<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Senjata_biologis</id>
	<title>Senjata biologis - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Senjata_biologis"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Senjata_biologis&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T10:06:22Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Senjata_biologis&amp;diff=32110&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28593395; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Senjata_biologis&amp;diff=32110&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-05T17:17:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28593395; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Senjata biologis&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ([[bahasa Inggris]]: &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;biological weapon&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;) adalah [[senjata]] yang menggunakan [[patogen]] ([[bakteri]], [[virus]], atau [[organisme]] penghasil penyakit lainnya) sebagai alat untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh. Dalam pengertian yang lebih luas, senjata biologis tidak hanya berupa [[organisme patogen]], tetapi juga [[toksin]] berbahaya yang dihasilkan oleh [[organisme]] tertentu. Dalam kenyataanya, senjata biologis tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga hewan dan tanaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembuatan dan penyimpanan senjata biologis telah dilarang oleh [[Konvensi Senjata Biologi]] [[1972]] yang ditandatangani oleh lebih dari 100 negara. Alasan pelarangan ini adalah untuk menghindari efek yang dihasilkan senjata biologis, yang dapat membunuh jutaan manusia, dan menghancurkan sektor ekonomi dan sosial. Namun, [[Konvensi Senjata Biologi]] hanya melarang pembuatan dan penyimpanan senjata biologis, tetapi tidak melarang pemakaiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sejarah ==&lt;br /&gt;
Sejarah penggunaan senjata biologis dimulai pada tahun 400 SM, ketika orang [[Iran]] Kuno (&amp;#039;&amp;#039;scythians&amp;#039;&amp;#039;) menggunakan panah yang dicelupkan ke dalam [[feses]] (kotoran) dan [[mayat]] makhluk hidup yang telah membusuk. Hal serupa juga dilakukan oleh bangsa [[Roma]] yang mencelupkan pedangnya ke dalam [[pupuk]] dan sisa hewan yang telah membusuk sebelum berperang dengan musuhnya. Apabila musuhnya terluka oleh senjata tersebut, maka terjadi infeksi penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Peristiwa penting dalam sejarah kuno penggunaan senjata biologis terjadi ketika bangsa [[Bangsa Mongol|Mongol]] mengusir bangsa Genoa dari kota [[Kaffa]] di [[Laut Hitam]] dengan memanfaatkan [[mayat]]-[[mayat]] manusia yang terinfeksi wabah [[pes]]. Ketika bangsa [[Genoa]] menyingkir hingga ke [[Venice]], mereka tetap diikuti oleh [[kutu]] dan [[tikus]] yang terinfeksi pes sehingga akhirnya menimbulkan &amp;quot;[[kematian hitam]]&amp;quot; (&amp;#039;&amp;#039;black death&amp;#039;&amp;#039;) di wilayah [[Eropa]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1754-1760, terjadi peperangan antara bangsa [[Britania Utara]] dan bangsa [[Indian]] yang melibatkan penggunaan [[virus cacar]]. Ketika itu, [[Britania Utara]] memberikan pakaian dan [[selimut]] dari rumah sakit yang merawat penderita [[cacar]] kepada bangsa [[Indian]] untuk memusnahkan bangsa tersebut. Pada Perang Dunia I, Jerman menggunakan dua [[bakteri patogen]], yaitu &amp;#039;&amp;#039;[[Burkholderia mallei]]&amp;#039;&amp;#039; penyebab [[Glanders]] dan &amp;#039;&amp;#039;[[Bacillus anthracis]]&amp;#039;&amp;#039; penyebab [[Antrax]] untuk menginfeksi [[ternak]] dan [[kuda]] [[tentara]] [[Sekutu]]. Pada tahun 1932-1935, Jepang mengembangkan program pembuatan senjata biologis di [[Cina]] yang dinamakan [[Unit 731]]. Sebanyak 3.000 [[ilmuwan]] [[Jepang]] bekerja untuk melakukan penelitian terhadap berbagai agen biologis yang berpotensi sebagai senjata, misalnya [[kolera]], [[pes]], dan penyakit seksual yang menular. Eksperimen yang dilakukan menggunakan tahanan [[Cina]] yang mengakibatkan ± 10.000 tahanan mati pada masa itu. Sejak saat itu, tidak hanya Jepang yang mengembangkan senjata biologis, tetapi juga diikuti oleh negara-negara lain seperi [[Amerika Serikat]] dan [[Uni Soviet]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Agen biologis ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agen biologis adalah [[mikroorganisme]] (atau [[toksin]] yang dihasilkannya) yang dapat menyebabkan penyakit pada [[tanaman]], [[hewan]], atau [[tumbuhan]], atau menyebabkan kerusakan material. Dalam pembuatan senjata biologis, [[agen biologis]] merupakan komponen penting yang harus diteliti terlebih dahulu sebelum diaplikasikan. Beberapa [[agen biologis]] dan penyakit yang pernah direncanakan untuk dijadikan senjata atau sudah pernah dijadikan senjata biologis di dunia antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Karakteristik ==&lt;br /&gt;
Karakteristik dari senjata biologis adalah mudah diproduksi dan disebar, aman digunakan oleh pasukan penyerang yang menyebarkannya, serta dapat melumpuhkan atau membunuh individu berulang kali dengan hasil yang sama/konsisten. Hal ini berarti, apabila kita menggunakan senjata biologis yang sama untuk menyerang beberapa daerah berbeda, maka dampak yang terjadi haruslah sama. [[Agen biologis]] pada senjata biologis juga harus dapat diproduksi dengan cepat dan murah. Untuk membuat suatu senjata biologis yang berkualitas baik, ada beberapa persyaratan tambahan yang harus dipenuhi, yaitu dapat ditularkan, menimbulkan sakit berkepanjangan yang membutuhkan [[perawatan intensif]], dan gejala yang ditimbulkan bersifat non-spesifik sehingga menyulitkan [[diagnosis]]. Umumnya, senjata biologis yang baik juga memiliki waktu inkubasi yang cukup panjang di dalam tubuh penderita sehingga penyakit dapat ditularkan dan menyebar secara luas sebelum dapat terdeteksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Klasifikasi ==&lt;br /&gt;
Klasifikasi atau pengelompokkan senjata biologis dapat dilakukan berdasarkan [[taksonomi]], [[inang]], [[sindrom]] yang ditimbulkan, efek yang dihasilkan, cara penyebarannya, dan respon praktis atau menurut sifat fungsionalnya. Salah salah [[klasifikasi]] yang sering digunakan klasifikasi fungsional yang dibuat oleh [[Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit]] (&amp;#039;&amp;#039;Centers for Disease Control and Prevention&amp;#039;&amp;#039; atau CDC), meliputi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kategori A&lt;br /&gt;
** penyebarannya dapat dilakukan dengan mudah dan ditularkan dari manusia yang satu ke yang lain;&lt;br /&gt;
** penyebabkan tingkat kematian yang tinggi dan berpotensi memengaruhi kesehatan publik;&lt;br /&gt;
** dapat menyebabkan kepanikan dan gangguan sosial;&lt;br /&gt;
** memerlukan penanganan khusus untuk persiapan kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;
** Contoh kategori A: [[cacar]], [[antrax]], [[botulisme]], dll.&lt;br /&gt;
* Kategori B&lt;br /&gt;
** kemampuan penyebarannya bersifat [[moderat]];&lt;br /&gt;
** menimbulkan tingkat kesakitan yang moderat dan tingkat kematian yang rendah;&lt;br /&gt;
** memerlukan peningkatan kapasitas diagnostik yang spesifik dan peningkatan pengawasan penyakit.&lt;br /&gt;
** Contoh kategori B: [[brucellosis]], [[demam Q]], &amp;#039;&amp;#039;[[Glanders]]&amp;#039;&amp;#039;, dll.&lt;br /&gt;
* Kategori C, meliputi [[patogen]] yang dapat dimodifikasi untuk disebarluaskan pada masa depan, karena memiliki karakeristik:&lt;br /&gt;
** ketersediaan memadai;&lt;br /&gt;
** mudah diproduksi dan disebarkan;&lt;br /&gt;
** berpotensi menyebabkan tingkat kematian dan kesakitan yang tinggi, serta mampu memengaruhi kesehatan publik.&lt;br /&gt;
** Contoh kategori C: [[Virus Hanta]], [[Virus Nipah]], [[demam kuning]], dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Keuntungan ==&lt;br /&gt;
Penggunaan senjata biologis memiliki beberapa keuntungan dan keunggulan dibandingkan jenis senjata [[militer]] lainnya. Beberapa keuntungan pemakaian senjata biologis adalah [[biaya produksi]] relatif murah dibandingkan senjata penghancur lainnya, alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan agen biologis cukup sederhana, dan waktu yang diperlukan dalam pembuatannya relatif lebih pendek. Secara ekonomis, pembuatan senjata biologis juga menguntungkan karena dapat dibuat [[vaksin]] atau penawar dari senjata biologis yang telah diciptakan dengan alat yang sama tetapi [[vaksin]] dapat diperdagangkan kembali dengan harga tinggi. Penyerangan dengan senjata biologis disukai oleh banyak negara karena penyebarannya tidak terdeteksi dan musuh tidak menyadari adanya penyerangan dengan senjata biologis. Selain itu, agen biologis yang hidup di dalam tubuh manusia dapat berkembang biak dan menyebar dari individu satu ke individu lain secara alami. Hal ini sangat mungkin terjadi karena agen biologis (terutama virus) yang disebar tidak terlihat oleh mata telanjang, tidak berbau, dan tidak berasa. Dibandingkan dengan [[senjata nuklir]], senjata biologis lebih unggul karena penggunaannya tidak merusak [[infrastruktur]] atau [[fasilitas]] yang ada dalam daerah yang diserang, sehingga [[infrastruktur]] yang tertinggal dapat dimanfaatkan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Kerugian ==&lt;br /&gt;
Penggunaan senjata biologis juga memiliki kelemahan yang apabila tidak diperhitungkan secara cermat dapat merugikan. Di antaranya adalah perlunya perhitungan [[cuaca]] atau kondisi yang tepat untuk melakukan penyebaran senjata tersebut karena sedikit perubahan arah [[angin]] dapat mengakibatkan agen biologis berbalik menyerang diri sendiri. Untuk [[agen biologis]] yang disebar melalui udara, waktu tinggal atau ketahanan mereka di udara merupakan hal yang penting untuk diketahui agar tidak terjadi [[infeksi sekunder]] pada pasukan penyerang ketika mereka memasuki daerah yang telah berhasil dilumpuhkan/diinfeksi. Pasukan yang bertugas menyebarkan senjata biologis juga harus dilengkapi dengan berbagai alat pelindung karena risiko terinfeksi [[agen biologis]] yang digunakan sebagai senjata dapat dialami oleh mereka. Beberapa jenis senjata biologis juga diketahui rentan terhadap [[radiasi]] [[matahari]] maupun perubahan [[cuaca]] sehingga [[agen biologis]] dapat terinaktivasi dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Untuk beberapa jenis senjata biologis seperti itu, biasanya dilakukan penyebaran pada larut malam atau pagi [[subuh]] sehingga [[radiasi matahari]] tidak akan mengganggu dan agen biologis dapat menyebar pada ketinggian yang rendah dan menyelimuti daerah yang diserang. Kerugian lain dari penggunaan senjata biologis adalah adanya beberapa agen biologis yang dapat bertahan lama di lingkungan (seperti spora &amp;#039;&amp;#039;[[Bacillus anthracis]]&amp;#039;&amp;#039;) sehingga daerah yang telah diinfeksi tidak dapat dihuni/ditinggali dalam jangka waktu yang cukup lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Peran bioteknologi dalam pembuatan Senjata biologis ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemajuan ilmu bioteknologi (terutama rekayasa genetika) memiliki dampak negatif dan positif dalam pengembangan senjata biologis. dalam positif yang ditimbulkan adalah munculnya metode dan berbagai cara [[deteksi]], [[identifikasi]], dan [[neutralisasi]] agen biologis [[patogen]] secara lebih cepat. Berbagai jenis [[vaksin]] dan [[anti-toksin]] juga telah dikembangkan untuk mengontrol bakteri dan virus patogen yang digunakan sebagai senjata biologis. Modifikasi [[materi genetik]]/[[DNA]] organisme juga telah diterapkan untuk membuat racun, elemen yang menular, maupun senjata biologis yang mematikan. Data [[Proyek Genom Manusia]] (&amp;#039;&amp;#039;Human Genome Project&amp;#039;&amp;#039;) juga telah dimanfaatkan untuk meningkatkan sistem pertahanan [[sipil]] dan [[nasional]] suatu negara dalam melawan penggunaan dan pembuatan senjata biologis serta mengembangkan [[antibiotik]] dan [[vaksin]] baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemajuan [[bioteknologi]] juga dapat disalahgunakan oleh sebagian orang untuk mengembangkan senjata biologis yang sangat berbahaya, contohnya adalah menghasilkan organisme [[makroskopis]] yang secara genetik sudah dimodifikasi untuk memproduksi [[toksin]] atau racun berbahaya. Berbagai agen biologis patogenik juga dapat direkayasa secara genetik agar lebih tahan atau stabil pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan dan memiliki [[resistensi]] terhadap [[antibiotik]], [[vaksin]], dan [[terapi]] yang sudah ada. Selain itu, bioteknologi juga dimanfaatkan untuk pembuatan agen biologis yang tidak dapat dikenali oleh [[sistem imun]] atau [[antibodi]] tubuh karena profil imunologisnya telah diubah. Apabila senjata biologis yang telah dikembangkan dimanfaatkan untuk [[bioterorisme]] atau penyalahgunaan lainnya maka akan timbul kekacauan di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Daftar Program dan Institusi Senjata Biologis di Berbagai Negara ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Amerika Serikat ===&lt;br /&gt;
* [[Fort Detrick]], [[Maryland]]&lt;br /&gt;
** Laboratorium Peperangan Biologis A.S. atau U.S. &amp;#039;&amp;#039;Army Biological Warfare Laboratories&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
*** [[Gedung 470]] atau &amp;#039;&amp;#039;Building 470&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
*** [[Gedung 527]] atau &amp;#039;&amp;#039;Building 527&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
*** Program [[Operasi mantel putih]] atau &amp;#039;&amp;#039;Operation Whitecoat&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
** [[United States Army Medical Unit]] (1954–69)&lt;br /&gt;
** [[U.S. Army Medical Research Institute of Infectious Diseases]] (USAMRIID)&lt;br /&gt;
** [[National Biodefense Analysis and Countermeasures Center]] (NBACC)&lt;br /&gt;
* [[Proyek Bacchus]]&lt;br /&gt;
* [[Proyek Clear Vision]]&lt;br /&gt;
* [[Proyek SHAD]]&lt;br /&gt;
* [[Proyek 112]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Inggris ===&lt;br /&gt;
* [[Porton Down]]&lt;br /&gt;
* [[Pulau Gruinard]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Rusia ===&lt;br /&gt;
* [[Biopreparat]], 18 laboratorium dan pusat produksi yang beberapa di antaranya berlokasi di:&lt;br /&gt;
** [[Stepnagorsk Scientific and Technical Institute for Microbiology]], [[Stepnogorsk]]&lt;br /&gt;
** [[Vector State Research Center of Virology and Biotechnology]] (VECTOR), [[Koltsovo]]&lt;br /&gt;
** [[Institute of Applied Biochemistry]], [[Omutninsk]]&lt;br /&gt;
** [[Kirov bioweapons production facility]], [[Kirov,]]&lt;br /&gt;
** [[Zagorsk smallpox production facility]], [[Zagorsk]]&lt;br /&gt;
** [[Berdsk bioweapons production facility]], [[Berdsk]]&lt;br /&gt;
** [[Sverdlovsk bioweapons production facility]]&lt;br /&gt;
* [[Poison laboratory of the Soviet secret services]]&lt;br /&gt;
* [[Pulau Vozrozhdeniya]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Jepang ===&lt;br /&gt;
* [[Unit 731]]&lt;br /&gt;
* [[Benteng Zhongma]]&lt;br /&gt;
* [[Unit 100]]&lt;br /&gt;
* [[Unit 2646]]&lt;br /&gt;
* [[Unit 8604]]&lt;br /&gt;
* [[Unit Ei 1644]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Irak ===&lt;br /&gt;
* [[Al Hakum]]&lt;br /&gt;
* Fasilitas [[Salman Pak]]&lt;br /&gt;
* Fasilitas [[Al Manal]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pencegahan dan Pengendalian ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upaya pengendalian senjata biologis telah dilakukan sejak tahun 1925 melalui perjanjian internasional yang disebut [[Protokol Geneva]] (&amp;#039;&amp;#039;Geneva Protocol&amp;#039;&amp;#039;) yang memuat larangan penggunaan senjata biologis. Namun, perjanjian itu terbukti masih dilanggar oleh beberapa negara. Oleh karena itu, pada tahun 1972, PBB mengadakan [[Konvensi Senjata Biologi dan Toksin]] (&amp;#039;&amp;#039;Biological and Toxin Weapon Convention&amp;#039;&amp;#039; atau BTWC) yang mempertegas larangan pengembangan, pembuatan, dan penyimpanan segala jenis senjata biologis. Namun perjnajian tersebut juga masih dilanggar oleh beberapa negara, seperti [[Rusia]] dan [[Irak]] karena BTWC tidak melakukan pengawasan dan pembuktian tidak adanya kegiatan produksi senjata biologis pada setiap negara. Pada tahun 1995, [[Ad Hoc]] membentuk protokol inspeksi dan pembuktian di lapangan yang sayangnya tidak didukung penuh oleh seluruh negara penandatangan perjanjian terdahulu, seperti [[Amerika Serikat]]. Pemerintah [[Amerika Serikat|Amerika]] memiliki cara sendiri untuk mengendalikan senjata biologis di negaranya, di antaranya melalui produksi vaksin skala besar dan pendistribusiannya serta pengembangan strategi dan taktik untuk mencegah dampak buruk senjata biologis. Melalui [[Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit]] (&amp;#039;&amp;#039;Centers for Disease Control and Prevention&amp;#039;&amp;#039; atau CDC), Amerika meningkatkan kemampuan [[diagnostik]] dengan membangun jaringan yang menghubungkan berbagai pusat kesehatan regional sehingga penyakit yang diakibatkan senjata biologis atau [[bioterorisme]] dapat dideteksi dengan lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 2008, [[Konvensi Senjata Biologi]] (&amp;#039;&amp;#039;Biological Weapons Convention&amp;#039;&amp;#039;) membahas tentang peningkatan pemahaman tentang pentingnya mengembangkan [[keamanan biologi]], termasuk di dalam [[laboratorium]] yang menggunakan [[patogen]] maupun [[toksin]] berbahaya. Pada pertemuan tersebut juga dibahas tentang pencegahan penyalahgunaan ilmu biologi dan [[bioteknologi]] untuk senjata biologis dengan cara meningkatkan kesadaran akan risiko biologis yang dapat timbul, memperketat pengawasan, serta memberikan pendidikan dan peningkatan [[bioetika]] dalam aplikasi ilmu kehidupan. Untuk pengendalian dan pengawasan senjata biologis, telah dilakukan pembuatan data yang berpotensi menjadi senjata biologis. Selain itu, pengembangan [[molekul]] [[anti-bakteri]] juga telah dilakukan untuk mengeliminasi patogen tetapi tidak membahayakan manusia dan hewan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Referensi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* [http://www.opbw.org/ The Biological and Toxin Weapons Convention (BTWC) website.]&lt;br /&gt;
* [http://www.slic2.wsu.edu:82/hurlbert/micro101/pages/101biologicalweapons.html#advantagesofBW Biological weapons; Malignant Biology.]&lt;br /&gt;
* [http://www.emedicinehealth.com/biological_warfare/article_em.htm Biological Warfare]&lt;br /&gt;
* [http://www.health.state.ny.us/environmental/emergency/attachment_2f.htm Summary of Biological Warfare Agents]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Senjata+biologis&amp;amp;oldid=28593395 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28593395 (2025-11-21T20:23:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>