<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id">
	<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Siklopiroks</id>
	<title>Siklopiroks - Riwayat revisi</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Siklopiroks"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Siklopiroks&amp;action=history"/>
	<updated>2026-09-16T06:09:36Z</updated>
	<subtitle>Riwayat revisi halaman ini di wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.46.0</generator>
	<entry>
		<id>https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Siklopiroks&amp;diff=36380&amp;oldid=prev</id>
		<title>Maintenance script: Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28078203; atribusi sumber disertakan.</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://wiki.unissula.ac.id/index.php?title=Siklopiroks&amp;diff=36380&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2026-09-07T17:45:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28078203; atribusi sumber disertakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Halaman baru&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Siklopiroks&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; adalah obat yang digunakan untuk pengobatan [[jamur kuku|onikomikosis]] sedang pada kuku tangan dan kaki, dan untuk pengobatan [[dermatitis seboroik]].&lt;br /&gt;
==Kegunaan medis==&lt;br /&gt;
Siklopiroks diindikasikan sebagai pengobatan topikal pada orang yang imunokompeten dengan onikomikosis ringan hingga sedang pada kuku jari tangan dan kaki tanpa keterlibatan lunula, akibat &amp;#039;&amp;#039;[[Trichophyton rubrum]]&amp;#039;&amp;#039;,; dan untuk pengobatan dermatitis seboroik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Infeksi kuku===&lt;br /&gt;
Selain formulasi lain, siklopiroks digunakan dalam [[cat kuku]] untuk pengobatan topikal onikomikosis (infeksi akibat [[jamur kuku]]). Sebuah [[metaanalisis]] dari enam uji coba infeksi kuku yang tersedia pada tahun 2009 menyimpulkan bahwa uji coba tersebut memberikan bukti bahwa siklopiroks topikal memiliki tingkat penyembuhan yang buruk, dan bahwa amorolfina mungkin jauh lebih efektif, tetapi diperlukan penelitian lebih lanjut. &amp;quot;Menggabungkan data dari 2 uji coba siklopiroksolamina versus [[plasebo]] menemukan tingkat kegagalan pengobatan sebesar 61% dan 64% untuk siklopiroksolamina. Hasil ini terjadi setelah waktu pengobatan yang lama (48 minggu), dan ini menjadikan siklopiroksolamina pilihan yang buruk untuk infeksi kuku. Hasil yang lebih baik diamati dengan penggunaan pernis amorolfina; tingkat kegagalan pengobatan sebesar 6% ditemukan setelah 1 bulan pengobatan, tetapi data ini dikumpulkan pada sampel orang yang sangat kecil dan tingkat keberhasilan yang tinggi ini mungkin tidak dapat diandalkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Efinakonazol]], suatu antijamur [[azola]], menghasilkan tingkat penyembuhan dua atau tiga kali lebih baik daripada pengobatan topikal terbaik berikutnya, yakni mwnggunakan siklopiroks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Farmakologi==&lt;br /&gt;
===Farmakodinamik===&lt;br /&gt;
Berbeda dengan azola dan obat antijamur lainnya, mekanisme kerja siklopiroks masih belum dipahami dengan baik. Namun, hilangnya fungsi [[enzim katalase]] dan [[peroksidase]] tertentu telah dikaitkan sebagai [[mekanisme aksi]], serta berbagai komponen [[metabolisme]] seluler lainnya. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan lebih lanjut mekanisme siklopiroks, beberapa mutan &amp;#039;&amp;#039;[[Saccharomyces cerevisiae]]&amp;#039;&amp;#039; disaring dan diuji. Hasil dari interpretasi efek pengobatan dan mutasi obat menunjukkan bahwa siklopiroks dapat memberikan efeknya dengan mengganggu [[perbaikan DNA]], sinyal dan struktur [[pembelahan sel]] ([[pemintal kromosom|spindel mitosis]]) serta beberapa elemen transportasi intraseluler.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Masyarakat dan budaya==&lt;br /&gt;
===Merek===&lt;br /&gt;
Obat ini dijual dengan banyak nama merek di seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penelitian==&lt;br /&gt;
Pada tahun 2007, obat ini diteliti sebagai pengobatan alternatif untuk [[ketokonazol]] untuk [[dermatitis seboroik]] karena obat ini menghambat pertumbuhan [[khamir]] &amp;#039;&amp;#039;[[Malassezia furfur]]&amp;#039;&amp;#039;. Hasil awal menunjukkan kemanjuran yang serupa dengan ketokonazol dengan peningkatan relatif dalam penyembuhan gejala subjektif karena sifat [[antiinflamasi]]nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sumber dan atribusi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Siklopiroks&amp;amp;oldid=28078203 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28078203 (2025-10-17T18:17:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Maintenance script</name></author>
	</entry>
</feed>