<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Segitiga_bahaya_wajah</id>
	<title>Segitiga bahaya wajah - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Segitiga_bahaya_wajah"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Segitiga_bahaya_wajah&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-15T23:37:02Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Segitiga_bahaya_wajah&amp;diff=36413&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29581743; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Segitiga_bahaya_wajah&amp;diff=36413&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T17:48:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29581743; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Segitiga bahaya wajah&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; atau sering disebut sebagai &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;segitiga kematian&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; terdiri dari area yang membentang dari sudut [[Mulut manusia|mulut]] hingga pangkal [[Hidung manusia|hidung]], termasuk hidung dan [[Maksila|tulang rahang atas]].  Karena sifat khusus dari suplai [[darah]] ke [[hidung manusia]] dan area sekitarnya, terdapat kemungkinan infeksi retrograde dari area hidung menyebar ke [[Otak manusia|otak]], yang menyebabkan [[trombosis sinus kavernosus]], [[meningitis]], atau [[abses otak]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini dimungkinkan karena adanya komunikasi vena (melalui [[Vena oftalmik|vena oftalmika]]) antara [[Vena fasialis|vena wajah]] dan [[sinus kavernosus]]. Sinus kavernosus terletak di dalam [[Rongga kranium|rongga tengkorak]], di antara lapisan [[Meningen|selaput otak]], dan merupakan saluran utama drainase vena dari otak. Terlepas dari argumen anatomis yang relatif masuk akal ini, hanya infeksi wajah yang parah (misalnya, abses hidung) yang dapat menyebabkan komplikasi infeksi sistem saraf pusat yang lebih dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditemukan bahwa katup vena sebenarnya ada pada vena oftalmika dan vena wajah. Dengan demikian, bukan karena tidak adanya katup vena, melainkan keberadaan komunikasi antara vena wajah dan sinus kavernosus serta arah aliran darahlah yang penting dalam penyebaran infeksi dari wajah. Kebanyakan orang, meski tidak semua, memiliki katup pada vena-vena khusus di wajah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungan antara area ini dengan risiko [[trombosis]] sinus kavernosus telah dijelaskan sejak tahun 1852. Pada tahun 1937, sebuah penelitian menemukan bahwa 61% kasus trombosis sinus kavernosus merupakan akibat dari [[bisul]] di bagian atas wajah. Meskipun gangguan ini menjadi sangat jarang terjadi seiring perkembangan antibiotik, kondisi ini masih membawa peluang kecil untuk berkembang menjadi [[Laju mortalitas|risiko kematian]] yang tinggi, dan perlu ditangani secara agresif dengan [[antibiotik]] serta [[Antikoagulan|pengencer darah]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Infeksi sinus kavernosus ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika [[sinus kavernosus]] terinfeksi, hal itu dapat menyebabkan darah di dalam sinus membeku ([[Koagulasi|menggumpal]]), yang mengakibatkan [[trombosis sinus kavernosus]]. Kondisi ini memengaruhi struktur yang melewati atau mengelilinginya. Di dalam sinus kavernosus, penyempitan atau tekanan dapat ditemukan pada saraf kranial (CN) berikut: CN III ([[saraf okulomotor]]), CN IV ([[saraf troklear]]), CN VI ([[saraf abdusen]]), CN V ([[saraf trigeminal]]), khususnya cabang V1 ([[saraf oftalmik]]) dan V2 ([[saraf maksilaris]]). Kegagalan dari setiap saraf yang tercantum di atas akan bermanifestasi pada hilangnya fungsi otot, kelenjar, atau persarafan parasimpatis tertentu (dari CN III). Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa peradangan pada sinus kavernosus akan mengakibatkan kompresi pada [[kiasme optikum]] (yang menyebabkan masalah penglihatan) dan/atau [[kelenjar pituitari]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegagalan CN III akan mengakibatkan hilangnya fungsi otot-otot berikut: [[otot rektus medial]], [[otot rektus superior]], [[otot rektus inferior]], dan [[otot oblik inferior]], serta otot yang bertanggung jawab untuk membuka kelopak mata: [[otot levator palpebrae superioris]] dan [[otot tarsal superior]] (otot Müller). Kerusakan CN III juga mengakibatkan hilangnya persarafan parasimpatis pada mata (hilangnya konstriksi pupil dan akomodasi lensa).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Segitiga+bahaya+wajah&amp;amp;oldid=29581743 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29581743 (2026-08-15T08:54:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>