<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sefuroksim</id>
	<title>Sefuroksim - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Sefuroksim"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Sefuroksim&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T12:58:09Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Sefuroksim&amp;diff=29815&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28603231; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Sefuroksim&amp;diff=29815&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-04T13:30:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28603231; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Sefuroksim&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; merupakan [[antibiotik]] [[sefalosporin]] generasi kedua yang digunakan untuk mengobati dan mencegah sejumlah infeksi bakteri termasuk [[Radang paru-paru|pneumonia]], [[meningitis]], [[radang telinga tengah]], [[sepsis]], [[infeksi saluran kemih]], dan [[penyakit Lyme]]. Obat ini digunakan melalui [[Oral (rute pemberian obat)|mulut]], atau di[[infus|suntik]]kan ke pembuluh darah atau [[Penyuntikan intraotot|otot]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efek samping yang umum termasuk mual, diare, reaksi alergi, dan nyeri di tempat suntikan. Efek samping yang serius mungkin termasuk [[infeksi Clostridium difficile|infeksi &amp;#039;&amp;#039;Clostridium difficile&amp;#039;&amp;#039;]], [[anafilaksis]], dan [[sindrom Stevens-Johnson]]. Penggunaan pada [[kehamilan]] dan [[menyusui]] diyakini aman. Sefuroksim merupakan sefalosporin generasi kedua dan bekerja dengan mengganggu kemampuan bakteri untuk membuat [[dinding sel]] yang mengakibatkan kematiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sefuroksim dipatenkan pada tahun 1971, dan disetujui untuk penggunaan medis pada tahun 1977. Obat ini ada dalam [[Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia]]. Pada tahun 2020, sefuroksim adalah obat ke-325 yang paling sering diresepkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 800 ribu resep.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kegunaan dalam Medis==&lt;br /&gt;
Sefuroksim aktif melawan banyak bakteri termasuk strain &amp;#039;&amp;#039;[[Staphylococcus]]&amp;#039;&amp;#039; dan &amp;#039;&amp;#039;[[Streptococcus]]&amp;#039;&amp;#039; yang rentan, serta sejumlah organisme [[gram-negatif]]. Seperti [[sefalosporin]] lainnya, ia rentan terhadap beta-laktamase, meskipun sebagai varietas generasi kedua, ia kurang peka terhadap beta-laktamase. Oleh karena itu, mungkin memiliki aktivitas yang lebih besar terhadap bakteri &amp;#039;&amp;#039;[[Haemophilus influenzae]]&amp;#039;&amp;#039;, &amp;#039;&amp;#039;[[Neisseria gonorrhoeae]]&amp;#039;&amp;#039;, dan [[penyakit Lyme]]. Tidak seperti sefalosporin generasi kedua lainnya, sefuroksim dapat melewati [[sawar darah otak]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinjauan sistematis menemukan bukti berkualitas tinggi bahwa menyuntik mata dengan sefuroksim setelah operasi [[katarak]] akan menurunkan kemungkinan terjadinya [[endoftalmitis]] setelah pembedahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Efek Samping==&lt;br /&gt;
Sefuroksim umumnya dapat ditoleransi dengan baik, dan efek sampingnya biasanya bersifat sementara. Jika dikonsumsi setelah makan, antibiotik ini diserap lebih baik dan kecil kemungkinannya menyebabkan efek samping yang paling umum seperti [[diare]], [[mual]], [[muntah]], sakit kepala/[[migrain]], [[pusing]], dan sakit perut dibandingkan dengan kebanyakan antibiotik di kelasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski terdapat risiko alergi silang yang dinyatakan secara luas sekitar 10% antara sefalosporin dan [[penisilin]], penilaian pada tahun 2006 menunjukkan tidak ada peningkatan risiko reaksi alergi silang terhadap sefuroksim dan beberapa [[sefalosporin]] generasi kedua atau yang lebih baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Senyawa Terkait==&lt;br /&gt;
Sefuroksim aksetil adalah obat asetoksietil [[ester]] yang merupakan [[bakal obat]] dari sefuroksim, yang efektif bila [[Oral (rute pemberian obat)|diminum]]. Senyawa tersebut merupakan [[sefalosporin]] generasi kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pranala Luar ==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sefuroksim&amp;amp;oldid=28603231 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28603231 (2025-11-22T10:39:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>