesies [[Fasisme|Fasis]] dan [[Sindikalisme|Sindikalis]] dicirikan oleh kemunculan pertama tipe manusia yang &quot;acuh dalam memberikan alasan&quot;, tetapi bertekad untuk memaksakan pendapatnya. Ia mencipatakan hak untuk tidak menjadi benar, tidak masuk akal.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Spesies [[Fasisme|Fasis]] dan [[Sindikalisme|Sindikalis]] dicirikan oleh kemunculan pertama tipe manusia yang &quot;acuh dalam memberikan alasan&quot;, tetapi bertekad untuk memaksakan pendapatnya. Ia mencipatakan hak untuk tidak menjadi benar, tidak masuk akal.&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;ref&amp;gt;José Ortega y Gasset. &#039;&#039;The revolt of the masses&#039;&#039;. University of Notre Dame Press. 1985. ISBN 978-0-268-01609-8.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Referensi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Referensi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;−&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #ffe49c; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-added&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Sumber dan atribusi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;== Sumber dan atribusi ==&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saya+berhak+atas+pendapat+saya&amp;amp;oldid=28471121 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28471121 (2025-11-14T02:33:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;background-color: #f8f9fa; color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #eaecf0; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saya+berhak+atas+pendapat+saya&amp;amp;oldid=28471121 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28471121 (2025-11-14T02:33:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;2&quot; class=&quot;diff-side-deleted&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;diff-marker&quot; data-marker=&quot;+&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;color: #202122; font-size: 88%; border-style: solid; border-width: 1px 1px 1px 4px; border-radius: 0.33em; border-color: #a3d3ff; vertical-align: top; white-space: pre-wrap;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;ins style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;lt;!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --&amp;gt;&lt;/ins&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/table&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Saya_berhak_atas_pendapat_saya&amp;diff=8705&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28471121; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Saya_berhak_atas_pendapat_saya&amp;diff=8705&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-08-25T03:34:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28471121; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Saya berhak atas pendapat saya atau saya mempunyai hak atas pendapat saya&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; merupakan salah satu bahasan yang sering kali memperoleh [[Debat|perdebatan]] karena dianggap sebagai kalimat yang mengandung kesalahan dalam berpikir. Kalimat tersebut dilontarkan ketika seseorang tidak lagi mampu memberi argumen untuk mempertahankan pendiriannya. Dalam bahasan [[logika]], keadaan ini disebut &amp;#039;&amp;#039;the&amp;#039;&amp;#039; &amp;#039;&amp;#039;red herring fallacy&amp;#039;&amp;#039; yakni kesesatan berpikir dengan memberi argumen yang mengalihkan perhatian agar jauh dari isu relevan yang penting. Tujuannya ialah agar membuyarkan pikiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita berhak atas klaim kita untuk menyukai atau tidak tentang sesuatu. Semua itu adalah [[opini]] penilaian dan berkisar dari preferensi yang bisa berbeda satu sama lain. Kekeliruannya ialah alur logika dalam memberi alasan itu tidak sistematis dan tidak mengandung bukti. Semua didasarkan pada perasaan subjektif semata.  Kalimat saya berhak atas pendapat saya menunjukan bahwa tidak membuka opsi untuk menggali alasan lebih jauh. Ini bahkan disajikan sebagai berhenti membahas hal tersebut dan &amp;quot;mari kita sepakat untuk tidak setuju&amp;quot;. Tanggapan berhak atas pendapat saya tentu membingungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu pernyataan berhak atas pendapat tidak berkorelasi dengan kenyataan mengenai benar tidaknya suatu pernyataan. Semua bebas berpikir dan mengatakan isi pikirannya. Berhak berpendapat akan menjadi kesalahan dalam berpikir jika diartikan pandangan tersebut wajib diperlakukan sebagai calon kebenaran yang serius. Ilmu pengetahuan menghendaki bukti. Sehingga tanpa bukti, jawaban itu hanya omong kosong. Ketika ada keberatan terhadap suatu keyakinan atau [[argumen]], mengeluarkan jawaban bahwa &amp;quot;saya berhak untuk berpendapat&amp;quot; hanya akan mengesampingkan langkah-langkah diskusi yang bisa dilakukan. Akan lebih baik jika berupaya bertahan dengan memperkuat argumentasi atau memberi bantahan yang merobohkan keabsahan dari argumen lawan secara [[Logika|logis.]] Menjadi penting untuk terus bertanya mengapa memberi pendapat seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sesat Pikir Red Herring ==&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Red Herring&amp;#039;&amp;#039; sederhananya dimaknai sebagai &amp;quot;membahas apa jawabnya apa&amp;quot;. [[Ikan haring merah]] adalah ikan yang sebangsa dengan sarden. Keunikannya ialah apabila dimasak dengan cara diasap, ia akan berwarna kemerahan dan berbau menyengat sehingga membuat orang-orang yang lewat akan teralihkan fokusnya. Sesat pikir ikan haring merah sering menjadi teknik [[retorika]] yang dipakai dalam pencitraan melalui cara menyisipkan banyak [[informasi]] tidak penting sehingga orang-orang teralihkan dari pokok utama bahasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh kalimat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A : &amp;quot;Apa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi krisis iklim?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B : &amp;quot;Masalah itu terlalu luas. Lebih baik berpikir mau makan apa besok. Cari uang sekarang ini susah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C : &amp;quot;Betul juga. Tantangan sekarang ketidakpastian pekerjaan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pertentangan ==&lt;br /&gt;
Kalimat &amp;quot;saya berhak atas pendapat saya&amp;quot;  dalam diskusi mengenai preferensi memang diperbolehkan karena menyangkut kebebasan seseorang. Namun, menurut pandangan Filsuf Patrick Stokes bahwa ungkapan tersebut problematis karena sering digunakan untuk mempertahankan posisi yang secara faktual tidak dapat dipertahankan atau untuk menyiratkan &amp;quot;hak yang sama untuk diadili mengenai suatu masalah di mana hanya salah satu dari dua pihak yang memiliki keahlian yang relevan&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menguraikan lebih lanjut argumen Stokes, filsuf David Godden berpendapat bahwa klaim bahwa seseorang berhak atas suatu pandangan menimbulkan kewajiban tertentu, seperti kewajiban untuk memberikan alasan atas pandangan tersebut dan mengajukan alasan tersebut untuk ditentang; Godden menyebutnya sebagai prinsip hak rasional dan tanggung jawab rasional, dan dia mengembangkan latihan di kelas untuk mengajarkan prinsip-prinsip ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Filsuf [[José Ortega y Gasset]] menulis dalam bukunya tahun 1930 &amp;#039;&amp;#039;The Revolt of the Masses&amp;#039;&amp;#039; meyatakan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Spesies [[Fasisme|Fasis]] dan [[Sindikalisme|Sindikalis]] dicirikan oleh kemunculan pertama tipe manusia yang &amp;quot;acuh dalam memberikan alasan&amp;quot;, tetapi bertekad untuk memaksakan pendapatnya. Ia mencipatakan hak untuk tidak menjadi benar, tidak masuk akal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saya+berhak+atas+pendapat+saya&amp;amp;oldid=28471121 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28471121 (2025-11-14T02:33:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>